POLEMIK Kartu Jakarta Sehat (KJS) masih menuai kritik. Hal ini merupakan imbas dari rumah sakit yang mengutarakan bahwa klaim asuransi tak sebanding dengan biaya pengeluaran rumah sakit.
Meski kenyataannya demikian, seharusnya pihak terkait bisa lebih bijak menangani hal tersebut. Misalnya saja dengan berdialog untuk menemukan jalan keluar.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sendiri yang organisasi yang membawahi dokter di rumah sakit tak hanya diam. Mereka berupaya menawarkan solusi, yakni dengan mengundang rumah sakit dan dinas kesehatan untuk persoalan klaim asuransi ini agar masalah ini tak berkepanjangan.
“Ya, IDI akan mengundang perwakilan Rumah sakit dan Dinas Kesehatan setempat untuk merumbukan bersama jalan keluarnya. Saya yakin pelan-pelan rumah sakit mengerti kok. Pun kalau mereka tidak menerima, mereka akan rugi sendiri. Karena bila layanan primer ini sudah kuat, impact-nya pasti rumah sakit khususnya swasta kekurangan pasien. Makanya dari 16 rumah sakit yang mulanya angkat tangan dengan KJS, mereka balik lagi, mau menerima KJS lagi, “kata Dr. Zaenal Abidin MH.Kes, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia saat ditemui secara eksklusif oleh Okezone di Kantor Pusat Ikatan Dokter Indonesia, Menteng, Jakarta, Pusat, belum lama ini.
Ditambahkannya, hal ini bukan asal ucap belaka. Dr. Zaenal sendiri sudah memerkirakan kondisi itu dimana jumlah rumah sakit di Jakarta ada seratus lebih dan bila layanan primer dikuatkan maka akan berjalan lancar.
Menurutnya sekira 80 persen keluhan segala penyakit akan selesai di puskesmas, klinik dan praktek dokter, sedang untuk rumah sakit mereka hanya dapat sekira 20 persen, dan itu dibagi seratus lebih rumah sakit. Sehingga kesimpulannya, rumah sakit swasta yang terutama menolak KJS bisa tak kebagian pasien.
“Coba bayangkan bila nanti layanan primer sudah kuat, dan hanya 20 persen ke rumah sakit, dan itu pun harus dibagi seratus lebih rumah sakit? Jangan-jangan nanti ada rumah sakit yang tidak kebagian pasien. Makanya inilah pentingnya berdialog, agar rumah sakit bisa ikut dan mendapatkan pasien. Kalau dari awal tidak ikut, nanti malah tidak ikut beneran, dan rumah sakit tidak ada pasiennya. Apalagi kalau nanti BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) jalan, dimana pasien pergi ke rumah sakit harus berdasarkan rujukan puskesmas, praktek dokter atau layanan primer yang terintegrasi KJS. Rumah sakit yang menolak KJS sekarang bisa tidak dapat rujukan nantinya, atau rumah sakit bisa kekurangan pasien,” tandasnya.
Sumber: okezone.com

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengakui Pemerintah Provinsi DKI memang memaksa rumah sakit swasta di Jakarta untuk ikut serta dalam program kartu Jakarta Sehat. Melalui program itu, masyarakat tak mampu bisa mendapatkan pengobatan gratis di Puskesmas maupun poliklinik dan fasilitas rawat inap kelas II di rumah sakit. “Memang kita paksa kok, supaya mikirnya jangan soal untung saja,” ujarnya ketika ditemui Tempo di kantornya, Kamis, 13 Juni 2013.
Jakarta – Program Kartu Jakarta Sehat yang digagas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tetap bisa memberikan keuntungan bagi rumah sakit yang melayani pasien KJS. Syaratnya, rumah sakit melakukan efisiensi dalam merawat pasien KJS. “Rumah sakit jangan boros dan jor-joran,” kata Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, dokter Hasbullah Thabrany, Senin, 10 Juni 2013.
Jakarta – Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, dokter Hasbullah Thabrany, mengatakan sistem Indonesia Case Based Group, yang diadopsi oleh Kartu Jakarta Sehat, tidak menggunakan data harga terbarui. Patokannya masih menggunakan data yang disurvei pada 2009 lalu. Survei harga itu hanya dipakai untuk menetapkan biaya berobat di rumah sakit sakit milik pemerintah.
BEBERAPA waktu lalu, Gleneagles Hospital Singapura sekali lagi masuk dalam jajaran 10 Rumah Sakit Terbaik di Dunia bagi Wisatawan Medis, menurut peringkat tahunan yang dikeluarkan oleh Medical Travel Quality Alliance (MTQUA), penyelenggara sertifikasi berkelas internasional bagi penyedia jasa pelayanan kesehatan.
DUMAI– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai, saat ini tengah melakukan pembangunan penambahan ruang kelas I hingga III bagi pasien. Pembangunan dengan cara bertahap itu sendiri menggunakan dana APBD 2013 hingga 2015 sebanyak Rp24 miliar.
KUPANG – Lippo Group akan mendirikan empat buah rumah sakit (RS) berstandar internasional di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Nampaknya masih panjang waktu yang dibutuhkan untuk menerapkan PPK BLUD pada RS-RS di NTT, setelah setahun lebih upaya persiapan dilakukan. Selain karena persiapan syarat kapasitas internal RSUD yang harus dipenuhi, program ini masih terkendala dukungan dari sebagian Pemda yang kurang terhadap implementasi ini. Untuk membantu upaya advokasi tersebut, PKMK FK UGM bersama AIPMNH berinisiatif untuk melaksanakan Lokakarya Advokasi BLUD pada 14 Juni 2013. Lokakarya ini mengundang kepala daerah beserta jajarannya yang terkait untuk hadir dan mengundang Ditjen BLUD Kementerian Dalam Negeri sebagai pembicara utama. Pada pertemuan ini terungkap bahwa persepsi sebagian besar peserta masih berbeda, bahkan tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Masih banyak keraguan terhadap kekuatan dasar hukum BLUD, bahkan ada yang menganggap harus membentuk badan hukum baru. Oleh karena itu, lokakarya seperti ini nampaknya sangat diperlukan, khususnya bagi daerah-daerah yang memiliki akses informasi terbatas. Reportase mengenai acara ini dapat anda ikuti 





