Laporan Khusus
Seeing Hospital at Home in Practice
29 Juni 2026
Pendahuluan
Sebagai pusat rujukan tertinggi (medical center) di wilayah Taiwan tengah, Taichung Veterans General Hospital (TVGH) memegang peran strategis dalam sistem kesehatan nasional. Rumah sakit ini tidak hanya menangani kasus-kasus kompleks dari wilayah Taichung dan sekitarnya, tetapi juga menjadi pusat pendidikan kedokteran, penelitian, serta pengembangan berbagai inovasi pelayanan kesehatan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Taichung Veterans General Hospital (TVGH) berkembang menjadi salah satu rumah sakit digital terkemuka di dunia melalui transformasi digital yang diterapkan secara menyeluruh. Pengembangan Hospital Information System (HIS), integrasi data klinis, pemanfaatan artificial intelligence (AI), layanan telehealth, hingga penggunaan data untuk penelitian dan pengambilan keputusan telah menjadi bagian dari operasional sehari-hari. Transformasi tersebut memperoleh berbagai pengakuan internasional. Pada tahun 2023, TVGH berhasil meraih sertifikasi HIMSS EMRAM Stage 6 dan Stage 7 hanya dalam waktu delapan bulan, sebuah pencapaian tercepat dalam sejarah rumah sakit di Taiwan. Setahun kemudian, TVGH juga memperoleh peringkat kedua dunia untuk Digital Healthcare Indicator (DHI) dari HIMSS, yang mencerminkan tingkat kematangan transformasi digital rumah sakit secara komprehensif. Pengakuan tersebut sejalan dengan peningkatan konsisten posisi TVGH dalam pemeringkatan Newsweek World’s Best Smart Hospitals, dari peringkat 254 pada 2023, menjadi 246 pada 2024, 99 pada 2025, hingga mencapai peringkat ke-85 dunia pada 2026. Capaian tersebut menempatkan TVGH sebagai salah satu smart hospital terbaik di dunia sekaligus menjadi salah satu contoh paling progresif dalam transformasi digital pelayanan kesehatan di Taiwan.
Dengan latar belakang tersebut, kunjungan peserta APHaH 2026 ke TVGH menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana sebuah medical center mengintegrasikan inovasi klinis, transformasi digital, dan tata kelola pelayanan dalam praktik sehari-hari. Pemilihan TVGH sebagai lokasi hospital visit karena rumah sakit ini dipandang sebagai salah satu contoh bagaimana transformasi digital diterapkan secara menyeluruh untuk mendukung pelayanan rumah sakit, telehealth, hingga pengembangan Hospital at Home.
Sambutan
Suasana hangat sudah terasa sejak rombongan memasuki ruang pertemuan. Berbeda dengan kunjungan formal pada umumnya, delegasi Indonesia disambut hampir oleh seluruh jajaran pimpinan TVGH, dipimpin langsung oleh Superintendent (Direktur) Prof. Yun-Ching Fu, bersama para pimpinan Smart Healthcare Committee, Digital Medicine, Information Technology, Nursing, Laboratory, hingga Telehealth Center. Dalam sambutannya, Prof. Fu menyampaikan bahwa TVGH merasa terhormat karena Universitas Gadjah Mada (UGM) memilih mengunjungi rumah sakit ini di antara banyak rumah sakit unggulan di Taiwan. Ia juga memberikan apresiasi kepada UGM sebagai salah satu universitas terbesar di Indonesia dengan sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Foto Kredit: Putu Eka Andayani & TVGH
Memperkenalkan TVGH, Prof. Fu menjelaskan beberapa keunggulan yang menjadi fokus pengembangan rumah sakit. Di bidang layanan klinis, TVGH terus mengembangkan tindakan jantung minimal invasif untuk mengurangi trauma pembedahan, serta pengobatan kanker berbasis genetic testing yang mendukung terapi yang lebih presisi. Di sisi lain, TVGH juga memperkuat layanan telehealth untuk meningkatkan kesinambungan pelayanan dan memperluas dukungan kepada fasilitas kesehatan jejaring.
Transformasi digital tersebut menjadi salah satu fondasi yang mengantarkan TVGH masuk dalam daftar Top 100 Smart Hospitals versi Newsweek. Pengakuan tersebut didukung oleh integrasi berbagai inovasi, mulai dari smart laboratory, pusat riset, analisis multi-gen untuk praktik klinis, hingga pengembangan telehealth yang tidak hanya menyediakan akses bagi pasien, tetapi juga mendukung tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan lain melalui layanan konsultasi selama 24 jam.
Penjelasan tersebut kemudian diperdalam oleh Dr. Kun-Hui Chen yang memperlihatkan bagaimana Telehealth Center TVGH mengoperasikan layanan pendampingan pasien sekaligus hotline klinis 24 jam bagi dokter di fasilitas kesehatan lain, sehingga telehealth tidak hanya berfungsi sebagai media konsultasi pasien, tetapi juga sebagai instrumen penguatan jejaring rujukan.
Dalam pemaparannya, Prof. Fu menjelaskan bahwa keberhasilan TVGH bukan hanya dibangun melalui investasi teknologi, tetapi melalui kolaborasi yang sangat luas. TVGH memimpin Taiwan Smart Healthcare Alliance (TSHA) yang menghimpun berbagai medical center terbesar di Taiwan, bekerja sama dengan berbagai universitas seperti National Yang Ming Chiao Tung University dan National Chung Hsing University, serta bermitra dengan lembaga pemerintah dan industri seperti Industrial Technology Research Institute (ITRI), Taiwan AI Labs, TriNetX, hingga Chung-Hwa Telecom. Kolaborasi tersebut memungkinkan inovasi dikembangkan secara bersama, diuji dalam pelayanan nyata, kemudian diterapkan dalam skala nasional.
Hospital Tour – Data Pasien Mengalir Tanpa Terputus
Setelah sesi penyambutan, peserta terlebih dahulu memperoleh gambaran mengenai fondasi transformasi digital yang dikembangkan TVGH. Rumah sakit ini membangun seluruh ekosistem digitalnya di atas Hospital Information System (HIS) yang mengintegrasikan empat fungsi utama, yaitu patient engagement, healthcare team collaboration, hospital administration, serta teaching and research. Keempat fungsi tersebut dipersatukan melalui platform Data Integration and Analysis, yang menghubungkan data warehouse, dashboard operasional, OMOP Common Data Model, TriNetX, serta knowledge management system. Dengan pendekatan ini, data yang dihasilkan selama proses pelayanan tidak berhenti sebagai dokumentasi klinis, tetapi terus dimanfaatkan untuk mendukung pengambilan keputusan, penelitian, peningkatan mutu, hingga pengembangan inovasi layanan.
TVGH juga menjelaskan bahwa meskipun di Taiwan terdapat lebih dari 40 jenis Hospital Information System yang digunakan oleh berbagai rumah sakit, seluruhnya mengacu pada standar praktik klinis yang sama sehingga data tetap dapat dimanfaatkan secara konsisten. Untuk mendukung penelitian, TVGH memanfaatkan OMOP (Observational Medical Outcomes Partnership) Common Data Model, yang memungkinkan data pelayanan sehari-hari diolah menjadi sumber bukti ilmiah tanpa mengganggu proses pelayanan klinis. Dengan demikian, pelayanan pasien, manajemen rumah sakit, dan penelitian dapat berjalan secara terintegrasi dalam satu ekosistem digital.
Paparan tersebut kemudian dilanjutkan dengan hospital tour untuk melihat implementasi berbagai inovasi secara langsung. Di salah satu integrated ward, peserta melihat bagaimana teknologi digital telah menjadi bagian dari pelayanan sehari-hari. Perangkat pemantau tanda vital yang terpasang di sisi tempat tidur pasien terhubung secara real time dengan nurse station maupun perangkat seluler petugas. Informasi status pasien juga ditampilkan melalui label elektronik di setiap tempat tidur yang dapat diperbarui secara otomatis ketika pasien pulang, sehingga mengurangi penggunaan kertas sekaligus mempercepat proses pergantian pasien. Di bangsal yang sama, robot otonom tampak mengantarkan logistik dari nurse station menuju ruang perawatan, sehingga tenaga kesehatan dapat lebih fokus pada pelayanan klinis.

Peserta diajak mengunjungi salah satu bangsal (Integrated ward) dan mendapat penjelasan mengenai smart system yang mendukung perawatan pasien. (Foto Kredit: Aisya Sekar Ririssita)
Kunjungan kemudian berlanjut ke instalasi farmasi yang menerapkan smart dispensing system, khususnya untuk obat-obatan dengan pengawasan ketat seperti psikotropika. Sistem ini menerapkan mekanisme dual authentication, di mana laci penyimpanan hanya dapat dibuka setelah apoteker dan perawat melakukan validasi menggunakan kartu identitas masing-masing. Setelah terbuka, sistem telah menyiapkan obat yang sesuai untuk pasien yang tepat dengan dosis yang tepat, sehingga membantu menurunkan risiko kesalahan pemberian obat (medication error).
Salah satu lokasi yang paling menyita perhatian peserta adalah command center TVGH. Dari ruangan ini, berbagai informasi pelayanan dikonsolidasikan secara real time dalam satu pusat kendali. Melalui dinding monitor berukuran besar, petugas dapat memantau posisi ambulans secara real time melalui GPS, melihat tindakan yang sedang dilakukan tenaga kesehatan di dalam ambulans, sekaligus menerima data tanda vital dan hasil pemeriksaan pasien sebelum pasien tiba di rumah sakit. Command center ini juga memantau layanan telemedicine, sehingga interaksi antara dokter dan pasien yang berada di rumah dapat berlangsung dengan dukungan klinis yang terintegrasi.

Para peserta diajak meninjau ruang Command Center . (Foto Kredit: Aisya Sekar Ririssita)
Hospital tour ditutup dengan kunjungan ke smart laboratory, tempat sebagian besar proses pra-analitik telah diotomatisasi. Sistem laboratorium secara otomatis memisahkan dan mendistribusikan sampel pasien sesuai jenis pemeriksaan, seperti darah maupun urin, sehingga meningkatkan efisiensi alur kerja sekaligus mengurangi potensi kesalahan dalam penanganan spesimen. Tanpa banyak intervensi manual, sistem secara otomatis mengenali jenis spesimen, memisahkan sampel sesuai pemeriksaan yang diminta, lalu mendistribusikannya ke jalur analisis yang tepat. Otomasi ini tidak hanya mempercepat waktu pemeriksaan, tetapi juga mengurangi risiko kesalahan manusia.

Intelligent Command Center
Secara keseluruhan, kunjungan ini memperlihatkan bahwa konsep smart hospital di TVGH tidak semata diwujudkan melalui penggunaan teknologi canggih, tetapi melalui integrasi teknologi digital ke dalam setiap tahapan pelayanan; mulai dari ruang rawat, farmasi, laboratorium, hingga sistem rujukan dan telemedicine. Misalnya, di integrated ward, data tanda vital pasien dikirim otomatis ke nurse station. Data yang sama kemudian dapat dimanfaatkan pada command center, bahkan ketika pasien dirujuk menggunakan ambulans, hingga hasil laboratorium kembali masuk ke sistem.
Pendekatan inilah yang mendukung TVGH menjadi salah satu Top 100 Smart Hospitals versi Newsweek sekaligus memberikan gambaran konkret mengenai bagaimana transformasi digital dapat meningkatkan mutu, keselamatan, dan kesinambungan pelayanan kesehatan.

Para peserta berpose di depan Fasilitas Smart Automated Laboratory. (Foto Kredit: dr. Oktelin Kaswadie)
Penutup
Yang paling membekas dari kunjungan ini bukanlah robot, monitor raksasa, ataupun berbagai perangkat digital yang digunakan TVGH. Seluruh teknologi tersebut selalu diarahkan untuk tujuan yang sama: membantu tenaga kesehatan bekerja lebih efektif, meningkatkan keselamatan pasien, dan menjaga kesinambungan pelayanan, termasuk ketika pasien telah kembali ke rumah. Bagi peserta APHaH 2026, inilah pelajaran terpenting yang dapat dibawa pulang—bahwa transformasi digital bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik.

Peserta berpose bersama di Lobby RS sebelum meninggalkan TVGH. (Foto kredit: dr. Gatot Suharto, SpB)
Reporter:
- Lutfan Lazuardi
- Putu Eka Andayani
- Hanifah Wulandari







