Reportase
Hospital Management Asia 2026


PKMK-Bangkok. Hospital Management Asia (HMA) resmi dibuka pada Rabu (2/9/2026). Kegiatan diselenggarakan di Queen Sirikit Convention Center, kawasan ini merupakan kompleks gedung pertemuan yang berada di jantung kota Bangkok dengan kapasitas yang sangat besar.

Konferensi ini dihadiri kurang lebih dua ribu orang, dengan sebagian besar peserta dari Asia. Selain itu peserta juga berasal dari Australia, Amerika Serikat serta Eropa. Di pagi hari nampak suasana pendaftaran sangat ramai.

Acara diawali dengan sambutan dari Richard Ireland, CEO Clarion Events Asia menggambarkan perkembangan HMA. Peserta banyak sekali dari luar Thailand. Indonesia walaupun jumlah pendduk terbesar ternyata paling sedikut. Simak video pembukaan di sini:
Sebagai pembuka, dalam perayaan ulang tahun ke-25 HMA dan ada seremoni pemotongan kue (lihat foto).

Diteruskan dengan pidato dari Dr. Paiboon Eksaengsri, Presiden Asosiasi Rumah Sakit Swasta Thailand. Rumah sakit merupakan backbone dari medical tourism. RS dapat memberi pilihan pada masyarakat dan mutu terbaik. Tantangan sekarang: Thailand mempunyai aging population yang membutuhkan pelayanan kompleks. Oleh karena itu pelayanan kesehatan membutuhkan lebih banyak dokter dan perawat. Butuh teknologi baru tapi harus kendalikan cost. Mutu juga harus tinggi dan ini tidak mudah. Situasi ini dialami seluruh negara di dunia. Beruntung sudah ada AI, digital tools, dan perkembangan teknologi yang dapat membantu. Namun semuanya perlu leadership dan penerapan prinsip patient first, berbasis patient experience. Selamat berdiskusi.
Akarathan Jitnuyanont, M.D.
Deputy Director General, Department of Medical Services Ministry of Public Health, Thailand
Di seluruh Asia ada peningkatan ekspektasi pasien, perubahan demografi, NCD, dan adanya teknologi digital. Masih ada ancaman seperti pandemi. Dalam hal ini ada kebutuhan Kepemimpinan Berbasis Bukti. Pengalaman Thailand dalam UHC dan pelayanan primer menunjukkan harus ada kemitraan antara pembuat kebijakan, masyarakat dan usaha. Kita harus tetap kontinyu meningkatkan mutu pelayanan, dan investasi pada SDM kesehatan. Ini bagian dari keamanan pasien yang perlu dipegang. Saya berharap konferensi ini menjadi forum untuk mempelajari pengalaman dan juga perkembangan global. Kita perlu kembangkan kemampuan dan keinginan belajar bersama
Alan Dubovsky, Wakil Presiden sekaligus *Chief Patient Experience Officer* di Cedars-Sinai—salah satu pusat medis akademik nirlaba terbesar di AS—tampil untuk membagikan strategi dan praktik rumah sakit tersebut dalam mengelola pengalaman pasien. Disebutkan bahwa pelayanan kesehatan telah berkembang sebagai industri besar. Dalam industi ini patient complain harus dperhatikan dan bagaimana menghandle nya perlu disiapkan dengan matang. Alan kemudian membahas Ttentang Cedars Sinai di Los Angels USA yang dapat diklik di: https://www.cedars-sinai.org/home.html. RS ini sangat besar volume pekerjaannya. Mereka mengembangkan international program.

Dalam meeting ini, Allan menggambarkan Patient Experience Playbook di Cedars-Sinai Hospital. Sebagaimana kegiatan penting lainnya annual plan untuk patient experience harus dilakukan oleh RS, dengan berbasis pada survei. Model Ideal Patient Experience mempunyai berbagai komponen sebagai berikut:
- Organizational Buy in
- Governance
- Action Plans
- Team Structure
- Patient Feedbcakl
- Improvement Efforts.
Komponen-komponen tersebut dikelola menjadi sebuah siklus yang berulang dan direncanakan, dan terukur. Dengan demikian selalu ada perbaikan setiap saat berdasarkan pengalaman dan impact yang terjadi.
Highlights dari sambutan dan pertemuan ilmiah akan dilaporkan kemudian.
Reporter: Laksono Trisnantoro (UGM)
Flag Exchange Ceremony & Opening of Day
PKMK-Bangkok. Setiap tahun konferensi ini diselenggarakan di negara yang berbeda, sehingga tuan rumah HMA berpindah-pindah. Kegiatan HMA berikutnya akan diselenggarakan di Kuala Lumpur pada 25 dan 26 Agustus 2027. Pada hari kedua HMA 2026 pagi hari dilakukan upacara pemindahan bendera HMA dari Bangkok ke Kuala Lumpur. Berikut ini foto penyerahan bendera dari Bangkok ke Kuala Lumpur.

Sesi 1:
Tricia H. Ravalico Director, Scientific Leadership, Abbott, USA
Transformasi kesehatan membutuhkan perubahan, Fabel mengenai katak yang matang di kuali air mendidih karena tidak sensitif dengan perubahan. Banyak hal yang mendorong perubahan. Berikut ini beberapa slide menarik dari pembicara.






Assoc Prof Dr Jiruth Sriratanaban Director, King Chulalongkorn Memorial Hospital, Thailand
Reducing patient complaints and transforming hospital work culture through team development Dr Artirat Charukitpipat CEO, Bumrungrad International Hospital, Thailand
Return with solid fill Table of contents Niru Rajakumar CEO, Amalga (by McCrae Tech), New Zealand
Moderator: Assoc Prof Tan Hiang Khoon, CEO, Singapore General Hospital, Singapore
Masa depan Pelayanan Kesehatan Thailand, dan Perspektif para pemimpin rumah sakit-rumah sakit besar
- Elderly people, populasi banyak yang semakin menua.
- Healthy aging
- Medical education, residensi dan isu mengenai elderly
- Super age Society. Siap2 melewati 100 tahun. Longetivity
- Sekarang harus mengembangkan kegiatan2 preventif
- Teknologi yang ada saat ini penting untuk pengembangan penyakit kronis, dan terkait mobilitas. Teknologi dapat berperan bagus dengan situasi yang ada, Moving from sickness to wellness.
- 5-6 tahun lalu mengerjakan genetic testing.. bagaimana dapat memetakan kehidupan lebih baik, termasuk yang sakit sehingga dapat dikembangkan longevity-
- Bangkok Hospital juga mengembangkan wellness center. Tidak hanya untuk revenue tapi juga untuk mengembangkan kualitas hidup orang tua.
- Need exist in scikness and wellness. Meet the market.
Tantangan: SDM kesehatan misalnya perawat dan dokter.
Teknologi: telemedicine and AI.
Jika ada 100 Juta Dollar, rumah sakit akan mengalokasikan atau investasi apa?
- Invest in digital tech incl, AI. For aging population. Integrated transformation isnide and outside of hospitals. Data exchangem reguylatfioun cyber security.
- Keep the patient out of hospital. The best enviroment for patient, include at home. Juga data personal harus bagus.
- AI dan radiolog and enterprise AI for new Gen. Confideliaty sangat penting.
- Sehingga AI harus ditangani dengan hati-hati.
Mark Stoesz Zone President - APAC and International Business Development, GE Healthcare
Pengembangan di RS: Command Center
Meningkatkan efisiensi, sampai predicting. Mengembangkan mutu. Tanpa harus menaikkan jumlah.
Pertemuan di Bangkok diakhiri pada hari Jumat dengan kunjungan lapangan. setelah Gala Dinner untuk memberikan Award bagi para finalis lomba. Sangat menarik dari sekitar 40an finalis lomba di berbagai kategori, Indonesia hanya diwakili 1 RS, dari RS Harapan Kita. Ini menarik karena ternyata memang peserta Indonesia mengalami kemunduran luar biasa. Dari jumlah dan minat peserta. Masalah mutu dan kepemimpinan RS tidak menjadi topik yang menarik bagi RS-RS di Indonesia. Hal ini perlu diperhatikan. Ada kemungkinan memang RS-RS di Indonesia masih mengalami masalah yang sangat berat, yaitu tekanan pendapatan RS. Dengan demikian inovasi belum dipikirkan. Refleksi saya dari mengikuti HMA 2026 di Bangkok saya tulis dalam paper ini. Silahkan klik.





























