
Dalam industri rumah sakit yang menghadapi tekanan biaya operasional tinggi sekaligus tuntutan tarif layanan yang kompetitif, penentuan cost driver menjadi elemen fundamental yang tidak dapat diabaikan. Cost driver adalah faktor pemicu biaya yang menjadi dasar alokasi biaya tidak langsung (overhead) ke setiap unit layanan, seperti jumlah pasien, lama hari rawat, jumlah tindakan, jam pemakaian alat, atau luas ruangan yang digunakan. Tanpa identifikasi cost driver yang tepat, rumah sakit berisiko melakukan alokasi biaya secara merata (flat rate) yang justru mendistorsi gambaran biaya sesungguhnya dari setiap layanan. Akibatnya, layanan yang sebenarnya membutuhkan sumber daya besar bisa tampak murah, sementara layanan sederhana justru dibebani biaya berlebih.
















