
Meskipun telah dilakukan investasi besar-besaran dalam infrastruktur fisik, berbagai studi menunjukkan adanya ketimpangan dalam kesiapsiagaan bencana di rumah sakit-rumah sakit Indonesia: skor keamanan struktural cenderung tinggi, sementara kapasitas fungsional—terutama dalam Indeks Keselamatan Rumah Sakit Modul 4—secara konsisten tertinggal.
















