
Penelitian ini mengkaji dampak implementasi otonomi rumah sakit terhadap kinerja rumah sakit umum daerah di Indonesia, khususnya dalam hal efisiensi, efektivitas, dan tata kelola. Studi yang membahas kinerja keuangan, hasil layanan, dan tantangant erkait implementasi otonomi dimasukkan. Temuan menunjukkan bahwa meskipun otonomi menyebabkan peningkatan dalam infrastruktur, jenis layanan, volume kunjungan, dan pendapatan rumah sakit, dampaknya terhadap peningkatan hasil kinerja kesehatan utama, seperti efisiensi layanan, efektivitas, dan kualitas secara keseluruhan, hanya marginal, menunjukkan bahwa tujuan inti otonomi belum sepenuhnya tercapai.









Sebagai pelengkap dari Laporan Global Wellness Economy Monitor GWI 2025, laporan ini merupakan satu-satunya sumber yang menyediakan data rinci tingkat regional dan negara mengenai ukuran industri wellness. Laporan ini mengurutkan 145 negara berdasarkan ukuran ekonomi wellness mereka, membandingkan sektor wellness dengan ukuran ekonomi keseluruhan masing-masing negara, menganalisis pengeluaran per kapita untuk wellness di tingkat negara, serta mengeksplorasi tren pertumbuhan lima tahun untuk pasar wellness di berbagai negara. Laporan ini juga menyediakan analisis ringkasan dan profil data untuk ekonomi wellness di enam wilayah global.





