TOR
Workshop Implementasi Lean Management
Fokus area: Farmasi, Logistik, Keuangan, dan Kepemimpinan serta Budaya Lean di Rumah Sakit
Pengantar
Rumah sakit hari ini tidak hanya dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu dan aman, tetapi juga harus mampu mengelola sumber daya secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Di tengah tuntutan peningkatan mutu pelayanan, keterbatasan sumber daya, tekanan biaya, serta kebutuhan menjaga keberlanjutan keuangan rumah sakit, kemampuan memperbaiki proses kerja menjadi semakin penting.
Lean Management (LM) hadir bukan sekadar sebagai kumpulan tools untuk mengurangi pemborosan. Lean adalah cara berpikir dan cara bekerja untuk menciptakan proses yang lebih sederhana, lebih lancar, lebih cepat, lebih aman, dan memberikan nilai yang lebih baik bagi pasien maupun organisasi. Lean mengajak seluruh insan rumah sakit—dokter, perawat, tenaga kesehatan, tenaga administrasi, manajemen, hingga tenaga pendukung—untuk melihat pekerjaan sehari-hari dengan pertanyaan sederhana: Apa yang benar-benar bernilai? Apa yang menghambat? Apa yang dapat kita perbaiki?
Dalam konteks rumah sakit, logistik dan farmasi merupakan area yang sangat strategis karena memiliki hubungan erat dengan ketersediaan pelayanan sekaligus arus kas rumah sakit. Persediaan yang berlebihan, stock-out, proses pengadaan yang panjang, lead time yang tidak terkendali, obat dan bahan medis yang tidak bergerak, distribusi yang berulang, hingga proses administrasi yang berbelit dapat menciptakan pemborosan sekaligus mengikat sumber daya keuangan. Karena itu, me-lean-kan proses logistik dan farmasi bukan sekadar upaya menghemat biaya, tetapi merupakan bagian dari strategi untuk memperbaiki aliran proses, meningkatkan ketersediaan, mengurangi pemborosan, dan membantu memperkuat cash flow rumah sakit.
Hal yang sama berlaku pada proses keuangan. Rumah sakit membutuhkan proses yang cepat, akurat, transparan, dan terkendali mulai dari transaksi pelayanan, dokumentasi, penagihan, klaim, pembayaran, hingga pelaporan. Setiap keterlambatan, pekerjaan berulang, kesalahan data, dan waiting time dalam proses tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi kecepatan rumah sakit mengubah aktivitas pelayanan menjadi arus pendapatan yang sehat.
Namun, Lean tidak akan bertahan hanya karena sebuah project atau pelatihan telah dilaksanakan. Banyak perbaikan berhenti setelah beberapa waktu—seperti popcorn kaizen: muncul, terlihat menarik, kemudian menghilang. Perubahan akan bertahan ketika didukung oleh keteladanan pimpinan, kepemimpinan yang konsisten, keterlibatan staf, sistem kerja yang jelas, standardisasi, pengukuran, dan budaya perbaikan berkelanjutan. Karena itu, Lean bukan hanya tentang tools, tetapi juga tentang bagaimana pemimpin membangun lingkungan yang mendorong setiap orang berani melihat masalah, menyampaikan ide, mencoba perbaikan, belajar dari hasil, dan menjaga standar yang telah disepakati.
Atas dasar pemikiran tersebut, Workshop Implementasi Lean Management di Rumah Sakit diselenggarakan dengan fokus pada empat area strategis, yaitu Logistik dan Farmasi, Keuangan, serta Kepemimpinan dan Budaya Lean. Workshop ini dirancang bukan hanya untuk memahami konsep, tetapi untuk membawa peserta lebih dekat pada implementasi nyata di tempat kerja. Peserta akan diajak memahami prinsip Lean, mengenali pemborosan, memetakan proses, menemukan akar masalah, menggunakan tools Lean secara tepat, serta merancang improvement yang relevan dengan kondisi rumah sakit masing-masing.
Tujuan akhirnya bukan sekadar membuat rumah sakit “tahu Lean”, tetapi mampu melakukan Lean dan menjadikannya bagian dari cara kerja sehari-hari. Setiap perbaikan harus memberikan manfaat nyata: pekerjaan menjadi lebih mudah, proses lebih lancar, waktu dan sumber daya tidak terbuang, kesalahan berkurang, serta pelayanan menjadi lebih baik. Semakin banyak insan rumah sakit yang memahami dan mempraktikkan Lean, semakin besar peluang membangun sistem kerja yang efisien, pelayanan yang unggul, organisasi yang adaptif, dan kinerja keuangan yang lebih sehat.
Lean bukan tentang bekerja lebih keras, tetapi bekerja dengan cara yang lebih baik. Bukan untuk menambah pekerjaan, tetapi menghilangkan pekerjaan yang tidak perlu; bukan sekadar mencari pemborosan, tetapi menciptakan nilai; dan bukan hanya membuat perubahan, tetapi membangun budaya perbaikan yang berkelanjutan. Karena rumah sakit yang Lean bukan sekadar rumah sakit yang lebih efisien, tetapi rumah sakit yang mampu memberikan nilai lebih baik melalui proses yang sederhana, sumber daya yang optimal, dan pelayanan yang lebih bermakna bagi pasien.
Tujuan
Memberikan pemahaman dan ketrampilan kepada peserta untuk melaksanakan implementasi Lean Management pada uni/bagian/instalasi terkait.
Keluaran Kegiatan
Keluaran yang diharapkan dari bimbingan/pendampingan ini adalah Tim RS;
- Dapat memahami konsep Lean Management,
- Mampu mengidentifikasi Value, Waste dan efisiensi dalam alur proses khususnya di unit logistik, farmasi dan keuangan,
- Mampu membuat peta proses dengan Value Stream Mapping
- Mampu mengidentifikasi solusi dan melaksanakan solusi untuk mengatasi waste
- Mampu mengimplementasikan Lean Management dengan berbagai tools yang sesuai seperti 5S, Visual management, Kanban, Takt Time, Error Proofing, dll sesuai waste pilihan.
- Mampu mendokumentasikan proses implementasi dengan pendekatan atau integrasi dengan pendekatan yang ada seperti Lean canvas, Kaizen, PDSA atau Continuous Improvement, Balanced Score Card, Akreditasi, dll.

Gambar Kerangka Workshop Implementasi Lean
Peserta Kegiatan
Peserta kegiatan bimbingan teknis diharapkan berasal dari semua (atau perwakilan) SDM yang ada di RS:
- Direktur dan jajaran Manajemen, Owner RS, Dewan pengawas dan lain-lain
- Kepala bagian/unit/instalasi atau staf potensial di RS atau faskes lainnya, atau
- Seluruh staf uni/bagian/instalasi Farmasi, Logistik, Keuangan
- Mahasiswa, dosen, peneliti dan pemerhati Lean
Narasumber Kegiatan
- Dr dr Andreasta Meliala, DPH , M Kes , MAS.
- Firman, SE, MPH
- Anastasia Susty A., M.Si., Akt., CA., CRP., AMA.
- Puspita Fadmasari, M.Pharm.Klin., M.HPM
Tempat dan Waktu Kegiatan
Kegiatan ini akan dilaksanakan
Hari, Tanggal : Kamis – Sabtu / 29-31 Oktober 2026
Pukul : 08.00 – 17.30 Wib
Tempat : Hotel Khas Malioboro Yogyakarta Jl. Gadean No.3, Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta
Metode : Luring (offline)
Rundown
Hari I, Kamis , 29 Oktober 2026
| Waktu |
Materi |
Narasumber |
|
|
|
| 13.00-13.45 |
Pembukaan |
Ni Luh Putu Eka Andayani |
| 14.00-14.45 |
Kepemimpinan organisasi dalam Implementasi Lean di RS |
Dr dr Andreasta Meliala, DPH, M Kes , MAS. |
| 14.45-15.30 |
Budaya Organisasi Untuk Implementasi Lean di RS |
Dr dr Andreasta Meliala, DPH, M Kes , MAS. |
| 15.30-15.45 |
break |
|
| 15.45-16.30 |
Konsep Dasar Lean: Fondasi dan Prinsip Lean |
Dr. Firman, SE, MPH |
| 16.30-17.15 |
Konsep dasar: Cara Implementasi Lean |
Dr. Firman, SE, MPH |
Hari II, Jumat, 30 Oktober 2026
| Waktu |
Materi |
Narasumber / Fasilitator |
| 08.00-08.15 |
Review Hari I |
|
| 08.15-09.00 |
Identifikasi value dan waste |
Dr. Firman, SE, MPH |
| 09.00-09.45 |
Cara Membuat Value Stream Mapping |
Dr. Firman, SE, MPH |
| 09.45-10.00 |
Break |
|
| 10.00-10.45 |
Praktek : Identifikasi proses, tahapan dan waste di unit Farmasi, Logistik dan keuangan |
Dr. Firman, SE, MPH & Apt. Puspita Fadmasari, M.Pharm.Klin., M.HPM |
| 10.45-11.30 |
Praktek : Identifikasi waste dan ide solusi di unit Farmasi, Logistik dan keuangan |
Dr. Firman, SE, MPH & Apt. Puspita Fadmasari, M.Pharm.Klin., M.HPM |
| 11.30-13.30 |
Break/Jumatan |
|
| 13.30-14.15 |
Peran Cost Management dalam Implementasi Lean |
Dr. Anastasia Susty A., M.Si., Akt., CA., CRP., AMA. |
| 14.15-15.00 |
Managerial Tools untuk Lean financial |
Dr. Anastasia Susty A., M.Si., Akt., CA., CRP., AMA. |
| 15.00-15.45 |
Tools Implementasi Lean: 5S, Visual Management, Kanban, Takt Time, Error Proofing, Kaizen/PDSA |
Dr. Firman, SE, MPH |
| 15.45-16.00 |
Break |
|
| 16.00-16.45 |
Pengalaman Implementasi Lean di Logistik dan farmasi RS |
Apt. Puspita Fadmasari, M.Pharm.Klin., M.HPM |
| 16.45-17.30 |
Praktek: Value Stream Mapping I, Matriks Prioritas Ide Solusi ke dalam PICK Diagram |
Dr. Firman, SE, MPH & Apt. Puspita Fadmasari, M.Pharm.Klin., M.HPM |
| 17.30 |
Istirahat |
|
Hari III, Sabtu, 31 Oktober 2026
| Waktu |
Materi |
Narasumber / Fasilitator |
| 08.00-08.15 |
Review Hari II |
|
| 08.15-09.00 |
Praktik: Pelaporan dan Pengukuran Kinerja: Lean Accounting |
Dr. Anastasia Susty A., M.Si., Akt., CA., CRP., AMA. |
| 09.00-09.15 |
break |
|
| 09.15-10.00 |
Praktek : Analisis hasil VSM dan Membuat Value Stream Mapping Ideal dan Implementasi Kaizen/PDSA/Takt Time dan standarisasi hasil implementasi Lean |
Dr. Firman, SE, MPH & Apt. Puspita Fadmasari, M.Pharm.Klin., M.HPM |
| 10.00-11.00 |
Praktek: Evaluasi Hasil Lean: MEETSPACE & Lean Canvas |
Dr. Firman, SE, MPH |
| 11.00-11.45 |
RTL dan Penutupan |
PKMK |
Biaya Investasi
- Biaya dengan akomodasi Rp. 4.662.000 (Fullboard meeting twin share 2 malam)
- Biaya tanpa akomodasi Rp. 3.296.700
Fasilitas
- modul pelatihan
- seminar kits
- fullday paket meeting
- sertifikat
Link pendaftaran: https://pkmkfk.net/DAFTARLEANMANAJEMEN
Narahubung
Kepesertaan: Lely – +62811250983 / [email protected]
Konten: Ovilia – +62812-3557-9669 / [email protected]