Dinkes Permudah Izin Oprasional Rumah Sakit
Lampung Timur – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) melalui Dinas Kesehatan tengah diterpa masalah dugaan telah mempersulit izin oprasional Rumah Sakit Aka Medika Sribawon, dan Permata Hati Way Jepara yang di isukan beberapa hari ini.
Menaggapi hal tersebut, Kadis Kesehatan Kabupaten Lamtim, Dr. Evi Darwati, Mars mengatakan, bahwa semua pemberitaan itu tidak benar selama ini kita tidak pernah namanya mempersulit pembuatan izin oprasionalnya , kedua rumah sakit tersebut sudah memenuhi perasyaratan rumah sakit Tipe.
“Dinkes sudah mengeluarkan rekomendasi berdasarkan dari tempat lokasi mendirikan bangunan . Saratnya dari mulai surat tanah, kepemilikan Izin Membuat Bangunan (IMB), izin lingkungan hidup dan izin kerja SDM. Kecukupan serta kelayakan sarana dan prasarana ini menjadi dasar dinkes untuk mengeluarkan surat rekomendasi,” katanya kepada Radar Lamtim, diruang kerjanya, Kamis (26/1/2017).
Lebih lanjut, kata Devi adanya rumah sakit tipe C di Kabupaten Lampung Timur. Pemkab sangat berterimakasih karna ini sangat memudahkan bagi pasien yang akan berobat yang bertempat tinggalnya di wilayah Labuan Maringgai, Sidorejo dan sekitarnya. Tentu akan mempermudahkan pihak yang akan berobat serta mendapat pelayanan, dan tidak perlu jauh jauh ke RS Sukadana untuk berobat atau meminta rujukan untuk ke rumah sakit lainnya yang di luar Kabupaten Lamtim.
Sambungnya, Dinkes sangat welcome terbuka bila ada pengembang atau pengusaha membuka rumah sakit swasta di Lamtim. “Justru Pemkab merasa terbantu adanya kedua rumah sakit tersebut akan mempermudahkan masyarakat untuk berobat dan akan lebih ngirit pembiayaan dari pihak pasien berdasarkan jarak tempuhnya. Tidak terlalu jauh sudah tentu sangat mengurangi Biaya ongkos tranportasi. Apabila jarak terlalu jauh sudah tentu itu akan mengakibatkan fatal bagi nasib pasien dan bisa saja mengakibatkan meninggal dunia karna terlambat nya penanganan medis ,”ujarnya.(ris/fdy)
Sumber: radarmetro.com
Tinggi, Permintaan Akta Kelahiran Lewat Rumah Sakit
Kudus – Animo masyarakat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengurus akta kelahiran melalui rumah sakit tempat melakukan persalinan tergolong tinggi karena mencapai 1.104 pemohon, kata Kabid Pencatatan Sipil Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Titit Sri Harjanti.
“Jumlah pemohon tersebut, tercatat sejak program pembuatan akta kelahiran lewat rumah sakit diluncurkan pada bulan Mei hingga Desember 2016,” ujarnya di Kudus, Kamis.
Awal peluncuran program tersebut, kata dia, dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus, kemudian dilanjutkan kerja sama dengan rumah sakit swasta pada bulan Oktober 2016.
Dengan bantuan dari pihak rumah sakit untuk ikut mensosialisasikan program tersebut, kata dia, animo masyarakat yang melahirkan di rumah sakit sekalian mengurus akta kelahiran memang tergolong tinggi.
Ia mengatakan, jumlah yang membutuhkan sebanyak 1.104 pemohon itu berasal dari sembilan rumah sakit di Kabupaten Kudus.
Meliputi RSUD Kudus, RS Mardi Rahayu, RS Kartika Husada, RS Nurus Syifa, RS Kumalawa Siwi, RS Harapan Bunda, RS Sunan Kudus, RS Permata Hati, dan RS Aisyiyah.
Jumlah permohonan pembuatan akta kelahiran paling banyak, kata dia, berasal dari RSUD Kudus sebanyak 526 pemohon, sedangkan rumah sakit lainnya berkisar antara 11 pemohon hingga 185 pemohon.
Sementara pada awal tahun 2017, kata dia, per tanggal 10 Januari 2017 tercatat ada 96 pemohon, dan semuanya sudah menerima akta kelahiran, seperti halnya pemohon tahun 2016.
Ia memperkirakan, jumlah pemohon pembuatan akta kelahiran melalui pusat kesehatan akan bertambah, mengingat tahun ini ada jalinan kerja sama dengan Puskesmas yang memiliki ruang rawat inap dan ruang bersalin.
“Sebanyak 14 Puskesmas sudah menjalin kerja sama, sehingga nantinya pasien melahirkan melalui Puskesmas juga mendapatkan kemudahan yang sama dalam mengurus akta kelahiran tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil Kudus,” ujarnya.
Untuk memudahkan pasien melahirkan bisa mendapatkan akta kelahiran, kata dia, petugas rumah sakit harus menginformasikan tentang persyaratan yang harus dipenuhi.
Sepanjang persyaratannya lengkap, kata dia, permohonan pembuatan akta kelahiran tersebut bisa langsung diproses, sehingga ketika hendak pulang ke rumah sudah bisa mendapatkan akta kelahiran anaknya.
Dalam rangka meningkatkan kepemilikan akta kelahiran, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kudus juga menyisir pelajar di daerah setempat yang hingga kini belum memiliki akta kelahiran untuk mewujudkan tertib administrasi kependudukan dan pencatatan sipil.
Apalagi akta kelahiran merupakan bentuk identitas setiap anak yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari hak sipil dan politik warga negara.
Sementara kewajiban untuk mengurus pembuatan akta kelahiran, merupakan tugasnya orang tua, sehingga orang tua diingatkan untuk segera mengurus karena tidak dipungut biaya alias gratis.
Pengurusan akta kelahiran yang terlambat, dikenai denda administrasi, khususnya yang diurus lebih dari dua bulan setelah kelahiran.
Sumber: antarajateng.com
FKM Unhas Akan Buka Prodi Magister Manajemen Rumah Sakit
MAKASSAR – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) akan membuka program studi (Prodi) Magister (S2) Manajemen Rumah Sakit.
Rencana pembukaan Prodi baru tersebut tidak lepas dari persyaratan bahwa untuk menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit harus berlatar belakang Manajemen Rumah Sakit.
“Saat ini kan untuk menjabat Direktur Rumah Sakit harus bergelar Magister Manajemen Rumah Sakit, jadi ini adalah sebuah kebutuhan,” ungkap Dekan FKM Unhas, Prof Dr drg Andi Zulkifli Abdullah MKes, Rabu (25/1/2017).
Prof Zulkifli menjelaskan bahwa Manajemen Rumah Sakit sebenarnya telah ada dan diajrkan di FKM Unhas hanya saja buka sebuah Prodi sehingga saat selesai masih bergelar MKes.
Sehingga di tahun 2017 ini, Prof Zulkifli berhapar Magister Manajemen Rumah Sakit sudah bisa menjadi sebuah Prodi apalagi Unhas sudah secara utuh berstatus PTN BH.
Selain itu, FKM Unhas juga akan membuka Prodi Kesehatan Lingkungan yang merupakan sepupu atau sangat dekat dengan Kesehatan Masyarakat itu sendiri.
“Kita juga akan buka Prodi sarjana (S1) Kesehatan Lingkungan, namun untuk tahun ini belum bisa terima mahasiswa baru,” ungkap Prof Zulkifli.
Sumber: tribunnews.com
SPH Diminta Hapus Citra ‘Rumah Sakit Mahal’
PADANG – Dengan bangunan fisik yang representatif dan megah, pelayanan yang baik dan ramah, serta ditambah dengan tersedianya fasilitas dan layanan Cathlab, pengidap penyakit jantung di Sumbar tidak perlu lagi berobat jauh-jauh ke negeri seberang atau ke luar negeri, cukup di Padang saja, yakni di Semen Padang Hospital (SPH).
Hal itu dikatakan Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Irwan Prayitno, ketika memberi sambutan pada acara Peresmian Fasilitas dan Launching Layanan Cathlab yang digelar di Semen Padang Hospital, Kamis (26/1).
Gubernur sangat mengapresiasi pengelola SPH yang berhasil menyediakan fasilitas dan alat kesehatan canggih dan lengkap. Sehingga, pasien penyakit jantung bisa dilayani dan ditangani dengan cepat.
“Ini adalah gebrakan luar biasa yang membuat rumah sakit kita setara dengan rumah sakit lain. Besok, kalau ada Walikota/Bupati yang minta izin kepada saya untuk periksa jantung ke luar negeri, ke Malaka, tidak akan saya izinkan lagi. Saya suruh saja ke Semen Padang Hospital,” kata Irwan Prayitno sembari berseloroh.
Menurutnya, kecuali peralatan medis yang canggih dan mutakhir, tenaga medis dan pelayanan rumah sakit di Sumbar pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan yang ada ada di luar negeri.
“Kita kalah sama rumah sakit-rumah sakit di luar itu karena kita tidak punya alat yang canggih-canggih. Pelayanan kita sudah bagus kok. Kita punya dokter-dokter yang hebat. Dokter-dokter di sana malah belajarnya di Unand,” ujar Gubernur.
Namun, dia mengingatkan pengelola SPH untuk memastikan peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit harus berbanding lurus dengan peningkatan pelayanan yang diberikan oleh sumber daya manusianya. Peningkatan pelayanan itu dapat dicapai dengan memastikan kesejahteraan sumber daya manusia.
“Seiring dengan adanya Cathlab, maka pelayanan juga harus ditingkatkan. Pelayanan yang terbaik adalah yang ditampilkan dengan senyum cerah. Misalnya, pasien datang disambut dengan baik, ramah, dan senyum oleh penjaga keamanan, lalu dirawat dengan telaten, tulus, dan juga ramah oleh perawat. Tapi bagaimana bisa cerah dan tersenyum kepada pasien kalau penghasilan saja tidak mencukupi? Oleh karena itu, tidak perlu tunggu sampai dapat untung dulu, tingkatkan kesejahteraan pegawai yang bekerja di sini. Kalau pelayanan bagus, pasien puas, mudah-mudahan lekas sembuh semua yang dirawat jadinya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Gubernur berpesan agar Pengelola SPH gencar melakukan publikasi dan promosi. Menurut Gubernur, SPH perlu meluruskan citra di mata masyarakat sebagai rumah sakit mahal.
“Masih ada satu tugas lagi, yakni publikasi. Tolong manajemennya perbanyak publikasi. Saya yakin (SPH) akan menang dari seluruh rumah sakit lain. Buatlah publikasi terus-menerus. Semen Padang Hospital ini punya imej bayarnya mahal. Ini membuat masyarakat enggan ke mari karena merasa biayanya tinggi. Makanya, perlu publikasi, hilangkan kesan mahal tersebut. Insyaallah Semen Padan Hospital akan berkembang pesat,” beber Gubernur.
Pengadaan Alkes, Dinkes Jangan Bergantung APBD
Pada kesempatan yang sama, Gubernur menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Merry Yuliesday, untuk bisa mengupayakan penyediaan alat kesehatan (alkes) yang memang dibutuhkan oleh rumah sakit milik pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat tanpa harus bergantung pada ketersediaan APBD. Hal ini, ulasnya, dapat dicapai antara lain melalui kerjasama investasi dengan pihak ketiga.
“Semen Padang Hospital yang telah menghabiskan kurang lebih Rp110 miliar masih membutuhkan kerjasama dengan pihak ketiga. Buk Merry (Kadineks – red), rumah sakit kita banyak butuh alat. Coba tidak perlu pakai APBD, pakai uang pihak ketiga saja. Tolong upayakan buat pihak ketiga yang tertarik untuk berinvestasi,” sisip Gubernur di sela-sela sambutannya.
Pada acara tersebut, hadir antara lain Walikota Padang Mahyeldi, unsur forkompinda, Direktur Produksi PT Semen Padang, Ketua Yayasan Semen Padang, dan Dirut Semen Padang Hospital, serta undangan lainnya. (bob)
Sumber: hariankoranpadang.com
RSUD Sintang jadi Rumah Sakit Rujukan
MELAWI-Kepala dinas Kesehatan Provinsi, Andy Jap, berharap, pelayanan kesehatan di kabupaten Melawi jangan kalah dengan daerah lain. Kata dia meskipun di daerah Hulu, pelayanan kesehatan jangan asal-asalan.
“Pelayanan kesehatan itu bukan takdir, mentang-mentang di daerah hulu pelayanan hanya alakadarnya tidak boleh seperti itu, pelayanan di Hulu juga harus sama dengan di Pontianak atau di Singkawang,” kata Andy Jap saat berkunjung ke Melawi,Jumat (27/1)
Di kesempatan itu, Andy Jap juga melakukan kunjungan kerja ke RSUD Melawi, Andy Jap kemudian meninjau pembangunan gedung baru ruang kebidanan, ruang laundry dan ruang jenazah yang didanai oleh DAK pusat. Dalam kesempatan itu dr Andy Jap mengharapkan agar RSUD Melawi segera melakukan akreditasi.
“Roadmap ” Planning pembangunan prioritas Kesehatan di daerah Kalbar bagian Timur adalah pembangunan RSUD Sintang menjadi RS Rujukan type B dan didukung oleh pembangunan RSUD Melawi menjadi type C yang Lengkap” katanya.
Andy mengatakan, meskipun Melawi berada di daerah Hulu Kalbar pelayanan kesehatan harus bisa sejajar dengan daerah lain di Kalbar. Maka dari itu sesuai dengan harapan pemerintah pusat, pada tahun 2019 mendatang seluruh rumah sakit dan puskesmas harus sudah terakreditasi.
“Bahkan pak gubernur ingin tahun 2018 semua rumah sakit bisa terakreditas,” jelasnya.
Ditempat terpisah, bupati Melawi, Panji mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kejaksaan berkaitan dengan pembangunan RSUD tersebut. Terutama untuk pondasi yang bersangkutan dengan hukum.
“Ternyata kejaksaan tidak ada masalah, makanya pembangunan dilaksanakan, kita harapkan RSUD Melawi nanti bisa menjadi rumah sakit yang memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” katanya.
Direktur RSUD Melawi, dr Sien Setiawan mengatakan, akreditasi RSUD sudah dimulai prosesnya, pihaknya sudah mengirimkan surat permohonan bimbingan akreditasi dan narasumber dari Kemenkes.
“Dijadwalkan awal Februari 2017 ini sudah mulai pelatihan ,bimbingan akreditasi dan direncanakan 6 bulan kemudian sudah bisa dinilai oleh Asesor Independen KARS Pusat,” katanya.
Sien menjelaskan, RSUD Melawi sudah mendapat bantuan DAK non fisik untuk akreditasi sebesar 450 juta dari APBN. “Sehingga kita harus segera menyelesaikan akreditasi pada tahun 2017 ini” katanya.
(ali)
Sumber: kalbar.deliknews.com
Tor Seminar kepemimpinan
TOR SEMINAR
KEPEMIMPINAN MANAJER KEUANGAN & AKUNTANSI
DALAM PENINGKATAN MUTU DAN PENGENDALIAN BIAYA
DI RUMAH SAKIT
Selasa, 7 Maret 2017
Gedung KPTU Fakultas Kedokteran UGM
Pengantar
Manajer keuangan rumah sakit saat ini memiliki peran yang sangat strategis. Peran tersebut tidak hanya dalam aktifitas pencatatan dan pelaporan keuangan (internal), namun juga dalam aktifitas komunikasi keuangan dengan pihak pembayar (BPJS dan asuransi lainnya). Mengingat peran yang strategis tersebut, maka sangat penting bagi manajer keuangan rumah sakit untuk memiliki kompetensi yang terstandarisasi.
Dunia rumah sakit di Indonesia di Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus berkompetisi untuk meningkatkan mutu pelayanan dalam konteks pelayanan yang membutuhkan sistem manajemen yang efisien. Salah satu fungsi manajemen yang sangat strategis untuk meningkatkan efisiensi pelayanan rumah sakit adalah manajemen keuangan. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagai “pembayar” telah menetapkan kebutuhan akan kuantitas dan kualitas pelayanan kesehatan yang terstandarisasi dengan biaya yang terkendali. Sistem manajemen keuangan sangat berperan untuk menciptakan pelayanan yang bermutu dengan biaya yang efisien tersebut. Oleh sebab itu pengelolaannya membutuhkan manajer yang kompeten dan kredibel.
Menyikapi hal tersebut Kelompok Kerja Leadership Fakultas Kedokteran UGM bekerjasama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan dan Perhimpunan Rumah sakit Seluruh Indonesia (PERSI) akan mengadakan Seminar tentang Kepemimpinan Manajer Keuangan dalam Mengendalikan Biaya Pelayanan Rumah Sakit.
Tujuan Pendampingan
- Mengarusutamakan kepemimpinan manajer keuangan rumah sakit dalam upaya peningkatan mutu dan pengendalian biaya pelayanan kesehatan di rumah sakit.
- Mengidentifikasi peran dan fungsi manajer keuangan dalam melaksanakan kendali mutu dan kendali biaya di rumah sakit dalam konteks pelayanan rumah sakit di era Jaminan Kesehatan Nasional.
- Menggali pentingnya sertifikasi manajer keuangan rumah sakit untuk menjaga kredibilitas manajer keuangan rumah sakit
Hasil yang Diharapkan
Hasil yang diharapkan melalui kegiatan seminar ini adalah peserta memahami peran dan fungsi strategis manajer keuangan rumah sakit serta arti, tujuan dan manfaat Sertifikasi Manajer Keuangan dan Akuntansi rumah sakit.
Agenda
Kegiatan Seminar Kepemimpinan Manajer Keuangan & Akuntansi Rumah Sakit dalam Peningkatan Mutu dan Pengendalian Biaya di Rumah Sakit akan dilangsungkan pada hari Selasa, 7 Maret 2017 pukul 08.00-15.00, bertempat di Gedung KPTU Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.
Peserta
Peserta kegiatan Seminar Program Sertifikasi Manajer Keuangan dan Akuntansi Rumah sakit ini adalah:
- Pemilik rumah sakit
- Direktur dan manajer rumah sakit
- Staf Akuntansi dan Keuangan rumah sakit
- Tim tarif Rumah sakit
- Pihak-pihak di rumah sakit yang bertanggungjawab terhadap keuangan dan akuntansi
- Mahasiswa dan Alumni MMR
Agenda
|
Waktu |
Agenda |
|
08.00 – 08.30 |
Registrasi Peserta |
|
08.30 – 09.00 |
Pengelolaan Keuangan Rumah Sakit di Era JKN Ketua PERSI |
|
09.00 – 09.45 |
Hasil Riset tentang Pengelolaan Keuangan Rumah Sakit di Era JKN Dr. Andreasta Meliala |
|
09.45-10.15 |
Diskusi |
|
10.15 – 10.30 |
Coffee Break |
|
10.30 – 11.30 |
Perkembangan sistem pengelolaan keuangan Rumah sakit khususnya di Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Drs.Johny Setyawan, Akt., MBA |
|
11.30 – 12.00 |
Standarisasi pelayanan keuangan dan kompetensi manajer keuangan melalui Program Sertifikasi Manajer Keuangan dan Akuntansi Rumah sakit Panelis: Prof. Indra Bastian, Ph.D., M.B.A., CA, CMA |
|
12.00 – 12.30 |
Diskusi |
|
12.30 – 13.30 |
Lunch Break (ISHOMA) |
|
13.30-14.30 |
Diskusi Panel: Mengapa seorang manajer keuangan rumah sakit harus mengikuti Sertifikasi Manajer Keuangan dan Akuntansi Rumah Sakit? Fasilitator: Dr. dr. Andreasta Meliala, DPH., M.Kes., MAS. |
|
14.30 – 15.00 |
PENUTUP |
Fasilitas
- Seminar kit
- SKP IDI/IAKMI
- Makan siang dan coffe break
Biaya registrasi
- Umum : Rp. 500.000,00/orang
- Alumni FK UGM : Rp. 300.000,00/orang
- Mahasiswa s2 s3 : Rp. 150.000,00/orang
- Peserta Webinar : Rp. 200.000,00 /orang
- Peserta Webinar Instansi : Rp. 750.000,00/ instansi (dengan peserta yang akan mendapatkan sertifikat sebanyak 5 orang).
Informasi dan pendaftaran
Pendaftaran peserta dapat dilakukan online melalui website Manajemen Rumah Sakit www.manajemenrumahsakit.net. Pembayaran peserta dapat dilakukan dengan cara tunai di gedung sekretariat atau melalui transfer ke rekening panitia :
Bank BNI, no.Rek: 0203024192, atas nama: Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM
Contact person:
|
Megarini Sulistyo (Ega) Mobile: +62 0818996974 Email: [email protected] |
Maria Lelyana (Lely) Mobile: +62 81326760006 Email: [email protected] |
Tingkatkan Mutu, RSUD Pirngadi Tingkatkan Akreditasi dari Utama Jadi Paripurna
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan kembali berbenah dengan meningkatkan status akreditasinya dari utama menjadi paripurna. Peningkatan akreditasi ini ditargetkan untuk diraih pada bulan Februari mendatang.
“Saat ini kita sedang mengarah kesana. Makanya, kita membuat gerakan setiap hari menuju akreditasi paripurna,” ujar Direktur RSUD dr Pirngadi Medan, dr Edwin Effendi kepada wartawan, Selasa (24/01/2017).
Gerakan ini, sambungnya, harus disikapi oleh seluruh pegawai, baik tim medis, perawat, bidan, maupun fungsionaris RSUD Dr Pirngadi Medan.”Kita tetap harus menjaga kualitas. Berbenah harus. Kita sempurnakan dari yang sebelumnya. Makanya, semua pegawai harus bertanggung jawab demi mencapai akreditasi paripurna ini,” pintanya.
Gerakan setiap hari menuju akreditasi paripurna, sambung Edwin, merupakan langkah pengawalan yang dilakukannya untuk melihat sejauh mana progres yang telah tercapai.”Makanya kita terus mendorong, dan terus melakukan pertemuan dengan pokja, dan melakukan peningkatan-peningkatan. Semua pegawai harus bertanggung jawab, bekerja, demi akreditasi Pirngadi,” tuturnya.
Menurut Edwin, saat ini pihaknya masih terus melengkapi persyaratan yang sudah ditentukan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dalam meraih akreditasi paripurna ini.”Sekitar 10 persen lagi persiapan. Diharapkan Februari ini kita bisa meraihnya,” jelasnya.
Edwin juga menyebutkan, pencapaian akreditasi paripurna ini akan berdampak baik dengan kualitas layanan kesehatan.”Dengan sendirinya, kunjungan pasien juga akan meningkat. Akreditasi ini menunjukkan kualitas layanan yang standar, dan pasien juga menilai dari situ,” ungkapnya.
Peningkatan akrediasi ini, dinilainya akan berdampak baik bagi rumah sakit plat merah itu. Sejak meraih akreditasi utama pada tahun lalu, terjadinya peningkatan jumlah kunjungan pasien di rumah sakit milik Pemko Medan itu.”Peningkatan pasti ada, tapi berapa persentasenya, belum bisa kita lihat. Karena untuk melihat ini setelah satu tahun, baru bisa kita lihat berapa rata-ratanya,” sebutnya.
Sekali lagi, dia meminta dan menginstruksikan agar seluruh fungsionaris, medis, perawat dan pegawai lainnya, dapat bertanggung jawab, dan bekerja sama demi RSUD dr Pirngadi Medan menjadi rumah sakit kebanggaan.”Semua punya tanggung jawab. Semua harus berbuat dan semua harus berkomitmen. Karena begini, mempertahankan itu lebih berat daripada mendapatkan. Makanya, ini harus dijaga bersama-sama,” pungkasnya. (BS03)
Sumber: http://beritasumut.com
RSUD Daya Luncurkan EKG 3 Dimensi
MAKASSAR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya, Jalan Perintis Kemerdekaan, kilometer 12 meluncurkan alat pendeteksi jantung dan pembuluh darah tiga dimensi sejak Senin, 23 Januari 2017 kemarin.
Direktur RSUD Ardin Sani mengatakan, diluncurkannya Elektrokardiogram (EKG) tiga dimensi tersebut merupakan alat pendeteksi jantung yang canggih serta digunakan dalam standart Rumah Sakit Internasional.
Menurutnya, dokter mungkin menyarankan tes skrining untuk memastikan kesehatan jantung dalam keadaan prima. Ardin mencontohkan gejala penyakit jantung dapat berupa nyeri dada atau sesak napas.
Faktanya adalah, tidak ada bukti yang mendukung bahwa salah satu tes umum adalah dapat bermanfaat jika seseorang bebas gejala jantung. Maka dari itu jelasnya, alat pendeteksi jantung EKG yang diluncurkan poli jantung RSUD Daya memiliki keunggulan tersendiri.
“Selain dapat membaca aktivitas listrik pada jantung juga dapat mendeteksi kelainan pada jantung dan aliran darah pada jantung,” Jelasnya.
Kemudian, keunggulan lainnya selain melakukan tes jantung, juga dapat melakukan pengecekan tingkat stres pada penderita. Alat tersebut juga digunakan untuk mendeteksi irama pada jantung.
“Selain itu alat EKG 3 dimensi ini menggunakan Echocardiogram yang mana gambar bergerak dari USG jantung. Prosedur pemeriksaan tersebut memungkinkan dokter untuk menguji seberapa baik jantung memompa darah keluar dan apakah jantung memiliki masalah struktural,” jelasnya.
Ardin menambahkan tes ini dapat membantu dokter mendiagnosa kondisi seperti gagal jantung dan fibrilasi atrium, namun belum terbukti dapat membantu orang tanpa gejala.
“Selain sistem kerja EKG tiga dimensi yang dapat mendeteksi tingkat stres, alat ini juga dapat membawa risiko biasa dari latihan bagi sebagian besar untuk orang dengan masalah jantung, termasuk bagi orang dengan kasus serangan jantung yang sangat jarang,”ujarnya.
Terpisah, Faizal Pamewa yang merupakan spesialis poli jantung RSUD Daya menambahkan, UKG 3 tiga dimensi ini hanya ada tiga buah di wilayah Indonesia Timur.
Ini merupakan alat yang paling baik dan paling lengkap. “Alat tersebut hanya ada tiga yakni di Kalimantan, Jember (Jawa Timur) dan hanya ada satu di Makassar, ditambah dengan hasil gambaran yang lebih baik dan lebih jelas,” tambahnya.
Faisal menerangkan, adapun waktu pelayanan poli rawat jalan mulai dari hati Senin – Kamis pukul 11.00 – 13.00 Wita dan Jumat pukul 08.00 – 11.00 Wita. Serta menerima layanan gawat darurat 24 jam on call.
“Dengan dibukanya layanan jantung dan pembuluh darah di RSUD Daya, diharapkan dapat menjadi rujukan awal dari puskesmas yang ada. Bahkan luar daerah sekalipun,” pungkasnya.
Sumber: berita-sulsel.com
Gedung Rawat Inap Kelas III RSUD Sidoarjo Merah Putih Berasa Kelas l
Sidoarjo – RSUD Sidoarjo kini mempunyai gedung rawat inap kelas lll, mawar merah putih yang pelayanan dan tempatnya mirip kelas l.
Rawat inap baru itu secara resmi dibuka oleh Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah bersama Wabup H. Nur Ahmad Saifuddin. Hadir dalam peresmian itu, Ketua DPRD Sidoarjo H. Sullamul Hadi Nurmawan, Dirut RSUD Sidoarjo dr. H. Atok Iriawan bersama tamu undangan dan jajaran dewan pengawas RSUD Sidoarjo.
Direktur Utama RSUD Sidoarjo, dr. Atok Iriawan, mengatakan pihaknya bertekad akan terus memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan kepada pasien kelas bawah, serta menjadikan RSUD Sidoarjo menjadi rumah sakit nyaman bagi masyarakat.
“Dengan berdirinya gedung rawat inap kelas tiga mawar putih ini adalah bagian dari komitmen kami dalam memberikan kenyamanan kepada pasien kelas bawah. Dan gedung baru ini juga diperuntukkan untuk pasien yang menggunakan BPJS,” katanya Rabu (25/1/2017).
Atok melanjutkan, di gedung ini juga dibangun tempat kuliah kedokteran, RSUD Sidoarjo bekerja sama dengan Universitas Wijaya Kusuma Fakultas Kedokteran dan Universitas Airlangga Surabaya, mahasiswa program pendidikan dokter spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Unair Surabaya. Artinya sekarang ini RSUD Sidoarjo sudah memperoleh akreditasi sebagai rumah sakit pendidikan utama.
“Sesuai dengan harapan Bapak Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M. Hum bahwa RSUD Sidoarjo akan menjadi rumah sakit rujukan yang dapat diandalkan, terutama dalam pelayanan kepada pasien BPJS kelas bawah,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo H. Saiful llah meminta RSUD Kab. Sidoarjo agar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, selalu yang terbaik, memprioritaskan keselamatan pasien dan kepuasan pelanggan sebagai budaya di rumah sakit ini.
“Keberadaan RSUD Kab. Sidoarjo dalam menjalankan fungsinya sebagai pelayan kesehatan, diharapkan dapat terus memberikan pelayanan yang paripurna dan prima, serta tetap dapat terjangkau,” tutur Saiful llah.
Masih kata Saiful llah, keberhasilan dalam meraih akreditasi rumah sakit pendidikan utama lima tahun untuk RSUD Sidoarjo sebagai mitra utama fakultas kedokteran ini prestasi yang sangat membanggakan. (isa/kun)
Sumber: beritajatim.com







