
Penelitian ini menyelidiki efisiensi produksi layanan rumah sakit di Afghanistan—suatu lingkungan yang dilanda konflik dan keterbatasan sumber daya—untuk mengidentifikasi faktor-faktor pendorong utama produktivitas rumah sakit serta memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi kebijakan dan manajemen layanan kesehatan. Penelitian ini menunjukkan adanya pengembalian yang meningkat terhadap input tenaga kerja dan bahan baku, yang mengindikasikan adanya peningkatan melalui penyesuaian jumlah tenaga kerja, sementara input modal menunjukkan produktivitas marjinal yang menurun.
Tingkat hunian tempat tidur yang meningkatkan produktivitas mencerminkan pentingnya pemanfaatan kapasitas. Sebaliknya, tingkat kematian yang lebih tinggi menyoroti inefisiensi kualitas dalam penyampaian perawatan. Penelitian ini memperkaya literatur manajemen kinerja dengan menerapkan estimator fungsi kontrol dalam konteks yang rapuh. Penelitian ini memadukan ketelitian metodologis dengan relevansi praktis, memberikan wawasan baru tentang bagaimana rumah sakit mengubah sumber daya yang terbatas menjadi layanan yang efektif serta mengidentifikasi kombinasi sumber daya yang memaksimalkan efisiensi dan akuntabilitas.







