| Edisi Minggu ke 10: Selasa 10 Maret 2020
Penanganan COVID-19: Lesson Learnt Dari Negara Lain untuk RS di Indonesia
Awal tahun 2020 dunia dihebohkan dengan merebaknya kasus infeksi virus Corona yang berawal di Provinsi Hubei Tiongkok pada Desember 2019. Dengan penyebarannya yang cepat dan belum diketahui dengan pasti bagaimana persisnya virus ini menyebar – diduga melalui droplet dan kontak langsung – WHO telah menyatakan kejadian ini sebagai pandemi. Per 9 Maret 2020 sudah ada hampir 110.000 kasus positif yang dikonfirmasi oleh 73 negara, dan 80% kasus tersebut ada di Tiongkok. Meskipun demikian, saat ini Italy muncul sebagai episentrum baru penyebaran virus tersebut dengan cepatnya pertambahan kasus positif disana. 10 Teknologi Terbaru Menghadapi Covid-19
Perkembangan infeksi Covid-19 hingga saat ini masih menjadi perhatian besar masyarakat dunia, pasalnya jumlah negara yang mengkonfirmasi kasus infeksi ini terus bertambah. Indonesia sendiri hingga Selasa (10/3) malam tercatat memiliki 27 kasus positif infeksi Covid-19. Namun demikian, hingga saat ini WHO masih menyatakan bahwa infeksi Covid-19 sebagai sebuah kejadian luar biasa atau outbreak. Jaminan Kesehatan Universal untuk Wanita, Anak dan Remaja
Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) memandang jaminan kesehatan universal sebagai suatu investasi politik dan juga sebagai sebuah kesempatan untuk memajukan kesehatan pada kaum wanita, anak – anak, dan para remaja. Jaminan kesehatan ini bersifat universal dan berlaku untuk semua orang, termasuk kaum rentan. Pada pertemuan yang dilakukan oleh PBB mengenai jaminan kesehatan, ditekankan peran penting pelayanan kesehatan primer, yang terdiri dari partisipasi komunitas, layanan primer, dan aksi multisektor. Webinar Memasukan Social Determinant of Health pada Pelayanan Kesehatan 18 Maret 2020 Social determinant of health, dapat diartikan sebagai faktor sosial yang mempengaruhi status kesehatan. Berbagai faktor sosial, sebagai contoh tingkat pendidikan, penghasilan, etnis dan faktor – faktor lain sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan seseorang. Di Indonesia, faktor sosial tersebut sangat beragam dari satu individu dengan lainnya didalam sebuah masyarakat, maupun antar daerah di penjuru negeri. Situasi tersebut menyebabkan kesenjangan kesehatan dikarenakan sebagian kaum yang menempati tingkat sosial yang relatif tinggi akan cenderung lebih mudah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. |
|||
| Website ini akan update setiap Selasa pagi. Nantikan Informasi terbaru setiap minggunya. | |||
|
+ Arsip Pengantar Minggu Lalu |
|||
|
|
Laporan Terbaru Infeksi Covid-19 : 2 WNI Positif |
|
Banjir, Kesenjangan Masyarakat dan Disparitas Pasca Bencana |
Jaminan Kesehatan Universal untuk Wanita, Anak dan Remaja

Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) memandang jaminan kesehatan universal sebagai suatu investasi politik dan juga sebagai sebuah kesempatan untuk memajukan kesehatan pada kaum wanita, anak – anak, dan para remaja. Jaminan kesehatan ini bersifat universal dan berlaku untuk semua orang, termasuk kaum rentan. Pada pertemuan yang dilakukan oleh PBB mengenai jaminan kesehatan, ditekankan peran penting pelayanan kesehatan primer, yang terdiri dari partisipasi komunitas, layanan primer, dan aksi multisektor.
Jadi Rumah Sakit Rujukan, RSUD Sinjai Belum Miliki Ruang Isolasi
SINJAI – Kementerian Kesehatan menetapkan RSUD Sinjai, Sulawesi Selatan, sebagai rumah sakit rujukan untuk penanganan virus corona.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai Andi Suryanto Asapa mengatakan meski ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan, RSUD Sinjai masih kekurangan fasilitas medis dan dokter ahli.
Selain itu, rumah sakit di Kabupaten Sinjai ini belum memiliki ruang isolasi khusus pasien penderita virus.
RSUD Madani Belum Layani Pasien Peserta BPJS, Walikota Pekanbaru Diharapkan Cari Kadiskes Baru
PEKANBARU – Sejak diresmikan pada 28 Januari 2018 lalu, pelayanan rumah sakit umum daerah (RSUD) Madani yang berada di Jalan Garuda Sakti, Pekanbaru belum bisa memberikan pelayanan yang maksimal. Bahkan hingga saat ini rumah sakit milik pemerintah ini belum bisa melayani pasien peserta BPJS.
Hal ini dikeluhkan oleh Nasir Penyalai, warga Jalan Rawa Bening Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatam Bukit Raya. Nasir mengaku kecewa atas pelayanan rumah sakit pemerintah tersebut, karena selain belum bisa menerima pasien BPJS, RSUD Madani juga belum bisa menampung pasien untuk rawat inap.
Mulai Besok, RSUD Wates Pindah ke Gedung Baru
KULONPROGO – Setelah selesai membangun gedung baru bulan lalu, beberapa hari ini RSUD Wates tengah sibuk boyongan dari gedung lama ke gedung baru. Kepada pasien, manajemen rumah sakit mohon pemakluman apabila pindahan mengganggu pelayanan.
Berdasarkan pantauan Harian Jogja pada Sabtu (7/3/2020) siang, di beberapa sisi RSUD Wates sudah dipasangi pengumuman bahwa pelayanan poliklinik dan IGD akan menggunakan gedung baru mulai Senin (9/3/2020) besok.
Antisipasi Corona, RSUD Tidar Kota Magelang Siagakan 10 Ruang Isolasi
MAGELANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tidar Kota Magelang, Jawa Tengah, menyiagakan puluhan ruang isolasi untuk merawat pasien suspect virus corona.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Tidar Kota Magelang Nofi Ahyana mengatakan, sebagai rumah sakit rujukan yang ditunjuk Kementerian Kesehatan memiliki 10 ruang isolasi berstandar internasional.
RSUD Kota Depok Dijadikan sebagai Rumah Sakit Satelit Sebelum Pasien Corona Dirujuk
DEPOK- RSUD Kota Depok ditetapkan sebagai rumah sakit satelit dalam penanggulangan virus corona Wuhan.
Dengan status itu, RSUD Depok diminta siap menerima pasien dalam pengawasan ( PDP) atau suspect virus corona seantero Depok.
“Kami mendapatkan perintah dari Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Daerah kami bahwa RSUD Depok harus siap menerima PDP,” kata Direktur RSUD Depok, Devi Maryori kepada wartawan, Selasa (3/3/2020) malam.
Webinar Memasukkan Social Determinant of Health pada Pelayanan Kesehatan
Webinar
Memasukkan Social Determinant of Health pada Pelayanan Kesehatan
CoP for Health Equity
18 Maret 2020
Pengantar
Social determinant of health, dapat diartikan sebagai faktor sosial yang mempengaruhi status kesehatan. Berbagai faktor sosial, sebagai contoh tingkat pendidikan, penghasilan, etnis dan faktor – faktor lain sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan seseorang. Di Indonesia, faktor sosial tersebut sangat beragam dari satu individu dengan lainnya didalam sebuah masyarakat, maupun antar daerah di penjuru negeri. Situasi tersebut menyebabkan kesenjangan kesehatan dikarenakan sebagian kaum yang menempati tingkat sosial yang relatif tinggi akan cenderung lebih mudah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik.
Untuk menangani ketidaksetaraan kesehatan tersebut, pemerintah menerapkan Jaminan Kesehatan Nasional(JKN) pada tahun 2013. Program tersebut bertujuan untuk mengurangi kesenjangan sosial dalam lingkup kesehatan, melalui perubahan pada aksesibilitas, kualitas dan pembiayaan dalam pelayanan kesehatan. Berbagai perubahan di terapkan melalui aspek teknis maupun non – teknis. Terlebih lagi, salah satu terobosan pemerintah adalah pendirian lembaga independen, agen non-struktural yang didirikan untuk mengawasi aspek non-teknis yang berkaitan. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan pemenuhan hak dan kewajiban pasien dan rumah sakit agar sistem pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan lancar dan efektif.
Patient centered care atau pelayanan yang berpusat pada pasien, juga perlu diterapkan dengan baik dalam sistem pelayanan kesehatan. Terutama pada tingkat rumah sakit, puskesmas, dan tempat pelayanan kesehatan lainnya, kesejahteraan pasien harus menjadi prioritas utama. Hal tersebut dapat dilakukan melalui memenuhi hak dan kewajiban terhadap pasien. Sebagai contoh kalau dari segi makro, bisa dilakukan edukasi masyarakat melalui promosi dan prevensi sesuai dengan kebutuhan daerah tersebut dan disesuaikan dengan tingkat kepahaman dan adat di tempat masing – masing. Selain itu, pelayanan juga bisa diberikan dari segi individu seperti menerima kritik dan saran yang diajukan oleh pasien maupun pendampingan pasien saat sakit.
Harapannya, semua upaya tersebut dilakukan agar setiap pasien mendapatkan pelayanan yang adil, merata, dan tidak diskriminatif. Terpenuhi kebutuhannya tidak hanya pada aspek medis (biologis) tapi juga keseluruhan biopsikososiokultural-spiritual.
Tujuan
- Memahami social determinant of health dalam pelayanan kesehatan.
- Memahami biopsikososiokultural-spiritual untuk memberikan pelayanan yang adil dan memenuhi hak – kewajiban pasien.
- Mempromosikan forum diskusi virtual bagi para praktisi ekuiti kesehatan.
Tempat dan Tanggal
Hari dan tanggal : Rabu, 18 Maret 2020
Waktu : 10.00 – 11.30 WIB
Tempat : Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Gedung Penelitian dan Pengembangan, FK-KMK, Universitas Gadjah Mada
Jl. Medika No. 1, Jogjakarta, 55281
Phone : 62 274 549425
Link Webinar : https://attendee.gotowebinar.com/register/3670555048111438092
Webinar ID : 778-246-675
Target Peserta
- Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten / Kota.
- Rumah sakit.
- Aktivis Kesehatan Masyarakat.
- Dosen.
- Mahasiswa.
- Peneliti.
- Praktisi Kesetaraan Kesehatan.
Narasumber

Dr. Leila Mona Ganiem
Komisioner Konsil Kedokteran Indonesia, Akademisi, Pengamat Kedokteran

Rennta Chrisdiana
Senior Equity Initiative Fellow & Komisioner Badan Pengawas Rumah Sakit DIY

Dr. dr. Mubasysyir Hasan Basri, MA
Ketua Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi, FK – KMK UGM
Agenda
| Waktu | Topik | Narasumber |
| 10.00 – 10.05 | Pembukaan | Moderator |
| 10.05 – 10.20 |
Urgensi Social Determinant of Health di Indonesia |
Dr. Leila Mona Galiem |
| 10.20 – 10.40 |
Upaya Memasukkan Social Determinant of Health pada layanan kesehatan |
Rennta Chrisdiana, M. Sc |
| 10.40 – 11.00 | Pembahasan | Dr. dr. Mubasysyir Hasan Basri, M.A |
| 11.00 – 11.25 | Diskusi | |
| 11.25 – 11.30 | Penutup | Moderator |
Information
The Equity Initiative Program of CMB Foundation
http://www.equityinitiative.org/
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Narahubung registrasi :
Maria Lelyana
Email: [email protected]
Mobile Phone/WA : +62 811 101 9077
Telp/Fax :+62274-549425 (hunting)
Catat! Ini 100 Rumah Sakit Rujukan Virus Corona di Indonesia
Pemerintah Indonesia mengumumkan adanya dua kasus virus corona di Indonesia. Keduanya merupakan WNI yang tinggal di Depok, Jawa Barat.
Keduanya merupakan seorang ibu berusia 64 tahun dan anaknya berusia 31 tahun. Saat ini, keduanya dirawat di ruang isolasi di RSPI Dr Sulianti Saroso, Jakarta.
Ditunjuk Jadi RS Rujukan Kasus Corona, RSUD Djasamen Saragih Masih Tunggu Petunjuk Kemenkes
SIANTAR – Pascapengumuman kasus infeksi virus Corona oleh Presiden RI Joko Widodo, Senin (2/3/2020) pagi, pimpinan RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar mengaku sudah mendengar kabar masuknya RS Djasamen Saragih ke dalam list rumah sakit rujukan penanganan Corona.
RSUD Djasamen Saragih dikabarkan masuk ke dalam 100 rumah sakit rujukan nasional untuk menghadapi virus Corona.











