| Edisi Minggu ke 45: Selasa 17 November 2020
Menjelajahi Perjalanan Pasien Rumah Sakit: Apa yang Dialami Pasien?
Penelitian ini dilaksanakan untuk memahami bagaimana berbagai metodologi penelitian kualitatif dapat menangkap pengalaman pasien dalam perjalanan rumah sakit. Melalui analisis data dikumpulkan empat tema utama muncul: kesenjangan informasi; hubungan pasien-profesional; efektivitas kedekatan keluarga; dan integrasi mikro layanan rumah sakit. Tiga sudut pandang yang berbeda (bayangan pasien, wawancara profesional kesehatan, dan wawancara pasien) memungkinkan masalah yang berbeda ditangkap dalam berbagai fase perjalanan. Rumah sakit dapat secara signifikan meningkatkan kualitas layanan yang diberikan dengan mengeksplorasi dan memahami perjalanan pasien secara individu. Ketika berhadapan dengan proses bisnis lintas fungsi kunci, dinamika ruang-waktu dari aktivitas yang dilakukan harus dipertimbangkan. Penelitian lebih lanjut di bidang akademis dapat mengeksplorasi tantangan praktis, metodologis, dan etika lebih dalam dalam menangkap pengalaman perjalanan pasien secara keseluruhan dengan menggunakan berbagai metode dan alat terintegrasi. Artikel ini dipublikasikan pada 2019 di jurnal PLOS One. |
|||
| Website ini akan update setiap Selasa pagi. Nantikan Informasi terbaru setiap minggunya. | |||
|
+ Arsip Pengantar Minggu Lalu |
|||
|
|
Bisakah Pengalaman Meningkatkan Manajemen Rumah Sakit? |
||
RS Rujukan Covid-19 di Bandar Lampung Penuh
BANDAR LAMPUNG — Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 di Kota Bandar Lampung mulai tidak tertampung pasien positif Covid-19 yang menjalani perawatan maupun isolasi. Pemkot Bandar Lampung berusaha untuk menggunakan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) milik Universitas Lampung (Unila).
Dari data yang diperoleh di Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung, Senin (16/11), terdapat tujuh RS rujukan di Bandar Lampung mulai penuh tempat tidur perawatan pasien Covid-19. Di antaranya, RSUD Dadi Tjorodipo, RS Bhayangkara, RS (swasta) Imanuel, RS Immanuel, RS Graha Husada, dan RS Bumi Waras.
Lab PCR di RSUD Wangaya Denpasar Mulai Diujicoba
DENPASAR. Lab PCR atau swab di RSUD Wangaya, Denpasar pada Senin (16/11/2020) mulai diuji coba. Pelaksanaan uji coba ini dilaksanakan selama seminggu hingga Senin (23/11) mendatang.
Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat diwawancarai, Senin (16/11/2020) siang.
Uji coba ini dilaksanakan setelah dilakukan visitasi lanjutan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan dianggap layak. Alat untuk Lab PCR ini merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali dan Denpasar hanya mempersiapkan ruangan saja. Sedangkan untuk biaya setting ruangan yang menggunakan salah satu ruang lantai III di RSUD Wangaya sebesar Rp 150 juta.
RSUD Klungkung Siap Operasikan Alat PCR
KLUNGKUNG, BALI EXPRESS- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klungkung siap mengoperasikan alat Polymerase Chain Reaction (PCR).
Dengan adanya alat tersebut, diharapkan bisa mempercepat pemeriksaan sampel swab test untuk memastikan Covid-19. “Tanggal 14 Novemberi kami launching laboratorium PCR ini,” ujar Direktur RSUD Klungkung dr.I Nyoman Kesuma, Jumat (13/11).
Terkendala Cartridge, Pengoperasian TCM di RSUD Sleman Belum Optimal
SLEMAN – Alat pemeriksa tes cepat molekuler (TCM) untuk deteksi virus corona sudah dioperasikan di RSUD Sleman sejak awal Oktober lalu. Mesin ini memiliki kelebihan waktu pemeriksaan yang lebih pendek dibandingkan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengungkapkan, pemeriksaan sebuah sampel dengan TCM bisa selesai dalam waktu kurang lebih dua jam. Jauh lebih singkat dibanding metode PCR yang butuh waktu sekitar 2-3 hari sampai bisa diketahui hasilnya. Selain itu, pemeriksaan PCR hanya dapat dilakukan di laboratorium yang ditunjuk oleh pemerintah.
Kemenkes Gelontor Rp 18 Miliar untuk RSUD Waluyo Jati-Tongas
KRAKSAAN, Radar Bromo– Pemerintah pusat begitu serius menangani pandemi Covid-19 yang sedang melanda. Tak terkecuali untuk daerah. Keseriusan ini dibuktikan dengan pemberian kucuran dana sebesar Rp 18.874.623.000 kepada dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang menjadi rujukan penanganan pasien virus korona di Kabupaten Probolinggo.
Dua RSUD tersebut diantaranya adalah RSUD Waluyo Jati Kraksaan dan RSUD Tongas. Bantuan ini sedianya akan digunakan untuk pembelian peralatan kesehatan yang akan digunakan untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19.
Petugas Medis RSUD Kota Bogor Lakukan Aksi Tepuk Tangan 56 Detik, Ada Apa?
SuaraJakarta.id – Sejumlah warga dan petugas medis di RSUD Kota Bogor, Jawa Barat melakukan kegiatan tepuk tangan 56 detik di area Instalasi Gawat Darurat (IGD) tepat pada pukul 12.00 WIB, Kamis (12/11/2020).
Aksi itu dilakukan dalam rangka mengapresiasi para tenaga kesehatan di Hari Kesehatan Nasional.
“Hari ini kita melakukan kegiatan sesuai intruksi dari Kementerian Kesehatan melakukan tepuk tangan bersama selama 56 detik, dalam rangka mengapresiasi petugas kesehatan yang selama ini berjuang di masa pandemi Covid-19,” kata Humas RSUD Kota Bogor Taufik kepada wartawan saat ditemui di RSUD Kota Bogor.
RS Covid-19 di Lampung Tersisa 234 Tempat Tidur
BANDAR LAMPUNG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung mendata, dari 36 rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 yang tersebar di berbagai daerah, masih belum terpakai sebanyak 234 tempat tidur. Dari 577 tempat tidur, sudah digunakan pasien positif Covid-19 sebanyak 343 tempat tidur.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Lampung Reihana mengatakan, ketersediaan tempat tidur di 36 RS rujukan Covid-19 terdiri atas tempat tidur dengan ventilator sebanyak 30 buah, sedangkan tempat tidur tanpa ventilator 547 buah.
RS Azra Berkolaborasi dengan Dinkes Bogor Bagi-Bagi Masker
BOGOR — Rumah Sakit (RS) Azra berpartisipasi dalam memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-56 yang bertepatan pada tanggal 12 November 2020. Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor, RS Azra membagikan masker kepada lingkungan sekitar guna memberikan edukasi serta semangat kepada masyarakat untuk tetap menggunakan masker dalam setiap aktifitasnya.
Dirut RSUD Cikalongwetan Siapkan Rencana Besar, Karena Beberapa Kendala, dr.Ridwan Pasrah
Cikalongwetan – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cikalongwetan, berencana akan menjadi RS Pusat Rujukan Pelayanan Ibu dan Anak (Maternal Neonatal) di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Namun rencana membuat RS Pusat Pelayanan Ibu dan Anak ini, sempat tertunda karena beberapa hal, salah satunya dengan kondisi keuangan RSUD saat ini.
Hal ini diungkapkan Direktur Utama (Dirut) RSUD Cikalongwetan, Ridwan Abdulah Putra saat ditemui Bangbara di ruang kerjanya, Senin (09/11/2020) setelah kesibukannya melakukan operasi hari itu.









