MAJALENGKA, (PRLM).-Fasilitas dan pelayanan rumah sakit serta puskesmas di Kab. Majalengka selama ini dinilai belum optiomal dan tidak memuaskan warga Majalengka yang membutuhkan sarana tersebut.
Oleh karena itu, selama ini banyak warga Majalengka yang membutuhkan pelayanan sarana kesehatan itu, lebih memilih berobat dan dirawat inap ke rumah sakit-rumah sakit di luar Majalengka, seperti ke Kab. Sumedang, Kuningan, dan Cirebon.
Demikian salah satu topik yang diungkapkan dalam kampanye pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Majalengka nomor urut 4 H Nazar Hidayat – H Tio Indra Setiadi (pasangan berjargon Hati), di sejumlah lokasi kampanyenya, Selasa (3/9/2013).
Melalui juru kampanyenya, pasangan Hati meyakinkan kepada masyarakat jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Majalengka periode 2013-2018, akan meningkatkan fasilitas dan pelayanan rumah sakit serta puskesmas-puskesmas di Majalengka.
“Dengan begitu, masyarakat Majalengka yang jatuh sakit atau membutuhkan pelayanan medis, tidak perlu lagi jauh-jauh memburu rumah sakit di luar Majalengka, seperti ke Sumedang, Kuningan, dan ke Cirebon,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kab. Majalengka Asep Aminudin, yang bertindak sebagai salah seorang juru kampanye pasangan Hati, di Desa Babakansari, Kec. Bantarujeg, Majalengka, Selasa (3/9/2013).
Sementara itu, pada hari ke-empat kegiatan kampanye untuk empat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Majalengka, pasangan Hati bergerak melakukan kampanye melintasi dan masuk ke desa-desa di Kec. Bantarujeg dan Malausma.
H Nazar atau yang lebih dikenal masyarakat Majalengka Abah Encang, diiringi tim kampanye dan massa pendukung Hati “bergerilya” blusukan ke desa-desa di Kec. Bantarujeg. Sementara H Tio diikuti juga massa pendukung Hati melakukan gerakan kampanye serupa ke sejumlah desa di Kec. Malausma.
Di antara tim kampanye serta massa pendukung pasangan Hati, juga turut bergabung mantan Bupati Majalengka dua periode 1998-2008 Hj Tuti Hayati Anwar. Di lokasi-lokasi kampanye berupa pertemuan dan silaturahmi antara Abah Encang dengan masyarakat, mantan bupati itu tampil sebagai juru kampanye mengajak masyarakat hak pilih agar pada pemungutan suara pilkada Majalengka tanggal 15 September 2013 memilih pasangan Nazar-Tio.
“Saya sekeluarga mendukung Abah Encang dan Pak Tio dengan rasa suci bersih dari hati sanubari tidak disertai kepentingan macam-macam,” ujar Tuti Hayati Anwar, kepada “PRLM”, di sela-sela kegiatannya mengikuti perjalanan kampanye H. Nazar di wilayah Kec. Bantarujeg.
Melalui gerakan kampanyenya pasangan Hati, juga menyampaikan tiga program prioritas pembangunan lainnya yang akan dilakukan jika terpilih jadi Bupati dan wakil Bupati Majalengka 2003-2018. Terdiri atas program pemberian insentif bagi para guru mengaji, madrasah, pondok pesantren, Ketua RT dan RW, anggota Linmas, hingga kepada para penjaga makam keramat.
Membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarakat didukung upaya menarik investor serta mempermudah proses pelayanan perizinan, serta akan meningkatkan pembangunan infrastruktur perdesaan secara merata dengan hasil kerja berkualitas.
Sumber: pikiran-rakyat.com

Bukittinggi, Padek—Wali Kota Bukittinggi, H. Ismet Amzis menilai, rumah sakit Yarsi Ibnu Sina Bukittinggi cukup berkembang dan maju. Terutama terlihat sejak kepemimpinan Herman Ramli. Namun kemajuan yang dicapai itu jangan membuat kita terlena.
Jakarta – Perusahaan di sektor medika dan pelayanan kesehatan, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) telah melakukan roadshow ke Singapura, Hong Kong, dan London.
A WOMAN who went to a Queensland hospital with breathing difficulties, and was sent home complaining health workers had not taken her seriously, was found dead in her bed the next day, a report says.
MANAGEMEN Rumah Sakit Umum Bunda Lhokseumawe dilaporkan memecat sekitar 30 karyawan pada hari ini. Pemberhentian tersebut kabarnya karena pihak rumah sakit tidak sanggup membayar gaji.
YOGYAKARTA, suaramerdeka.com – Semakin ketatnya persaingan antar rumah sakit, menuntut komitmen semua pihak yang terlibat di dalamnya. Pelayanan prima menjadi modal utama bagi pengelola rumah sakit agar bisa terus bertahan.
Helping people who were recently released from a hospital understand how to care for themselves and informing their primary care doctors about their stay may reduce their risk of being admitted back into the hospital, says a new study.
Sindonews.com – Untuk memberikan layanan kesehatan gratis, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggelontorkan anggaran Rp4,1 miliar per tahun. Nantinya, setiap warga yang berobat cukup menunjukan e-KTP yang dimilikinya.
PATI (KRjogja.com)- Masyarakat harus ikut mengontrol kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuannya, agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. “Jika ada indikasi pelayanan kesehatan yang tidak semestinya, segera laporkan kepada Pemerintah daerah (pemda) setempat atau pemerintah provinsi (Pemprov),” ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di sela-sela meresmikan fasilitas Computerized Tomography (CT) Scan di Rumah Sakit (RS) Mitra Bangsa Pati, Sabtu (31/08/2013).
Kotabaru, MDTV: Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, segera mengembangkan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Serongga di Kelumpang Hilir menjadi Rumah Sakit Umum (RSU) tipe C.





