manajemenrumahsakit.net :: Manado
Bali Bangun RS Senilai Rp 500 miliar
manajemenrumahsakit.net :: Bali – Pembangunan Rumah Sakit (RS) berstandar internasional di Bali akan dimulai pada 2015 dengan total dana yang dianggarkan untuk pembangunan fisik, Rp50 miliar. Sementara, total dana untuk pembangunan fisik dan penyediaan alat kesehatan bisa mencapai Rp500 miliar.
Untuk pembangunan fisik sendiri, total anggaran yang diproyeksikan Rp220 miliar, akan dicairkan selama dua tahun.
“Selain itu, pada 2015, Bali juga akan mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp125 miliar untuk penyediaan alat kesehatan,” kata Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, baru-baru ini.
Biaya terbesar, kata Ketut, untuk pengadaan alat kesehatan dibandingkan untuk pembangunan fisik. RS milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali itu dibangun di atas lahan tiga hektar. Sebanyak 50% tempat tidur yang tersedia dialokasikan untuk pasien Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM), sisanya untuk masyarakat umum, termasuk yang ingin mendapatkan layanan VVIP.
“Biaya kamar VVIP di RS ini akan dipergunakan untuk menutupi biaya operasional. Tapi, tujuan utamanya memang memberikan pelayanan JKBM sehingga uang yang dialokasikan Pemprov Bali per tahunnya sekitar Rp385 miliar, tidak lari kemana-mana,” ucap Sudikerta. (IZN – pdpersi.co.id)
Sumber: pdpersi.co.id
Perda Tarif RSUD Disahkan
manajemenrumahsakit.net :: Kotabaru – Peraturan Daerah tentang Pola Tarif Badan Layanan Umum Daerah (PTBLUD) Rumah Sakit Umum Daerah Kotabaru, Kalimantan Selatan, disahkan dalam sidang paripurna DPRD setempat, Rabu.
Ketua DPRD Kotabaru, Hj Alfisah mengatakan, perda tentang PTBULD ini merupakan perda emergency pemerintah daerah yang bersifat mendesak untuk diterbitkan, karena dalam anggaran telah terdapat dalam APBD 2015 yang telah disetujui dan disahkan.
“Raperda ini memuat ketentuan atau perundang-undangan yang mengatur masalah operasional, sedangkan anggarannya sudah termasuk dalam APBD yang telah disahkan,” katanya.
Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD Kotabaru, Sukardi, menambahkan, perda itu sifatnya mendesak, keberadaannya segera, mengingat ketentuan operasional rumah sakit.
“Raperda ini diajukan November kemudian dibahas oleh badan legislasi di DPRD, dan Alhamdulillah bisa disahkan Desember,” kata Sukardi.
Dijelaskannya, perda dikatakan dalam kategori emergency harus memenuhi beberapa sayarat dan ketentuan, di antaranya disebabkan adanya bencana alam yang segera dilakukan penanganan.
Syarat lain adalah, raperda itu berkaitan dengan adanya hubungan kerja sama dengan daerah lain. Selanjutnya jika berkaitan dengan sesuatu yang bersifat sangat urgent, seperti pelayanan rumah sakit kepada mamsyarakat yang sakit.
Lebih lanjut diungkapkan, beberapa dasar terbitnya perda ini adalah pelaksanaan perundang-undangan yang ada di atasnya yakni APBD 2015 yang telah disahkan.
Dasar lainnya, sebut Sukardi, peraturan menteri Kesehatan yakni Permenkes No.13 tahun 2013 tentang pola tarif badan layanan umum daerah.
Selain itu juga dikuatkan dengan adanya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No.61 tahun 2007 tentang pedoman teknis pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah.
Sementara dari pantauan, sidang paripurna yang mengesahkan Perda PTBLUD tersebut selain dihadiri Bupati H Irhami Ridjani yang sekaligus menandatangani perda bersama-sama unsur pimpinan DPRD Kotabaru, juga dihadiri segenap unsur pimpinan Forkopinda, dan sejumlah kepala dinas dan pejabat terasnya.
Sumber: antaranews.com
Rumah Sakit di China Ini Ciptakan Alat Rasa Sakit Melahirkan Untuk Para Pria
manajemenrumahsakit.net :: Dari semua kisah tentang melahirkan, dalam posisi paling “nyaman” tentu saja para ayah, selain menantikan kelahiran seorang anak keturunannya, para ayah melakukan tanpa perlu ikut ikutan cedera dan tersakiti.
Mereka aman, sampai akhirnya para eksekutif di rumah sakit bersalin (RSB) Aima di Cina timur membawa gagasan membuat mesin – ‘Pengalaman Rasa Sakit Melahirkan.” yang menawarkan calon ayah yang ingin bersimpati pada istrinya ikutan mengalami rasa sakit saat melahirkan, dengan cara memberi kejutan listrik melalui bantalan khusus yangditempatkan pada perut mereka.
Guncangan ini bisa mensimulasikan nyeri persalinan dengan menyebabkan otot perutkejang kejang.
Layanan menyakitkan ini dimulai pada bulan November lalu, dan sudah lebih dari 300orang mendaftar untuk mencobanya. Kebanyakan para ayah yang sedang mengantar istrinya cek up.
Dengan respon yang begitu bagus, rumah sakit, Aima juga membuka stan di Mall Shi Maolokal untuk menawarkan pengalaman rasa sakit melahirkan pada para pria yang “jantan” selama sekitar lima menit, di mana operator yang juga perawat secara bertahap akan memberikan pengalaman guncangan listrik antara skala 1-10.
“Pada saat sampai ke skala 10, Anda benar-benar tidak bisa membedakan antara rasa sakit 9 dan 10,” jelas Ning, seorang calon ayah yang memakai alat itu demimengungkapkan solidaritas dengan istrinya Gao Yingjing yang sedang hamil.
Menurut general manager RSB Aima, Wu Ningxing (baca Ningching), beberapa wanitahamil sebenarnya cukup senang dengan layanan ini, karena ingin sekali kali “mendidik” suami mereka tentang rasa sakit melahirkan.
“Ternyata banyak wanita membenci pria ya?” Canda Ningxing, bertanya.
Wu Jianlong, seorang pencoba alat, berani menahan rasa sakit sampai ke tingkat 10,sampai teriak kesakitan dan mengepalkan tinjunya, akhirnya memohon perawat untuk berhenti.
“Rasanya seperti jantung dan paru-paru saya sedang dicabik-cabik,” kata Song Silong,yang berhasil mencapai level 7.
“Rasanya seperti tulang saya sedang remuk remuk,” kata yang lainnya.”
Berapa lama rata rata pria bertahan dengan rasa sakit mesin itu? Para perawat menjelaskannya hanya beberapa menit pada tingkat 4-5. So… Sayangilah kaum wanita.***Red (Odd Central)
Sumber: fiskal.co.id
RS Dr.Soetomo Jadi Pusat Identifikasi Korban AirAsia QZ8501
manajemenrumahsakit.net :: SURABAYA – RSUD Dr.Soetomo Surabaya menjadi pusat identifikasi jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501. Sebanyak 10 dokter forensik RSUD Dr.Soetomo Surabaya siap untuk mengidentifikasi jenazah penumpang pesawat naas tersebut.
Tim dokter forensik rumah sakit akan bekerja bersama tim DVI Polda Jawa Timur. Proses identifikasi akan segera dilakukan segera setelah jasad sampai di ruang jenazah.
“Kesepuluh orang dokter forensik ini akan mulai bekerja setelah para korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur,” ujar Direktur RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Dr.Dodo Anondo, Selasa (30/12/2014).
Sebelumnya, Kepala Pusat Kedokteran Kepolisian (Kapusdokes) Polri Brigjen Arthur Tampi menegaskan proses identifikasi jenazah korban AirAsia QZ8501 akan dipusatkan di Surabaya. Pesawat naas tersebut berangkat dari Bandara Juanda Surabaya..
Dikatakan, Dodo, Tim dokter forensik itu untuk membantu dan mendukung proses identifikasi jenazah. Selain menyiapkan tim dokter forensik, RSUD Dr Soetomo juga mengerahkan seluruh armada ambulance apabila memang diperlukan.
Fokus tim DVI sekarang adalah menyiapkan personel dan fasilitas yang dibutuhkan terutama di RS Dr.Soetomo Surabaya. RS tersebut dinilai cukup fasilitas serta tenaga medis dan paramedis berpengalaman.
Termasuk armada ambulance untuk mengangkut jenazah. “Untuk mendukung proses evakuasi jenazah,” kata Dodo seperti dikutip okezone.
Copilot Lettu Erwin Tri Prabowo dari Tin SAR TNI menuturkan, pihaknya berusaha mengambil gambar temuan mayat-mayat tersebut dengan menggunakan kamera dengan lensa panjang.
Erwin mengakui, dia melihat dalam radius 2-3 NM atau sekitar 5 km, ada sekitar 7-8 mayat. Salah satu mayat yang ditemukan dalam posisi telungkup mengenakan baju putih celana hitam.
Selain itu juga ada sekelompok mayat yang berjejeran dan terlihat sedang bergandengan.
“Ada sekitar 7-8 (mayat). Satu memakai baju putih celana hitam. Saya lihat 3-4 bergandengan, tapi nggak sempat kefoto,” tegas Lettu Erwin.(helmi/awe)
Sumber: beritatrans.com
Pemkot Surabaya Siagakan 84 Unit Ambulans Terkait AirAsia
manajemenrumahsakit.net :: Sidoarjo (Antara Jatim) – Pemerintah Kota Surabaya menyiagakan sebanyak 84 unit ambulans untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi di posko Crisis Centre AirAsia di Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo.
“Tidak semua ambulans berada di Juanda, namun hanya beberapa saja. Yang lainnya bersiaga di rumah sakit masing-masing, tapi siap datang kapan saja dibutuhkan,” ujar salah seorang petugas Posko Pemkot Surabaya, Ashadi, Rabu.
Untuk rinciannya, sebanyak 64 unit ambulans berasal dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya, empat unit dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), enam unit dari Dinas Sosial, lima unit dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan lima unit lainnya dari rumah sakit swasta.
Posko Pemkot Surabaya yang didirikan di lokasi T2 Juanda saat ini juga masih melakukan pendataan tentang jumlah kepastian warga beridentitas Surabaya.
Hingga pukul 07.42 WIB hari ini, total 81 penumpang yang terdata dan sudah dihubungi keluarganya.
“Kemarin sempat 77 nama, kemudian ada data tambahan yang masuk hingga pagi ini sekitar 81 nama,” katanya.
Dari sejumlah nama tersebut, tidak sedikit yang berasal dari sekeluarga, salah satunya keluarga Jayden Cruz Ardhi, Reggy Ardhi, Michelle Clemency Ardhi, Marianne Claudia Ardhi, Caroline harwon yang beralamat di kawasan Perumahan Citraland.
Sementara itu, ratusan keluarga penumpang pesawat AirAsia QZ8501 sudah memenuhi Crisis Centre dan menantikan informasi terkini dari Basarnas dan tim yang sedang mencari keberadaan pesawat.
Di dalam posko, sebanyak delapan unit televisi yang menampilkan pemberitaan dari berbagai media menjadi perhatian keluarga penumpang.
Belum ada keterangan resmi tambahan dari Kantor SAR di Surabaya tentang hasil pencarian pesawat berjenis Airbus A320-200 hingga hari ketiga ini.
Pesawat AirAsia bernomor penerbangan QZ8501 dari Surabaya menuju Singapura mengalami hilang kontak dengan “Air Traffic Control” pada Minggu (28/12) pagi.
Hingga sekarang, pesawat berpenumpang 137 dewasa, 17 anak-anak, 1 bayi dan 7 kru tersebut belum ditemukan. (*)
Sumber: antarajatim.com
Pasukan Perdamaian Indonesia Bangun Rumah Sakit Level II di Afrika
manajemenrumahsakit.net :: KBRN, Afrika : Untuk mendukung kelancaran jalannya Misi MINUSCA (United Nations Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) atau misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Central African Republic (CAR),
Rumah Sakit Pangkalanbun Siapkan 100 Tempat Penyimpanan Jenazah
TRIBUNNEWS.COM, PANGKALANBUN – Penemuan tiga jenazah yang diduga sebagai korban penumpang pesawat AriAsia yang jatuh di Perairan Teluk Kumai, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, langsung disikapi secara cepat oleh pihak Rumah Sakit Sultan Immanudin Pangkalanbun.
Direktur RS Sultan Immanudin, Pangkalanbun, Dr Suyuti, saat dimintai komentarnya terkait penemuan mayat yang diduga sebagai korban pesawat Air Asia, Selasa (30/12/2014) siang, mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Tim Identifikasi Polda Kalteng terkait penemuan jenazah tersebut.
Menurut dia, Pihaknya juga akan menambah tempat untuk penyimpanan mayat sementara yang awalnya hanya mampu menampung sebanyak 20 orang menjadi bisa ditambah seratus orang.
“Kami sudah siap semua sarananya, termasuk tenaga medis yang akan menanganinya,” katanya.
Sumber: tribunnews.com
YOGYAKARTA Siap Canangkan Rumah Sakit Berbasis Obat Tradisional (Herbal Medik)
manajemenrumahsakit.net :: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berencana mencanangkan program rumah sakit berbasis obat tradisional atau yang dapat memberikan layanan kesehatan dengan obat tradisonal.”Nanti rencananya pelaksanaannya akan dibiayai dengan dana keistimewaan,” kata Kepala Sub Bagian Pengembangan Kesejahteraan Rakyat Bappeda DIY, Abu Yazid di Yogyakarta, Selasa (30/12/2014).Menurut dia, wacana pengembangan rumah sakit berbasis obat tradisional itu dimunculkan disamping untuk menghadirkan pengobatan alternatif bagi masyarakat, juga bertujuan menonjolkan kekayaan obat-obatan dengan bahan baku alam.
“Semangatnya adalah kembali ke nature. Apalagi dengan bahan baku yang terdapat di alam kita bisa langsung menggunakan dan lebih murah,” kata dia.
Selanjutnya, alasan pencanangan rumah sakit berbasis obat tradisional akan dibiayai dengan dana keistimewaan karena bersinggungan dengan pelestarian obat-obatan tradisional sebagai salah satu kekayaan budaya yang dimiliki Yogyakarta.
Adapun rumah sakit mana saja yang akan ditunjuk serta besaran alokasi pendanaanya masih dalam tahap pembahasan. “Dalam pemanfaatan dana keistimewaan kami berpikiran kenapa tidak mengambil langkah untuk mengembangkan itu,” kata dia.
Meski demikian, menurut dia, dalam implementasinya akan dikembangkan serta melalui kajian lebih lanjut oleh Pemda DIY dengan berkoordinasi bersama tim kedokteran. “Untuk lebih modernnya nanti tentu memerlukan pengembangan lebih lanjut dari tim di bidangnya,” kata Abu Yazid.
Sumber: pelatihanrumahsakit.com
Komisi IV Harapkan Peningkatan Pelayanan Rumah Sakit
manajemenrumahsakit.net :: Samarinda (ANTARA Kaltim) – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur Yahya Anja mengharapkan semua rumah sakit di wilayah setempat bisa meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya untuk masyarakat yang kurang mampu, yang selama ini sering disepelekan.
“Masyarakat punya hak untuk dilayani secara baik, dan bila mereka tidak mampu bukan berarti diabaikan, karena pemerintah daerah sudah memberikan jaminan kesehatan melalui asuransi,” terang Yahya Anja saat melakukan dengar pendapat dengan Dinas Kesehatan Kaltim, Selasa, di Gedung DPRD Kaltim.
Yahya Anja juga menyoroti persoalan administrasi yang ada selama ini masih dinilai berbelit-belit oleh rumah sakit sehingga menyebabkan pasien kesulitan dalam melangsungkan perawatan ke tahap selanjutnya.
Yang lebih parah, lanjut Yahya Anja, jika pasien itu mengalami sakit kritis yang mengharuskannya segera mungkin untuk ditangani serius oleh tenaga medis di rumah sakit.
Tetapi karena terbentur administrasi sehingga pasien tersebut tidak ditangani secara medis oleh pihak rumah sakit.
“Peningkatan kualitas pelayanan pada rumah sakit harus terus ditingkatkan agar masyarakat dapat merasakan kenyamanan. Ke depan pengurusan administrasi harus dipermudah sehingga masyarakat yang sakit kritis dapat cepat ditangani oleh rumah sakit sesegera mungkin,” katanya.
Anggota Komisi IV lainnya Ahmad Rosyidi membeberkan, banyak sekali pertanyaan dan keluhan dari masyarakat didapati terkait soal jasa kesehatan yang sangat perlu mendapatkan perhatian.
Ia mengungkapkan pengalaman pribadinya, pasien lainnya pun juga mungkin pernah mengalami hal serupa terkait sistem pemeriksaan rumah sakit oleh seorang dokter yang ketika mendiagnosa penyakit tidak memberitahukan apa yang menjadi penyebab penyakitnya.
“Saya tidak tahu pasti, apakah itu semua menjadi prosedur rahasia pihak rumah sakit, atau sistemnya yang bagaimana, kita tidak tahu. Harapan saya alangkah lebih baik jika pihak rumah sakit dapat memberitahukan penyebab sakit tersebut, sehingga pasien dapat menghindari,” kritiknya.
Anggota Komisi IV Selamat Ari Wibowo menambahkan sudah semestinya jika rumah sakit meningkatkan kualitas baik dari segi manajemen maupun pada pelayanan, agar dapat lebih maju dan dapat diperbaiki setiap tahunnya.
“Jumlah orang yang mengalami sakit semakin hari semakin bertambah, diharapkan kepada seluruh rumah sakit dapat meningkatkan kualitas dan memperbaiki sistem pelayanan sehingga masyarakat merasa nyaman dan puas ketika ketika ada di rumah sakit,” katanya.(*)
Sumber: antarakaltim.com







