manajemenrumahsakit.net :: Pemerintah provinsi Jawa Barat akan menambah rumah sakit rujukan. Asisten Daerah (Asda) III Pemerintah Provinsi Jabar Ahmad Hadadi mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengupayakan agar ada tujuh rumah sakit rujukan.
“Sejauh ini rumah sakit rujukan hanya satu, Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) saja,” ujar Ahmad kepada INILAH saat ditemui di Kota Bandung, Selasa (10/3).
Kata Ahmad, RSHS yang menjadi satu-satunya rumah sakit rujukan kerap kewalahan menangani banyaknya pasien dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Maka dari itu, pemprov menggenjot penambahan rumah sakit rujukan.
“Yang ada dalam benak kami di provinsi inginnya menambah rumah sakit rujukan hingga tujuh. Karena sekarang kami menggunakan hanya Hasan Sadikin. Kalau semua ke sana, kan terbatas juga. Makanya harus ada rumah sakit seperti Hasan Sadikin,” terangnya.
Ahmad menjelaskan, pihaknya saat ini tengah melakukan penyempurnaan beberapa rumah sakit di Jawa Barat. Yang sudah di Sukabumi, Tasikmalaya, Bogor, serta Karawang.
“Berbagai rumah sakit itu kita fasilitasi untuk menjadi rumah sakit rujukan. Baik itu dokternya ataupun alat-alat kesehatannya. Yang jelas, kami berupaya memfasilitasi pasien agar tak terlantar,” terang Ahmad.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr Alma Lucyati mengatakan, demi mempersiapkan generasi mendatang yang sehat, dan berkualitas, pihaknya meningkatkan pelayanan.
“Dinas kesehatan telah melakukan berbagai upaya peningkatan kesehatan dan pelayanan masyarakat. Demi generasi yang berkualitas, masuk dalam bagian dari delapan isu strategi provinsi Jabar,” terang Alma. [ito]
Sumber: inilahkoran.com

manajemenrumahsakit.net :: BANDARLAMPUNG – Pemutusan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Rumah Sakit (RS) Imanuel Bandarlampung berbuntut. Ombudsman perwakilan Lampung saat ini tengah menginvestigasi RS tersebut. Menurut Ombudsman, keluhan terkait pelayanan di RS Imanuel juga telah didengar. Langkah awal investigasi, Ombudsman telah memanggil pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Bandarlampung pada Kamis (5/3) lalu.
Remunerasi di RS selalu jadi isu yang menarik untuk diperdebatkan namun sekaligus sensitif. Ada banyak tantangan dalam mengembangkan sistem remunerasi. Hal ini menjadi lebih kompleks jika yang dibahas adalah RS Pendidikan. Salah satu tantangannya ada pada faktor







manajemenrumahsakit.net :: MEDAN | DNA 





