MASYARAKAT Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT patut bersyukur. Pasalnya tak lama lagi rumah sakit Siloam akan segera dioperasikan. Ya,PT Siloam International Hospitals Tbk telah menyelesaikan konstruksi untuk pembangunan rumah sakitnya di Labuan Bajo.
Presiden Direktur Lippo Group Theo L Sambuaga beserta Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Brigjen (Mar) Siswoyo Hari Santoso, beserta rombongan dan Penjabat Bupati Manggarai Barat Tini Thadeus menggelar acara syukuran rampungnya konstruksi Siloam di Hospitals Labuan Bajo beberapa waktu lalu.
“Kehadiran Siloam bukan sekadar sebagai bentuk ekspansi bisnis semata, melainkan menjadi wujud nyata tanggung jawab dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Timur Indonesia,” kata Theo L. Sambuaga.
Dia menambahkan, kehadiran Siloam Hospitals diharapkan dapat membantu program pemerintah setempat yaitu mengupayakan penyediaan sarana kesehatan bagi masyarakat.
“Tingkat pelayanan kesehatan di Kabupaten Manggarai Barat diharapkan dapat semakin membaik, khususnya pelayanan kepada masyarakat kecil yang kurang mampu,” ujarnya.
Theo menambahkan, beberapa tolok ukur yang digunakan Siloam untuk melihat keberhasilan dari layanan tersebut adalah menurunnya tingkat kematian, persalinan, penyakit menular, dan adanya peningkatan gizi.
Lebih jauh dia mengatakan bahwa perhatian yang tak kalah penting yang harus diperhatikan yaitu identitas Labuan Bajo sebagai kota transit bagi turis mancanegara menuju lokasi-lokasi wisata alam di kabupaten ini.
Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Siloam Hospitals Group Dr. dr. Andry, MM, MH.Kes, yang mengusung dua unsur dalam penerapan pelayanan Siloam Hospitals Labuan Bajo.
“Pertama kita harus mendapatkan dulu kepercayaan masyarakat terhadap keberhasilan dari pilihan pelayanan yang diberikan oleh Siloam. Kemudian Siloam membuktikan komitmen dengan memberi kemudahan akses serta fasilitas kesehatan yang dibutuhkan oleh pasien,” kata dia. (mas/jpnn)
Sumber: jpnn.com


Setelah pada 24 Oktober lalu di Jakarta kongres PERSI memilih dr. Kuntjoro A. Purjanto, MKes sebagai ketua menggantikan Dr. dr. Sutoto, MKes. Pada 8 Desember 2015 sebanyak 124 orang pengurus PERSI periode 2015-2018 dilantik. Periode ini, Ketua Umum PERSI Pusat menantang para pengurusnya, apakah PERSI saat ini telah menemukan jati dirinya?, apakah pengurus PERSI periode ini siap dan tetap dapat menjunjung tujuan organisasi? Pertanyaan lebih lanjut adalah bagaimana beyond 2019 (setelah seluruh masyarakat Indonesia ter-cover JKN)? 








