| Edisi Minggu ke 1: Selasa 5 Januari 2021
Layanan Kesehatan yang Bermutu dan Tangguh Terhadap Bencana: Apakah membutuhkan Pendekatan Reformasi Kesehatan?
Sistem Kesehatan di Indonesia mengalami goncangan hebat sepanjang 2020 lalu akibat bencana non alam pandemi COVID-19. Pandemi ini berdampak dan menguji langsung Sistem Kesehatan Nasional dan Daerah (SKN dan SKD), yang mana keduanya diperhitungkan lemah untuk menghadapi ancaman ketahanan kesehatan, bencana alam, maupun bencana non alam seperti saat ini. Dalam menghadapi tantangan berat ini, ada pertanyaannya apakah Pemerintah akan melakukan strategi Reformasi Kesehatan? Apakah pendekatan reformasi ini tepat dilakukan dalam masa pandemi COVID-19 dan sesudahnya? Kegiatan Outlook ini akan mencoba membahas apa yang terjadi di tahun 2020 dan apa yang mungkin akan terjadi pada 2021. Acara diselenggarakan oleh Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK – KMK UGM pada Rabu, 13 dan 20 Januari 2021 melalui zoom meeting. Hampir 20% Pasien Menerima Diagnosis Psikiatri dalam Waktu Tiga Bulan Setelah COVID-19
Sebuah penelitian menemukan hampir satu dari lima orang di AS dengan COVID-19 mengalami diagnosis kejiwaan dalam tiga bulan setelah sakit. Para peneliti menemukan tingkat diagnosis secara signifikan lebih tinggi daripada yang terlihat seperti infeksi saluran pernapasan. Untuk penelitian yang dipublikasikan di Lancet Psychiatry, 1 peneliti dari Universitas Oxford, Inggris, dan jaringan penelitian kesehatan TriNetX memeriksa catatan pasien dengan COVID-19 yang tidak disebutkan namanya dari lebih dari 62 ribu orang yang didiagnosis pada periode 20 Januari hingga 1 Agustus 2020. Secara keseluruhan; 18,1% dari pasien mengalami diagnosis psikiatri setelah dikonfirmasi positif COVID-19. Studi tersebut melaporkan bahwa setelah didiagnosis COVID-19 pada pasien yang sebelumnya tidak memiliki kondisi kejiwaan tertentu, terjadi peningkatan insiden diagnosis psikiatri dalam 14 hingga 90 hari berikutnya. Artikel ini dipublikasikan pada 2020 di jurnal BMJ. Pemaparan Menteri Kesehatan mengenai Penanganan COVID-19 – 5 Januari 2021 |
|||
| Website ini akan update setiap Selasa pagi. Nantikan Informasi terbaru setiap minggunya. | |||
|
+ Arsip Pengantar Minggu Lalu |
|||
|
|
Perubahan Shift untuk Layanan Konsultasi Memengaruhi Lama Tinggal Pasien di Unit Gawat Darurat | ||
Tenda Darurat Disiapkan RSUD Kediri Antisipasi Bertambahnya Pasien COVID-19
Kediri – RSUD Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri mendirikan tenda darurat. Pendirian tenda darurat ini dilakukan untuk antisipasi pasien COVID-19 yang kemungkinan terus bertambah.
Pendirian tenda darurat tersebut dilakukan seiring overloadnya ruang isolasi maupun ruang Unit Gawat Darurat (UGD) khusus menampung pasien terpapar COVID-19 di RSUD SLG.
Standar Layanan Paripurna di RSUD Prambanan Terus Ditingkatkan
SLEMAN—RSUD Prambanan menggelar Tasyakuran Ulang Tahun ke-11 dengan mengusung tema Ikhlas Setali Sehati, Ikhlas Sebelas Tahun Melayani Semangat dengan Hati, Senin (4/1/2021). Di usia yang kesebelas ini, RSUD Prambanan terus berupaya meningkatkan pelayanan paripurna kepada masyarakat.
Rangkaian acara tasyakuran dibuka dengan potong tumpeng yang diikuti oleh seluruh civitas hospitalia RSUD Prambanan. Direktur RSUD Prambanan, Isa Dharmawidjaja menyatakan acara yang digelar merupakan agenda rutin tahunan. Namun karena kondisi pandemi, acara digelar secara terbatas khusus untuk internal rumah sakit. “Tahun lalu kami menghadirkan perwakilan paguyuban pasien RSUD Prambanan,” kata Isa dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Senin.
RSUD Sidoarjo Terpaksa Tolak Pasien Rujukan dari RS Lain
SIDOARJO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo, Jatim terpaksa harus mengeluarkan kebijakan menolak kedatangan pasien positif terpapar virus corona atau Covid-19 dari rumah sakit (RS) rujukan lain.
Direktur Utama RSUD Sidoarjo, dr Atok Irawan menyampaikan, kebijakan itu diambil karena kondisi RS yang saat ini sudah kelebihan kapasitas.
Ratusan Karyawan Positif Covid-19, Pelayanan RSUD Tarakan Tutup Sepekan
TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan menutup beberapa pelayanan seiring meningkatnya jumlah karyawan RSUD Tarakan yang terpapar covid-19.
Direktur Utama (Dirut) RSUD Tarakan, dr Muhammad Hasbi Hasyim mengatakan penutupan beberapa pelayanan dilakukan mulai Selasa (5/1/21) sampai dengan Minggu (10/1/21).
Kapasitas RS Covid-19 di Lampung Tersisa 36,5 Persen
BANDAR LAMPUNG – Kapasitas tempat tidur untuk pasien rawat yang mengidap Covid-19 di Lampung semakin menipis. Dari jumlah total 36 rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Lampung sebanyak 807 tempat tidur (TT), hanya tersisa 36,5 persen TT. Sedangkan beberapa RS rujukan Covid-19 sudah ada yang penuh atau tidak tersedia lagi TT.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung dr Reihana mengatakan, saat ini dari 36 RS rujukan yang menyediakan TT sebanyak 807 buah. “Pasien yang sedang dirawat menempati 512 tempat tidur, dan sisa TT yang belum terpakai 295 buah,” katanya dalam keterangan pers di Bandar Lampung, Ahad (27/12).
Mulai Hari Ini Jam Besuk Pasien di RSUD Latopas Jeneponto Ditiadakan
JENEPONTO – Mulai hari ini 28 Desember 2020, jam besuk pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RSUD Lanto Dg Passewang (Latopas), Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan ditiadakan.
Jam besuk ditiadakan karena banyak pasien yang sementara menjalani parawatan di RSUD Latopas dan untuk menghindari penularan covid-19.
RS Rujukan Covid-19 Penuh, RSUD Tolak Pasien dari Luar Daerah
Warga harus ekstrawaspada. Kasus positif Covid-19 makin meningkat. Hingga Minggu (27/12), rumah sakit rujukan Covid-19 di Sidoarjo dipenuhi pasien. Bahkan, RSUD Sidoarjo sudah tidak menerima pasien dari luar kota. ”Kami tolak rujukan dari luar (daerah) sejak seminggu lalu,” kata Direktur RSUD Sidoarjo Atok Irawan.
Saat ini ada 207 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit milik pemerintah tersebut. Jumlah itu melebihi kapasitas ketersediaan tempat tidur isolasi bagi pasien yang terpapar virus korona jenis baru tersebut.
Edisi Minggu ke 51: Selasa 29 Desember 2020
| Edisi Minggu ke 51: Selasa 29 Desember 2020
Perubahan Shift untuk Layanan Konsultasi Memengaruhi Lama Tinggal Pasien di Unit Gawat Darurat
Peningkatan lama tinggal (length of stay/ LOS) di bagian gawat darurat (Emergency Department/ ED) adalah masalah multifaktor yang menimbulkan risiko kesehatan tambahan bagi pasien yang memilih untuk pergi sebelum menemui dokter dan juga memberikan beban tambahan yang signifikan pada dokter UGD. Diantara banyak faktor infrastruktur dan terkait pasien lainnya, penundaan layanan konsultasi telah dianggap sebagai kontributor signifikan untuk DE LOS di beberapa studi internasional. Kami berusaha untuk lebih memahami pemahaman kami tentang faktor infrastruktur yang berkontribusi pada keterlambatan layanan konsultasi dan ED LOS dengan mengeksplorasi efek perubahan shift dan penyerahan pasien. Peneliti melakukan studi deskriptif retrospektif terhadap pasien yang menerima konsultasi di Departemen Darurat UC Irvine Medical Center untuk menilai perbedaan Durasi Konsultasi selama periode waktu yang mencakup perubahan shift untuk layanan konsultasi. Dua interval 3 jam dengan proporsi terendah dari durasi konsultasi yang dapat diterima (ditetapkan sebagai 120 menit) mencakup perubahan shift dan tidak disebabkan oleh beban kerja yang tinggi. Hasil penelitian berfungsi sebagai bukti awal untuk kebutuhan peningkatan staf selama pergantian shift atau kebijakan perubahan shift untuk mendukung layanan konsultasi selama waktu – waktu ini. Data ini juga menunjukkan bahwa model prediktif yang dibangun untuk mendukung pengambilan keputusan operasional dan administratif di UGD harus memasukkan periode perubahan-perubahan dan kepegawaian selama waktu – waktu ini. Artikel ini dipublikasikan pada 2020 di Journal of Hospital Management and Health Policy. |
|||
| Website ini akan update setiap Selasa pagi. Nantikan Informasi terbaru setiap minggunya. | |||
|
+ Arsip Pengantar Minggu Lalu |
|||
|
|
Variabilitas Biaya di Seluruh Bangsal Rumah Sakit: Sebuah Studi Rumah Sakit Cina | Reportase Zoom Pelatihan Teknik Berbicara di Depan Kamera | |
| Reportase Zoom Meeting Pelatihan Konsultan Manajemen RS Pendidikan – Fakultas Kedokteran | |||
Wujudkan Jombang Berkarakter dan Berdaya Saing, RSUD Jombang Panen Prestasi
JOMBANG – Dalam rangka mendukung tercapainya visi Jombang Berkarakter dan Berdaya Saing Rumah Sakit Umum Daerah (RSDU) Jombang meluncurkan sejumlah program dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Salah satunya Pelayanan Pra Hospital (PPH) yaitu layanan inovasi unggulan dalam meningkatkan kualitas layanan.
“Pelayanan Pra Hospital adalah layanan pro aktif dengan mendatangi masyarakat. Baik kecelakaan lalu lintas, menjemput kegawatan pasien di rumah, kegawatan atau kecelakaan kerja, bahkan melayani pasien gawat darurat di fasilitas kesehatan lain. Termasuk fasilitasi pelayanan kegawatan selama perjalanan menuju rumah sakit,” ungkap Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran, beberapa waktu lalu.












