| Edisi Minggu ke 3: Selasa 19 Januari 2021
Dukungan Teknologi untuk Pengelolaan Logistik Internal Rumah Sakit
Tujuan utama manajemen perawatan kesehatan adalah membangun sistem kesehatan terintegrasi untuk meningkatkan kualitas, keamanan, akses, kinerja, dan mengurangi ketidakadilan. Dalam sistem kesehatan, logistik diatur oleh rantai pasokan eksternal dan internal. Rantai pasokan internal, penyedia layanan kesehatan dan pasien membutuhkan layanan dengan waktu tunggu singkat. Sedangkan, rantai pasokan eksternal meliputi produksi dan distribusi produk layanan kesehatan. |
|||
| Website ini akan update setiap Selasa pagi. Nantikan Informasi terbaru setiap minggunya. | |||
|
+ Arsip Pengantar Minggu Lalu |
|||
|
|
Lesson Learnt dan Strategi Ke Depan RS Menghadapi Pandemi COVID-19 | Hasil Rapat Kesiapan Rumah Sakit Pasca Libur Nataru | |
| Kesiapan Rumah Sakit Menghadapi Lonjakan Kasus COVID-19 Pasca Natal dan Tahun Baru | |||
Dukungan Teknologi untuk Pengelolaan Logistik Internal Rumah Sakit

Tujuan utama manajemen perawatan kesehatan adalah membangun sistem kesehatan terintegrasi untuk meningkatkan kualitas, keamanan, akses, kinerja, dan mengurangi ketidakadilan. Dalam sistem kesehatan, logistik diatur oleh rantai pasokan eksternal dan internal. Rantai pasokan internal, penyedia layanan kesehatan dan pasien membutuhkan layanan dengan waktu tunggu singkat. Sedangkan, rantai pasokan eksternal meliputi produksi dan distribusi produk layanan kesehatan. Manajemen rantai pasokan mencakup fisik maupun informasi sumber daya untuk mengirimkan barang atau layanan kepada konsumen akhir. Oleh karena itu, rumah sakit membutuhkan keterampilan khusus, sistem TI digital, dan tim untuk memastikan pengiriman tepat waktu mengenai obat – obatan, peralatan medis, katering, binatu, produk perawatan, limbah, teknologi informasi, manajemen armada kendaraan, dan persediaan umum.
Lesson Learnt dan Strategi Ke Depan RS Menghadapi Pandemi COVID-19
- Situasi Terkini
Sebelum memasuki 2021, beberapa negara telah dilaporkan mengalami gelombang kedua pandemi COVID-19. Pada awal Januari 2020, WHO melaporkan bahwa secara global telah ada lebih dari 4 juta kasus baru dalam satu minggu terakhir sehingga menambah jumlah kumulatif kasus COVID-19 menjadi 90.6 juta (data 11 Januari 2021). Meskipun seminggu terakhir terjadi penurunan kasus 2%, namun ada 76 ribu kematian baru, dimana jumlah ini meningkat 3% dari minggu sebelumnya.
RSUD Mamuju Akan Ditutup Total Sementara
MAMUJU – Usai pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) ditutup selama tiga hari pasca empat orang doker terkonfirmasi positif covid 19 pada minggu lalu, rencananya RSUD Mamuju akan ditutup total hari ini, menyusul semakin banyaknya tenaga medis difasilitas kesehatan tersebut yang dipastikan tertular virus corona.
Sekretaris daerah, H. Suaib langsung menginstruksikan agar RSUD ditutup sementara paling tidak selama satu minggu dengan catatan pihak RS segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait utamanya BPJS kesehatan. Tujuannya, agar pasien rujukan peserta BPJS dapat di alihkan ke RS lain untuk sementara sambil menunggu perkembangan di RSUD Mamuju.
Sepekan ke depan, RSUD Merauke tutup layanan rujukan dan rawat inap
Merauke – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, Provinsi Papua, dr. Yenni Mahuze, mengeluarkan surat edaran sehubungan dengan dua ruangan pelayanan di rumah sakit tersebut yang ditutup selama sepekan ke depan, terhitung 11-16 Januari 2021.
Dari surat edaran yang diterima Jubi, Senin (11/1/2021), Yenni mengatakan dua ruangan pelayanan yang ditutup adalah rujukan rawat inap dan pelayanan poli rawat jalan. Itu dilakukan setelah melihat jumlah pasien Covid-19 dengan kriteria sedang dan berat di kabupaten di wilayah selatan Papua tersebut terus mengalami peningkatan.
Edisi Minggu ke 2: Selasa 12 Januari 2021
| Edisi Minggu ke 2: Selasa 12 Januari 2021
Lesson Learnt dan Strategi Ke Depan RS Menghadapi Pandemi COVID-19
Sebelum memasuki 2021, beberapa negara telah dilaporkan mengalami gelombang kedua pandemi COVID-19. Pada awal Januari 2020, WHO melaporkan bahwa secara global telah ada lebih dari 4 juta kasus baru dalam satu minggu terakhir sehingga menambah jumlah kumulatif kasus COVID-19 menjadi 90.6 juta (data 11 Januari 2021). Meskipun seminggu terakhir terjadi penurunan kasus 2%, namun ada 76 ribu kematian baru, dimana jumlah ini meningkat 3% dari minggu sebelumnya. Layanan Kesehatan yang Bermutu dan Tangguh Terhadap Bencana: Apakah membutuhkan Pendekatan Reformasi Kesehatan?
Sistem Kesehatan di Indonesia mengalami goncangan hebat sepanjang 2020 lalu akibat bencana non alam pandemi COVID-19. Pandemi ini berdampak dan menguji langsung Sistem Kesehatan Nasional dan Daerah (SKN dan SKD), yang mana keduanya diperhitungkan lemah untuk menghadapi ancaman ketahanan kesehatan, bencana alam, maupun bencana non alam seperti saat ini. Dalam menghadapi tantangan berat ini, ada pertanyaannya apakah Pemerintah akan melakukan strategi Reformasi Kesehatan? Apakah pendekatan reformasi ini tepat dilakukan dalam masa pandemi COVID-19 dan sesudahnya? Kegiatan Outlook ini akan mencoba membahas apa yang terjadi di tahun 2020 dan apa yang mungkin akan terjadi pada 2021. Acara diselenggarakan oleh Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK – KMK UGM pada Rabu, 13 dan 20 Januari 2021 melalui zoom meeting. Hasil Rapat Kesiapan Rumah Sakit Pasca Libur Nataru Rapat kesiapan RS pasca libur Natal Tahun Baru yang diselenggarakan pada 9 Januari 2021 menghasilkan sejumlah hal penting untuk diikuti. Update hingga saat ini, penambahan kasus harian mengalami peningkatan pasca beberapa kali libur panjang, sementara angka kematian meningkat pasca cuti bersama akhir Oktober yang tercatat di 8 provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Bali dan Kalimantan Selatan. Melihat hal tersebut, dipaparkan sejumlah strategi penanganan diantaranya: alokasi untuk pasien COVID-19 harus ditingkatkan kapasitasnya hingga 25 – 30%, hal ini sudah dilaksanakan RS BUMN padaMaret 2020. Strategi kedua ialah pemanfaatan isolasi terpusat bagi pasien gejala ringan dan tanpa gejala. Strategi ketiga merelaksasi regulasi STR di minggu pertama Januari 2021, jika hal ini dapat dilakukan maka 10 ribu perawat bisa langsung bekerja di RS tanpa harus menunggu terbitnya STR. Terakhir dan yang esensial ialah memastikan kesiapan obat – obatan dan alat kesehatan di RS. Kesiapan Rumah Sakit Menghadapi Lonjakan Kasus COVID-19 Pasca Natal dan Tahun Baru Materi ini dipaparkan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI pada 9 Januari 2021. Setelah 2 kali mengalami libur panjang yaitu Maulid Nabi dan Natal Tahun Baru, kasus positif di Indonesia mencapai rekor harian tertinggi yaitu 10.617. 3 provinsi yang masuk zona merah saat ini ialah DKI Jakarta, Banten dan DI Yogyakarta. Ketersediaan ICU COVID-19, DKI Jakarta 82,63%; Banten 90,24%; dan DIY 86,15%. Diperkirakan pada 1 Februari 2021, ICU di DKI Jakarta akan terpakai full 100 persen, dengan data yang ada 24 persen yang dirawat merupakan warga luar DKI. Sementara untuk ketersediaan obat nasional untuk COVID-19 masih mencukupi untuk 1-6 bulan ke depan. Faktor penentu keberhasilan kesiapsiagaan dalam menangani pandemi antara lain: kemampuan daerah dalam mendeteksi dan memprediksi jumlah lonjakan sangat dibutuhkan dalam persiapan faskes daerah, kemudian komitmen dan dukungan kepala daerah sangat dibutuhkan dalam hal ini, upaya tersebut harus diikuti dengan kerja sama sistem rujukan antar kabupaten/kota dalam provinsi, akhirnya penurunan infeksi di masyarakat akan sangat berperan dalam mengurangi beban layanan kesehatan sehingga angka kematian akibat COVID-19 dapat ditekan. Pemaparan Menteri Kesehatan mengenai Penanganan COVID-19 – 5 Januari 2021 |
|||
| Website ini akan update setiap Selasa pagi. Nantikan Informasi terbaru setiap minggunya. | |||
|
+ Arsip Pengantar Minggu Lalu |
|||
|
|
Hampir 20% Pasien Menerima Diagnosis Psikiatri dalam Waktu Tiga Bulan Setelah COVID-19 | ||
Pasien Covid-19 di RSUD Wongsonegoro Semarang Membludak
Kasus Covid-19 benar-benar telah meledak di Jawa Tengah. Hingga Sejumlah rumah sakit di Kota Semarang, mengaku sudah kewalahan menampung pasien Covid-19. Hal itu menyusul jumlah pasien Covid-19 yang terus mengalami lonjakan setiap harinya.
Bahkan, saking banyaknya ada beberapa pasien yang harus menunggu giliran untuk bisa ditampung di ruang intensive care unit (ICU) atau isolasi untuk mendapat perawatan intensif. Seperti yang terjadi di RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro atau yang populer disebut RS Ketileng.
Pemkot Bekasi Tambah RSUD Tipe D Pasien Covid-19
Bekasi – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menambah satu unit RSUD Tipe D yang berlokasi di Bekasi Utara. Penambahan rumah sakit sakit dikhususkan bagi pasien Covid-19. Secepatnya, rumah sakit ini dioperasikan setelah pengadaan tempat tidur selesai dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bekasi.
“Pembangunan sudah selesai, tinggal menyiapkan bed (tempat tidur)-nya,” ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Rabu (6/1/2021).
Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, RSUD Andi Makkasau Tambah Kamar Isolasi
PAREPARE—RSUD Andi Makkasau Kota Parepare kembali melakukan penambahan kamar isolasi dan tempat tidur bagi Paisen COVID-19. Hal ini dilakukan menyusul semakin melonjaknya jumlah pasien.
“Awalnya kapasitas kita hanya 36 tempat tidur terus ditambah 53 tempat tidur, namun karena terus melonjak sekarang kita tambah lagi kapasitasnya menjadi 69 tempat tidur, terdiri dari 63 tempat tidur untuk ruang isolasi dan 6 ICU untuk pasien COVID-19,” ujar dr Renny Angraeny Sari, Direktur RSU Andi Makkasau, saat dihubungi, Rabu, (6/1/2021).
Ruang Isolasi Penuh, Layanan IGD RSUD Atambua Ditutup
ATAMBUA – Pelayanan IGD di Rumah Sakit Umum Dearah ( RSUD ) Mgr Gabriel Manek Atambua, Kabupaten Belu, NTT ditutup hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Keputusan ini diambil akibat rumah sakit tersebut kehabisan ruangan isolasi pasien COVID-19.
Pihak rumah sakit kewalahan karena banyaknya pasien COVID-19 yang datang. Jumlah ruang isolasi yang tersedia saat ini sudah terisi penuh dengan pasien yang dirawat.










