SLEMAN – Alat pemeriksa tes cepat molekuler (TCM) untuk deteksi virus corona sudah dioperasikan di RSUD Sleman sejak awal Oktober lalu. Mesin ini memiliki kelebihan waktu pemeriksaan yang lebih pendek dibandingkan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengungkapkan, pemeriksaan sebuah sampel dengan TCM bisa selesai dalam waktu kurang lebih dua jam. Jauh lebih singkat dibanding metode PCR yang butuh waktu sekitar 2-3 hari sampai bisa diketahui hasilnya. Selain itu, pemeriksaan PCR hanya dapat dilakukan di laboratorium yang ditunjuk oleh pemerintah.









