|
Salam jumpa Bapak/Ibu pemerhati Manajemen Rumah Sakit, Edisi Minggu ini Selasa, 14 September 2021 kami sajikan beberapa Artikel / Jurnal / Berita dan Agenda sebagai berikut:
COVID-19 telah mempengaruhi kehidupan dan kesehatan lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia. Ini membanjiri sistem perawatan kesehatan banyak negara, dan, tentu saja, memengaruhi penyedia layanan kesehatan seperti perawat yang berjuang di garis depan untuk melindungi kehidupan semua orang yang terkena dampak. Reportase Hospital Management Webinar “COVID-19 Update: Let’s Stay Strong Together”
Webinar ini dilaksanakan atas kerja sama Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), IDI dan Darya Varia Laboratoria. Webinar ini dibuka oleh pengantar dari dr Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes selaku Ketua Umum PERSI. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K)., MARS., DTM&H., DTCE., FISR. (Direktur Pascasarjana Universitas YARSI), Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., PhD. (Staf Khusus Menteri Kesehatan), Dr dr Darwito, SH, Sp.B(K), Onk (Direktur RSA UGM) dan dimoderatori oleh dr Untung Sutarjo, M.Kes. Reportase Initial Meeting dengan Fasilitas Kesehatan terkait Persiapan Pengambilan Data
Pada Selasa, 31 Agustus 2021 dilaksanakan pertemuan awal dengan fasilitas kesehatan terkait penelitian tentang Penilaian Beban Kerja Tenaga Kesehatan dan Lingkungan Kerja yang Aman Selama Pandemi COVID-19 di Indonesia Menggunakan Pendekatan Participatory Action Research secara online melalui zoom. Dalam pertemuan ini, diundang sejumlah 24 rumah sakit dan puskesmas dari empat provinsi di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. Reportase Webinar Construct a Safe and Stable Smart Hospital
Webinar ini dilaksanakan atas kerja sama Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dengan RS St Carolus yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai penggunaan telemedicine di RS St Carolus dalam hal ini sistem telemedicine yang ada disana. Kegiatan diawali dengan pengantar dari Toni Widjaya (Account Manager H3C) dan dr Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes selaku Ketua Umum PERSI. Pentingnya Rumah Sakit Pemerintah Menguasai Akuntansi Manajemen
Berdasarkan Undang – Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit menyatakan bahwasanya rumah sakit publik yang dikelola pemerintah pusat maupun pemerintah daerah diharuskan menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum/Badan Layanan Umum Daerah (PPK BLU/D). Pentingnya rumah sakit untuk menjadi BLU/D adalah menitikberatkan pada fleksibilitas pengelolaan keuangan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat tanpa mengutamakan keuntungan dan menerapkan praktik bisnis yang sehat dengan menjalankan prinsip efisiensi dan produktivitas. |
|||
| Website ini akan update setiap Selasa pagi. Nantikan Informasi terbaru setiap minggunya. | |||
|
+ Arsip Pengantar Minggu Lalu |
|||
|
|
Pentingnya Rumah Sakit Pemerintah Menguasai Akuntansi Manajemen |
|
Keselamatan Pasien – Perspektif Budaya |
Perawat di Garda Terdepan Melawan Pandemi COVID-19

COVID-19 telah mempengaruhi kehidupan dan kesehatan lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia. Ini membanjiri sistem perawatan kesehatan banyak negara, dan, tentu saja, memengaruhi penyedia layanan kesehatan seperti perawat yang berjuang di garis depan untuk melindungi kehidupan semua orang yang terkena dampak.
Direktur RSUD Lubuksikaping Akui Sarana Prasarana di Rumah Sakit Masih Terbatas
PASAMAN –– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuksikaping, Kabupaten Pasaman, hingga saat ini masih memiliki sejumlah keterbatasan dalam melayani pasien. Salah satunya keterbatasan dokter spesialis.
Direktur RSUD Lubuk Sikaping, Yong Marzuhaili mengakui, bahwa rumah sakit yang ia pimpin sejak 2016 lalu masih dihadapkan dengan sejumlah keterbatasan. Antara lain, keterbatasan dokter spesialis.
Pasien Covid Dirawat Tersisa 8 Orang, RSUD Sele Be Solu Sorong Steril
SORONG, iNews.id – Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit Kota Sorong, Papua Barat, tersisa delapan orang. Mereka kini menjalani penanganan di dua rumah sakit.
“Lima pasien dirawat di Rumah Sakit TNI AL dan tiga orang pasien dirawat di rumah sakit darurat,” kata juru bicara Satgas Covid-19, Ruddy Rudolf Lakku, di Kota Sorong, Papua Barat, Kamis (9/9/2021).
RSUD RAA Tjokronegoro Kembali Terima Pasien Rawat Inap Non Covid-19
PURWOREJO, Mulai tanggal 6 September 2021, pelayanan rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Tjokronegoro Purworejo sudah kembali menerima pasien non Covid-19. Sebelumnya RS tersebut menjadi salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di wilayah Purworejo dan sekitarnya.
Direktur RSUD RAA Tjokronegoro, dr Tolkha Amaruddin, Sp,.THT.KL, M.Kes menjelaskan, pembukaan kembali pelayanan rawat inap untuk pasien non Covid-19 dikarenakan jumlah kunjungan pasien Covid-19 yang sudah menurun.
RSUD RA Basoeni Tiap Hari Gelar Vaksinasi Covid-19
RSUD RA Basoeni menggelar vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan kedua, ke ratusan warga, Kamis (9/9). Langkah ini untuk mendukung program pemerintah sebagai upaya tercapainya herd immunity dan mencegah penularan Covid-19.
Direktur RSUD RA Basoeni Kabupaten Mojokerto dr Ulum Rokhmat Rokhmawan MH mengatakan, sekitar 400 warga sangat antusias dan menerapkan prokes selama mengikuti vaksin. Dan, terdapat tiga jenis vaksin yang disediakan. Yakni, Sinovac, AstraZeneca, dan Moderna. ’’Pelayanan vaksin yang kami berikan adalah dosis pertama dan dosis kedua,’’ katanya.
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Edukasi Masyarakat Melalui Podcast
SUMENEP – Selain memberikan pelayanan maksimal kepada pasien yang dirawat, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Madura, Jawa Timur, juga terus memberikan edukasi seputar kesehatan kepada masyarakat.
Edukasi seputar kesehatan oleh rumah sakit milik Pemkab Sumenep itu, salah satunya, gencar dilakukan melalui podcast di kanal youtube RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.
KAK Workshop Expert Working Group Mengaplikasikan Workload Indicators of Staffing Need (WISN)
Kerangka Acuan Kegiatan
Workshop Expert Working Group
Mengaplikasikan Workload Indicators of Staffing Need (WISN)
Rabu – Jumat, 15 – 17 September 2021
Latar Belakang
Sejak kasus COVID-19 pertama yang dikonfirmasi diumumkan pada akhir 2019, penyakit virus korona telah menjadi keadaan darurat kesehatan global. Pandemi COVID-19 telah menyebabkan angka kematian global yang sangat tinggi, dengan ribuan pekerja kesehatan terinfeksi (Baud et al, 2021). Secara global pada 18 Agustus 2021, terdapat 209 juta kasus COVID-19 yang dikonfirmasi, termasuk 4.3 juta kematian, dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Negara berkembang umumnya mengalami tingkat COVID-19 terkait perawatan kesehatan yang tinggi, sebagian karena kekurangan APD, peningkatan beban kerja, pelatihan yang tidak memadai dan praktik pengendalian infeksi, dan kelelahan karena pandemi (Alulani et al. 2021). Pada jenis pelayanan tertentu di rumah sakit, misalnya di unit perawatan tinggi, petugas kesehatan harus bekerja dalam konteks yang sangat menyedihkan terkait dengan kondisi pasien, perubahan prosedur, kurangnya APD, dan beban kerja yang lebih berat (Marshall et al., 2021).
Keselamatan dan kesehatan pasien dan petugas kesehatan sangat erat kaitannya, karena hanya petugas kesehatan yang sehat dan didukung dengan baik yang dapat memberikan layanan kesehatan yang aman dan berkualitas kepada pasien. Pandemi COVID-19 saat ini mengungkapkan tantangan dan risiko yang sangat besar bagi petugas kesehatan di seluruh dunia dalam merawat pasien mereka termasuk paparan patogen, jam kerja yang panjang, kelelahan, kelelahan akibat kerja, stigma, dan kekerasan fisik dan psikologis. Selain itu, petugas kesehatan garis depan menunjukkan tingkat tekanan psikologis terkait COVID-19 yang tinggi. Oleh karena itu, memastikan kesehatan fisik dan mental petugas kesehatan sangat penting dalam mempertahankan kesiapan, respons, dan pemulihan COVID-19.
Mengingat situasi yang mengkhawatirkan di antara petugas kesehatan yang merawat pasien COVID-19 di Indonesia, penting untuk memahami faktor – faktor yang berkontribusi terhadap morbiditas dan mortalitas petugas kesehatan. Bukti atau studi tentang faktor risiko dan dampak terhadap petugas kesehatan dalam menanggapi COVID-19 di Indonesia saat ini masih terbatas, terutama beban kerja, tekanan psikologis, kelelahan, dan kejenuhan pekerjaan. Penilaian tentang beban kerja petugas kesehatan dan lingkungan tempat kerja diperlukan. Hasil penilaian ini akan menjadi instrumen dalam mengidentifikasi tindakan korektif yang dapat dilaksanakan oleh Kemenkes dan semua pemangku kepentingan terkait.
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK – KMK UGM mendapatkan kepercayaan dari WHO Indonesia dan Direktorat Keselamatan Kerja dan Olahraga, Kemenkes RI untuk melaksanakan studi terkait Kesehatan dan keselamatn kerja tenaga kesehatan. Kajian studi ini untuk melihat Workload Indicators of Staffing Need (WISN) Untuk Tenaga Kesehatan dan Safe Environment fasilitas kesehatan saat pandemik COVID-19. Salah satu komponen penting dalam WISN adalah menentukan indikator beban kerja utama aktivitas standar untuk setiap katergori tenaga kesehatan. Hal ini penting, karena beban kerja tenaga kesehatan pada saat situasi kebencanaan seperti ini semakin meningkat. Oleh karena itu, penting sekali untuk kembali melakukan pemetaan terhadap aktifitas kerja tenaga kesehatan yang terjadi di lapangan. Tentu saja yang paling mengetahui apa saja aktivitas tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan adalah tenaga kesehatan itu sendiri. Oleh karena itu, kami mengundang perwakilan tenaga Kesehatan di faskes yang menjadi tujuan studi kami untuk tergabung dalam Ezpert Working Group untuk bisa menghasilkan komponen beban kerja dan standard aktifitas yang akan digunakan dalam studi WISN kali ini.
Tujuan
Adapun tujuan dari pertemuan Working Group ini adalah:
- Memberikan pemahaman terkait dengan pelaksanaan metodologi WISN
- Mendeskripsikan peran dari Expert Working Group (EWG)
- Mendiskusikan definisi komponen beban kerja dan standard aktivitas dari setiap tenaga kesehatan
- Mencapai kesepakatan terhadap komponen beban kerja dan aktifitas standar yang telah disusun
Hasil yang Diharapkan
Hasil yang diharapkan dari pertemuan ini adalah:
- Peserta dapat memahami pelaksanaan metodologi WISN
- Peserta dapat mendeskripsikan peran dari EWG
- Peserta dapat Menyusun komponen beban kerja dan standar aktivitas dari setiap tenaga kesehatan
Peserta dapat membuat kesepakatan terhadap komponen beban kerja dan aktivitas standar yang telah disusun
Peserta
Peserta dalam pelaksanaan Expert Working Group Workshop kali ini adalah:
| No | Institusi | Unit |
| 1. | Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga, Kementerian Kesehatan RI | |
| 2. | Badan PPSDMK, Kementerian Kesehatan RI | Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDMK |
| 3. |
a) RS Penyakit Infeksi Prof. Sulianti Saroso b) Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading c) RS Paru Surabaya d) Puskesmas Manukan e) RS Dr. Pirngadi f) Puskesmas Darussalam g) RS Tk.II Pelamonia h) RSUD Sayang Rakyat i) Puskesmas Paccerakkang |
Perwakilan tenaga Kesehatan: 1. Dokter Spesialis Paru (1 orang/faskes) 2. Dokter Umum (1 orang/faskes) 3. Perawat (1 orang/faskes) 4. Bidan (1 orang/faskes) 5. Analis Laboratorium (1 orang/faskes)
Kriteria responden adalah:
|
| 4 | WHO Indonesia | 3 orang |
| 5 | PKMK FK-KMK UGM | 6 orang |
Waktu Pelaksanaan
Kegiatan ini akan dilaksanakan secara daring pada:
Hari/Tanggal : Rabu – Jumat , 15 – 17 September 2021
Zoom Link : dalam konfimasi
Agenda Kegiatan
| Hari 1, Rabu 15 September 13.00 – 15.30 WIB | ||
| 13.00 – 13.20 WIB | Pembukaan oleh Dir. PKMK FKKMK UGMSambutan oleh Dir. Kesjaor
Sambutan oleh WHO Indonesia Pembacaan agenda kegiatan |
|
| 13.20 – 15.00 WIB | Materi:Overview WISN
Peran dari EWG Definisi komponen beban kerja dan aktivitas standard Panduan untuk mengembangkan standard beban kerja untuk Grup 1 Mengembangkan allowance factor untuk mendukung dan tambahan aktivitas
|
|
| 15.00 – 15.15 WIB | Tanya Jawab | |
| 15.15 -15.30 WIB | Bertemu dengan fasilitator Diskusi untuk hari kedua | |
| Hari 2 Kamis 16 September, Pukul 13.00 – 15.00 WIB | ||
| 13.00 – 13.10 WIB | Pembukaan hari kedua dan Rangkuman hari I | |
| 13.10 – 15.00 WIB | Kerja Kelompok berdasarkan Jenis Nakes untuk mendefinisikan komponen beban kerja (di break out group) | |
| Hari 3 Jumat 17 September, Pukul 13.00 – 15.00 WIB | ||
| 13.00 – 13.05 WIB | Pembukaan | |
| 13.05 – 14.45 WIB | Validasi kelompok beban kerja dari masing-masing grup ke audiens | |
| 14.45 -15.00 WIB | Penutup | |
Pembiayaan
Kegiatan ini akan dibiayai oleh WHO Indonesia melalui dana penelitian yang disalurkan kepada PKMK FK – KMK UGM.
Reportase Hospital Management Webinar “COVID-19 Update: Let’s Stay Strong Together”
Reportase
Hospital Management Webinar
“COVID-19 Update: Let’s Stay Strong Together”
Sabtu, 4 September 2021
Webinar ini dilaksanakan atas kerja sama Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), IDI dan Darya Varia Laboratoria. Webinar ini dibuka oleh pengantar dari dr Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes selaku Ketua Umum PERSI. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K)., MARS., DTM&H., DTCE., FISR. (Direktur Pascasarjana Universitas YARSI), Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., PhD. (Staf Khusus Menteri Kesehatan), Dr dr Darwito, SH, Sp.B(K), Onk (Direktur RSA UGM) dan dimoderatori oleh dr Untung Sutarjo, M.Kes.
Reportase Initial Meeting dengan Fasilitas Kesehatan terkait Persiapan Pengambilan Data
Reportase
Initial Meeting dengan Fasilitas Kesehatan
terkait Persiapan Pengambilan Data
31 Agustus 2021
Pada Selasa, 31 Agustus 2021 dilaksanakan pertemuan awal dengan fasilitas kesehatan terkait penelitian tentang Penilaian Beban Kerja Tenaga Kesehatan dan Lingkungan Kerja yang Aman Selama Pandemi COVID-19 di Indonesia Menggunakan Pendekatan Participatory Action Research secara online melalui zoom. Dalam pertemuan ini, diundang sejumlah 24 rumah sakit dan puskesmas dari empat provinsi di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. Pertemuan juga dihadiri oleh Direktorat Kesehatan Kerja dan Olah Raga (Kesjaor) dan World Health Organization (WHO) Indonesia. Tujuan pertemuan ini untuk memberikan presentasi terkait pelaksanaan studi WISN dan Safe Environment dan mendeskripsikan metodologi dalam studi tersebut termasuk tahapan pengambilan data, data yang diperlukan, responden yang akan ditemui, dan waktu pelaksanaan.












