| Bacaan Baru: Social Determinants of Health in
The Assessment of Global Needs for Health
“The Assessment of Global Needs for Health”. Disamping itu, ada berbagai topik yang akan dibahas minggu ini di Geneva, silahkan simak melalui – |
| –
Telah Berlangsung Diskusi Bulanan PKMK Mei 2013
“Intervention Reporting”. Diskusi bulan ini akan menelaah makalah dari Riley dkk yang berjudul “Is reporting on interventions a weak link in understanding how and why they work? A preliminary exploration using community heart health exemplars”. Diskusi telah diselenggarakan pada Kamis, 16 Mei 2013 pukul 14.00-16.00 WIB. Kegiatan ini disiarkan secara langsung denganvideo streaming dan audio streaming pada jam tersebut melalui website www.kebijakankesehatanindonesia.net Untuk membaca informasi dan mengunduh makalah dalam diskusi ini, silahkan |
| – Telah Berlangsung Pelatihan Penyusunan RBA di Kupang dan Ide Peningkatan Investasi RS
Pada tanggal 10-11 Mei 2013 lalu di Kupang telah berlangsung Pelatihan Penyusunan RBA. Pelatihan ini diselenggarakan dalam kaitannya dengan kegiatan Performance Management and Leadership bagi sebelas RSUD di NTT, yang merupakan kegiatan untuk mendukung Program Sister Hospital. Pelatihan ini dilakukan untuk memperkenalkan bentuk perencanaan tahunan dalam kaitannya dengan persiapan sebelas RSUD tersebut dalam mengimplementasikan PPK-BLUD. Reportase dari pelatihan ini dapat Anda simak melalui link berikut –
Selain itu, terkait dengan perkembangan BLUD, pada tanggal 11 Mei juga berlangsung sebuah pertemuan oleh Subdit BLUD Kementerian Dalam Negeri bersama dengan beberapa narasumber untuk membahas mengenai PP 74 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. Diskusi ini membahas kendala pada pelaksanaan PP 74/2012 tersebut dan solusi apa yang perlu disusun dalam Permendagri yang akan dterbitkan terkait dengan pelaksanaan PP tersebut.
–
Bagi Anda yang tertarik dengan ide-ide untuk meningkatkan investasi RS, khususnya untuk RS swasta, silahkan ikuti pengalaman sebuah RS di Cina yang mengembangkan strategi financing inovatif. Materi ini disajikan pada pertemuan Asia Healthcare World pada akhir tahun 2012 lalu, di Marina Bay, Singapura. Silahkan
–
Selamat Beraktivitas!
|
Hubungi Kami
–
| —-Website ini dikembangkan oleh Divisi Manajemen Rumah Sakit Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM (PKMK FKKMK UGM). Divisi yang telah berdiri sejak tahun 1998 ini, telah aktif membantu berbagai pihak untuk meningkatkan kapasitas/skill para manajer rumah sakit di Indonesia, melalui berbagai bentuk konsultasi, pendampingan maupun pelatihan. Sarana website ini, diharapkan dapat mendukung pengembangan manajemen rumah sakit di Indonesia semakin baik. – |
| Website PKMK |
|
Penanggung Jawab Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc., PhD. Email: [email protected] Pengelola Divisi Manajemen Rumah Sakit PKMK FKKMK UGM |
|
Contact Person: Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi: Sarwestu Widyawan, ST, MPH Phone/WA : )/+6285 879 830 589 (Barkah) Email : [email protected] Alamat:Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta Telp/Faks. (0274) 549425 |
Menkes Resmikan RSUD Raja Ampat
SORONG – Bertepatan dengan HUT Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat yang ke-10 tanggal 9 Mei 2013, Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi Sp. A, MPH meresmikan RSUD Kabupaten Raja Ampat yang ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pembukaan selubung papan nama RSUD Raja Ampat.
Sebelum peresiman RSUD Raja Ampat, pagi harinya dilakukan upacara bendera di lapangan apel kantor Bupati Raja Ampat, dan yang bertindak sebagai Irup yakni Bupati Raja Ampat, Drs. Markus Wanma, M.Si.
Turut hadir dalam peresmian RSUD Raja Ampat, Gubernur Papua Barat Bram Atururi, Bupati Raja Ampat, Drs. Markus Wanma, M.Si, Wakil Bupati Raja Ampat, Drs. Inda Arfan, Ketua DPRD Raja Ampat, Henry AG Wairara, Wakil Walikota Sorong, dr.Hj. Pahimah Iskandar, Wakil Bupati Sorong Suka Harjono, S.Sos. M.Si, Wakil Bupati Tambrauw, Yohanis Yembra, S.Sos, Danlanal Sorong, Kol. Laut (P), Irvansyah, Danrem 171/PVT, Brigjen TNI Panji Suko Hari Judho, Dandim 1704/Sorong dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Gubernur Papua Barat Bram Atururi, dalam sambutannya, mengatakan dengan hadirnya RSUD ini diharapkan kedepan masyarakat Raja Ampat yang hendak berobat dengan intensitas penyakit yang kronis tidak perlu lagi ke Sorong, karena dokter ahli dan spesialis ada di RSUD ini. RSUD Raja Ampat merupakan RSUD pertama di Papua Barat yang memakai sistem hidrolik untuk para diving.
Bram Atururi tak lupa juga berpesan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan di sekitar lingkungan RSUD.”Jangan makan pinang dan buang di sembarang tempat, kita harus jaga bersama-sama rumah sakit ini,”tegasnya. Ia juga berterima kasih kepada Menteri Kesehatan yang bersedia datang untuk meresmikan RSUD ini.”Saya sebagai Gubernur Papua Barat, sangat berterima kasih kepada ibu menteri yang meluangkan waktu meresmikan RSUD Raja Ampat,”. terangnya.
Sementara itu Menteri Kesehatan dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, dalam sambutannya mengatakan bangga akan keindahan kabupaten Raja Ampat.”Sewaktu saya diminta untuk meresmikan RSUD ini, saya sangat senang, bahkan agenda lainnya saya minta protokoler saya untuk cancel,”terangnya.
Diharapkan kedepan RSUD Raja Ampat bisa dinaikan statusnya sebagai RSUD Kelas C, untuk itu diharapkan kepada pemerintah daerah untuk bekerja semaksimal mungkin, untuk meningkatkan statusnya.”Kami dari kementerian sangat senang bisa membantu bila Pemda Raja Ampat mempunyai niat yang tulus, disamping itu juga kami menekankan juga untuk pelayanan kepada masyarakat yang harus terarah. Pelayanan kepada masyarakat merupakan hal yang utama, jangan menyepelekan,”tandas Menkes.
Dalam kesempatan itu pula Menteri Kesehatan langsung memberikan hadiah kepada Pemerintah Kabupaten Raja Ampat untuk dipakai di RSUD, yakni satu unit mobil Ambulance keluaran terbaru.”Ini merupakan momen yang tepat dimana bertepatan dengan HUT Raja Ampat yang ke-10, oleh sebab itu sebagai hadiahnya saya berikan satu unit mobil Ambulance yang akan dipakai sebagai kendaraan operasional di RSUD Raja Ampat,”ujar Menkes.
Sumber: jpnn.com
Abaikan Cuci Tangan, Rumah Sakit Dinilai Minus
SURYA Online, MALANG – Cuci tangan merupakan satu di antara enam sasaran keselamatan pasien. Menurut Ketua Perhimpunan Pengendalian Infeksi indonesia (Perdalin) Malang Raya, dr Niniek Burhan, ketentuan tersebut telah ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).
“Menurut penelitian, ada banyak infeksi terjadi di rumah sakit. Dan dengan cuci tangan, infeksi tersebut bisa dikurangi,” jelas Niniek, saat lomba kreasi cuci tangan, Jumat (10/5/2013) di RSSA.
Untuk itu, gerakan cuci tangan mulai digalakan di setiap rumah sakit. Bahkan cuci tangan akan menjadi bagian dari akreditasi rumah sakit. “Selain untuk tenaga medis, fasilitas cuci tangan ini juga harus ada untuk pengunjung rumah sakit,” tambahnya.
Setiap lorong rumah sakit, harus ada fasilitas cuci tangan minimal cairan antiseptik untuk tangan. Sementara untuk tenaga medis ada lima ketentuan cuci tangan. Yaitu sebelum menyentuh pasien, setelah menyentuh pasien, setelah menyentuh lingkungan pasien, setelah menyentuh cairan tubuh pasien dan setelah tindakan apseptik. “Berapa kali tenaga medis menyentuh pasien, sebanyak itu juga dia harus cuci tangan,” tegasnya.
Rumah sakit yang mengabaikan ketentuan ini, tegasnya, akan mendapatkan akreditasi minus dari tim penilai. Untuk itu gerakan cuci tangan ini terus dikampanyekan di setiap rumah sakit di Malang Raya. Ke depan, kampanye yang sama juga ditujukan untuk seluruh masyarakat Malang Raya.
Sumber: tribunnews.com
3. Program Pelatihan Dasar Pengembangan Konsultan di Indonesia
Home---Konsultan---1.Pengertian Konsultan---2.Daftar Konsultan----Pelatihan Dasar----Pelatihan Lanjutan
Editor : Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., PhD ([email protected])

PROPOSAL PELATIHAN DASAR
TENAGA KONSULTAN MANAJEMEN RUMAH SAKIT
–
| PENDAHULUAN |
a. Menghadapi pasar global, persaingan industri pelayanan kesehatan makin ketat. Upaya untuk memenuhi berbagai tuntutan dalam bidang pelayanan kesehatan senantiasa dilakukan, salah satunya adalah dengan menggunakan tenaga konsultan di bidang manajemen kesehatan.
b. Adanya berbagai tuntutan dan perubahan di sektor kesehatan membutuhkan suatu pengelolaan yang profesional antara lain dengan penyediaan tenaga konsultan di bidang manajemen kesehatan, khususnya manajemen rumah sakit. Dalam era kompetisi global, dimana tingkat pertumbuhan rumah sakit di Indonesia relatif pesat, serta tingkat tuntutan profesionalisme manajemen semakin tinggi maka kebutuhan akan tenaga ahli konsultan manajemen kesehatan/rumah sakit juga akan semakin meningkat.
c. Guna menjawab tantangan tersebut di atas maka IKMK INTAKINDO (Ikatan Konsultan Manajemen Kesehatan Ikatan Tenaga Ahli Konsultan Indonesia) bermaksud menyelenggarakan Pelatihan Dasar Tenaga Konsultan Manajemen Rumah Sakit. Pelatihan tersebut diharapkan akan bermanfaat bagi para tenaga ahli konsultan manajemen kesehatan/rumah sakit yang ingin melanjutkan untuk mendapatkan sertifikasi internal IKMK, sebagai bukti kompetensi seorang Konsultan yang handal dan dapat dipertanggungjawabkan.
–
![]() |
TUJUAN |
a. Tujuan Umum.
Terselenggaranya kegiatan pelatihan kompetensi dasar dalam persiapan menuju sertifikasi tenaga ahli konsultan manajemen rumah sakit
b. Tujuan Khusus :
1) Teregistrasinya para calon tenaga ahli konsultan manajemen rumah sakit sebagai Anggota IKMK
2) Diperolehnya pengetahuan standar bagi tenaga ahli konsultan manajemen rumah sakit.
3) Sebagai syarat untuk melanjutkan ke tahap proses Registrasi Internal sebagai tenaga ahli konsultan manajemen rumah sakit yang terdaftar di IKMK.
–
![]() |
PESERTA |
a. Direksi, Manajer dan staf yang masih aktif bekerja di Rumah Sakit
b. Pendidikan S2 Manajemen Rumah Sakit dengan pengalaman kerja di Rumah Sakit minimal 2 th.
c. Dokter/Dokter Spesialis/Dokter Gigi/Sarjana S1 lainnya, tanpa S2 Manajemen Rumah Sakit dengan pengalaman sebagai Konsultan Manajemen Rumah Sakit minimal 10 th.
d. Mahasiswa peserta Pendidikan Magister dalam Program Studi Kajian Administrasi Rumah Sakit atau yang setara
Catatan : peserta dibatasi maksimal 30 peserta.
–
| MATERI dan PEMBICARA |
a. Materi.
1) Pandangan Kemenkes dalam Pembinaan Rumah Sakit
2) Pendapat Pengguna (user) Konsultan Manajemen Kesehatan dalam Kaitan Peningkatan Mutu Pelayanan
3) Sistem Registrasi dan Serifikasi Tenaga Ahli Konsultan Manajemen Rumah Sakit dalam IKMK.
4) Dasar – dasar Konsultan Manajemen Rumah Sakit.
5) Etika tenaga ahli konsultan.
6) Pemahaman Umum Proses Konsultansi dan Perbedaannya dengan Manajer Rumah Sakit
7) Keterkaitan Konsultan Manajemen RS dalam Pembangunan Sebuah RS
b. Pembicara.
1) Staf Kementrian Kesehatan RI
2) Ketua Umum IKMK INTAKINDO
3) Ketua BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi)
4) Wakil Asosiasi RS (Persi / Arssi/ Arsada)
5) Praktisi Konsultan / Nara Sumber yang tergabung dalam IKMK
–
![]() |
WAKTU dan TEMPAT |
a. Hari/tanggal : Kamis / 23 Mei 2013
b. Tempat : Golden Boutique Hotel Angkasa Jakarta, Jl. Angkasa I Jakarta
–
![]() |
PENDAFTARAN dan INVESTASI |
Pendaftaran peserta dimulai tanggal 1 April 2013 s.d. 18 Mei 2013, dengan cara :
a. Melalui SMS ke, No. 081 213 236 988 (Eko Winoto), 081 329 599 189 (Edhy)
b. Melalui website www.quantummanagement.biz
c. Mengirimkan fax formulir pendaftaran yang telah diisi lengkap disertai bukti transfer biaya investasi ke Quantum Management No. Fax : 0271-664982
—Biaya investasi sebesar Rp. 3.000.000,- per orang (tidak menginap di Golden Boutique Hotel Angkasa Jakarta), sudah termasuk Kartu Keanggotaan IKMK yang akan dikirimkan dalam waktu selambatnya 1 bulan) dibayarkan sebelum 18 Mei 2013. Pendaftaran akan ditutup apabila seudah mencapai peserta 30 orang.
—Semua pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening Bank BNI Cab. Surakarta Rek. 0267001330 a.n. Anggita Pratami Langsa, (dinyatakan pada formulir pendaftaran yang di fax).
–
![]() |
FASILITAS |
a. Mengikuti Bimtek selama 1 hari ;
b. Coffee break, lunch selama Bimtek;
c. Bimtek kits, modul dalam bentuk hard copy dan soft copy;
d. Sertifikat kepesertaan.
e. Bukti Keanggotaan IKMK INTAKINDO
—Catatan : Apabila akan dilanjutkan mengikuti Pelatihan Lanjutan dan Sertifikasi Tenaga Manajemen Rumah Sakit (Proposal Pelatihan terlampir), maka biaya investasinya adalah sebagai berikut :
- Paket A : Rp. 9.500.000,- per orang (termasuk akomodasi menginap 3 malam/single dan dinner, di Golden Boutique Hotel Angkasa Jakarta) dibayarkan sebelum 18 Mei 2013.
- Paket B : Rp. 9.000.000,- per orang (termasuk akomodasi menginap 3 malam/twin share dan dinner, di Golden Boutique Hotel Angkasa Jakarta) dibayarkan sebelum 18 Mei 2013.
- Paket C : Rp. 8.000.000,- per orang (tidak menginap di Golden Boutique Hotel Angkasa Jakarta) dibayarkan sebelum 18 Mei 2013.
Bagi peserta yang menginap di Golden Boutique Hotel Angkasa Jakarta :
- Check in mulai pukul 14.00 wib (dapat lebih awal kalau keadaan hunian hotel memungkinkan) hari Kamis tanggal 23 Mei 2013
- Check out pukul 12.00 wib hari Minggu tanggal 26 Mei 2013.
—Selain tanggal tersebut, bagi peserta yang hendak menginap di Golden Boutique Hotel Angkasa Jakarta Jakarta, biayanya di luar paket bimtek / masuk Personal Account.
–
![]() |
SUSUNAN ACARA |
Kamis, 23 Mei 2013
| Pukul | Uraian Acara | Pembicara | Ket |
| 07.30 – 08.00 | Registrasi | Panitia | |
| 08.30 – 08.35 | Pembukaan | MC | |
| 08.35 – 08.45 | Laporan Ketua Panitia | Dr. Sandra Dewi , MARS | |
| 08.45 – 09.00 | Sambutan Ketua IKMK | dr.Nancy Tobing, Sp.P, MARS | |
| 09.00 – 09.30 | Kebijakan Kementerian Kesehatan dalam Pembinaan Rumah Sakit | Sekjen Kemkes RI
dr.Supriyantoro,Sp.P, MARS |
Tentative |
| 09.30 – 10.00 | Rehatkopi | Panitia | |
| 10.00 -10.45 | Peran Tenaga Konsultan Manajemen Rumah Sakit dalam Peningkatan Mutu Pelayanan | Ketua PERSI Pusat |
Pilih
Salah Satu |
| 11.30 -12.15 | ROADMAP Sertifikasi Tenaga Ahli Konsultan Manajemen Rumah Sakit dan Program Kerja IKMK | Dr. Supriyantoro, Sp, MARS | |
| 12.15 -13.00 | Ishoma | Panitia | |
| 13.00 -13.45 | Etika Ahli Konsultan Manajemen Rumah Sakit | Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD | |
| 13.45 -14.30 | Dasar – dasar Konsultan Manajemen Rumah Sakit | Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD |
|
| 14.30 -15.15 | Pengembangan Kompetensi Konsultan | Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD |
|
| 15.15 –15.30 | Rehat Kopi | ||
| 15.30 -16.15 | Kompetensi Manager RS VS Konsultan manajemen RS | Dr. Hanna Permana Subanegara, MARS | |
| 16.15 -17.00 | Kunci Sukses mengelola hubungan konsultan-klien & antar konsultan sebagai Team | Dr. Hanna Permana Subanegara, MARS | |
| 17.00 | Penutupan – Selesai | Panitya |
sdsdsds
3. Program Pelatihan Lanjutan Pengembangan Konsultan di Indonesia
Home---Konsultan---1.Pengertian Konsultan---2.Daftar Konsultan----Pelatihan Dasar----Pelatihan Lanjutan
Editor : Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., PhD ([email protected])

PROPOSAL PELATIHAN LANJUTAN
TENAGA KONSULTAN MANAJEMEN RUMAH SAKIT
–
| PENDAHULUAN |
—Organisasi Pelayanan Kesehatan di Indonesia saat ini sedang mengalami berbagai tuntutan perubahan yang disebabkan oleh berbagai tekanan internal maupun eksternal organisasi. Hal tersebut mendorong semua rumah sakit (dengan berbagai jenis kepemilikan) untuk merubah pola kebiasaan dan cara kerja organisasi, untuk mencari jalan agar “survive” dalam menghadapi segala tantangan tersebut.
—Para pihak yang berkepentingan atas kemajuan organisasi pelayanan kesehatan / stake holder (Pemilik, Pengelola/Manajemen, Karyawan, Dokter dan pelanggan) secara simultan juga mengalami transformasi peran dan harapan masing – masing terhadap organisasi tersebut.
—Dengan adanya kenyataan tersebut, fungsi yang menjalankan operasional organisasi pelayanan kesehatan (rumah sakit, klinik, klinik pelayanan penunjang medik, Apotik), saat ini tampak sangat membutuhkan individu dan sistem yang mampu memimpin dan mengelola pelayanan secara profesional. Hal ini ternyata belum didukung oleh kelengkapan perangkat standar kompetensi profesi manajer pelayanan kesehatan yang memadai dan berlaku secara nasional. Akibatnya penyelengaraan kegiatan organisasi pelayanan kesehatan banyak didominasi oleh kegiatan rutin praktis di lapangan, karena kompleksitas produk pelayanan kesehatan yang harus dilayaninya, sehingga tampaknya tidak banyak waktu tersisa untuk memikirkan hal – hal yang bersifat pengembangan dan lebih konseptual.
—Pemikiran jangka panjang tercampur baur dengan rencana tindakan jangka pendek, bahkan tak jarang praktisi di profesi manajemen organisasi pelayanan kesehatan merasa kehilangan arah, segala pernyataan visi dan misi organisasi kehilangan jiwanya dan pada akhirnya berdampak pada menurunnya hasil (output) dan outcome (efek hasil) berupa rendahnya mutu pelayanan yang bila tidak diantisipasi segera akan mengancam kesinambungan keberadaan organisasi tersebut.
—Dengan adanya kondisi tersebut, maka para praktisi manajemen organisasi pelayanan kesehatan yang telah sadar dan “merasa” dirinya terjebak dalam kondisi seperti tersebut di atas, merasakan adanya kebutuhan bantuan pihak luar sebagai Konsultan yang dianggap lebih kompeten dan lebih obyektif menganalisis masalah mereka. Hasil yang diharapkan tidak lain adalah solusi yang “Tailor Made”, “doable”, serta memiliki jaminan hasil perbaikan yang terukur bagi kliennya.
—Perkembangan kebutuhan ini menumbuhkan “demand” akan Konsultan yang kompeten, yang ternyata secara jumlah dan mutu belum dapat dievaluasi hingga kini. Keberadaan konsultan saat ini ternyata memiliki berbagai latar belakang keilmuan, pengalaman pekerjaan dan jabatan, tetapi menerima penugasan dari kliennya tanpa melihat kesesuaian antara kompetensi / keahlian dan ketrampilan konsultan dengan jenis masalah yang dihadapi para kliennya.
—Hal ini dikhawatirkan pada satu saat akan menimbulkan kekecewaan para klien yang merasa dirugikan akan kinerja konsultan tersebut. Adapun yang menjadi beban klien tidak hanya resiko biaya tambahan sebagai fee konsultan, tetapi juga kerugian waktu dan proses akibat solusi yang diharapkan tidak kunjung diperoleh oleh kliennya.
—Untuk mengantisipasi hal itu, maka INTAKINDO melalui IKMK mencoba untuk menginisiasi pembuatan STANDAR KOMPETENSI KONSULTAN MANJAJEMEN KESEHATAN, yang menekankan tidak hanya sebagai filter bagi para konsultan yang akan menerima penugasan dari kliennya, tetapi juga pada sertifikasi dan pembekalan bagi calon konsultan.
—Di lain pihak upaya ini juga didorong oleh niat murni untuk lebih peduli pada kepuasan klien dari konsultan tersebut, yang sangat menggantungkan harapannya pada solusi yang ditawarkan konsultan tersebut. Secara tidak langsung, dengan semakin terjaminnya mutu solusi dari konsultan, maka organisasi pelayanan kesehatan di Indonesia dapat menempati posisi saing yang setara dibandingkan organisasi pelayanan kesehatan di negara lain yang lebih maju.
—Guna menjawab tantangan tersebut di atas maka IKMK INTAKINDO (Ikatan Konsultan Manajemen Kesehatan Ikatan Tenaga Ahli Konsultan Indonesia) bermaksud menyelenggarakan Pelatihan Lanjutan Tenaga Konsultan Manajemen Rumah Sakit, yang merupakan pembekalan mengenai kompetensi standar yang harus dikuasai anggota IKMK. Adapun Pelatihan ini adalah kelanjutan dari Pelatihan Dasar yang telah diterima oleh para anggotanya.
—Pelatihan ini diharapkan akan bermanfaat bagi para Anggota IKMK untuk mendapatkan pengakuan yang sah dari ikatan yang mewadahinya, sehingga akan lebih menjamin mutu dan profesionalisme konsultan, sebagai anggota IKMK. Selain hal tersebut, setelah melalaui sertifikasi IKMK ini, maka anggota IKMK dapat melanjutkan untuk mendapatkan sertifikasi ke tingkat nasional (yang masih dalam proses), sebagai bukti kompetensi seorang Konsultan yang handal dan dapat dipertanggungjawabkan.
–
![]() |
TUJUAN |
a. Tujuan Umum.
—Terselenggaranya kegiatan pelatihan kompetensi lanjutan sebagai syarat sertifikasi IKMK dan persiapan menuju sertifikasi Nasional tenaga ahli konsultan manajemen rumah sakit
b. Tujuan Khusus :
1) Tersertifikasinya para anggota IKMK sebagai tenaga ahli konsultan manajemen rumah sakit IKMK.
2) Standarisasi Kompetensi bagi tenaga ahli konsultan manajemen rumah sakit.
3) Terlaksananya pembinaan berkala terhadap para anggota IKMK, sebagai wadah berkumpulnya konsultan manajemen Rumah Sakit
4) Sebagai syarat untuk melanjutkan ke tahap proses sertifikasi nasional selanjutnya sebagai tenaga ahli konsultan manajemen rumah sakit.
–
![]() |
PESERTA |
—Seluruh Anggota IKMK yang telah teregistrasi, telah menjalani Pelatihan Dasar Konsultan Manajemen Rumah Sakit dan dibuktikan dengan memiliki kartu keanggotaan.
–
| MATERI dan PEMBICARA |
a. Materi.
1) Pemahaman Segala seluk beluk Proses Konsultasi dari seorang Konsultan
2) Mengetahui Aspek Legal dari perjanjian Kerja seorang Konsultan
3) Penjabaran satu per satu ”Unit Kompetensi Konsultan Manajemen Rumah Sakit”
4) Tips Khusus dari para Pakar Konsultan dan Nara Sumber
b. Pembicara.
1) Pakar dan Nara Sumber Konsultan Manajemen Kesehatan
2) Penasehat dan Pengurus IKMK
3) Praktisi Konsultan Manajemen Rumah Sakit
–
![]() |
WAKTU dan TEMPAT |
a. Hari/tanggal : Jum’at – Minggu / 24 – 26 Mei 2013
b. Tempat : Golden Boutique Hotel Angkasa Jakarta, Jl. Angkasa I Jakarta
–
![]() |
PENDAFTARAN dan INVESTASI |
Pendaftaran peserta dimulai tanggal 1 April 2013 s.d. 18 Mei 2013, dengan cara :
- Melalui SMS ke, No. 081 213 236 988 (Eko Winoto), 081 329 599 189 (Edhy)
- Melalui website www.quantummanagement.biz
- Mengirimkan fax formulir pendaftaran yang telah diisi lengkap disertai bukti transfer biaya investasi ke Quantum Management No. Fax : 0271-664982
—Sehubungan terbatasnya tempat, dimohon segera mendaftarkan diri sebelum tanggal 4 Mei 2013. Pandaftaran dapat ditutup apabila sudah mencapai jumlah peserta yang ditentukan oleh penyelenggara maksimal 40 orang. Investasi per orang/peserta sebagai berikut :
- Paket A : Rp. 6.500.000,- per orang (termasuk akomodasi menginap 2 malam / single, di Golden Boutique Hotel Angkasa Jakarta) dibayarkan sebelum 18 Mei 2013.
- Paket B : Rp. 6.000.000,- per orang (termasuk akomodasi menginap 2 malam / twin share, di Golden Boutique Hotel Angkasa Jakarta) dibayarkan sebelum 18 Mei 2013.
- Paket C : Rp. 5.000.000,- per orang (tidak menginap di Golden Boutique Hotel Angkasa Jakarta) dibayarkan sebelum 18 Mei 2013.
—Semua pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening Bank BNI Cab. Surakarta Rek. 0267001330 a.n. Anggita Pratami Langsa, (dinyatakan pada formulir pendaftaran yang di fax).
–
![]() |
FASILITAS |
- Akomodasi di Golden Boutique Hotel Angkasa Jakarta selama 2 malam (bagi yang mengambil Paket A atau Paket B);
- Mengikuti Bimtek selama 2 hari
- Coffee break, lunch dan dinner selama Bimtek;
- Bimtek kits, modul dalam bentuk hard copy dan soft copy;
- Sertifikat kepesertaan.
- Sertifikat Konsultan IKMK yang akan dikirimkan dalam waktu selambatnya 1 bulan
- Biaya pemetaan kompetensi (sesuai jadwal tersendiri) yang terdiri dari :
a. Interpersonal communications
b. Active listening
c. Diagnostics: Identify Root Causes for Problems
d. Creativity: Solutions, Project Design, Implementation Planning
e. Coaching and guiding
f. Decision making and problem solving
g. Presentation skills
Catatan : Bagi peserta yang menginap di Golden Boutique Hotel Angkasa Jakarta
a. Check in mulai pukul 14.00 wib (dapat lebih awal apabila keadaan hunian hotel memungkinkan) hari Jumat tanggal 24 Mei 2013
b. Check out pukul 12.00 wib hari Minggu tanggal 26 Mei 2013.
—Selain tanggal tersebut, bagi peserta yang hendak menginap di Golden Boutique Hotel Angkasa Jakarta Jakarta, biayanya di luar paket bimtek / masuk Personal Account.
–
![]() |
SUSUNAN ACARA– |
HARI PERTAMA
| Pukul | Uraian Acara | Pembicara | Ket |
| 07.30 – 08.30 | Registrasi | Panitia | |
| 08.30 – 08.35 | Pembukaan | MC | |
| 08.35 – 08.45 | Sambutan Ketua IKMK | dr. Nancy Tobing, SpP, MARS | |
| 08.45 – 09.00 | Perkembangan Industri Konsultan Manajemen Kesehatan di Indonesia | Dirjend Kemkes RI
Atau yang mewakili |
|
| 09.00 – 09.50 | Pemahaman Umum Fungsi / Peran Konsultan dan arti dan Tahapan Proses Konsultansi | Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD | |
| 09.50 – 10.40 | Sikap Interpersonal Konsultan yang berciri “Fokus pada Klien” | Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD | |
| 10.40 -11.00 | Rehat Kopi | ||
| 11.00 -11.50 | Proses Pendekatan Klien sampai perjanjian Kerja sama
(Consulting Engagement) |
Prof. dr. Laksono Trinantoro, MSc, PhD | |
| 11.50 -12.40 | Dimensi Etika dalam Industri Jasa Konsultan | Prof. dr. Laksono Trinantoro, MSc, PhD | |
| 12.40 -13.30 | ISHOMA | ||
| 13.30 -14.20 |
|
Fresley Hutapea, SH, MH, MARS | |
| 14.20 -15.10 | Interpersonal Skill”
Menjaga Hubungan dengan Klien ”
|
Drs. Heru Kusumanto, MM, MBA/
Team SoftSkill- Assessment Center PPSDM |
|
| 15.10 -15.20 | Rehat Kopi | ||
| 15.20 -16.10 | Problem Solving | Drs. Heru Kusumanto, MM, MBA/
Team SoftSkill- Assessment Center PPSDM |
|
| 16.10-17.00 | Persuasi ; Negosiasi dan Persentasi | Drs. Heru Kusumanto, MM, MBA/
Team SoftSkill- Assessment Center PPSDM |
|
| 17.00 | Pre Test – Selesai | Panitya |
HARI KEDUA
| Pukul | Uraian Acara | Pembicara | Ket |
| 07.30 – 08.00 | Registrasi Ulang | Panitia | |
| 08.00 – 08.50 | Proses Analisa kondisi organisasi Klien | Dr. Suprijanto Rijadi, MPA, PhD | |
| 08.50 – 09.40 | Berbagai Jenis Kondisi organisasi Rumah Sakit yang membutuhkan pertolongan Konsultan dan kebutuhan klien | Dr. Suprijanto Rijadi, MPA, PhD | |
| 09.40 – 10.00 | Rehat Kopi | ||
| 10.00 – 10.50 | Teknik melakukan dan alat Diagnosa Masalah Organisasi | Dr. Suprijanto Rijadi, MPA, PhD | |
| 10.50 – 11.40 | Penetapan Prioritas Masalah dari sudut pandang Klien sesuai kemampuannya | Dr. Suprijanto Rijadi, MPA, PhD | |
| 11.40- 12.30 | Pembuatan Plan Of Action dalam pelaksanaan Kontrak Kerja | Dr. Suprijanto Rijadi, MPA, PhD | |
| 12.10 -13.00 | ISHOMA | ||
| 13.00 -13.50 | Pendampingan Klien dalam pengambilan Keputusan untuk pemilihan Solusi | Dr. Sandra Dewi, MARS | |
| 13.50 -14.30 | Taktik menghadapi berbagai sikap Klien (dalam perspektif Praktisi) | Dr. Sandra Dewi, MARS | |
| 14.30 -14.40 | Rehat Kopi | ||
| 14.40 -15.30 | Pengakhiran Kerja sama Konsultan (Closing Engagement) | Drs. Heru Kusumanto, MM, MBA | |
| 15.30 – 16.20 | Teknik Mempertahankan Hasil Kerja Konsultan setelah masa Kontrak selesai (Sustaining Result) | Drs. Heru Kusumanto, MM, MBA | |
| 16. 20 – 17.00 | Penutupan dan Post Test | Penasehat / Ketua IKMK |
HARI KETIGA : Pemetaan Kompetensi di PPSDM Kebayoran Baru
Jakarta, 1 April 2013
Ketua Panitia
dr. Sandra Dewi, MARS
Sekretaris Jenderal
Konsultan Aktivitas Mutu Klinis
Home---Konsultan---1.Pengertian Konsultan---2.Daftar Konsultan---Aktivitas Mutu Klinis---3.Program Pelatihan
–
| —–List Nama-Nama Konsultan yang Ahli di Bidang Ini—— | —–List Perusahaan Konsultan yang Ahli di Bidang Ini—– |
| – —1. dr. Tjahjono Kunjoro. MPH., DrPH
|
–
–
–
–
–
–
–
–
1. Pemahaman Mengenai Konsultan
Home--- Konsultan--- 1.Pengertian Konsultan----2.Daftar Konsultan
Editor : Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., PhD ([email protected])
a. Mengapa rumah sakit membutuhkan konsultan? (Silahkan klik)
…..Konsultan adalah salahsatu anggota dari kelompok tenaga ahli. Namun tidak semua tenaga ahli adalah konsultan. Tenaga ahli dapat berupa narasumber, dosen yang meneliti, peneliti, pelatih, ataupun coach. Konsultan manajemen merupakan tenaga ahli yang disewa untuk membantu menyelesaikan masalah organisasi penyewa…..
…..jadi konsultan bukan dosen, bukan peneliti, bukan pelatih. Konsultan adalah profesi….
Bagaimana dengan RS Indonesia?
—RS di Indonesia menghadapi berbagai perubahan penting, antara lain: Globalisasi pelayanan kesehatan, berjalannya BPJS di tahun 2014, adanya gejala persaingan tajam dan timbulnya rumahsakit-rumahsakit jaringan, kesulitan dalam mendapatkan dokter spesialis, sampai ke tuntutan hukum yang semakin berat. Catatan penting untuk perubahan-perubahan tersebut:
- Perubahan merupakan hal penting dan dapat meningkatkan kinerja, menurunkan kinerja, atau mematikan sebuah rumahsakit. Rumahsakit yang jaya pada saat kolonial Belanda belum tentu berada pada posisi yang sama di masa desentralisasi kesehatan di awal abad 21;
- Perubahan merupakan suatu proses yang berkelanjutan dan bukan hanya sebuah kejadian sesat. Perubahan akan mutu berasal dari peningkatan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang dapat diprediksi dan akan terus berjalan;
- Perubahan merupakan sesuatu yang wajar terjadi dan selalu terjadi. Ketika masyarakat menuntut pelayanan yang bermutu, maka wajar apabila memilih rumahsakit yang bermutu;
- Saat ini, di rumahsakit terjadi peningkatan laju perubahan dan kelihatannya akan semakin meningkat sejalan dengan keadaan dunia yang semakin kompetitif dan semakin pesatnya perkembangan teknologi kedokteran, disamping politik penganggaran kesehatan;
- Perubahan di rumahsakit bisa jadi merupakan hal yang ‘alami’, sesuatu yang selalu berevolusi dan adaptif, yang merupakan reaksi terhadap keadaan dan tekanan dari luar, termasuk cara pembayaran bagi tenaga dokter;
- Perubahan bisa jadi merupakan sesuatu yang ‘direktif’, yaitu diterapkan oleh manajemen ‘top-down’ atau ‘partisipatif’, yaitu melibatkan pihak-pihak yang terkena dampak perubahan. Perubahan menjadi BLU di rumahsakit pemerintah merupakan perubahan yang direktif;
- Perubahan bisa jadi merupakan suatu ‘proses bertahap’, yaitu perubahan-perubahan kecil yang berkesinambungan atau suatu ‘lompatan’, yaitu pergeseran radikal dari proses yang sekarang sedang berlangsung ke proses yang baru. Perubahan menjadi sebuah jaringan RS seperti jaringan RS Siloam merupakan suatu ”lompatan” yang diilhami oleh suksesnya jaringan hotel dan supermarket;
- Pengaruh perubahan tidak sepenuhnya bisa diprediksi; perubahan bukan suatu hal yang rapi dan perubahan yang terencana seringkali memerlukan penyesuaian melalui banyak pengalaman dan eksperimen. Pemimpin dan manajer RS perlu untuk memahami, dampak pengaruh perubahan harus dapat diantisipasi;
Dan mungkin yang paling penting adalah……….
- Ada hubungan antara perubahan dan lingkungan serta budaya organisasi.
Berbagai Jenis Rumah sakit yang membutuhkan konsultasi:
- Rumahsakit Pemerintah Pusat
- Rumahsakit Pemerintah Daerah
- Rumahsakit Swasta Yayasan (Keagamaan dan Sosial)
- Rumahsakit Swasta berbentuk PT
- Rumahsakit Pendidikan Pemerintah dan Swasta
- Rumahsakit Berbentuk Jaringan
- Karena sifat-sifat alamiah konsultan: pekerjaan konsultan menarik karena bersifat dinamis, dengan lingkungan yang selalu berubah dengan interaksi harian dengan konsultan. Disamping itu konsultan juga memberikan semacam kepuasan bagi orang yang senang menghadapi tantangan.
- Ketidak-puasan dengan pekerjaan di kantor yang membelenggu. Ada berbagai orang yang tidak suka dengan suasana kantor yang birokratis, penuh hal yang membelenggu kreativitas dan cita-cita. Pekerjaan konsultan merupakan suatu kesempatan untuk melepaskan diri dari belenggu kantor.
- Mendekati masa pensiun, namun masih aktif, segar dan tetap ingin bekerja. Ada banyak direktur rumahsakit yang memasuki usia pensiun dalam keadaan masih segar dan aktif dan tidak ingin berhenti bekerja. Dalam hal ini pekerjaan konsultasi merupakan tantangan baru yang dapat ditempuh dengan berbagai pengalaman praktis yang dimiliki.
- Jiwa kewira-usahaan merupakan salah satu yang dapat mendorong orang menjadi konsultan. Dengan menjadi konsultan, jiwa kewira-usahaan dapat tersalurkan dimana akan bekerja berdasarkan kemampuan sendiri.
- Sebagai salahsatu jalur karier menjadi seorang anggota direksi di rumahsakit. Menjadi konsultan dapat juga menjadi pemicu seseorang untuk menjadi direksi rumahsakit.
—Perubahan dalam bentuk apapun berhubungan dengan tiga komponen lembaga pelayanan kesehatan yang secara efektif membentuk kultur lembaga pelayanan kesehatan seperti yang digambarkan dalam Bagan berikut ini. Manajemen Perubahan harus memperhatikan ketiga komponen tersebut, yaitu:
- Evolusi politis dan historis berbagai peraturan mengenai lembaga pelayanan kesehatan;
- Manajemen dan organisasi lembaga pelayanan kesehatan;
- Orang-orang yang bekerja bagi lembaga pelayanan kesehatan.

d. Apa saja jenis konsultan di rumah sakit? (Silahkan klik)
—Perubahan di sektor rumah sakit membutuhkan pengelolaan yang cermat, termasuk ketersediaan konsultan-konsultan. Beberapa pertanyaan kritis:
- Apa definisi konsultan? Bagaimana beda konsultan manajemen dan konsultan teknis;
- Sampai seberapa jauhkah pengalaman yang harus dimiliki oleh seorang konsultan?
- Bagaimanakah kemampuan teknik dalam bidangnya?
Jenis Konsultan:
Secara garis besar, konsultan dapat dibagi menjadi dua kelompok:
a) Konsultan manajemen, dan
b) Konsultan teknis.
a) Konsultan Manajemen
adalah suatu profesi yang bertujuan untuk membantu organisasi melakukan pengembangan dan perubahan yang positif.
Berbagai ciri konsultan manajemen adalah:
- Konsultan manajemen biasanya berhadapan dengan para direktur, pemilih, atau eksekutif puncak di sebuah rumahsakit;
- Membutuhkan citra yang baik dan kemampuan tinggi dalam mengelola orang, serta kemampuan diplomasi;
- Harus mempunyai kemampuan tinggi untuk mengajak eksekutif rumahsakit yang enggan berubah dalam menerima visi manajemen baru;
- Sering berhubungan dengan proyek yang berorientasi pada orang dan membutuhkan keputusan;
- Sukses sebagai konsultan manajemen sering tergantung pada judgment dan pengalaman daripada analisis dan rancangan yang rasional.
b) Konsultan Teknik.
—Ciri utama konsultan teknik berbeda dengan konsultan manajemen. Sebagai contoh konsultan mesin tidak perlu terlalu memperhatikan etiket-etiket di kalangan eksekutif puncak. Hal yang dipentingkan adalah keahlian untuk mengatasi suatu masalah teknis yang spesifik.
Berbagai contoh Konsultan Teknik di sektor kesehatan adalah:
—Konsultan Teknik Medik, Konsultan Teknik Keperawatan, Konsultan Teknik Keuangan, Konsultan Teknik Mengelola Mutu Pelayanan, Konsultan Teknik Bangunan dan Tata Letak (termasuk Evaluasi Pasca Huni), Konsultan Teknik Gizi, Konsultan Teknik Farmasi, Konsultan Teknik Laboratorium, Konsultan Teknik Komunikasi, Konsultan Teknik Peralatan Medik, Konsultan Teknik Pendidikan dan Pelatihan, Ketrampilan Teknik melakukan akreditasi, Ketrampilan Teknik Informatika, Ketrampilan Teknik Pemasaran Sosial, dan lain-lain.
Catatan: Pembagian konsultan manajemen dan konsultan teknis tidak hitam putih.
Sukses Konsultan:
Untuk konsultan manajemen ada 3 hasil yang menurut Schaffer (1998) disebut sukses yaitu:
- Konsultan harus memberikan solusi atau metode baru untuk klien;
- Organisasi klien harus memperoleh perbaikan yang dapat diukur sebagai hasil dari mengadopsi solusi yang diberikan oleh konsultan;
- Klien harus dapat melakukan pengembangan berkesinambungan di masa mendatang.
—Dengan kata lain, konsultan manajemen tidak hanya ahli pada bidangnya, namun juga berfungsi sebagai agen perubah yang efektif dan turut bertanggung-jawab terhadap hasil akhir proyek konsultasi di klien. Dalam hal ini banyak konsultan yang hanya mau bertanggung-jawab pada sukses yang pertama saja.
Mengapa Konsultan gagal ?
Lima (5) hal mendasar yang membikin pekerjaan konsultan manajemen salah sejak awal yaitu:
- Proyek konsultasi didefinisikan berdasarkan produk konsultan, bukan berdasarkan hasil yang diinginkan untuk dicapai oleh klien;
- Jangkauan proyek didasarkan pada logika, bukan pada kesiapan klien untuk berubah;
- Adanya satu perubahan besar, bukan sukses yang bertahap;
- Tidak ada kemitraan antara konsultan dengan klien, dan
- Terlalu banyak dipakainya tenaga konsultan.
e. Kompetensi yang harus dimiliki oleh konsultan (Silahkan klik)
Silahkan klik Powerpoint ini untuk membahas Pengembangan Kompetensi Konsultan :
f. Etika konsultan (Silahkan klik)
Catatan untuk seorang konsultan agar dapat menjalankan fungsi secara etis (authencity consulting) adalah sebagai berikut:
- Do no harm to your client.
- Keep client information private unless the client or law requests otherwise.
- Do not create dependence by you on your client, nor by your client on you.
- Anticipate and avoid conflicts of interest (for example, representing two opposing interests at once).
- Do not act in the official capacity as an advocate for your client.
- Do not go beyond your own expertise.
- Do not skip the discovery phase of consulting.
–
Referensi: (Silahkan klik)
Holtz H. 1998. The Consultant’s Guide To Proposal Writing. Wiley
Kaye J. 1998. Inside the Technical Consulting Business. Launching and Building Your Independent Practice. John Wiley & Sons.
LeKander R.L. 1998 An introduction to Business Coaching. WorkGroup Resources, Inc.
Shaffer R.H. 1997. High Impact Consulting. Jossey-Bass Publishers. San Fransisco
Adapted from “Field Guide to Consulting and Organizational Development”–to obtain the entire book,
select “Publications” at http://www.authenticityconsulting.com
Kelompok Kerja Manajemen Obat dan Logistik
Manajemen Rumah S ------Home--- Kelompok Kerja----Manajemen Obat dan Logistik----Artikel
|
—Manajemen obat merupakan isu yang sangat penting karena di sebagian RS obat (dan logistik medis lainnya) merupakan salah satu sumber pendapatan sekaligus komponen biaya terbesar. Perputaran uang yang terjadi pada obat-obatan berpotensi menimbulkan moral hazzard di kalangan pemberi pelayanan kesehatan, industri farmasi, maupun masyarakat sendiri. Dilain pihak banyak juga RS yang masih mengalami keidakseimbangan persediaan obat dibandingkan dengan kebutuhan. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh pola penganggaran (pemerintah) dan pola peresepan (kesesuaian dengan formularium). Oleh karena itu, pengelolaan obat di RS harus diperkuat agar efisien dan dapat mendukung proses pelayanan kesehatan yang optimal bagi pasien. —Kelompok Kerja ini bertujuan : 1. Menyebarkan informasi mengenai perkembangan terkini pengelolaan obat, 2. Memberikan pelatihan bagi pengelola instalasi farmasi RS 3. Menyediakan diskusi rutin melalui audio streaming kepada para anggota |
Kegiatan Yang Akan Berlangsung –
|
–
Isi
—————diberi alert system untuk mendapatkan berita terbaru yang terkait dengan topik ini.
–
Pengguna
- Direktur Operasional RS
- Kepala Bidang Pelayanan/Kepala Bidang Penunjang
- Kepala Instalasi Farmasi RS
- Staf Instalasi Farmasi RS
–
–
Referensi
- Handbook of Supply Management at First-Level Health

- Hasil Penelitian: Availability and Management of Medicines and Medical Supplies

- Inventory Management Issues in Health Care Supply Chains

–
Tim
Penanggung Jawab
–
–
Contact Person:
Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi:
Tri Yuni Rahmanto, SE, S.Kep, Ners.
Email : [email protected]
Phone : +62 812 276 433 2





























