manajemenrumahsakit.net :: JAKARTA
Cerahnya prospek bisnis rumah sakit ibu dan anak
manajemenrumahsakit.net :: Meski tidak tercantum sebagai kebutuhan pokok, kesehatan merupakan masalah vital bagi manusia. Setiap manusia ingin selalu sehat supaya bisa melakukan aktivitas dan rutinitas sehari-hari. Apalagi, bagi yang sedang sakit, mereka ingin segera sembuh dengan berobat ke dokter atau rumah sakit .
Lantaran menjadi kebutuhan vital, tak heran, industri rumah sakit
Jadikan Rumah Sakit PT NMU Sebagai Contoh Keberhasilan
manajemenrumahsakit.net :: Surabaya- Bergabungnya PT Perkebunan Nusantara X (Persero) sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pertama kali membuat BPJS Divisi Regional VII bangga. Untuk itu, memasuki bulan ke sepuluh pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Divisi Regional VII akan mengajak rumah sakit milik PT Nusantara Medika Utama (NMU), anak perusahaan PTPN X, ke beberapa kegiatan sosialisasi program JKN ini.
Kepala Divisi Regional VII dr Andi Afdal Abdullah mengungkapkan, saya mendapatkan laporan bahwa rumah sakit yang menjadi provider BPJS diantaranya rumah sakit milik PT NMU kini sudah bisa membukukan laba dari peserta BPJS.
DPRD Sibolga Desak RSU FL Tobing Jadi BLUD
manajemenrumahsakit.net – Sibolga. Ketua DPRD Kota Sibolga Tonny Agustinus Lumbantobing mendesak Pemko segera mengubah status layanan Rumah Sakit FL Tobing Sibolga menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sehingga layanan kesehatan masyarakat semakin baik.
Desakan itu disampaikan Tonny setelah melihat langsung kondisi riil pelayanan dan fisik RSU Sibolga yang sampai sekarang masih jauh dari standar pelayanan rumah sakit dan harapan masyarakat. Terutama terhadap keluhan masyarakat yang kerap dilontarkan miring terhadap layanan RSU Sibolga.
“Dua tahun lalu, sudah kami sampaikan kepada Pemko Sibolga, tapi belum terealisasi sampai saat ini,” kata Tonny di gedung dewan, Senin (20/10).
Tonny yang saat itu didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga, Hendra Sahputra, mengungkapkan, perubahan status administrasi rumah sakit menjadi BLUD sangat positif untuk peningkatan pelayanan rumah sakit. Lebih efektif dan lebih efesien karena dengan BLUD, manajemen di rumah sakit akan lebih leluasa dalam mengelola sumber dana, demi terciptanya pelayanan prima. Dengan BLUD, proses administrasi dan pelayanan tidak lagi diatur oleh pemerintah daerah.
“Pihak rumah sakit bahkan diberi kewenangan membuat peraturan sendiri sesuai dengan regulasi yang berlaku, mulai dari penggajian atau pengadaan tenaga medis sampai dengan standard operating procedure (SOP),” kata Tonny.
Politisi Partai Demokrat itu kemudian berharap, BLUD RSU Sibolga segera direspon pemerintah daerah, apalagi diketahui bahwa, kompetitor RSU Sibolga sudah ada yaitu rumah sakit swasta.
“Kita melihat, fenomena sekarang, pasien lebih memilih pelayanan rumah sakit swasta dibandingkan rumah sakit pemerintah,” tutur Tonny. (juniwan)
Sumber: medanbisnisdaily.com
CDC Mengeluarkan Pedoman Penanganan Rumah Sakit Baru untuk Ebola
manajemenrumahsakit.net :: KBRN, Atlanta: Pasca serangan Ebola yang melibatkan dua perawat, Centers for Disease Control and Prevention (CDC/Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) menerbitkan pedoman penangan Ebola yang baru, Senin (20/10/2014), dengan fokus memberi perlindungan yang lebih baik kepada para pekerja perawatan kesehatan.
“Bahkan jika satu orang petugas kesehatan terinfeksi satu itu sudah terlalu banyak,” kata Direktur CDC, Tom Frieden wartawan.
Dia menekankan pentingnya lebih banyak pelatihan dan pengawasan, dan mengatakan bahwa para perawat harus memakai alat pelindung kulit mereka.
“Kami meningkatkan margin of safety dengan pedoman konsensus nyata yang memiliki tiga perubahan penting; Satu, pelatihan, berlatih -.Dua, kulit para perawat terlindungi. Tiga, pengamatan teliti di setiap langkah, “kata Frieden.
Perubahan pada periode pemantauan 21-hari yang berakhir sekitar empat lusin orang datang setelah bersentuhan kulit dengan pasien Ebola, yang meninggal akibat virus tersebut. Mereka semua sekarang dikabarkan secara resmi jelas tidak menunjukkan gejala apapun.
Masih ada petugas kesehatan lain yang merawat Duncan yang tetap dalam periode pemantauan 21-hari, kata Frieden. (CNN/AKS)
Sumber: rri.co.id
BPJS Kesehatan Dorong RSUD Seruyan Jadi BLUD
manajemenrumahsakit.net :: Kalimantan Tengah – SERUYAN, (Kalimantan-News) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan mendorong Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah, meningkatkan status menjadi badan layanan umum daerah (BLUD).
“Perubahan status akan meningkatkan pelayanan lebih maksimal. Olehn karen itu, kami mendorong agar RSUD ini segera menjadi BLUD,” kata Kepala BPJS Kesehatan Seruyan Dugan di Kuala Pembuang, Senin.
Ia menjelaskan, berbeda dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), pola pengelolaan keuangan BLUD memberikan keleluasaan bagi rumah sakit untuk menerapkan praktik bisnis yang sehat dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara optimal.
“Kalau menjadi BLUD, maka rumah sakit dapat mengelola keuangannya sendiri, sehingga tidak lagi menyetorkan pendapatannya ke kas daerah,’ katanya.
Dengan kewenangan mengelola keuangan sendiri, maka rumah sakit dapat pula mengambil kebijakan-kebijakan untukmempercepat pelayanan kesehatan, misalnya dalam pengadaan obat-obatan tanpa harus menunggu tender.
“Kalau sekarang yang termasuk sering dikeluhkan adalah kosongnya obat-obatan karena diadakan melalui proses tender. Sedangkan orang yang sakit perlu pelayanan cepat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Seruyan Bahrun Abbas mengatakan bahwa RSUD Seruyan harus berubah statusnya menjadi BLUD pada 2015.
“Wajib jadi BLUD, dan itu tinggal menunggu Peraturan Bupati (Perbup),” katanya.
Perubahan RSUD menjadi BLUD akan memangkas proses birokrasi penghambat pelayanan rumah sakit, dan bagi daerah akan menguntungkan, karena dari segi anggaran sebab pemerintah tidak lagi menyediakan dana bagi rumah sakit lewat APBD.
“RSUD Seruyan ini sudah siap menjadi BLUD, tinggal menunggu prosesnya akhirnya saja,” katanya.
Jadi Rumah Sakit, Dua Puskesmas Dirombak
manajemenrumahsakit.net :: Jakarta – Pemerintah DKI Jakarta bakal merombak total dua pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) kecamatan di Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan Jatinegara, Jakarta Timur. “Dua puskesmas itu harus segera diperbaiki untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Dien Emawati, Senin, 20 Oktober 2014.
Perbaikan ini berkaitan dengan rencana Dinas Kesehatan yang akan mengubah
RSUD Depati Hamzah Berupaya Naik Status
manajemenrumahsakit.net :: PANGKALPINANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang yang hingga kini masih berstatus type C, sedang berupaya untuk menaikkan statusnya menjadi type B. Hal ini diungkapkan Direktur RSUD Depati Hamzah Lucia Sinta Silalahi, Jumat (17/10). “Memang sekarang rumah sakit kita sedang berpacu untuk mengejar type B, dan kita sudah masukkan berkas pengusulannya akhir Agustus kemarin. Saat ini berkas kita sedang antri untuk dapat faksitasi,” terang Lucia.
Dalam upaya untuk menaikkan statu ke type B ini, Lucia mengatakan, RSUD juga sedang melakukan rehab gedung untuk menambah sarana ruang operasi agar pelaksanaan operasi tidak lagi dilakukan di ruang poli. “Diakhir tahun ini selain berpacu mengejar type B, kita juga lagi rehab ruang operasi. Mudah-mudahan akhir tahun ini selesai rehabnya, agar dokter bedah bisa melakukan operasi di ruang layak baru ini dan tidak dipoli lagi,” terang Lucia.
Meskipun masih banyak sarana penunjang yang belum beroperasi, namun untuk dokter spesialis sudah terpenuhi. Untuk penetapan type sebuah rumah sakit, menurut Lucia itu juga sudah menjadi wewenang Pemda masing-masing. “Dokter spesialis kita sudah terpenuhi, hanya sarana penunjang saja yang masih kurang. Dan semoga dalam waktu dekat, seiring berpacu ke type B, kita juga dapat segera membangun sarana penunjang lainnya,” tutup Lucia. (eza)
Sumber: radarbangka.co.id







