| Edisi Minggu ke 32: Selasa 11 Agustus 2020
Webinar Pentingnya Koordinasi Multi-Sektor Program Gizi Remaja di Masa Pandemi C-19 CoP for Health Equity 2 September 2020 Remaja didefinisikan sebagai individu yang berusia 10-19 tahun dan di Indonesia, ada sekitar 45 juta remaja dimana 22 juta di antaranya adalah remaja putri dan mereka menyumbang 18 persen dari total populasi. Masa remaja adalah periode ketiga dari tiga periode pertumbuhan tercepat yang terjadi di dalam siklus kehidupan seorang manusia, pertama sejak dalam kandungan dan yang kedua pada masa bayi (usia 0-1 tahun). Kecepatan tertinggi pertumbuhan linier terjadi pada masa remaja, dimana 15-25 persen tinggi orang dewasa dan 50 persen berat orang dewasa dicapai selama periode ini . Karena pertumbuhan yang pesat serta perubahan sosial dan perkembangan yang terjadi selama tahap kehidupan ini, remaja rentan terhadap masalah gizi . Remaja memiliki kebutuhan energi dan gizi yang meningkat untuk mempertahankan pertumbuhan yang sehat selama periode pertumbuhan yang cepat ini. COVID-19 dan Ketidaksetaraan Kesehatan pada Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Community of Practice for Health Equity
COVID-19 memiliki dampak yang sangat besar bagi masyarakat di seluruh dunia dan memagnifikasi ketimpangan – ketimpangan yang ada di masyarakat. Kelompok masyarakat yang rentan, seperti lansia, balita dan anak – anak, ibu hamil, penyandang disabilitas, penderita penyakit kejiwaan, etnik minoritas, dan lain – lain menghadapi tantangan yang lebih berat dibandingkan kelompok masyarakat yang lain. Langkah – langkah untuk mengurangi dampak COVID-19 pada masyarakat rentan telah dilaksanakan pada kelompok – kelompok rentan ini. Namun, salah satu populasi rentan yang sering menjadi prioritas akhir dalam kajian kesehatan publik adalah para warga binaan Lapas atau narapidana, padahal mereka adalah kelompok yang sangat rentan terhadap penyakit – penyakit menular, termasuk COVID-19. Reportase Webinar Pelayanan PCR Mandiri di Rumah Sakit sebagai Salah Satu Inovasi Pelayanan Terpadu 6 Agustus 2020
Webinar kali ini merupakan pertemuan lanjutan pembahasan mengenai PCR kerjasama PKMK FK-KMK UGM dengan National Hospital. Prof Dr. Aryati, dr. MS. Sp.PK(K) dan Prof Dr. Jusak Nugraha, dr. MS. Sp.PK(K) selaku pembicara pada pertemuan webinar kali ini. Prof Jusak sebagai pembicara pertama menyampaikan mengenai pengalaman implementasi multiplex PCR di rumah sakit dan studi kasus di National Hospital. |
|||
| Website ini akan update setiap Selasa pagi. Nantikan Informasi terbaru setiap minggunya. | |||
|
+ Arsip Pengantar Minggu Lalu |
|||
|
|
Tantangan yang Dihadapi Tenaga Kesehatan Wanita pada Pandemi Covid-19 |
||
COVID-19 dan Ketidaksetaraan Kesehatan pada Lembaga Permasyarakatan (Lapas)
COVID-19 dan Ketidaksetaraan Kesehatan pada Lembaga Permasyarakatan (Lapas)
CoP for Health Equity

COVID-19 memiliki dampak yang sangat besar bagi masyarakat di seluruh dunia dan memagnifikasi ketimpangan – ketimpangan yang ada di masyarakat. Kelompok masyarakat yang rentan, seperti lansia, balita dan anak – anak, ibu hamil, penyandang disabilitas, penderita penyakit kejiwaan, etnik minoritas, dan lain – lain menghadapi tantangan yang lebih berat dibandingkan kelompok masyarakat yang lain. Langkah – langkah untuk mengurangi dampak COVID-19 pada masyarakat rentan telah dilaksanakan pada kelompok – kelompok rentan ini. Namun, salah satu populasi rentan yang sering menjadi prioritas akhir dalam kajian kesehatan publik adalah para warga binaan Lapas atau narapidana, padahal mereka adalah kelompok yang sangat rentan terhadap penyakit – penyakit menular, termasuk COVID-19.
RSUD Kota Bogor Dapatkan Alat PCR
BOGOR — Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor akhirnya mendatangkan alat polymerase chain reaction (PCR). Alat itu, akan segera beroperasi usai pengajuan izinnya disetujui Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“PCR itu izinnya masih diurus. Jadi yang penting alatnya datang dulu,” kata Direktur RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir di Kota Bogor, Kamis (6/8).
RSUD Kota Tangerang Kembali Layani Pasien Non-Covid-19
Tangerang – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang kembali melayani pasien umum non-Covid-19 setelah sejak April 2020 hanya dikhususkan pasien positif Covid-19.
“Kebijakan new normal melalui Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 Pemerintah Indonesia sudah mulai membuka pembatasan sosial secara bertahap. Berdasar hal itu RSUD Kota Tangerang kembali melayani pasien umum sejak 13 Juli 2020 dan baru disialisasikan pada awal Agustus 2020 ini,” kata Direktur RSUD Kota Tangerang, Henny Herlina saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (7/8/2020).
Reportase Webinar Pelayanan PCR Mandiri di Rumah Sakit sebagai Salah Satu Inovasi Pelayanan Terpadu
Reportase Webinar
Pelayanan PCR Mandiri di Rumah Sakit sebagai Salah Satu Inovasi Pelayanan Terpadu
6 Agustus 2020

Webinar kali ini merupakan pertemuan lanjutan pembahasan mengenai PCR kerjasama PKMK FK-KMK UGM dengan National Hospital. Prof Dr. Aryati, dr. MS. Sp.PK(K) dan Prof Dr. Jusak Nugraha, dr. MS. Sp.PK(K) selaku pembicara pada pertemuan webinar kali ini. Prof Jusak sebagai pembicara pertama menyampaikan mengenai pengalaman implementasi multiplex PCR di rumah sakit dan studi kasus di National Hospital. Sejak 6 april 2020 laboratorium National Hospital sudah mengerjakan sendiri qRT-PCR SARSCov2, karena kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat maka per 1 juli 2020 mulai menggunakan PCR super kilat. Prof Aryati pembicara selanjutnya menyampaikan tentang multiplex PCR sebagai salah satu pemeriksaan yang dibutuhkkan pada saat pandemi COVID-19. Pemeriksaan idealnya tidak hanya pada yang bergejala, namun juga pada yang tidak bergejala bisa dilakukan. Disampaikan juga mengenai prosedur PCR mulai dari pengambilan sampel hingga keluar hasilnya. Jenis PCR juga bervariasi yaitu PCR Konvensional (seministed, nested, multiplex), realtime PCR (qPCR), dan lainnya (NASBA, RT-LAMP).
Perawat RSUD Nagan Raya Tinggalkan Pasien Covid-19, Protes Honor Belum Dibayar
JAKARTA – Karena honor tak kunjung turun, sejumlah perawat yang menangani pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Iskandar Muda di Kabupaten Nagan Raya, Aceh menggelar aksi protes. Aksi protes tersebut membuat para perawat meninggalkan pasien Covid-19 yang sedang diisolasi.
Direktur RSUD Nagan Raya, Doni Asirin membenarkan aksi protes tersebut. Para perawat meminta bertemu dengan dirinya. Namun dia membantah jika tindakan perawat meninggalkan pasien Covid-19 sebagai tindakan mogok kerja.
Dirut RSUD Sanjiwani Positif Covid-19
Direktur Utama RSUD Sanjiwani Gianyar, dr Ida Komang Upeksa, terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini, yang bersangkutan dirawat di RS Bali Mandara, Jalan Bypass Ngurah Rai Sanur, Denpasar Selatan, setelah sempat karantina mandiri di rumahnya.
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya, menyatakan hasil swab dr Ida Komang Upeksa positif terpapar Corona sudah diterimanya, Senin (2/8) sore. Hanya saja, karena berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG), saat itu dr Upeksa tidak langsung diisolasi di rumah sakit. “Lagipula, dr Ida Komang Upeksa sendiri meminta dikarantina secara mandiri di rumahnya,” jelas Wisnu Wijaya yang juga Sekda Kabupaten Gianyar, Rabu (5/8).
Pulang dari Surabaya, tenaga kesehatan RSUD Kepri positif COVID-19
Batam – Gugus Tugas COVID-19 Kota Batam menyatakan bahwa seorang tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Kepulauan Riau Raja Ahmad Tabib dinyatakan positif COVID-19 setelah sebelumnya melakukan perjalanan dari Surabaya, Jawa Timur.
“Seorang laki-laki berusia 49 tahun, aparatur sipil negara (ASN) tenaga kesehatan RSUD Provinsi Kepri, merupakan kasus baru COVID-19 nomor 338 Kota Batam,” kata Ketua Gugus Tugas COVID-19 Kota Batam Muhammad Rudi, dalam keterangan di Batam, Kamis.
Seorang Pegawai Positif Covid-19, RSUD Jambi Ditutup Sepekan
Jambi – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi melakukan penanganan serius terhadap munculnya penularan Covid-19 di lingkungan rumah sakit umum daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi. Untuk mencegah meluasnya penularan Covid-19 di RSUD Raden Mattaher Jambi, unit pelayanan poliklinik umum di rumah sakit tersebut akhirnya ditutup selama sepekan.
“Penghentian pelayanan poliklinik di RSUD Raden Mattaher Jambi dilakukan mulai Selasa – Minggu atau tanggal 4 – 8 Agustus 2020, menyusul adanya pegawai rumah sakit tersebut yang positif Covid-19. Selama penghentian pelayanan poliklinik tersebut, seluruh pegawai poliklinik RSUD Raden Mattaher Jambi menjalani uji laboratorium swab dengan metode Polimerace Chain Reaction (PCR),”kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah di Jambi, Rabu (5/8).
Belasan Tenaga Medis RSUD Dompu Isolasi Mandiri
Dompu – Sebanyak 11 tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu, menjalani isolasi mandiri di rumah. Pasalnya, mereka memiliki riwayat kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 yang meninggal pada Selasa, 4 Agustus 2020. Dari belasan orang tersebut, 3 diantaranya merupakan dokter dan 8 para medis.
Kasubag Humas RSUD Dompu, Ida Fitriani kepada wartawan di kantornya menjelaskan, isolasi mandiri sejumlah tenaga medis itu dilakukan untuk memperkecil potensi penularan, karena selaku tim penanganan awal ketika pasien baru dibawa keluarga mereka sangat rentan terpapar. “Untuk tenaga medis yang di IGD sudah kita isolasi, totalnya 11 orang terdiri dari 3 dokter dan 8 para medis,” ungkapnya.








