Merawang, BANGKA – RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (RSUD Soekarno Babel), melalui Bidang Pendidikan dan Penelitian (Bidang DIKLIT) melaksanakan kegiatan In House Training (IHT) Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), Rabu (09/09/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Gedung Eko Maulana Ali ini diikuti oleh para pegawai RSUD Soekarno Babel dari Bagian/Bidang di Manajemen, Komite Medik, Komite Farmasi dan Terapi (KFT), Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Komite Kesehatan Lainnya, serta pegawai di ruang pelayanan yang diwakili oleh 1 orang sebagai peserta, dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang.
Penelitian ini menyelidiki efisiensi produksi layanan rumah sakit di Afghanistan—suatu lingkungan yang dilanda konflik dan keterbatasan sumber daya—untuk mengidentifikasi faktor-faktor pendorong utama produktivitas rumah sakit serta memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi kebijakan dan manajemen layanan kesehatan.Penelitian ini menunjukkan adanya pengembalian yang meningkat terhadap input tenaga kerja dan bahan baku, yang mengindikasikan adanya peningkatan melalui penyesuaian jumlah tenaga kerja, sementara input modal menunjukkan produktivitas marjinal yang menurun.
Beritabersatu.com, Blitar – Terobosan baru dihadirkan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dalam memangkas birokrasi dan antrean layanan kesehatan. Rumah sakit milik Pemkab Blitar tersebut kini mengandalkan IDAMAN (Informasi Dalam Genggaman), sebuah sistem layanan digital yang memindahkan seluruh urusan administrasi medis ke dalam ponsel masyarakat.
Langkah digitalisasi ini menjadi solusi konkret atas keluhan klasik antrean panjang di lokasi. Melalui IDAMAN, warga yang hendak berobat cukup membuka ponsel untuk mendaftar rawat jalan, mengecek ketersediaan kamar inap, hingga memastikan jadwal dokter spesialis sebelum berangkat ke rumah sakit. Sistem ini juga telah terhubung langsung dengan platform Mobile JKN milik BPJS Kesehatan.
BLANGPIDIE – Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUD-TP) Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) yang berlangsung di Aula dr. Syahminan rumah sakit setempat, Senin (31/8/2026).
Pada FKP tersebut, pihak rumah sakit mengevaluasi standar pelayanan publik untuk memastikan layanan kesehatan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Direktur RSUD-TP Abdya, dr. Ismail Muhammad, Sp.B, mengatakan forum tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan kemampuan rumah sakit dengan kebutuhan dan harapan pengguna layanan.
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi memastikan kesiapannya dalam menghadapi potensi lonjakan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang terdampak kabut asap. Meski berbagai persiapan fasilitas telah disiagakan, pihak rumah sakit mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum menerima lonjakan pasien.
Direktur RSUD Raden Mattaher, drg. Iwan Hendrawan, menyatakan bahwa ruang isolasi yang telah disiapkan saat ini masih belum terisi. Hal ini dipengaruhi oleh sistem penanganan kesehatan yang bersifat berjenjang, dan SUD Raden Mattaher adalah rujukan akhir.
PKMK-Bangkok. Hospital Management Asia (HMA) resmi dibuka pada Rabu (2/9/2026). Kegiatan diselenggarakan di Queen Sirikit Convention Center, kawasan ini merupakan kompleks gedung pertemuan yang berada di jantung kota Bangkok dengan kapasitas yang sangat besar.
Konferensi ini dihadiri kurang lebih dua ribu orang, dengan sebagian besar peserta dari Asia. Selain itu peserta juga berasal dari Australia, Amerika Serikat serta Eropa. Di pagi hari nampak suasana pendaftaran sangat ramai.
Acara diawali dengan sambutan dari Richard Ireland, CEO Clarion Events Asia menggambarkan perkembangan HMA. Peserta banyak sekali dari luar Thailand. Indonesia walaupun jumlah pendduk terbesar ternyata paling sedikut. Simak video pembukaan di sini:
Sebagai pembuka, dalam perayaan ulang tahun ke-25 HMA dan ada seremoni pemotongan kue (lihat foto).
Diteruskan dengan pidato dari Dr. Paiboon Eksaengsri, Presiden Asosiasi Rumah Sakit Swasta Thailand. Rumah sakit merupakan backbone dari medical tourism. RS dapat memberi pilihan pada masyarakat dan mutu terbaik. Tantangan sekarang: Thailand mempunyai aging population yang membutuhkan pelayanan kompleks. Oleh karena itu pelayanan kesehatan membutuhkan lebih banyak dokter dan perawat. Butuh teknologi baru tapi harus kendalikan cost. Mutu juga harus tinggi dan ini tidak mudah. Situasi ini dialami seluruh negara di dunia. Beruntung sudah ada AI, digital tools, dan perkembangan teknologi yang dapat membantu. Namun semuanya perlu leadership dan penerapan prinsip patient first, berbasis patient experience. Selamat berdiskusi.
Akarathan Jitnuyanont, M.D.
Deputy Director General, Department of Medical Services Ministry of Public Health, Thailand
Di seluruh Asia ada peningkatan ekspektasi pasien, perubahan demografi, NCD, dan adanya teknologi digital. Masih ada ancaman seperti pandemi. Dalam hal ini ada kebutuhan Kepemimpinan Berbasis Bukti. Pengalaman Thailand dalam UHC dan pelayanan primer menunjukkan harus ada kemitraan antara pembuat kebijakan, masyarakat dan usaha. Kita harus tetap kontinyu meningkatkan mutu pelayanan, dan investasi pada SDM kesehatan. Ini bagian dari keamanan pasien yang perlu dipegang. Saya berharap konferensi ini menjadi forum untuk mempelajari pengalaman dan juga perkembangan global. Kita perlu kembangkan kemampuan dan keinginan belajar bersama
Alan Dubovsky, Wakil Presiden sekaligus *Chief Patient Experience Officer* di Cedars-Sinai—salah satu pusat medis akademik nirlaba terbesar di AS—tampil untuk membagikan strategi dan praktik rumah sakit tersebut dalam mengelola pengalaman pasien. Disebutkan bahwa pelayanan kesehatan telah berkembang sebagai industri besar. Dalam industi ini patient complain harus dperhatikan dan bagaimana menghandle nya perlu disiapkan dengan matang. Alan kemudian membahas Ttentang Cedars Sinai di Los Angels USA yang dapat diklik di: https://www.cedars-sinai.org/home.html. RS ini sangat besar volume pekerjaannya. Mereka mengembangkan international program.
Dalam meeting ini, Allan menggambarkan Patient Experience Playbook di Cedars-Sinai Hospital. Sebagaimana kegiatan penting lainnya annual plan untuk patient experience harus dilakukan oleh RS, dengan berbasis pada survei. Model Ideal Patient Experience mempunyai berbagai komponen sebagai berikut:
Organizational Buy in
Governance
Action Plans
Team Structure
Patient Feedbcakl
Improvement Efforts.
Komponen-komponen tersebut dikelola menjadi sebuah siklus yang berulang dan direncanakan, dan terukur. Dengan demikian selalu ada perbaikan setiap saat berdasarkan pengalaman dan impact yang terjadi.
Highlights dari sambutan dan pertemuan ilmiah akan dilaporkan kemudian.
Reporter: Laksono Trisnantoro (UGM)
3 September 2026
Flag Exchange Ceremony & Opening of Day
PKMK-Bangkok. Setiap tahun konferensi ini diselenggarakan di negara yang berbeda, sehingga tuan rumah HMA berpindah-pindah. Kegiatan HMA berikutnya akan diselenggarakan di Kuala Lumpur pada 25 dan 26 Agustus 2027. Pada hari kedua HMA 2026 pagi hari dilakukan upacara pemindahan bendera HMA dari Bangkok ke Kuala Lumpur. Berikut ini foto penyerahan bendera dari Bangkok ke Kuala Lumpur.
Sesi 1:
Tricia H. Ravalico Director, Scientific Leadership, Abbott, USA
Transformasi kesehatan membutuhkan perubahan, Fabel mengenai katak yang matang di kuali air mendidih karena tidak sensitif dengan perubahan. Banyak hal yang mendorong perubahan. Berikut ini beberapa slide menarik dari pembicara.
Assoc Prof Dr Jiruth Sriratanaban Director, King Chulalongkorn Memorial Hospital, Thailand
Reducing patient complaints and transforming hospital work culture through team development Dr Artirat Charukitpipat CEO, Bumrungrad International Hospital, Thailand
Return with solid fill Table of contents Niru Rajakumar CEO, Amalga (by McCrae Tech), New Zealand
Moderator: Assoc Prof Tan Hiang Khoon, CEO, Singapore General Hospital, Singapore
Masa depan Pelayanan Kesehatan Thailand, dan Perspektif para pemimpin rumah sakit-rumah sakit besar
Elderly people, populasi banyak yang semakin menua.
Healthy aging
Medical education, residensi dan isu mengenai elderly
Super age Society. Siap2 melewati 100 tahun. Longetivity
Sekarang harus mengembangkan kegiatan2 preventif
Teknologi yang ada saat ini penting untuk pengembangan penyakit kronis, dan terkait mobilitas. Teknologi dapat berperan bagus dengan situasi yang ada, Moving from sickness to wellness.
5-6 tahun lalu mengerjakan genetic testing.. bagaimana dapat memetakan kehidupan lebih baik, termasuk yang sakit sehingga dapat dikembangkan longevity-
Bangkok Hospital juga mengembangkan wellness center. Tidak hanya untuk revenue tapi juga untuk mengembangkan kualitas hidup orang tua.
Need exist in scikness and wellness. Meet the market.
Tantangan: SDM kesehatan misalnya perawat dan dokter.
Teknologi: telemedicine and AI.
Jika ada 100 Juta Dollar, rumah sakit akan mengalokasikan atau investasi apa?
Invest in digital tech incl, AI. For aging population. Integrated transformation isnide and outside of hospitals. Data exchangem reguylatfioun cyber security.
Keep the patient out of hospital. The best enviroment for patient, include at home. Juga data personal harus bagus.
AI dan radiolog and enterprise AI for new Gen. Confideliaty sangat penting.
Sehingga AI harus ditangani dengan hati-hati.
Mark Stoesz Zone President - APAC and International Business Development, GE Healthcare
Pengembangan di RS: Command Center
Meningkatkan efisiensi, sampai predicting. Mengembangkan mutu. Tanpa harus menaikkan jumlah.
Pertemuan di Bangkok diakhiri pada hari Jumat dengan kunjungan lapangan. setelah Gala Dinner untuk memberikan Award bagi para finalis lomba. Sangat menarik dari sekitar 40an finalis lomba di berbagai kategori, Indonesia hanya diwakili 1 RS, dari RS Harapan Kita. Ini menarik karena ternyata memang peserta Indonesia mengalami kemunduran luar biasa. Dari jumlah dan minat peserta. Masalah mutu dan kepemimpinan RS tidak menjadi topik yang menarik bagi RS-RS di Indonesia. Hal ini perlu diperhatikan. Ada kemungkinan memang RS-RS di Indonesia masih mengalami masalah yang sangat berat, yaitu tekanan pendapatan RS. Dengan demikian inovasi belum dipikirkan. Refleksi saya dari mengikuti HMA 2026 di Bangkok saya tulis dalam paper ini. Silahkan klik.
Prof. Laksono Terpilih sebagai Influencer di Hospital Management Asia 2026
Perjalanan lebih dari satu dekade dalam Hospital Management Asia (HMA) kembali menghadirkan sebuah momen istimewa. Prof. Laksono Trisnantoro mendapat penghargaan sebagai Influencer dalam rangkaian Hospital Management Asia (HMA) 2026.
Bagi Prof. Laksono, HMA bukan sekadar forum seminar untuk berbagi pengetahuan dan perkembangan terbaru dalam manajemen rumah sakit. Networking menjadi salah satu inti penting dari kegiatan HMA—mempertemukan para praktisi, akademisi, pemimpin rumah sakit, pembuat kebijakan, dan berbagai pemangku kepentingan kesehatan dari beragam negara.
“Di HMA itu memang selain seminar, networking menjadi inti dari kegiatan.”
Keterlibatan Prof. Laksono di HMA juga bukan sesuatu yang baru. Selama lebih dari 10 tahun, beliau secara konsisten mengikuti berbagai kegiatan HMA dan bahkan dipercaya untuk menjadi juri dalam berbagai agenda yang diselenggarakan.
Pengalaman panjang tersebut tidak hanya memperluas jejaring dan wawasan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap proses pembelajaran. Berbagai gagasan, praktik, dan pembelajaran yang diperoleh dari HMA kemudian dibawa ke ruang akademik dan menjadi bagian dari bahan kuliah yang diberikan kepada mahasiswa.
“Lebih dari 10 tahun saya ikut dan diminta jadi juri. Banyak hal dari HMA yang masuk ke bahan kuliah saya.”
Penghargaan sebagai Influencer menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi dan keterlibatan Prof. Laksono dalam ekosistem manajemen rumah sakit, sekaligus mencerminkan bagaimana pengetahuan, jejaring, pengalaman, dan gagasan dapat terus dibagikan serta memberikan pengaruh lintas institusi dan generasi.
Transformasi sistem kesehatan di kawasan Asia berlangsung dalam konteks perubahan demografi, perkembangan teknologi, peningkatan beban penyakit tidak menular, serta tekanan terhadap keberlanjutan pembiayaan dan sumber daya manusia kesehatan. Rumah sakit sebagai salah satu komponen utama sistem pelayanan kesehatan dituntut tidak hanya mampu merespons kompleksitas kebutuhan pasien, tetapi juga beradaptasi terhadap perubahan lingkungan eksternal melalui penguatan tata kelola, inovasi pelayanan, efisiensi, dan peningkatan mutu. Dalam konteks tersebut, kepemimpinan menjadi faktor strategis dalam memastikan bahwa perubahan yang dilakukan mampu menghasilkan dampak nyata bagi pasien, tenaga kesehatan, maupun masyarakat.
Hospital Management Asia (HMA) 2026 menjadi salah satu forum regional yang mempertemukan para pemimpin rumah sakit, tenaga medis, pengelola mutu, serta mitra industri dari berbagai negara di Asia untuk mendiskusikan tantangan dan arah perkembangan manajemen rumah sakit. Diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 2–3 September 2026, penyelenggaraan HMA tahun ini menandai edisi ke-25 dengan tema “Leading Change that Delivers”. Forum tersebut menempatkan kepemimpinan, teknologi, mutu pelayanan, pengalaman pasien, keberlanjutan pembiayaan, serta pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian yang saling berkaitan dalam agenda perubahan pelayanan kesehatan.
Pembahasan dalam HMA 2026 menunjukkan bahwa rumah sakit di kawasan Asia menghadapi sejumlah tekanan yang berlangsung secara simultan, antara lain populasi yang semakin menua, kekurangan tenaga keperawatan, tekanan pembiayaan publik dan privat, serta perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) dalam pelayanan kesehatan. Di sisi lain, forum juga memperlihatkan adanya pergeseran orientasi dari pelayanan yang berfokus pada pengobatan penyakit menuju pendekatan healthspan, pencegahan, dan kesehatan jangka panjang. Perkembangan tersebut menuntut organisasi rumah sakit untuk tidak hanya melakukan perubahan pada aspek klinis, tetapi juga menyesuaikan model bisnis, tata kelola, pola kerja, dan strategi pengembangan sumber daya manusia.
Report ini disusun untuk mendokumentasikan gagasan, praktik, dan pembelajaran utama yang muncul selama HMA 2026 serta memberikan perspektif mengenai implikasinya bagi pengelolaan pelayanan kesehatan. Beberapa isu utama yang menjadi perhatian meliputi tata kelola AI sebagai mitra kerja klinis, transisi menuju pelayanan berbasis healthspan, keseimbangan antara akses universal dan keberlanjutan finansial, standardisasi pelayanan akut, pembangunan tenaga kerja berbasis nilai dan kompetensi, serta reformasi mutu yang berorientasi pada hasil. Dengan demikian, report ini diharapkan tidak sekadar menjadi dokumentasi kegiatan, tetapi juga menjadi bahan refleksi dan pembelajaran bagi pemangku kepentingan kesehatan dalam merancang perubahan yang adaptif, berbasis bukti, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan hasil pelayanan bagi pasien serta keberlanjutan sistem kesehatan.
Penelitian ini mengkaji perbedaan karakteristik demografis pasien dan hasil perawatan antara rumah sakit pendidikan dan non-pendidikan di Iran. Melalui analisis perbedaan-perbedaan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi para pembuat kebijakan guna mengoptimalkan alokasi sumber daya, meningkatkan kualitas perawatan pasien, serta menyeimbangkan tujuan pendidikan dan penyediaan layanan di rumah sakit pendidikan.
Mendesain Layanan Homecare sebagai Strategi Layanan Unggulan Rumah Sakit
“Inovasi yang Menguatkan, Finansial yang Berkelanjutan”
Latar Belakang
Perubahan epidemiologi dengan meningkatnya penyakit tidak menular menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Kebutuhan perawatan jangka panjang, kontrol obat yang konsisten, pemantauan komplikasi, dan rehabilitasi akan meningkat. Perubahan demografi dan peningkatan angka harapan hidup juga berarti akan lebih banyak orang hidup termasuk populasi lansia dengan penyakit kronis dan multi-morbiditas. Pasien kronis sering mengalami fragmentasi layanan, kunjungan rawat jalan kurang memadai dan rawat inap berulang yang menambah biaya kesehatan. Dalam konteks layanan Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU), pasien geriatri sering membutuhkan pelayanan berkelanjutan yang tidak selalu harus berbasis rawat inap di rumah sakit.
Dunia kesehatan saat ini menunjukkan adanya pergeseran kebutuhan masyarakat dari layanan rawat inap tradisional menuju layanan yang lebih personal, fleksibel, dan berkelanjutan. Peningkatan jumlah pasien termasuk lansia dengan kasus penyakit kronis menuntut adanya model perawatan yang mampu mendukung kualitas hidup pasien tanpa harus bergantung sepenuhnya pada fasilitas rumah sakit. Di sisi lain, rumah sakit menghadapi tantangan kapasitas rawat inap yang terbatas, biaya investasi dan operasional yang tinggi, serta kebutuhan untuk menjaga mutu pelayanan secara berkesinambungan.
Perkembangan konsep continuum of care mendorong rumah sakit untuk mengembangkan model pelayanan yang melampaui dinding fasilitas, termasuk layanan homecare, hospital at home, ataupun layanan paliatif berbasis rumah. Model ini bukan hanya pendekatan klinis, namun keputusan strategis manajemen rumah sakit yang berdampak pada desain layanan, utilisasi tempat tidur, mutu layanan, serta keberlanjutan finansial.
Rumah sakit perlu menciptakan sumber pendapatan lain yang tidak hanya bersumber pada pasien BPJS Kesehatan dengan ruang pasar yang sudah jenuh (red ocean). Salah satu pilihan layanan yang dapat dikembangkan adalah dengan menyasar pasien geriatri yang membutuhkan layanan berkelanjutan. Model homecare hadir sebagai inovasi yang menjawab tantangan tersebut, yaitu mengurangi beban rawat inap serta mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Hal tersebut cukup dilakukan dengan setting rumah, nursing home, atau senior living sehingga kualitas hidup pasien dapat terjaga. Bagi pasien pasca rawat inap beresiko re-admisi, pasien penyakit kronis terkontrol buruk, lansia dengan kebutuhan fungsional, serta pasien paliatif, layanan homecare dapat menjadi pilihan biaya perawatan yang lebih terjangkau, kenyamanan, perawatan personal, keterlibatan keluarga, dan mengurangi risiko infeksi pasien. Selain diversifikasi layanan, bagi rumah sakit layanan ini menjadi peluang pendapatan baru, menekan biaya investasi dan operasional, mengurangi angka readmisi, maupun meningkatkan citra dan kepercayaan dari masyarakat. Namun, implementasi homecare juga menuntut kesiapan sumber daya manusia, sistem teknologi, serta regulasi yang jelas agar kualitas pelayanan tetap terjaga.
Melihat tren dan tantangan tersebut, serial webinar ini dapat menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan konsep, membangun pemahaman, serta melatih personil rumah sakit dalam mengembangkan layanan inovatif yang berorientasi pada kebutuhan pasien sekaligus mendukung keberlanjutan finansial rumah sakit.
Tujuan
Tujuan Umum
Membekali peserta dengan kemampuan mendesain layanan homecare sebagai inovasi pelayanan yang terintegrasi dengan strategi pengembangan dan keberlanjutan finansial rumah sakit.
Tujuan Khusus
Memahami konsep homecare dalam kerangka continuum of care.
Menganalisis kebutuhan layanan homecare berdasarkan profil pasien dan kapasitas RS.
Mengembangkan model bisnis layanan homecare.
Mendesain model operasional homecare (alur layanan, SDM, sistem koordinasi, serta integrasi dengan FKTP dan rumah pasien).
Menghitung proyeksi finansial layanan homecare.
Memahami strategi pendanaan layanan homecare menggunakan skema filantropi.
Menyusun konten promosi di social media untuk membangun social awareness masyarakat dalam layanan homecare.
Menyusun rencana implementasi awal (action plan) yang selaras dengan strategi pengembangan rumah sakit.
Output
Pada akhir webinar, diharapkan setiap peserta dapat menghasilkan konsep sederhana layanan homecare, seperti :
Model bisnis (value proposition, segmentasi pasien, struktur biaya, sumber pendapatan).
Peserta disarankan hadir sebagai tim (2–3 orang per RS) untuk memudahkan penyusunan desain layanan, yang dapat terdiri dari 1 orang praktisi dan 2 orang manajemen.
Metode Pelatihan
Model: Daring
Komponen:
Sesi konseptual dan diskusi interaktif.
Sesi latihan terstruktur (latihan per kelompok).
Kunjungan lapangan virtual ke RS yang telah menerapkan homecare.
Presentasi singkat draft rencana layanan homecare oleh kelompok peserta.
Pre-test dan post-test.
Struktur Materi dan Sesi
Sesi 1 – Pengantar Mendesain Layanan Homecare sebagai Strategi Layanan Unggulan Rumah Sakit & Potensi Layanan Homecare sebagai the Future of Healthcare
Sesi 2 – Homecare dalam Strategi RS (Konseptual)
Sesi 3 – Analisis Kebutuhan & Desain Operasional
Sesi 4 – Model Bisnis Homecare (Direksi-Minded)
Sesi 5 – Proyeksi Finansial & Feasibility
Sesi 6 – Kunjungan Lapangan (Virtual)
Sesi 7 – Skema Filantropi untuk Pendanaan Layanan Homecare dan Bagaimana Membangun Social Awareness Masyarakat dalam Layanan Homecare
Sesi 8 – Penyusunan Action Plan
Sesi 9 – Ready to Action
Penilaian Hasil & Evaluasi
Pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta.
Post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman.
Feedback dari peserta terhadap materi dan metode pelatihan.
Narasumber
Konsultan manajemen rumah sakit (strategi & model bisnis).
Praktisi (direksi/manajer RS yang telah mengimplementasikan homecare).
Fasilitator keuangan untuk sesi proyeksi finansial.
Susunan Acara
Layanan Homecare
Selasa, 3 November 2026
Waktu
Durasi
Topik
Narasumber / Fasilitator
13.00-13.05
5’
Pembukaan
Elisabeth Listyani, S.E., M.M.
(Peneliti PKMK FK-KMK UGM)
13.05-13.25
20’
Pengantar :
Mendesain Layanan Homecare sebagai Strategi Layanan Unggulan Rumah Sakit: “Inovasi yang Menguatkan, Finansial yang Berkelanjutan”
Dr. dr. Darwito, S.H., Sp.B.Subsp.Onk. (K)
(Direktur Utama RSA UGM)
Sesi 1
13.25-14.10
45’
Potensi Pengembangan Layanan Homecare:
Potensi layanan homecare sebagai the future of healthcare – hospital without walls atau hospital at home
Contoh homecare di luar negeri sebagai pengembangan layanan untuk menciptakan dan menangkap permintaan baru
Ni Luh Putu Eka Putri Andayani, S.K.M, M.Kes
(Konsultan & Peneliti PKMK FK KMK UGM)
14.10-14.55
45’
Tanya Jawab & Diskusi
Narasumber & fasilitator
14.55-15.00
5’
Penutup
Elisabeth Listyani, S.E., M.M.
(Peneliti PKMK FK-KMK UGM)
Kamis, 5 November 2026
Waktu
Durasi
Topik
Narasumber / Fasilitator
Sesi 2
13.00-13.05
5’
Pembukaan
Bestian Ovilia Andini, S. KG., M.H.P.M.
(Tim Divisi MRS, PKMK FK KMK UGM)
13.05-13.15
10’
Tinjau Ulang Pembelajaran Pertemuan 1
Bestian Ovilia Andini, S. KG., M.H.P.M.
(Tim Divisi MRS, PKMK FK KMK UGM)
13.15-14.00
45’
Homecare dalam Strategi Rumah Sakit:
Homecare sebagai service line dalam blue ocean strategy
Konseptual dan implementasi transitional care
Dampak terhadap BOR, LOS, dan mutu layanan
Patient journey layanan homecare geriatri
dr. Galuh Dyah Fatmala, Sp.KKLP
(Kepala Instalasi Homecare, RSA UGM)
14.00-14.45
45’
Tanya Jawab & Diskusi
Narasumber & fasilitator
14.45-14.50
5’
Penutup
Bestian Ovilia Andini, S. KG., M.H.P.M.
(Tim Divisi MRS, PKMK FK KMK UGM)
Selasa, 10 November 2026
Waktu
Durasi
Topik
Narasumber / Fasilitator
13.00-13.05
5’
Pembukaan
Elisabeth Listyani, S.E., M.M.
(Peneliti PKMK FK-KMK UGM)
13.05-13.15
10’
Tinjau Ulang Pembelajaran Pertemuan 2
Elisabeth Listyani, S.E., M.M.
(Peneliti PKMK FK-KMK UGM)
Sesi 3
13.15-14.00
45’
Analisis Kebutuhan dan Desain Operasional:
Analisis regulasi homecare
Identifikasi segmen pasien
Kualifikasi dan kompetensi SDM pelaksana
Desain operasional koordinasi layanan internal SDM
Peran eMR, telemedisin, dan AI
Sugiarsih, S.Kep., Ners., M.P.H.
(Kepala Bagian Keperawatan, RSA UGM)
14.00-14.45
45’
Tanya jawab & latihan menyusun draft model operasional
Narasumber & fasilitator
14.45-14.50
Penutup
Elisabeth Listyani, S.E., M.M.
(Peneliti PKMK FK-KMK UGM)
Kamis, 12 November 2026
Waktu
Durasi
Topik
Narasumber / Fasilitator
Sesi 4
13.00-13.05
5
Pembukaan
Bestian Ovilia Andini, S. KG., M.H.P.M.
(Tim Divisi MRS, PKMK FK KMK UGM)
13.05-13.15
10’
Tinjau Ulang Pembelajaran Pertemuan 3
Bestian Ovilia Andini, S. KG., M.H.P.M.
(Tim Divisi MRS, PKMK FK KMK UGM)
13.15-14.00
45’
Model Bisnis Homecare Direksi Minded:
Business Model Canvas (segmen pasar, proposisi nilai, saluran, hubungan pelanggan, aliran pendapatan, sumber daya kunci, aktivitas inti, mitra kunci, struktur biaya)
Elisabeth Listyani, S.E., M.M.
(Peneliti PKMK FK-KMK UGM)
14.00-14.45
45’
Tanya jawab & latihan menyusun draft Business Model Canvas sederhana
Narasumber & fasilitator
14.45-14.50
5’
Penutup
Bestian Ovilia Andini, S. KG., M.H.P.M.
(Tim Divisi MRS, PKMK FK KMK UGM)
Selasa, 17 November 2026
Waktu
Durasi
Topik
Narasumber / Fasilitator
Sesi 5
13.00-13.05
5’
Pembukaan
Elisabeth Listyani, S.E., M.M.
(Peneliti PKMK FK-KMK UGM)
13.05-13.15
10’
Tinjau Ulang Pembelajaran Pertemuan 4
Elisabeth Listyani, S.E., M.M.
(Peneliti PKMK FK-KMK UGM)
13.15-14.00
45’
Proyeksi Finansial dan Feasibility:
Skenario volume layanan
Estimasi CAPEX & OPEX
Perhitungan break-even sederhana
Sensitivitas risiko
Rina Rosady, S.E. , M.H.P.M.
(Kepala Bagian Keuangan, RSA UGM)
14.00-14.45
45’
Tanya jawab & latihan simulasi proyeksi 1–3 tahun
Narasumber & Fasilitator
14.45-14.50
5’
Penutup
Elisabeth Listyani, S.E., M.M.
(Peneliti PKMK FK-KMK UGM)
Kamis, 19 November 2026
Waktu
Durasi
Topik
Narasumber / Fasilitator
Sesi 6
13.00-13.05
5’
Pembukaan
Bestian Ovilia Andini, S. KG., M.H.P.M.
(Tim Divisi MRS, PKMK FK KMK UGM)
13.05-13.15
10’
Tinjau Ulang Pembelajaran Pertemuan 5
Bestian Ovilia Andini, S. KG., M.H.P.M.
(Tim Divisi MRS, PKMK FK KMK UGM)
13.15-13.45
30’
Kunjungan Lapangan - Virtual
Observasi model layanan homecare
Diskusi tim manajemen
Refleksi praktik baik
Susanti Lesmana, S.Kep., Ners
(Koordinator Pelayanan Homecare, RSA UGM)
Sesi 7
13.45-14.10
25’
Membangun Pendanaan Homecare yang Berkelanjutan: Peran dan Batas Filantropi
Dr. dr. Jodi Visnu, MPH.
(Direktur Medis Waron Hospital Surabaya)
14.10-14.30
20’
Penggunaan Social Media untuk Membangun Social Awareness Masyarakat dalam Layanan Homecare
Renaldi, S.K.M., M.H.P.M.
(Tim Divisi MRS, PKMK FK KMK UGM)
14.30-15.15
45’
Tanya jawab & latihan menyusun draft script & content plan untuk social media
Narasumber & fasilitator
15.15-15.20
5’
Penutup
Bestian Ovilia Andini, S. KG., M.H.P.M.
(Tim Divisi MRS, PKMK FK KMK UGM)
Selasa, 24 November 2026
Waktu
Durasi
Topik
Narasumber / Fasilitator
13.00-13.05
5’
Pembukaan
Bestian Ovilia Andini, S. KG., M.H.P.M.
(Tim Divisi MRS, PKMK FK KMK UGM)
13.05-13.15
10’
Tinjau Ulang Pembelajaran Pertemuan 6
Bestian Ovilia Andini, S. KG., M.H.P.M.
(Tim Divisi MRS, PKMK FK KMK UGM)
Sesi 8
13.15-14.00
45’
Penyusunan Action Plan Implementasi:
Penyelarasan renstra RS
Penentuan tahapan implementasi
Indikator keberhasilan awal
Elisabeth Listyani, S.E., M.M.
(Peneliti PKMK FK-KMK UGM)
14.00-14.45
45’
Tanya jawab & latihan menyusun rencana aksi
Narasumber & fasilitator
14.45-14.50
5’
Penutup
Bestian Ovilia Andini, S. KG., M.H.P.M.
(Tim Divisi MRS, PKMK FK KMK UGM)
Kamis, 26 November 2026
Waktu
Durasi
Topik
Narasumber / Fasilitator
13.00-13.05
5’
Pembukaan
Elisabeth Listyani, S.E., M.M.
(Peneliti PKMK FK-KMK UGM)
13.05-13.15
10’
Tinjau Ulang Pembelajaran Pertemuan 7
Elisabeth Listyani, S.E., M.M.
(Peneliti PKMK FK-KMK UGM)
Sesi 9
13.15-14.55
100’
Ready to Action: Paparan Rencana Pengembangan Homecare dari Kelompok Peserta
Umpan balik dari para narasumber
Peserta
Narasumber & Fasilitator
14.55-15.00
5’
Penutup
Elisabeth Listyani, S.E., M.M.
(Peneliti PKMK FK-KMK UGM)
Narahubung
Konten: Bestian Ovilia Andini – 0881 0805 66561
Penutup
Mengembangkan homecare sebagai layanan unggulan rumah sakit bukan hanya respons klinis terhadap tren epidemiologis dan demografis, tetapi juga strategi operasional dan bisnis yang meningkatkan kualitas perawatan, efisiensi biaya, dan daya saing rumah sakit. Serial webinar ini diharapkan menjadi langkah strategis bagi rumah sakit dalam mengembangkan layanan homecare yang terintegrasi, berkelanjutan, dan selaras dengan arah pengembangan institusi. Dengan pendekatan manajerial yang tajam dan berbasis praktik, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu menghasilkan desain layanan yang siap ditindaklanjuti di rumah sakit masing-masing.
Webinar Seri Lanjutan – Building Resilient Health Care:
Integrasi Rumah Sakit dan Klinik dalam Satu Ekosistem:
Efisiensi Sumber Daya, Rujukan Lintas Fasilitas, Mengelola Fasilitas Berlokasi Terpisah dan Tantangan Regulasi
PKMK-Yogyakarta. PKMK FK-KMK UGM menyelenggarakan webinar seri lanjutan dalam rangkaian Building Resilient Health Care pada Senin (31/8/2026) dengan mengangkat tema integrasi rumah sakit dan klinik dalam satu ekosistem. Narasumber dalam webinar tersebut berasal dari Kementerian Kesehatan RI, akademisi sekaligus praktisi rumah sakit, serta konsultan manajemen kesehatan. Kegiatan ini dipandu oleh Ni Luh Putu Eka Putri Andayani, S.KM., M.Kes. selaku moderator, yang menegaskan pentingnya merespons peningkatan biaya kesehatan dan ekspektasi mutu layanan dari pasien melalui kolaborasi lintas fasilitas. Webinar ini dirancang untuk membangun pemahaman mengenai kebutuhan, pilihan model, dan prasyarat integrasi rumah sakit-klinik, sekaligus memberikan klarifikasi terkait regulasi agar integrasi tersebut dapat beroperasi secara aman, efisien, dan berkelanjutan.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi penerapan metodologi lean oleh para perawat serta persepsi mereka. Pencarian data dilakukan di basis data National Library of Medicine (PubMed), Web of Science, Latin American and Caribbean Literature in Health Sciences (LILACS), dan Scientific Electronic Library Online (SciELO) antara September 2023 dan Mei 2024.