WONOSARI- Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari mengundang berbagai elemen masyarakat untuk diajak diskusi guna mendapatkan formulasi terbaik supaya bisa memberikan standar pelayanan yang maksimal dan profesional kepada masyarakat.
Untuk menentukan standar pelayanan yang terbaik, RSUD Wonosari secara terbuka menerima masukan kritikan membangun demi kemajuan pelayanan rumah sakit kedepannya.
Direktur RSUD Wonosari, dr. Heru Setyowati, Sp.A mengatakan untuk menentukan standar pelayanan yang maksimal, pihaknya sengaja mengundang dari berbagai pihak. Sebab bagaimanapun RSUD Wonosari adalah ujung tombak pelayanan masyarakat di bisang kesehatan. Diakui ataupun tidak, banyak celah pelayanan yang membuat masyarakat kecewa. Saran dan kritik diharapkan menjadi obat mujarab untuk rumah sakit maupun pasien.
“Pihak yang kita undang dari unsur Lembaga, Komite, UPT Puskesmas, PKK, kepala dusun, kepala desa sampai dari unsur disabilitas di lingkungan Kota Wonosari,”ujarnya, Rabu, 04/10.
Ia mengatakan dalam diskusi itu, peserta dibagi menjadi tiga kelompok yang masing-masing kelompok mempunyai tugas membahas berbagai permasalahan yang ada di RSUD terkait dengan pelayanan. Kesimpulan dari diskusi yang dilakukan akan digunakan sebagai penerapan standart pelayanan di RSUD Wonosari.
“Kita butuh masukan dan saran dari berbagai elemen untuk perbaikan pelayanan. Di RSUD Wonosari memang sudah ada Standart Operasional Prosedur (SOP) dalam melayani pasien. Namun, demi peningkatan pelayanan kesehatan kedepan, kita membutuhkan masukan dan kritik membangun,” lanjutnya.
Untuk itu Direktur RSUD Wonosari mempersilahkan tamu undangan untuk memberikan masukan, saran dan pendapat terkait segala hal di rumah sakit yang dipimpinnya itu. Mulai dari pelayanan sejak pendaftaran, kinerja dokter dan perawat dalam melayani pasien, maupun hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan medis lainnya.
“Silahkan mengkritik dan memberikan saran masukan, hanya saja dengan cara-cara yang baik dan sesuai prosedur. Semua akan kita tampung dan sikapi secara bijak. Jujur kita ingin mendengar apa sajakah yang kurang dari kami,” pintanya.
Justru dengan saran dan masukan dari masyarakat, sambung Heru, bisa menjadi cambuk untuk merubah pola kebiasaan pelayanan yang dinilai jelek oleh masyarakay menuju pelayanan yang baik dan profesional.
Acara diskusi kelompok terarah yang dihadiri sekitar 35 orang tamu undangan ini bertempat di Ruang Rapat Wijaya Kusuma lantai 2 RSUD Wonosari. Hingga berita ini dilansir, acara diskusi masih berlangsung, semua saran, kritik dan masukan dicatat untuk selanjutnya ditindak lanjuti managemen RSUD Wonosari.
Sumber: infogunungkidul.com




Badan Kesehatan dunia (WHO) baru saja menerbitkan buku pedoman Pelayanan Terintegrasi untuk Orang Lanjut Usia yang memberikan berbagai panduan penyediaan layanan kesehatan terintegrasi yang dapat mencegah, memperlambat atau memperbaiki penurunan kapasitas fisik dan mental pada orang lansia. Dalam buku pedoman ini, disarankan penyedia layanan kesehatan dan layanan sosial untuk orang lansia supaya selalu mengkoordinasikan pelayanannya dengan berfokus pada kebutuhan orang lansia, melalui berbagai pendekatan, seperti penilaian yang komprehensif dan penyusunan rencana layanan kesehatan yang terintegrasi dengan menggunakan clinical pathway. Sehingga petugas kesehatan tidak hanya berfokus pada penyakit atau keluhan yang disampaikan oleh pasien lansia, tetapi juga dapat menilai kebutuhan lansia secara komprehensif dan menempatkannya sebagai tujuan utama pelayanan kesehatan pada orang lansia.





