Manajemen RSUD Panyabungan menegaskan komitmennya dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui pengelolaan limbah medis dan non-medis sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Kepala Bidang Penunjang RSUD Panyabungan Wiwin Ferdiansyah mengatakan pihaknya telah menerapkan sistem pemilahan limbah berdasarkan tingkat risiko guna menjamin higienitas serta keamanan bagi pasien dan masyarakat sekitar.
“Sampah di rumah sakit terbagi dua kategori. Limbah medis yang bersifat infeksius ditempatkan di fasilitas khusus berupa cold storage berkapasitas 20 meter kubik. Sedangkan yang berada di Tempat Penampungan Sementara (TPS) merupakan sampah non-medis atau domestik,” ujarnya di Panyabungan, Kamis.
Ia menjelaskan limbah medis diangkut secara berkala setiap bulan oleh pihak ketiga untuk dimusnahkan di Kota Medan sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara limbah domestik, seperti sisa makanan dan kemasan plastik, dikelola melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mandailing Natal.
Menurut Wiwin, pembenahan tata kelola limbah tersebut merupakan bagian dari upaya rumah sakit dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung transformasi menjadi rujukan utama di wilayah Tapanuli Bagian Selatan.
Ia juga mengimbau pengunjung agar disiplin membuang sampah sesuai kategori yang telah disediakan.
“Kami terbuka terhadap masukan masyarakat demi perbaikan layanan. Fokus kami adalah penguatan infrastruktur dan lingkungan rumah sakit yang sehat,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mandailing Natal Ahmad Sailulloh Nasution membenarkan bahwa pengangkutan sampah domestik di RSUD Panyabungan merupakan tanggung jawab pihaknya.
Ia menjelaskan penumpukan sampah yang sempat terjadi di TPS disebabkan kerusakan armada pengangkut, namun telah ditangani dengan mengerahkan kendaraan lain.
“Sampah domestik sudah kami angkut setelah pembersihan di jalur protokol selesai,” ujarnya.
Sailulloh menambahkan, pengelolaan limbah medis dan domestik di RSUD Panyabungan dilakukan secara terpisah meskipun berada dalam satu kawasan.
“Sampah medis tidak pernah bercampur dengan sampah domestik,” tegasnya.
Ke depan, pihaknya bersama manajemen RSUD akan menata penempatan sampah domestik agar lebih rapi dengan pengemasan menggunakan plastik guna memudahkan proses pengangkutan.
Sumber: sumut.antaranews.com







