|
Beralih Menjadi BLUD
Badan Layanan Umum Daerah atau disingkat BLUD berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Unit Kerja pada Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan pemerintah daerah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan keuntungan. Dengan adanya peraturan tersebut, Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan pemerintah daerah diarahkan untuk menjadi BLUD, salah satunya adalah rumah sakit. Pelatihan Lean Management Pendekatan Untuk Meningkatkan Efisiensi dan Mutu Rumah Sakit di Era JKN Berlakunya JKN di Indonesia, mendorong rumah sakit untuk melakukan proses efisiensi dan peningkatan mutu layanan. Lean merupakan metodologi perbaikan proses untuk memberikan produk dan layanan lebih baik, lebih cepat, dan biaya lebih rendah. Lean adalah pola pikir, metode yang melibatkan dokter, perawat, dan para staf pendukung untuk mengelola pekerjaan mereka agar lebih mudah, lebih lancar, lebih cepat dan lebih aman. Mengimplementasikan lean pada akhirnya akan merampingkan proses, meningkatkan pendapatan, mengurangi biaya, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Memahami Lean Management (LM) secara utuh, mulai dari filosofi, prinsip, dan tools akan memberi kesempatan rumah sakit untuk mengimplementasikan sesuai konteks masing-masing. Pengalaman rumah sakit lain menjadikan sumber inspirasi untuk mengembangkan dan mengaplikasikan pendekatan dan strategi tersendiri sesuai dengan kondisi. Implementasi LM harus langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh para staf sehingga staf percaya bahwa LM bukan menambah pekerjaan tetapi merupakan solusi dari banyak waste dalam pekerjaan mereka. Hal tersebut juga akan membuat implementasi LM bukan sekedar heboh sesaat (ibarat popcorn) tapi akan dirasakan sebagai kebutuhan. Inilah pelatihan (investasi) yang ketika anda mengimplementasikan apa yang diperoleh selama pelatihan dan mengeksekusi berbagai solusinya akan memberi potensi efisiensi berkali lipat dari biaya pelatihan ini. Pengalaman selama beberapa tahun terakhir, berbagai rumah sakit kelas D sampai dengan kelas A menunjukkan bahwa semakin besar organisasi maka semakin besar pula potensi efisiensi. Terkini, salah satu rumah sakit kelas B dengan mudah berbagi kegembiraan kepada para stafnya karena hasil mengaplikasikan lean menunjukkan efisiensi hampir 100 juta rupiah dan ke depannya diharapkan lebih dari itu. Hospital Management Asia 2018
Webinar E-Prescribing: Upaya Mengurangi Medication Error Masih banyak permasalahan pelayanan yang dikeluhkan oleh masyarakat di dunia kedokteran Indonesia. Salah satu masalah pelayanan yang muncul adalah pembuatan resep obat dengan menulis tangan. Hal tersebut sering menimbulkan medication error atau kesalahan dalam pengobatan seperti kesalahan dalam mengartikan resep obat, kesalahan menentukan dosis obat, hingga lama antrian dalam pemesanan obat. Permasalahan itu dapat terjadi di rumah sakit, puskesmas, klinik, serta apotek. Webinar ini akan akan diselenggarakan pada Kamis, 4 Oktober 2018, pukul 09.00 – 11.00 WIB. Webinar Implementasi Lean Management di Rumah Sakit
Lean adalah metodologi perbaikan proses untuk memberikan produk dan layanan yang lebih baik, lebih cepat dan dengan biaya yang lebih rendah. Lean adalah pola pikir, metode untuk melibatkan dokter, perawat, para staf untuk mengelola pekerjaan mereka agar lebih mudah, lebih lancar, lebih cepat dan lebih safety. Mengimplementasikan Lean pada akhirnya akan merampingkan proses, meningkatkan pendapatan, mengurangi biaya dan meningkatkan kepuasan pelanggan. TOR Formulir Pendaftaran Leaflet |
|||
| Website ini akan update setiap Selasa pagi. Nantikan Informasi terbaru setiap minggunya. | |||
|
+ Arsip Pengantar Minggu Lalu |
|||
| Reportase Webinar WORKSHOP PENULISAN SKENARIO – Sesi 1 |
|
Lensa Kontak dan Kesehatan Mata | |
Gudang Penampungan Limbah Medis RSUD Selasih Penuh dan Berserakan
PANGKALAN KERINCI – Kondisi tempat penampungan limbah medis di RSUD Selasih Kabupaten Pelalawan yang letaknya di sekitaran ruang jenazah tidak terkelola dengan baik. Limbah beracun itu ditemui berserakan di Pekarangan gedung penampungan.
Dari hasil penelusuran awak media, Sabtu ( 15/9/2018) di sekitar lokasi terlihat tempat penampungan limbah medis yang sudah penuh membubung di gudang penampungan, juga terlihat bekas botol infus dan selang yang menumpuk di luar gudang berserakan.
Tidak hanya itu, terlihat juga bekas bakaran di depan ruang jenazah serta tumpukan bola lampu yang terpakai diletak di luar gudang penampungan.
Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Direktur RSUD Selasih dr.Zul Anwar, dirinya tidak menampik dengan kondisi seperti itu. Namun dia juga menyampaikan untuk masalah limbah RSUD tersebut sudah direncanakan penanganannya di APBD Perubahan tahun ini.
“Insya Allah tahun ini diselesaikan, akan kita ajukan permohonan anggaran operasionalnya tahun ini di APBD Perubahan nanti. Setelah disetujui baru kita akan cari jasa transporternya untuk pengangkutannya, sekaligus pemusnahannya nanti dan itu juga harus dilakukan MoU terlebih dahulu dengan pihak ketiga dengan pihak rumah sakit, sebab transporter yang kita inginkan haruslah yang mengantongi izin yang lengkap dari kementerian lingkungan hidup nantinyam,” kata Zul Anwar.
Terkait menumpuknya limbah di gudang dan membuat sebagian limbah berserakan di pekarangan, dirinya mengaku tidak tahu hal itu.
Menyikapi hal ini, Sekertaris Komisi I DPRD Pelalawan H Abdulah mengaku sangat terkejut dan akan memanggil Direktur RSUD dan Kadis Kesehatan guna mempertanggung jawabkan peristiwa ini, yang dianggap sangat serius karena membahayakan lingkungan dan masyarakat sekitar rumah sakit terkait pencemaran limbah berbahaya itu.
Reporter: Pendi
Sumber: riaumandiri.co
RSUD Merauke Siapkan Loket Khusus Bagi Pasien Warga Asli Papua
MERAUKE – Penerapan loket khusus bagi pasien masyarakat asli Papua di Rumah Sakit Umum RSUD Merauke telah berjalan sejak tahun 2014 melalui program Kartu Papua Sehat.
Kepala RSUD Merauke Dokter Neville Muskita mengatakan, pelayanan loket bagi pasien masyarakat asli Papua di RSUD Merauke hingga saat ini telah berjalan dengan baik, mengingat pasien masyarakat asli Papua telah mendapatkan jaminan kesehatan melalui Kartu Papua Sehat.
“Agar loket bagi pasien masyarakat asli Papua berjalan baik, pihak RSUD Merauke memasang papan nama loket khusus sehingga pasien warga asli Papua dapat menikmati layanan loket khusus,” kata Dokter Neville Muskita, Minggu (16/9/2018).
Menurut Dokter Neville Muskita loket khusus bagi pasien masyarakat asli Papua bukan bentuk diskriminasi namun hanya sebatas pemerataan dan keadilan bagi pasien masyarakat lokal Papua sekaligus memperlancar pelayanan.
Terkait rencana penempatan Staff Disdukcapil di Merauke, Dokter Neville Muskita menyambut positif dan menilai keberadaan Staf Disdukcapil sangat membantu pasien yang belum memiliki KTP sehingga dapat langsung di pergunakan untuk berobat di RSUD Merauke.
Sumber: tajuktimur.com
RSUD Kajen Menuju Rumah Sakit Gratis
KAJEN – Manajemen Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Kajen menegaskan siap untuk menjadi ujung tombak pelayanan dalam bidang kesehatan kepada masyarakat di Kota Santri. Demikian disampaikan Direktur RSUD Kajen, Dwi Arie Gunawan, Minggu (16/9).
“Dengan semangat berbagi harapan kami RSUD Kajen bisa menja rumah sakit gratis bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Makanya dalam peringatan HUT RSUD Kajen ke-13 pada 25 Agustus 2018 lalu, tema yang kami usung adalah RSUD Kajen Berbagi Menuju Rumah Sakit Gratis Kabupaten Pekalongan,” jelasnya.
Tema itu merupakan bentuk penegaskan harapan dan mimpi RSUD Kajen untuk menjadi rumah sakit gratis untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Ada beberapa mekanisme yang bisa digunakan guna menuju ke harapan tersebut, yaitu menggunakan fasilitas asuransi dari pemerintah seperti BPJS, asuransi kesehatan daerah atau Jamkesda dan pemanfaatan dana zakat, infaq dan sedekah.
“Fokus yang menjadi sasaran dalam program ini adalah delapan golongan penerima zakat, sebagaimana yang tercantum dalam Alquran. Mulai dari fakir, miskin, orang terlilit hutang dan lainnya,” katanya.
Dalam pengelolaan dana zakat, infak dan sedekah RSUD Kajen bekerja sama dengan Rumah Zakat Indonesia yang telah berpengalaman mengelola dana zakat.
Rumah Zakat, kata dia, memiliki badan hukum resmi. Tak hanya dengan rumah zakat, RSUD Kajen juga bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat yaitu Sedekah Rombongan.
Lembaga ini fokus pada penanganan pendampingan pasien darurat yang mengalami kesulitan dalam hal akomodasi, transportasi ketika proses rujuk ke rumah sakit luar daerah.
Diakuinya untuk mewujudkan harapan dan mimpi RSUD Kajen menjadi rumah sakit gratis bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan bukanlah pekerjaan yang mudah.
Keterbatasan SDM dan kesamaan visi, kata dia, menjadi tantangan tersendiri. Meski begitu, dengan semangat berbagi dan beribadah, bukannya tidak mungkin RSUD Kajen menjadi rumah sakit gratis untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa terwujud.
Sumber: suaramerdeka.com
Warga Protes Mahalnya Biaya Parkir RSUD Barru
Barru – Para warga atau pembesuk pasien melakukan aksi protes dengan sistem pengelolaan parkir RSUD Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Keluhan yang dialami warga hingga aksi menutup tempat pengambilan karcis berlangsung, Kamis (13/9/2018).
Dimana protes warga sebelumnya terjadi yang dialami beberapa warga. Pasalnya, biaya parkiran tidak jelas dan bahkan terlalu mahal.
“Saya hanya mengantar teman yang sedang sakit. Saat saya masuk petugas parkir memberi selembar karcis. Kurang lebih 20 menit berada di RS kami harus membayar Rp5.000. Hampir sebagian warga protes,”ungkap Budi, salah satu warga saat ditemui KABAR.NEWS.
Sementara warga lainnya Kamaluddin juga mengaku kesal dengan sistem parkir yang diterapkan manajemen RSUD Barru. Menurutnya, hal ini tentu perlu dibenahi apalagi ini RS pemerintah daerah.
“Saya kira retribusi parkir rumah sakit ini tidak rasional. Jadi misalnya kalau ada keluarga pasien mau beli obat di luar, harus bayar parkiran. Kami minta pihak RSUD melakukan perubahan dalam pengelolaan parkir itu,”ujarnya.
Sumber: kabar.news
Fasilitas RSUD Terus Ditingkatkan
PANGKALAN BUN– Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat tingkatkan kualitas sarana dan prasarana Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Imanudin Pangkalan Bun. Dengan perbaikan fasilitas itu diharapkan mampu memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat.
Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan, RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun sekarang sudah banyak perubahan. Penambahan sejumlah fasilitas penunjang juga telah dilakukan Pemkab Kobar.
“Pemenuhan fasilitas di rumah sakit ini menjadi kewajiban bagi pemerintah. Apalagi RSUD ini menjadi rumah sakit rujukan regional wilayah barat Provinsi Kalteng,” katanya.
Penambahan fasilitas penunjang ini menjadi salah satu perhatian Pemkab Kobar untuk peningkatan layanan kesehatan masyarakat. Dana yang dikucurkan juga cukup besar, semua itu dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kobar dan sekitarnya.
“Bahkan gedung untuk kelengkapan layanan juga sudha dilakukan. Salah satunya gedung IGD tiga lantai yang baru saja diresmikan,” terangnya.
Saat ini penambahan gedung untuk ruang kelas III juga tengah dibangun. Pembangunan gedung lima lantai ini rencananya selesai tahun 2019 mendatang.
“Kita tambah gedung baru untuk pasien kurang mampu dan pengguna BPJS kelas III. Karena pada saat tertentu kadang banyak pasien yang dirawat di selasar. Pembangunan gedung lima lantai ini sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Dengan adanya peningkatan sarana dan prasarana ini selanjutnya juga membutuhkan tambahan SDM yang mumpuni. Fasilitas bagus harus ditunjang dengan pelayanan prima dengan jumlah personil yang mencukupi.
“Kabar baiknya tahun ini ada penerimaan CPNS untuk dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, perawat dan apoteker. Banyak CPNS tenaga kesehatan yang ditempatkan di RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun,” jelasnya. (rin/sla)
Sumber: prokal.co
Pelatihan Lean Management
Pelatihan Lean Management
Pendekatan Untuk Meningkatkan Efisiensi dan Mutu Rumah Sakit di Era JKN
Mengapa Ikut Pelatihan Lean Management ?
Lean merupakan metodologi perbaikan proses untuk memberikan produk dan layanan lebih baik, lebih cepat, dan biaya lebih rendah. Lean adalah pola pikir, metode yang melibatkan dokter, perawat, dan para staf pendukung untuk mengelola pekerjaan mereka agar lebih mudah, lebih lancar, lebih cepat dan lebih aman. Mengimplementasikan lean pada akhirnya akan merampingkan proses, meningkatkan pendapatan, mengurangi biaya, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
Memahami Lean Management (LM) secara utuh, mulai dari filosofi, prinsip, dan tools akan memberi kesempatan rumah sakit untuk mengimplementasikan sesuai konteks masing-masing. Pengalaman rumah sakit lain menjadikan sumber inspirasi untuk mengembangkan dan mengaplikasikan pendekatan dan strategi tersendiri sesuai dengan kondisi. Implementasi LM harus langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh para staf sehingga staf percaya bahwa LM bukan menambah pekerjaan tetapi merupakan solusi dari banyak waste dalam pekerjaan mereka. Hal tersebut juga akan membuat implementasi LM bukan sekedar heboh sesaat (ibarat popcorn) tapi akan dirasakan sebagai kebutuhan.
Inilah pelatihan (investasi) yang ketika anda mengimplementasikan apa yang diperoleh selama pelatihan dan mengeksekusi berbagai solusinya akan memberi potensi efisiensi berkali lipat dari biaya pelatihan ini. Pengalaman selama beberapa tahun terakhir, berbagai rumah sakit kelas D sampai dengan kelas A menunjukkan bahwa semakin besar organisasi maka semakin besar pula potensi efisiensi. Terkini, salah satu rumah sakit kelas B dengan mudah berbagi kegembiraan kepada para stafnya karena hasil mengaplikasikan lean menunjukkan efisiensi hampir 100 juta rupiah dan ke depannya diharapkan lebih dari itu.
Jangan lewatkan kesempatan ini. Ikuti, pelajari, jadilah ahlinya! Praktekkan lean bahkan untuk rumah tangga anda. Di rumah tangga saja punya potensi berhemat hingga 50% biaya bulanan apalagi di organisasi seperti rumah sakit. Semakin cepat anda praktekkan, semakin cepat pula anda dan rumah sakit anda mencapai efisiensi.
Tujuan
Tujuan Umum
Memberikan pemahaman dan ketrampilan kepada peserta tentang implementasi Lean Management.
Tujuan Khusus
- Memahami tantangan manajemen rumah sakit JamanNow.
- Memahami filosofi dan prinsip-prinsip lean management.
- Mampu mengidentifikasi value dan waste di rumah sakit.
- Mampu menyusun Value Stream Mapping (saat ini dan ideal atau akan datang).
- Mampu menghitung lead time, cycle time, waiting time dan value added ratio (VAR) dari suatu proses.
- Mampu menganalis akar penyebab masalah, merumuskan solusi, dan mengimplementasikan.
- Mampu memahami berbagai tools untuk mendukung implementasi lean.
- Memahami cara implementasi lean management dalam bentuk quick improvement (kaizen/PDSA/continuous improvement/process excellent) yang sesuai.
- Melihat dan mendengar langsung cerita salah satu rumah sakit yang telah mengimplementasikan lean management.
- Memahami berbagai strategi efisiensi di era JKN.
Materi
- Tantangan rumah sakit JamanNow.
- Filosofi dan prinsip.
- Value dan waste.
- Tools dan Value Stream Mapping.
- Cara implementasi.
- Kisah dan kunci sukses rumah sakit lain dalam implementasi lean management.
- Kepemimpinan dan pemberdayaan staf.
- Strategi efisiensi biaya (lean accounting) di Era JKN.
Ditujukan Untuk
- Seluruh jajaran manajemen rumah sakit, kepala bagian, kepala instalasi, kepala ruangan, komite mutu, komite medis, komite keperawatan, bagian diklat, dan tenaga potensial di rumah sakit (Semakin banyak personil yang paham akan semakin mudah untuk mengimplementasikan).
- Kepala dinas kesehatan, Kepala bidang pelayanan, dan Kepala FKTP.
- Konsultan rumah sakit dan Dewan Pengawas rumah sakit.
- Mahasiswa, dosen manajemen rumah sakit, peneliti.
- Eksekutif dan legislatif daerah yang terkait rumah sakit.
Narasumber dan Fasilitator
- dr. Andreasta Meliala, Dipl. PH., M.Kes (Direktur Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) dan Akademisi dari Minat Manajemen RS (MMR), FKKMK UGM)
- Firman, SE, MPH (Akademisi dari Minat Manajemen RS (MMR) dan Konsultan / Peneliti PKMK, FKKMK UGM).
- Yos Hendra, SE, MM, M. Ec. Dev, Ak, CA, MAPPI (cert) (Konsultan / Peneliti PKMK, FKKMK UGM).
- Putu Eka Andayani, SKM, M.Kes (Konsultan / Peneliti PKMK, FKKMK UGM).
- Elisabeth Listyani, SE, MM (Konsultan / Peneliti PKMK, FKKMK UGM).
- Barkah Prasetyo, SE, Ak., CA (Konsultan / Peneliti PKMK, FKKMK UGM).
- Valentina Dwi Yuli S., M. Kes. (Praktisi rumah sakit yang mengimplementasikan Lean Management).*
- Yollan Permana, MM, Apt. (Praktisi rumah sakit yang mengimplementasikan Lean Management).*
- Yoanna Rissa Mayasari S., S. , Apt. (Praktisi rumah sakit yang mengimplementasikan Lean Management).*
*Dalam Konfirmasi.
Waktu dan Tempat
Pelatihan ini akan diselenggarakan pada 28 – 30 November 2018 di Yogyakarta.
Biaya per Peserta
Biaya perorang dengan pilihan sebagai berikut :
Paket A : Rp. 4.900.000 (menginap 2 malam, 1 kamar/orang).
Paket B : Rp. 4.600.000 (menginap 2 malam, 1 kamar 2 orang/ twinshare).
Paket C : Rp. 4.000.000 (tanpa fasilitas menginap).
Fasilitas :
Coffee break, Lunch & Dinner.
Softcopy file dan hardcopy file, e-book & artikel tentang Lean Management.
Kunjungan ke rumah sakit yang sudah menerapkan Lean Management.
Pembayaran dapat dilakukan melalui :
BANK BNI
Universitas Gadjah Mada, Bulaksumur, Yogyakarta.
No. rekening : 9888807172010997
Nama pemilik rekening : UGM FKU PKMK Dana Kerjasama Penelitian Umum
*Catatan :
Pelatihan ini akan diselenggarakan jika peserta sudah memenuhi minimal 15 orang.
Mohon konfirmasi terlebih dulu sebelum dan setelah pembayaran.
Jadwal Kegiatan
Rabu, 28 November 2018
| Waktu | Materi / Kegiatan | Narasumber |
| 15.00 – 15.30 | Registrasi | |
| 15.30 – 17.00 | Tantangan RS Jaman NowKepemimpinan dan Pemberdayaan Staf dalam Implementasi Lean | Dr. dr. Andreasta Meliala, Dipl. PH., M.Kes |
| 17.00 – 19.00 | ISHOMA | |
| 19.00 – 21.00 | Filosofi dan Prinsip Lean ManagementCerita dan Kunci Sukses Implementasi Lean | Firman, SE, MPH |
Kamis, 29 November 2018
| Waktu | Materi / Kegiatan | Narasumber |
| 08.00 – 09.00 | Tools Implementasi Lean Management | Firman, SE, MPH |
| 09.00 – 12.00 | Kunjungan Lapangan ke RS | RS Panti Rapih* |
| 12.00 – 14.00 | ISHOMA | |
| 14.00 – 17.00 | Praktek
|
Firman, SE, MPH /Elisabeth Listyani, SE, MM /Barkah WP, SE |
| 17.00 – 19.00 | ISHOMA | |
| 19.00 – 21.00 | Praktek (Lanjutan)
|
Firman, SE, MPH /Elisabeth Listyani, SE, MM /Barkah WP, SE |
Jumat, 30 November 2018
| Waktu | Materi / Kegiatan | Narasumber |
| 08.00 – 09.00 | Strategi Efisiensi Biaya RS di Era JKN | Yos Hendra, SE, MM, M. Ec. Dev, Ak, CA, MAPPI (cert) |
| 09.00 – 10.30 | Presentasi Panel Proses Implementasi Lean oleh peserta | Putu Eka Andayani, SKM, M.Kes |
| 10.30 – 11.30 | Rencana Tindak Lanjut dan Penutupan | Dr. dr. Andreasta Meliala, Dipl. PH., M.Kes |
| 11.30 | Selesai dan Makan Siang |
Informasi dan Pendaftaran
|
Megarini Sulistyo 0818-996-974 |
Husniawan Prasetyo 0857-0111-7498 |
Pendaftaran online silakan klik Pendaftaran
Edisi Minggu ini: 11 – 17 September 2018
|
Hospital Management Asia 2018
Reportase Webinar WORKSHOP PENULISAN SKENARIO – Sesi 1 Tantangan pendanaan RS di Indonesia akhir-akhir ini adalah karena sebagian besar RS bergantung pada BPJS, sedangkan BPJS memiliki kendala cash flow. Tantangan lain ada di sisi supply (jumlah dokter spesialis yang masih kurang dan penyebarannya yang tidak merata) serta isu-isu spesifik misalnya bentuk kelembagaan RS daerah. Atau mengapa di wilayah timur Indonesia seorang Dokter Layanan Primer (DLP) tidak diberikan skill dan kewenangan untuk melakukan sectio caesaria, padahal di daerah tersebut tidak ada dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dan untuk menjangkau layanan tersebut di RS Rujukan jaraknya sangat jauh. Daerah tersebut tidak akan dapat mengklaim pelayanan SC karena tenaga yang ada disana tidak memiliki skill dan kewenangan, padahal kasusnya banyak. Hal ini disampaikan oleh Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD selaku narasumber utama workshop ini. Jurnal Open Access: Sebuah Pendekatan untuk Menilai Keselamatan Pasien di Rumah Sakit di Negara Berpenghasilan Rendah
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa hingga 1 dari 10 pasien dirugikan oleh insiden buruk di rumah sakit yang tidak terkait langsung dengan perawatan klinis mereka dengan biaya untuk ekonomi kesehatan sekitar $ 6 miliar per tahun. Tingkat dan biaya kerusakan dianggap lebih besar di rumah sakit di negara berkembang. Bukti menunjukkan bahwa hingga satu dari empat operasi katarak di negara berpenghasilan rendah menghasilkan ketajaman visual yang buruk (dibandingkan dengan kurang dari 1% dari operasi di negara berpenghasilan tinggi . Terdapat banyak faktor terjadinya hal ini selain karena adanya praktik keselamatan pasien yang buruk, misalnya; kurangnya protokol, komunikasi staf-pasien yang buruk atau kontrol infeksi yang buruk, dianggap sebagai bagian dari akar penyebab [4] dan perlu ditangani secara sistematis untuk memaksimalkan jumlah pasien yang mencapai hasil klinis yang optimal. Penelitian ini dilakukan di Uganda untuk mengetahui aspek non-teknis dari praktik keselamatan pasien menggunakan observasi non-partisipan di berbagai area klinis Webinar E-Prescribing: Upaya Mengurangi Medication Error Masih banyak permasalahan pelayanan yang dikeluhkan oleh masyarakat di dunia kedokteran Indonesia. Salah satu masalah pelayanan yang muncul adalah pembuatan resep obat dengan menulis tangan. Hal tersebut sering menimbulkan medication error atau kesalahan dalam pengobatan seperti kesalahan dalam mengartikan resep obat, kesalahan menentukan dosis obat, hingga lama antrian dalam pemesanan obat. Permasalahan itu dapat terjadi di rumah sakit, puskesmas, klinik, serta apotek. Webinar ini akan akan diselenggarakan pada bulan September 2018, pukul 09.00 – 11.00 WIB. Lensa Kontak dan Kesehatan Mata
Mata adalah aset tubuh kita yang sangat penting. Sebagian orang mengalami gangguan pada mata namun menyembunyikan enggan menggunakan kacamata dan akhirnya menggunakan lensa kontak. Lensa kontak sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Lensa kontak berfungsi untuk menambah ketajaman mata dan juga untuk penampilan, khususnya para wanita. Namun apakah mereka memikirkan risiko penggunaan lensa kontak? Pengguna lensa kontak berpotensi terkena bakteri, kuman, dan mikroba lainnya. Namun bukan berarti lensa kontak tidak boleh digunakan. Lensa kontak tetap bisa digunakan akan tetapi berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Webinar Implementasi Lean Management di Rumah Sakit
Lean adalah metodologi perbaikan proses untuk memberikan produk dan layanan yang lebih baik, lebih cepat dan dengan biaya yang lebih rendah. Lean adalah pola pikir, metode untuk melibatkan dokter, perawat, para staf untuk mengelola pekerjaan mereka agar lebih mudah, lebih lancar, lebih cepat dan lebih safety. Mengimplementasikan Lean pada akhirnya akan merampingkan proses, meningkatkan pendapatan, mengurangi biaya dan meningkatkan kepuasan pelanggan. TOR Formulir Pendaftaran Leaflet |
|||
| Website ini akan update setiap Selasa pagi. Nantikan Informasi terbaru setiap minggunya. | |||
|
+ Arsip Pengantar Minggu Lalu |
|||
|
|
Reportase: Webinar SMARThealth, involving volunteers in CVD management in rural areas, a longitudinal study of 18000 villagers |
|
Jenis Akad di Rumah Sakit Syariah |
Agenda Hospital Management 2018

Hari/Tanggal : Rabu/12 September 2018
13.00 – 14.00 : Registrasi
14.00 – 17.00 : Productivity and Healthcare: Improving Productivity Through People
Mr. Mike Podolinsky
Chief Executive Officer, Podolinsky Ltd. (Singapore)
Bagaimana meningkatkan produktivitas di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan dengan berfokus pada SDM yang dimiliki. Peningkatan produktivitas yang optimal dapat dicapai dengan perencanaan untuk mengembangkan SDM, memutus hambatan, dan memberikan ruang kerja yang nyaman hingga menimbulkan suasana “kekeluargaan”.
18.00 – 19.00 : Power Dinner (VIP Gathering for Speakers, Moderators, and key HMA Partners) (*by Invite Only)
Hari/Tanggal : Kamis/13 September 2018
7.00 – 8.45 : Registrasi
8.45 – 9.25 : Opening Ceremony
9.25 – 9.45 : Plenary I
Are we Overbuilding?
Ms. Paula Wilson
President & CEO, Joint Commission International (USA)
Perencanaan merupakan aspek penting. Ketika kelompok rumah sakit, sistem kesehatan, pemerintah, dan lainnya berkeinginan untuk membangun fasilitas pelayanan kesehatan yang baru, mereka mempunyai pertimbangan untuk mempertemukan kebutuhan pelayanan akan keehatan di masa depan. Bagaimanapun atas segala perubahan tersebut, apakah kita membangun terlalu berlebihan?
9.45 – 10.05 : Plenary II
Digitalizing Healthcare: Medical devices, AI, and big data
Mr. Michael Retermann
Chief Operating Officer, Siemens Healthineers Managing Board
Dengan adanya peningkatan kebutuhan obat berbasis bukti, digitalisasi dalam pelayanan kesehatan penting untuk dipersiapkan untuk masa depan
10.05 – 10.25 : Plenary III
Value-Based Healthcare Delivery and Pricing – restructuring health care systems around the globe with the overarching goal of value for patients
Dr. Keith Lim
Group Chief Value Officer, Value Driven Outcome Office, National University Health System (Singapore)
Pelayanan kesehatan berbasis nilai merupakan kunci perkembangan dalam menganggapi perubahan pembiayaan di pelayanan rumah sakit dimana dokter dan rumah sakit dibayar berdasar hasil ksehatan pasien. Sesi ini akan dibahas tentang penciptaan nilai dalam pelayanan, bagaimana nilai dijelaskan, dan mentransformasi keluaran dan biaya untuk setiap pasien.
10.25 – 10.45 : Plenary IV
Positioning Asia as the hub for medical tourism
Assoc. Prof. Somsak Chaovisitsaree
M.D., Chief Executive Officer / Medical Director, Bumrungrad International Hospital (Thailand)
Sesi ini berkaitan dengan bagaimana posisi dan daya saing di tingkat region.
10.45 – 11.30 : Networking Break (Coffee at the Expo Hall)
11.00 – 11.15 : Tech Talk by Wolters Kluwer
Special Interest Session A
(11.30 – 13.00)
Lotus 7 : Hospital Investment Forum
Mr. Vishal Bali,
Asia Head – Healthcare, TPG Growth (India)
Diskusi panel yang berfokus pada beberapa cara rumah sakit untuk memiliki keberlanjutan secara financial
Forum A : The rise of healthcare sector in the region
1. Budiraharjo Legowo, Chief Finance Officer, Siloam Hospital Group (Indonesia)
2. Truong Vinh Long, Healthcare Managing Director, Hoa Lam Corporation (Vietnam)
3. Norzifiah Abdul Aziz, Chief Finance Officer, Ramsey Sime Darby Health Care (Malaysia)
Membahas perkembangan dan ekspansi dari berbagai kelompok pelayanan kesehatan di Asia Pasiffi dan bagaimana bisnis mereka dapat berkembang di wilayahnya.
Forum B : Driving growth: Investing & funding of healthcare & hospitals in AP
1. Vishal Bali, Asia Head – Healthcare, TPG Growth (India)
2. Hareesh Nair, Managing Director, Fosun Healthcare Holdings, Asia Pacific
3. Alexandre Fernandes de Oliveira, Chief Investment Officer, International Finance Corporation (Hong Kong)
Mengidentifikasi perkembangan pelayanan kesehatan, pilihan sumber keuangan, penyandang dana yang dapat berinvestasi, serta peran pemerintah sebagai modal eksternal.
Forum C : Leveraging healthcare partnerships, joint ventures, & co-branding
Mr. Vishal Bali, Asia Head – Healthcare, TPG Growth (India)
Lotus 5 & 6 : Safety, quality, & accreditation
Beberapa topik yang akan dibahas mengenai alat dalam meningkatkan keamanan pasien, menyediakan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik, dan terakrediasi sebagai standar dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan oleh rumah sakit.
A1. How facilities design affect patient safety and quality
1. Rene Domingo, Professor, Asian Institute of Management (Philippines)
2. Paul Chang, Vice President of Accreditation, Standards and Measurement, Joint Commission International (USA)
3. Seang Teak Tan, Group Chief Operating Officer, Hoan My Medical Corporation (Vietnam)
Lotus 3 & 4 : Healthcare 4.0
Diskusi berkaitan dengan inovasi terbaru untuk meningkatkan kinerja manajemen rumah sakit. Salah satu topik yang akan dibicarakan adalah bagaimana rumahsakit bertransformasi untuk kebutuhan masa depan.
A2. Big data, robotics and AI in the healthcare sector and how it improves hospital service and quality of care
1. Timothy Low, Board Director, Farrer Park Hospital (Singapore)
2. Junichi Taguchi, Chief Medical Director, Tokyo Midtown Clinic / Director, Center for Advanced Medical Science and Technology at
Tokyo Midtown (Japan)
3. Tada Tomohiro, Professor, Department of Surgical Oncology, University of Tokyo / Director, The Institute of Gastroenterology &
Proctology (Japan)
Lotus 1 & 2 : Talent management
Diskusi meliputi strategi – strategi untuk menarik dan melatih tenaga ahli serta mempersiapkan pemimpin di masa depan.
A3. Winning the war for healthcare talent strategies to attract and keep talent
1. Mike Podolinsky, Chief Executive Officer,Podolinsky Ltd. (Singapore)
2. Tullawat Pacharapha, Chief Operating Officer, Vejthani Hospital (Thailand)
Lotus 12 : Patient care & engagement
Diskusi akan berfokus pada EQ rumah sakit. Mendesain program pengalaman pasien untuk meningkatkan pelayanan pada pasien dan meningkatkan loyalitas pasien.
A4. Building your hospital brand and patient loyalty through excellent patient care and engagement
1. Girdhar Gyani, Director General, Association of Healthcare Providers India
2. Jason Wolf, President, The Beryl Institute (USA)
Special Interest Sessions B
(14.30 – 16.00)
Lotus 7 : JCI CEO Forum: Integrated care: Is your hospital future-ready?
1. Phua Tien Beng, Chief Executive Officer, Singapore Operations Division, Parkway Pantai Limited (Singapore)
2. Mohamed Ali Karkoukli, Acting GroupChief Total Quality Officer, Corporate Total Quality Division, Abu Dhabi Health Services Company – SEHA (UAE)
3. Poramaporn Prasarttong-Osoth, Chief Operating Officer, Bangkok Dusit Medical Services / CEO Group 1, Bangkok Hospital / Board of Director, Bangkok Dusit Medical Services PCL (Thailand)
4. Assoc Prof. Visit Vamvanij, Director, Siriraj Hospital (Thailand)
Salah satu fitur dari rumah sakit masa depan adalah pelayanan yang terintegrasi, menyediakan pelayanan tidak hanya di rumah sakit namun juga di komunitas.
Lotus 3 & 4 : Safety, quality, & accreditation
B1. Creating cost effective care while ensuring quality service and patient safety
1. Sandhya Mujumdar, Deputy Director, Medical Affairs, National University Hospital (Singapore)
2. Thomas Joseph Schaefer, Group Chief Quality & Medical Affairs Officer, Hoan MyMedical Corporation (Vietnam)
Diskusi akan berkaitan tentang apakah yang dimaksud perawatan yang berpusat pada pasien, apakah kualitas akan meningkatkan biaya, dan bagaimana memprioritaskan kualitas dan keluaran dengan memanfaatkan waktu dan uang untuk hasil yang maksimum.
Lotus 12 : Healthcare 4.0
B2. Implementing EHR/EMR in Asia: challenges and opportunities
1. Hing-Loi Hui, Chief Systems Manager, Hong Kong Hospital Authority (Hong Kong)
2. Brett C. Medel, Group Chief Information Officer, The Medical City (Philippines)
Diskusi akan melihat bagaimana region dapat mengadopsi dan mengimplementasikan EHR/EMR dalam organisasi mereka, melihat alternatif dari tingginya biaya pada teknologi, dan mengidentifikasi tujuan pengukuran interoperabilitas dan implementasi solusi yang efektif.
Lotus 5 & 6 : Talent management
B3. How to build an effective team and culture among doctors, junior residents, nurses, and allied health workers
1. Benedict Stanberry, Principal, IHLM (UK)
2. Merle L. Salvani, President, Philippine Nurses Association (Philippines)
3. Sallyanne English, Worldwide Senior Industry Solutions Manager – Healthcare,Microsoft (Australia)
Mengidentifikasi seorang yang unggul dari berbagai divisi, strategi yang diterapkan dalam kelompok staf rumah sakit, berbagai training dan kegiatan yang berfokus pada komunikasi efektif sebuah kelompok, dan implementasi budaya terbuka dan memberi dan memproses setiap feebcak.
Lotus 1 & 2 : Patient care & engagement
B4. How to build a hospital which improves the patient and caregivers’ experience
1. Nick Robinson, Director, VK Architects &Engineers, Asia Pacific
Dr. Vibash Wijeratne, Medical Director,Ninewells Hospital (Sri Lanka)
2. Paul Barach, Clinical Professor, WayneState University School of Medicine (USA)
Diskusi akan berkaitan dengan analisis biaya dan manfaat sebelum dan sesudah pengembangan, pelibatan berbagai divisi dan pasien dalam gambaran pengembangan fasilitas, menarik pasien dengan inovasi dan mendesain rumah sakit luar biasa.
16.00 – 16.30 : Networking Break
16.00 – 16.30 : Launch and beer reception
Special Interest Session C
( 16.30 – 18.00)
Lotus 7 : Value Creation Forum
1. Eric Finkelstein, PH.D, M.H.A, Professor of Health Services and Systems Research, Duke-NUS Medical School / Executive Director, Lien Centre for Palliative Care (Singapore)
2. Kantaporn Harnphanich, Chief Marketing Officer, Bangkok Chain Hospital (Thailand)
Bagaimana mengimplementasikan tantangan dalam pelayanan kesehatan berbasis nilai. Mendefinisikan nilai dari sudut pandang pasien dan rumah sakit, dan bagaimana pelayanan kesehatan berbasis nilai akan merubah pelayanan di rumah sakit.
Lotus 5 & 6 : Safety, quality, & accreditation
C1. How to reduce medical errors: nurses and doctors perspective
1. Quek Swee Chye, Chairman, Medical Board, National University Hospital (Singapore)
2. Amitabh Saxena, Chief Executive Officer, Anexas (India)
Bagaimana membuat standar prosedur dan kebijakan seperti Six Sigma, apakah pekerjaan yang berlebihan menyebabkan terjadinya eror, dan penggunaan teknologi dan sofware sebagai tambahan sistem.
Lotus 12 : Healthcare 4.0
C2. Becoming a smart hospital: Why and how
1. A. Heri Iswanto, Deputy Dean of Academics, Faculty of Health Science, University of Pembangunan Nasional “VETERAN” Jakarta (Indonesia)
2. Paul Barach, Clinical Professor, Wayne State University School of Medicine (USA)
Mendefinisikan bagaimana smart hospital dan bagaimana rumah sakit dapat mengadopsinya, tantangan serta manfaat dari smart hospital, dan pentingnya faktor sumber daya manusia dalam mendesain smart hospital di masa depan.
Lotus 3 & 4 : Talent management
C3. How to learn effective communication and teamwork to improve service
1. Laksono Trisnantoro, Lecturer and Researcher, Gadjah Mada University(Indonesia)
2. Richard Lirio, Chief Operating Officer,Tagaytay Medical Center (Philippines)
Membina komunikasi terbuka di dalam sebuah team serta penggunaan perangkat online serta berbagai jenis program untuk peningkatan efisiensi dan produktivitas.
Lotus 1 & 2 : Patient care & engagement
C4. How to provide premium care and keep a sustainable way for the hospital
1. Karin Jay, Vice President, Global Services, Planetree
2. Kittinan Anakamanee, Chief Executive Officer, The Healthcare Accreditation Institute (Thailand)
Membantu perawat ddan staf medis dalam menyediakan pelayanan premium pada pasien dan manajemen rumah sakit yang berkelanjutan.
18.00 – 19.30 : Welcome Reception and Fellowship Night
“Celebrating Amazing Thailand”
Hari/Tanggal : Jumat/14 September 2018
9.00 – 9.05 : Flag Exchange Ceremony
9.05 – 9.45 : Plenary V (Panel Discussion)
Preparing for a hospital without walls: learning from the e-commerce retail takeover
1. Chamaree Chuapetcharasopon, Chief Operating Officer, CP Medical Center (Thailand)
2. Budiraharjo Legowo, Chief Finance Officer, Siloam Hospital Group (Indonesia)
3. Datuk Dr. Kuljit Singh, Medical Director, Prince Court Medical Centre (Malaysia)
Diskusi berkaitan dengan transformasi digital untuk rumah sakit masa depan, melihat trend terbaru dalam pelayanan kesehatan, dan evolusi peran rumah sakit dan bagaimana dapat menuju e-health.
9.45 – 10.15 : Plenary VI
Aging Countries: What we have to do to be well prepared?
1. Bunloo Siriphanich, President of the Board, Mahachai Hospital Group / President, Foundation of Thai Gerontology Research and Development Institute (Thailand)
2. Orapitchaya Krairat, Pediatric Ramathibodi Hospital Mahidol (Thailand)
10.15 – 10.45 : Plenary VII
Debate Forum Technology VS Touch – What defines better care
1. “Touch” Panel
Mr. Bhavdeep Singh, Chief Executive Officer,Fortis Healthcare (India)
2. “Technology” Panel
Dr. Mohamed Hamdy, Group Chief Operational Office, Al Salama Hospital (UAE)
10.45 – 11.00 : Benefits of creating an ASEAN Private Hospitals Association
Dr. Surapong Ambhanwong, Adviser, The Private Hospitals Association of Thailand
11.00 – 11.30 : Networking Break
11.15 – 11.30 : Tech Talk by IHLM
Special Interest Session D
(11.30 – 13.00)
Lotus 7 : HF Senior Management Symposium
Bagaimana meningkatkan ketahanan rumah sakit; solusi dalam menghadapi ancaman dan memastikan segala kegiatan yang berkelanjutan
Chairperson: Dr. Eric de Roodenbeke, Chief Executive Officer, International Hospital Federation (Switzerland)
Speaker
1. Erin Downey, Adviser – Health Unit, Health Care in Danger,International Committee of the Red Cross (Switzerland)
2. Dr Koichi Tanigawa, MD, PHD, Vice President, Fukushima Medical University / Director, Fukushima Global Medical Science Center (Japan)
3. Hamidreza Khankeh, Professor,University of Social Welfare and Rehabilitation Sciences / Affiliated Professor, Department of
Clinical Science and Education, Karolinska Institute (Sweden)
Lotus 5 & 6 : Safety, quality, & accreditation
D1. What is a patient safety culture and challenges in creating one
1. Kaushik Banerjea, Director Medical Services, Portland District Health (Australia)
2. Arif Mahmud, Director Medical Services, Apollo Hospitals Dhaka (Bangladesh)
3. Thomas Kozlowski, Principal Consultant,Joint Commission International (USA)
Menjelaskan budaya rumah sakit dan keamanan pasien, menunjukkan budaya terkini rumah sakit dan tantangan yang sedang dihadapi untuk memastikan keamanan pasien, dan transformasi budaya rumah sakit serta efeknya pada keamanan pasien dan pelayanan rumah sakit itu sendiri.
Lotus 3 & 4 : Healthcare 4.0
D2. Integrating human touch and innovation
1. Bhavdeep Singh, Chief Executive Officer,Fortis Healthcare (India)
2. Surangkana Techapaitoon, Deputy Chief Executive Officer, Samitivej and BNH Group of Hospitals / Hospital Director, Samitivej
Children’s Hospital (Thailand)
3. Dr. Nasronudin, Dr., SpPD., KPTI., FINASIM, President, Indonesian State University Hospital Association / Director, Universitas Airlangga Hospital (Indonesia)
Mengetahui kapan teknologi dikatakan berlebihan, meninjau lebih jauh hubungan terkini antara dokter dan pasien di Asia, serta mendiskusikan tentang dokter/pasien menuju 2025.
Lotus 12 : Patient care & engagement
D4. Continuous engagement with the community through social media platforms
1. Benedict Stanberry, Principal, IHLM (UK)
2. Dilshaad Ali Abas, Group CEO, Avivo Group of Hospitals (UAE)
Bagaimana melatih dan mempersiapkan staf rumah sakit, merekrut dan mengajak CEO untuk masuk dalam industri pelayanan kesehatan, serta mempersiapkan peran CEO yang berdampak pada ekspansi operasional dan pertumbuhan rumah sakit.
13.00 -14.30 : Luch Break
13.30 – 13.45 : Tech Talk by Orion Health
14.00 – 14.15 : Tech Talk by NTT Communications
Special Interest Session E
(14.30 – 16.00)
Lotus 7 : ASEAN Harmonization Forum – the how and its impact
Chairperson: Dr. Yash Paul Bhatia, Managing Director, Astron Hospital &
Healthcare Consultants & Astron Institute of Social Sciences, India
Speakers:
1. Tonang Dwi Ardyanto. Vice Director, Medical Services, Education and Research, Sebelas Maret University Hospital (Indonesia)
2. Dilshaad Ali Abas, Group CEO, Avivo Group of Hospitals (UAE)
Diskusi akan menjelaskan bagaimana pelayanan kesehatan dapat diintegrasikan di lingkup ASEAN, meninjau manfaat dan tantangan integrasi pelayanan di ASEAN, peralatan dan model yang dapat digunakan untuk harmonisasi pelayanan kesehatan, serta asuransi dalam pelayanan kesehatan dan dampaknya pada komunitas ASEAN
Lotus 3 & 4 : Safety, quality, & accreditation
E1. How accreditation can impact commercial outcomes
Dr. Paul Chang, Vice President of Accreditation, Standards and Measurement, Joint Commission International (USA)
Melihat tantangan dan manfaat dari akreditasi pelayanan yang diberikan, bagaimana rumah sakit mempersiapkan untuk akreditasi dan menunjukkan sebagai rumah sakit yang telah siap diakreditasi, serta menjelaskan pilihan akreditasi untuk peningkatan pelayanan rumah sakit.
Lotus 5 & 6 : Healthcare 4.0
E2. Getting ready for an integrated health system to prevent sickness and promote wellness
1. Hiroshi Takenaka, President, Kyoto Prefectural University of Medicine (Japan)
2. Dr Dirk F. de Korne, Deputy Director,Medical Innovation & Care Transformation, KK Women’s and Children’s Hospital / Adjunct Assistant Professor, Health Services & SystemsResearch, SingHealth Duke-NUS Academic Medical Centre (Singapore)
3. Laila Al Jassmi, CEO and Founder, Health Beyond Borders (UAE)
Integrasi sistem kesehtan terkini yang diimplementasikan di ASIA serta bagaimana mengintegrasikan sistem kesehtan lebih sistematik
Lotus 1 & 2 : Talent management
E3. Motivating employees to increase patient satisfaction
1. Anupam Sibal, Group Medical Director,Apollo Hospitals Group (India)
2. Made Indra Wijaya, M.H.A., Hospital Director, Bali International Medical Centre Hospital (Indonesia)
3. Thomas Kozlowski, Principal Consultant, Joint Commission International (USA)
Bagaimana pentingnya membangun budaya rumah sakit yang menjaga para karyawannya, serta strategi – strategi yang dapat digunakan untuk menjaga motivasi para karyawan, serta menggunakan teknologi dan inovasi sebagai alat untuk mempermudah pekerjaan
Lotus 12 : Patient care & engagement
E4. Preparing for elderly care
1. Mohamed Hamdy, Group Chief Operational Office, Al Salama Hospital (UAE)
2. Rustico Jimenez, President, Private Hospitals Association of the Philippines, Inc.
Diskusi akan berkaitan dengan bagaimana teknologi dan inovasi dapat berdampak pada pelayanan rumah sakit dan pengalaman bagi pasien serta alat dan metode yang dapat diadopsi rumah sakit dalam mempersiapkan pelayanan
16.00 – 16.30 : Networking Break
16.30 – 17.30 : Featured Forum
A take on the medico-legal aspect of the healthcare industry
Chairperson: Dr. Huberto Lapuz, President,Philippine Hospital Association (Philippines)
Speakers:
1. Leo Olarte, MD, Professor of Law &Medicine, Far Eastern University Institute of Medical / Adventist University of the Philippines & University of the East College of Law / Medical Director, Calbayog Adventist Hospital (Philippines)
2. Paul Barach, Clinical Professor, Wayne State University School of Medicine (USA)
16.30 – 17.30 : Featured Roundtable (by invite only)
1. Anurag Bhargava, Marketing Director, Abbott, Asia Pacific
2. Pankaj Khater, Marketing Manager, Abbott, Asia Pacific
Best Practice Presentation
(16.30 – 17.45)
Lotus 1 & 2 :
Patient Safety Projects:
16.30 – 16.45 : Reducing Hospital Acquired MRSA Nosocomial Infection: – A Patient’s Safety Initiative by KK Women’s and Children’s Hospital (Singapore)
16.45 – 17.00 : Evidence to Practice-We are a Family centered Neonatal care unit by Medcare Women & Children Hospital (UAE)
17.00 – 17.15 : Every Voice Matters, Speak Up for Safety and Make It Safe to Speak by KK Women’s and Children’s Hospital (Singapore)
Community Involvement Project:
17.15-17.30 : Conflict to Connect; Heart to Heart by Bangkok Hatyai Hospital (Thailand)
Talent Development Project
17.30 – 17.45 : Simple Move to Improve creation of one team for one goal-(Speak the same language and think the same thinking by Aster-Sanad Hospital (Saudi Arabia)
Lotus 3 & 4
Community Involvement Projects:
16.30 – 16.45 : Reducing Health Inequility and Improving Health Statusby Myat Taw Win Hospital (Myanmar)
16.45 – 17.00 : Improving patient satisfaction index using combined service excellence programme and IHIvvirtual breakthrough series collaborative by BIMC Hospital – Siloam Hospitals (Indonesia)
Cost Reduction Projects:
17.00 – 17.15 : Project War On Waste (WOW) by Appollo Hospitals Group (India)
17.15 – 17.30 : The Padraig Harrington Renewable Energy System by The Handa Foundation (Cambodia)
Customer Service Projects:
17.30 – 17.45 : To improve the hematological and oncological inpatient children’s medical experience by the ward caring school by Pediatric Hematology Department, Wuhan Union Hospital of China
Lotus 11
Hospital CEO of the Year Projects
16.30 – 16.45 : Eight-dimensional space model, a golden key for the core competitiveness enhancement of hospital by Affiliated Hospital of Chifeng University
(China)
16.45 – 17.00 : The Outstanding Director Of Universitas Airlangga Teaching Hospital: Transforming Hospital Governance Towards The Vision by Teaching Hospital of Airlangga University (Indonesia)
Innovations in Healthcare Technology Project
17.00 – 17.15 : Automated Hand Hygiene Notification Machine Learning System by KK Women’s and Children’s Hospital (Singapore)
Most Improved Thai Hospital Project
17.15 – 17.30 : Samitivej ; Hospital of Choice by Samitivej Hospital (Thailand)
Mobile and online services Project
17.30 – 17.45 : Telehealth for Speech Language Therapy Service by KK Women’s and Children’s Hospital (Singapore)
Lotus 12
Facility Management and Financial Improvement Projects
16.30 – 16.45 : Medical Gas Safety Management In Hanh Phuc International Hospital by Hanh Phuc International Hospital (Vietnam)
16.45 – 17.00 : Clean up for Patient Safety by KK Women’s and Children’s Hospital (Singapore)
17.00 – 17.15 : NHG 1-Health’s Improvement Journey by Tan Tock Seng Hospital (Singapore)
Nursing Excellence
17.15 – 17.30 : Reducing Medication Administration Error Focusing on Compliance to Medication Administration Protocol by ParkCity Medical Centre (Malaysia
17.30 – 17.45 : Nurses at the Forefront of Patient Experience: A Multi-Modal Approach in Improving Nursing Service by Asian Hospital and Medical Center
(Philippines)
Hari/Tanggal : Sabtu/ 15 September 2018
8.30 – 9.00 : Meet-up at Ground Floor Lobby, Bangkok Convention Centre (30-minutes travel time)
9.00 – 11.30 : Hospital Tour Visits:
i. Bangkok Hospital
ii. Bumrungrad International Hospital
iii. World Medical Hospital
11.30 – 12.00 : Delegates head back to Centara Grand
RSUD Gelar Audit Maternal Neonatal
KUALA KAPUAS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas mengadakan kegiatan Audit Maternal Neonatal (AMN) yang dipimpin langsung oleh Plt Direktur RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, dr Agus Waluyo MM. Kegiatan ini digelar beberapa waktu lalu yang bertempat di rumah sakit tersebut.
Pada kesempatan itu dr Agus menyampaikan, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mendukung program nasional terkait dengan Standar Akreditasi Rumah Sakit.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung program nasional sesuai dengan Standar Akreditasi Rumah Sakit, yaitu untuk berkolaborasi dan bekerja sama dengan instansi atau unit pelayanan kesehatan terkait dinas kesehatan, puskesmas, dan bidan – bidan koordinator yang melayani masyarakat terutama di Kabupaten Kapuas,” paparnya, beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, dalam kegiatan itu juga bertujuan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Kapuas dalam hal kesehatan.
“Kegiatan ini sebagaimana untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada warga yang ada di Kabupaten Kapuas ini, terutama yang ingin berobat ke rumah sakit ini,” terang Agus.
Lebih lanjut ia juga menerangkan, terlaksananya kolaborasi dan kerja sama antara instansi atau Unit Pelayanan Kesehatan terkait dinas kesehatan, puskesmas dan lainnya.
“Bersama para bidan koordinator yang melayani masyarakat di Kabupaten Kapuas tersebut juga untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta peningkatan kesehatan ibu dan bayi,”pungkas Agus Waluyo.
Sementara itu, kegiatan itu diisi langsung dengan presentasi kasus maternal dari Puskesmas Barimba, yang membahas mengenai Hemorrhagic Post Partum (HPP). Kemudian ada presentasi kasus Neonatal oleh Puskesmas Basarang terkait Inversio Uteri, dan presentasi Kasus Neonatal oleh Puskesmas Sei Tatas yang menerangkan mengenai kejadian berat badan lahir rendah atau biasa disebut BBLR. (rm-92/gus)
Sumber: prokal.co















