
Meskipun telah dilakukan investasi besar-besaran dalam infrastruktur fisik, berbagai studi menunjukkan adanya ketimpangan dalam kesiapsiagaan bencana di rumah sakit-rumah sakit Indonesia: skor keamanan struktural cenderung tinggi, sementara kapasitas fungsional—terutama dalam Indeks Keselamatan Rumah Sakit Modul 4—secara konsisten tertinggal.
Untuk menilai kekakuan anggaran sebagai faktor pendorong kerentanan fungsional rumah sakit berdasarkan Indeks Keselamatan Rumah Sakit Modul 4. Rendahnya kesiapan fungsional rumah sakit di Indonesia merupakan masalah sistemik yang terutama dipengaruhi oleh kekakuan pendanaan, yang menghambat kesiapan sumber daya manusia, logistik, komunikasi darurat, dan respons krisis. Diperlukan reformasi kebijakan yang lebih fleksibel, serta integrasi manajemen risiko bencana ke dalam tata kelola rumah sakit, sehingga layanan kesehatan dapat terus berfungsi secara optimal ketika bencana terjadi.







