Gorontalo (ANTARA) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo, segera bertransformasi menjadi Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU).
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa di Kabupaten Gorontalo, Rabu mengatakan Pemerintah Provinsi mulai mengambil langkah konkret mempercepat penyiapan RSUD tersebut menjadi RSPPU.
“Langkah ini sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan dokter spesialis sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di daerah,” katanya.
Usai menghadiri agenda Kementerian Kesehatan RI di auditorium Dr J. Leimena, Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan, Jakarta, pada Kamis (3/9), pihaknya mengambil langkah cepat itu.
Menurutnya keikutsertaan tersebut menjadi momentum penting untuk menerjemahkan kebijakan nasional tersebut, ke dalam langkah konkret di daerah.
Pihaknya mengikuti kegiatan di Jakarta, termasuk agenda penyerahan peserta RSPPU. Salah satu harapan Menteri Kesehatan adalah, agar rumah sakit yang sudah ditunjuk dapat benar-benar melaksanakan program ini sesuai tahun yang telah ditetapkan.
“Ini menjadi pesan penting bagi kami untuk tidak hanya melihat RSPPU sebagai sebuah kebijakan, tetapi bagaimana kesiapan rumah sakit harus kita persiapkan sejak sekarang,” kata Anang.
Menurutnya arahan tersebut kemudian diperkuat oleh Gubernur Gorontalo yang meminta agar Pemerintah Provinsi segera menyiapkan proposal RSPPU secara komprehensif.
“Gubernur juga meminta kita segera menyiapkan proposal RSPPU. Jadi yang kita siapkan bukan hanya dalam bentuk dokumen, tetapi sesuai yang dibutuhkan rumah sakit, baik dari sisi sumber daya manusia (SDM), maupun sarana dan prasarana. Kita harus mengetahui kondisi yang ada sekarang, apa yang masih kurang, berapa kebutuhan dan bagaimana tahapan pemenuhan,” katanya.
Dalam agenda tersebut, Kementerian Kesehatan meluncurkan seleksi 25 program studi baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit atau Hospital-Based pada RSPPU Batch V, sekaligus menyerahkan 54 peserta PPDS Batch IV kepada enam RSPPU untuk memulai pendidikan dokter spesialis.
Ia menjelaskan RSPPU, yaitu rumah sakit yang ditetapkan menjadi penyelenggara utama pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit.
Dalam skema PPDS Hospital-Based, rumah sakit menjadi pusat utama proses pendidikan.
Peserta didik belajar langsung melalui pelayanan klinis di rumah sakit, dengan standar kompetensi yang tetap mengacu pada kolegium.
Kementerian Kesehatan menyebut pengembangan PPDS Hospital-Based merupakan salah satu langkah strategis untuk mengatasi keterbatasan dan ketimpangan distribusi dokter spesialis di Indonesia.
Karena itu, RSPPU bukan sekadar perubahan status rumah sakit.
Rumah sakit harus memiliki SDM sesuai persyaratan, pendidik klinis, fasilitas pelayanan dan pendidikan, tata kelola pendidikan, sistem penjaminan mutu, serta jejaring pendidikan yang mampu mendukung penyelenggaraan PPDS.
Jajaran Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo bersama Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Provinsi Gorontalo Taufik Ramadhan Biya, serta manajemen RSUD dr Hasri Ainun Habibie mulai membahas langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menyiapkan rumah sakit menuju RSPPU Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Penyakit Dalam.
Pembahasan tersebut diarahkan dengan memastikan kesiapan rumah sakit dari sisi pelayanan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, maupun aspek akademik.
Anang mengatakan sebagai langkah awal, RSUD Ainun Habibie perlu terlebih dahulu memenuhi persyaratan dan melalui proses penetapan sebagai Rumah Sakit Pendidikan.
Status tersebut menjadi fondasi penting sebelum rumah sakit melanjutkan tahapan penyiapan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit.
“Koordinasi pun diperkuat dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar, untuk mendapatkan penguatan dari aspek akademik dan penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis,” imbuhnya.
Sumber: gorontalo.antaranews.com







