SRAGEN – Rumah sakit (RS) swasta di Sragen siap dilibatkan dalam menangani pasien dari keluarga miskin, melalui program Sarase Warga Sukowati (Saraswati). Namun sebelumnya, perlu ada kejelasan mekanisme program dan sejauh mana keterlibatan RS swasta dalam program tersebut.
Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Amal Sehat Sragen, Kusdinar Yuni Untung Sukowati, mengungkapkan selama ini RSI Amal Sehat sudah menerima pasien pemilik kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan memiliki bangsal khusus bagi pasien Jamkesmas. Jumlah bangsal khusus pasien Jamkesmas, sekitar 20% jumlah bangsal keseluruhan yang dimiliki RSI Amal Sehat. Pelayanan yang diberikan kepada pasien Jamkesmas, sama dengan pelayanan kepada pasien kelas III. “Kebijakan ini kami ambil karena memang ada instruksi dari Kemenkes agar setiap rumah sakit mau menerima pasien Jamkesmas,” jelasnya kepada Solopos.com, Selasa (15/1/2013).
Jika ada pasien yang tidak memiliki Jamkesmas, tapi mengajukan keringanan biaya perawatan karena tidak mampu, ungkapnya, akan dibantu pihak rumah sakit, sesuai kemampuan rumah sakit. Hal itu sebagai wujud kepedulian RSI Amal Sehat kepada warga kurang mampu. Oleh karena itu jika Pemkab Sragen memiliki program Jamkesda Saraswati, kata Yuni, pihaknya siap dijadikan partner pemerintah. Namun sebelumnya, perlu ada sosialisasi secara jelas apa itu Saraswati, biaya apa saja yang bisa diklaimkan, bagaimana mekanisme klaim dan aturan lainnya. “Asalkan semua bisa kita terima, kita siap bekerja sama,” ujarnya.
Ia mengungkapkan selama ini biaya perawatan pasien Jamkesmas yang bisa diklaimkan, sebenarnya tidak sebanding dengan biaya standar yang harus dikeluarkan RSI Amal Sehat. Oleh karena itu, pihak rumah sakit sebenarnya masih menanggung sebagian biaya pasien Jamkesmas. “Ketika dirawat di sini [RSI Amal Sehat], pasien Jamkesmas pulang tanpa mengeluarkan biaya perawatan. Biaya yang tidak bisa diklaimkan kepada pemerintah, ditanggung pihak rumah sakit,” jelasnya.
Kepala Bagian Pelayanan Medis Rumah Sakit Umum Mardi Lestari Sragen, Thomas LS, mengungkapkan selama ini RSU Mardi Lestari mau menerima pasien dari keluarga miskin. Ketika mereka meminta keringanan biaya, rumah sakit akan membantu sesuai kemampuan rumah sakit. Jika nantinya RS swasta di Sragen akan dilibatkan dalam menangani pasien Saraswati, Thomas meminta Pemkab melakukan sosialisasi dan pembicaraan terlebih dahulu dengan RS swasta. “Jika memang bisa kita terima mekanismenya, kita bersedia dilibatkan,” ujarnya.
Yuni juga berharap Dinas Kesehatan Sragen lebih tegas dalam menjalankan fungsinya, mengawasi operasional rumah sakit-rumah sakit di Sragen. Terutama kesediaan rumah sakit dalam menerima pasien Jamkesmas. “Jika tidak mau menerima pasien Jamkesmas, seharusnya mendapatkan peringatan karena hal itu berarti melanggar aturan Kemenkes,” terangnya.
Sebelum ini, Sekretaris Komisi IV DPRD Sragen, Aris Surawan mengusulkan agar RS swasta dilibatkan dalam menangani pasien dari keluarga miskin, melalui program Saraswati. Hal itu dilakukan jika RSUD Sragen kewalahan menangani pasien pemilik kartu Saraswati.
Sumber: solopos.com

JAKARTA–Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah mencanangkan program Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang diluncurkan pada November. Namun, tidak semua warga miskin mendapat pelayanan yang seharusnya bersifat universal coverage (kepesertaan semesta) ini.
Malang – Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, dalam waktu dekat ini segera memiliki Rumah Sakit Umum Daerah sebagai rumah sakit “tanpa kelas” karena siapapun yang berobat akan dilayani secara maksimal.
RS Mehkota Madical Center Melaka, Malaysia terus memaksimalkan promosi untuk menarik pasien berobat.Salah satunya dengan menggelar Launcing Cencer dan Healht Talk di Dumai.
Padang-Peningkatan pelayanan Rumah sakit Umum PT. Semen Padang terus dilaksanakan. Terhitung awal tahun 2013, sistem informasi lama diubah menjadi sistem informasi terkomputerisasi baru yang lebih terintegrasi, sehingga laporan penjualan ataupun pembelian obat, laporan pasien dan laporan keuangan serta laporan lainnya bisa diakses setiap harinya oleh pihak manajemen. Sistim informasi ini adalah sistem informasi yang dibuat oleh Konsultan IT Intersolusi Cipta Softindo juga telah diimplementasikan di RS besar lainnya di Indonesia seperti RS Kanker Pusat Dharmais, RS Husada Jakarta, RS Haji Jakarta dan lainnya.
TANJUNGPINANG–Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di tahun 2013 ini akan membangun rumah sakit di Kundur. Rencana Pemprov Kepri yang akan membangun rumah sakit tersebut disampaikan oleh Gubernur Kepri melalui Kabiro Humas dan Protokol, Drs Riono MSi, kepada wartawan seusai acara Peringatan Hari Dharmawanita di Kantor Gubernur Kepri, Rabu (9/1).
KULONPROGO—Dibalik beragamnya pelayanan yang diberikan Rumah Sakit Umum Daerah Wates, koordinasi antarunit di rumah sakit itu ternyata diketahui masih tidak rapi.
Jakarta-Selain sebagai tempat merawat orang sakit, rumah sakit juga bisa menjadi sumber berkembangbiaknya kuman penyebab infeksi nosokomial, kata Ketua Kompartemen Umum dan Humas PERSI, Dr. Robert Imam Sutedja.
JEMBER – Tidak akan lama lagi, Kabupaten Jember, Jawa Timur, bakal memiliki Rumah Sakit Internasional. Rumah sakit berkualitas internasional itu akan menempati RSD (Rumah Sakit Daerah) dr Soebandi yang selama ini menjadi rumah sakit rujukan bagi warga eks Karesidenan Besuki, yang meliputi Kabupaten Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso, dan Kabupaten Jember sendiri.






