
Seiring bertambahnya usia harapan hidup seseorang, semakin banyak permasalahan kesehatan yang dihadapi. Hal ini dikarenakan menurunnya fungsi sistem tubuh secara keseluruhan sehingga rentan terkena penyakit-penyakit yang berhubungan dengan penuaan atau penyakit degeneratif.
Penyakit degeneratif yang dihadapi antara lain yaitu masalah pembuluh darah. Spesialis Bedah Vaskular RS Premier Bintaro dr. Suhartono, Sp.B(K)V mengatakan, banyak penyakit yang diakari oleh permasalahan pada pembuluh darah. Penyakit-penyakit itu di antaranya aneurisma, insufisiensi vena kronik, emboli paru, komplikasi diabetes dan beberapa penyakit lain.
Guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat akan layanan khusus komplikasi penyakit pembuluh darah, RS Premier Bintaro meresmikan Vascular Centre, Minggu (26/5/2013) di RS Premier Bintaro, Tangerang Selatan. Layanan ini, kata Suhartono, merupakan layanan yang diharapkan menjadi salah satu unggulan dan ciri khas dari RS Premier Bintaro.
Suhartono memaparkan, Vascular Centre memiliki pelayanan unggulan untuk penanganan pembesaran aorta (aneurisma aorta). Pembuluh aorta merupakan pembuluh yang berada di sekitar rongga perut yang keluar dari jantung. Usia lanjut di atas 60 tahun merupakan faktor risiko dari penyakit ini.
Komplikasi dari pembesaran aorta cukup fatal, antara lain menekan organ-organ yang berada di sekitar rongga perut sehingga mengganggu fungsinya. Selain itu jika biarkan gangguan ini dapat menyebaban aorta pecah dan mengakibatkan kematian.
Jika dulu pembesaran aorta ditangani dengan operasi besar dengan prosedur pemasangan pembuluh baru di aorta, namun kini prosedur tersebut dapat diganti dengan Endovascular Aneurysm Repair(EVAR) dengan tindakan pembedahan minim invasif.
“Artinya, risikonya jauh lebih kecil sehingga menurunkan kematian drastis, namun tetap memberikan hasil yang maksimal,” jelas Suhartono.
Secara umum, tindakan medis yang dilakukan di Vascular Centre dibagi menjadi dua, yaitu operasibypass dan tindakan minim invasif antara lain balloning, stenting, dan angioplasty. Tindakan yang dipilih pada pasien berdasarkan pada kebutuhan pasien.
Direktur Utama RS Premier Bintaro dr. Juniwati Gunawan mengatakan, Vascular Centre yang ada di RS Premier Bintaro diharapkan dapat memberi kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan yang terintegrasi. Hal ini memungkinkan pasien mendapat pelayanan lengkap dari mulai diagnostik, penanganan, hingga fisioterapi.
Sumber: http://health.kompas.com/read/2013/05/26/22085837/RS.Premier.Bintaro.Hadirkan.Vascular.Centre.

PEKANBARU – Walau banyak masyarakat melakukan pengobatan ke rumah sakit di Malaysia, namun sebenarnya rumah sakit di Riau juga tak kalah hebat dari negeri Jiran tersebut. Pengakuan itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Kesehatan Prof Dr Ali Ghufron Mukti, Jumat (24/5/2013) di Pekanbaru.
Jakarta, GATRAnews – Ricuh program Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang dirilis Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, mengundang keprihatian DPRD DKI. Sebagai langkah tindak lanjut, Komis E DPRD DKI Jakarta yang membidangi kesehatan memanggil 16 rumah sakit yang sempat dikabarkan akan hengkang dari program itu.

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Komisi IX DPR RI Ribka Tjiptaning menilai seluruh rumah sakit yang mundur dalam memberikan layanan kesehatan melalui Kartu Jakarta Sehat (KJS) sama dengan melanggar undang-undang. Ia menganggap keputusan mundur dari KJS dikarenakan rumah sakit lebih mengutamakan bisnis ketimbang memberikan layanan sosial.
SUDAH terlalu lama manajemen RSUD Prof WZ Johannes Kupang dipolitisasi melalui intervensi penempatan pejabat-pejabat struktural. Kasus pengangkatan Kepala Instalasi Farmasi Nelci Ndun hanya bagian kecil dari politisasi itu, yang entah kapan bisa dihentikan.
Menuntut Direktur Sakit Umum Daerah (RSUD) Manokwari, sejumlah tenaga medis mogok kerja. AKibatnya, aktivitas rumah sakit milik daerah tersebut lumpuh total.
KENDARINEWS.COM: Sampai kapan pelayanan di RS Bahtermas Sultra itu berhenti dikeluhkan masyarakat? Pertanyaan ini sulit sekali terjawab karena sejak dibukanya RS yang digadang bisa bertaraf internasional itu, keluhan soal pelayanan tenaga medisnya seperti tak habis-habisnya. Mulai dari dokter yang belum professional, perawat yang diskriminatif, fasilitas yang dibawah standar, hingga aksi premanisme di lingkungan kawasan rumah sakit itu.
JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 14 rumah sakit yang sebelumnya menyatakan mundur dari program Kartu Jakarta Sehat (KJS) akhirnya bergabung kembali. Dengan kembali bergabungnya 14 rumah sakit ini, hanya dua rumah sakit yang secara resmi telah mundur dari pelaksanaan program KJS. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati mengatakan, ke 14 rumah sakit tersebut bersedia kembali melayani pasien KJS.





