KEDIRI (BM) – Tidak merespons. Itulah sikap yang ditunjukkan petinggi RSUD Gambiran Kota Kediri, ketika ditanya kelebihan rekening untuk pengelolaan keuangan sekaligus landasan hukumnya. Bukannya memberikan penjelasan, yang terjadi justru saling lempar kewenangan. Situasi itu kian menguatkan adanya indikasi penyimpangan dalam pengelolaan keuangan di instalasi kesehatan milik Pemkot Kediri itu.
Direktur, RSUD Gambiran, dr Sentot Imam Suprapto.MM, menolak saat diwawancarai, dengan alasan klasik, banyaknya pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. “Jika ingin konfirmasi masalah ini, sebaiknya langsung saja ke wakil saya saja. Karena saya masih ada agenda rapat kerja (Raker),” elaknya ketika didatangi di ruangannya, Senin (9/9).
Terpisah, Wakil Direktur Pelayanan, Dra Janik Kurniawati, Apt.MM, membenarkan keberadaan tiga rekening RSUD Gambiran yang kegunaanya untuk mengelola penerimaan dan pengeluaran keuangan rumah sakit. Namun, dia membantah jika rekening tersebut digunakan tidak sebagaimana mestinya.
Anehnya, dia mengaku tidak tahu, jika salah satu rekening itu diduga melanggar PP Nomor 39/2007 tentang pengelolaan uang Negara/ Daerah. Menurut dia, rekening ketiga itu sudah ada beberapa tahun silam. “Melanggar atau tidak saya kurang paham. Saya menjabat sebagai Wakil Direktur belum lama. Yang saya ketahui, tiga rekening itu sudah ada sejak tahun 2007,” katanya.
Ditanya landasan hukum apa yang digunakan manajemen untuk membuka rekening ketiga di Bank Jatim serta apakah sudah ada izin dari eksekutif, Janik panggilan akrabnya, enggan berkomentar. Alasannya, dirinya tidak mengetahui secara persis. “Kalau masalah itu yang lebih tahu bagian keuangan. Baiknya tanya langsung ke bagian keuangan saja. Yang jelas saat ini rekening yang kami miliki hanya satu, sesuai rekomendasi dari dari BPK,” kilahnya.
Pernyataan senada diungkapkan, Kabag Keuangan RSUD Gambiran, M Baedowi. Dia tidak mengetahui ada dasar hukum untuk pembuatan rekening lebih dari satu. “Saya kurang paham Mas, masalah itu. Mungkin yang lebih tahu Kabag Keuangan yang dulu. Yang saya tahu, fleksibelitas pengelolaan keuangan, sesuai Permendagri Nomor 1/2007 tentang pengelolaan BLUD (badan layanan umum daerah),” jelasnya.
Di sisi lain, penyataan pedas dilontarkan praktisi hukum sekaligus Ketua Umum Komite Independen, Pemantau Pejabat dan Parlemen, (KIPP) Indonesia, Budi Nugroho SH. Pihaknya mensinyalir ada intrik-intrik pelanggaran yang menjurus ke ranah penyalahgunaan keuangan dan tindak pidana korusi.
Dikatakan Budi Nugroho SH, sepatutnya aparat penegak hukum setempat, khusunya tindak pidana Korupsi (Tipikor) mengusut indikasi itu. “Saya menduga ada pemanfaatan keuangan yang kurang pas. Karena salah satu rekening itu diketahui melanggar aturan dan sudah lama digunakan. Maka wajib hukumnya kejaksaan atau kepolisian khususnya tipikor untuk segera menyelidiki,” sebutnya.
Diketahui sebelumnya, dua nomor rekening yang dipakai sesuai ketentuan, tertuang pada nomor 900/287/419.80/2012 tertanggal 26 Januari 2012, yakni nomor rekening 0061008110 digunakan sebagai rekening untuk mengelola penerimaan. Kemudian, rekening ke dua, dengan nomor 0061011081, digunakan untuk mengelola pengeluaran.
Namun kenyataanya, ada rekening ketiga dengan nomor 0062378174 yang tidak jelas kegunaannya dan diduga Ilegal. Diduga, rekening itu untuk menampung sisa saldo sebesar Rp 1,9 miliar per 31 Desember 2011. Nama perbankan untuk ketiga rekening yang dikelola oleh RSUD Gambiran, semuanya berada di Bank Jatim yang notabene adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Sumber: beritametro.co.id

Inadequate staffing levels and limited provision during the weekend are thought to have led to a rise in mortality rates in hospitals across the country. As a result, we need to refocus on the role that primary care can play in relieving the pressure on secondary care. It may be over-simplifying, but improved access to GP and other services in the community will reduce the burden on hospitals, particularly if there is an increased focus on preventative care. Primary care should be recognised as critical to rectifying this situation as opposed to being part of the problem.

SAMARINDA – Komitmen Gubernur Awang Faroek Ishak untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terus diwujudkan. Diantaranya, pembangunan sektor kesehatan, yakni segera dibangun 10 rumah sakit pratama di daerah perbatasan dan terpencil.
Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) merupakan sebuah dokumen perencanaan bisnis dan penganggaran tahunan yang berisi program, kegiatan, target kinerja dan anggaran Badan Layanan Umum (BLU). Sementara, kalo di lembaga lain namanya RKA (rencana Kegiatan Anggaran). Siapa yang menjadi BLU ? BLU dijalankan oleh Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kesehatan, seperti Rumah Sakit yang menerapkan pengelolaan keuangan BLU. Dokumen RBA BLU ini menjadi salah satu dokumen pembentuk Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA K/L), sehingga harus dilakukan sinkronisasi program, kegiatan, target kinerja dan anggaran antar keduanya.
Urgent action has been taken to address concerns over a hospital’s quality of patient care and response to complaints, it has been claimed.
Academics and healthcare professionals from across Greater Manchester as well as people with a diagnosis of dementia and family carers have teamed up to devise a new training programme for general hospital staff.
BUPATI Aceh Timur Hasballah M Thaib akrab disapa Rocky inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Idi, Aceh Timur, Rabu, 4 September 2013. Rocky menemukan hampir 50 persen pegawai rumah sakit plat merah itu terlambat masuk kantor.
DABO – Ilyas (42) warga Desa Penuba, Kecamatan Selayar, mengungkapkan kekecewaannya terkait pelayanan kesehatan yang diterimanya dari RSUD Dabo. Dia kecewa karena saat membawa anaknya Ikhsan yang berusia 5 bulan ke rumah sakit itu, langsung dirujuk ke RSU Tanjungpinang. Tapi rujukan itu tidak disertai dengan keterangan tentang kondisi anaknya. Belum sempat dibawa ke Tanjungpinang, Ikhsan meninggal dunia di RSUD Dabo.
The nine English NHS trusts receiving the worst feedback from cancer patients in the past year were in London, a charity has said.





