SALATIGA, suaramerdeka.com– Lamanya antrean obat di apotek RSUD Kota Salatiga, karena jumlah pasien yang cukup banyak sekitar 500-600 orang per hari, membuat rumah sakit berinovasi.
Salah satunya dalah sistem pengantaran obat (Sigab) bagi pasien dengan biaya relatif murah.
Direktur RSUD Kota Salatiga dr Riani Isyana Pramasanthi MKes mengatakan, Sigab merupakan inovasi agar pasien setelah diperiksa tidak perlu menunggu obat, tetapi bisa langsung pulang.







