JAKARTA – Ketua Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (Arsada), Arsada Kuntjoro Adi Purjanto mengeluhkan lambatnya pembayaran tagihan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dijalankan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ke RSUD. Akibatnya, RSUD menjadi kesulitan beroperasi karena tagihan ke BPJS tak kunjung dibayarkan.
Hal itu disampaikan Kuntjoro dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi IX DPR dengan Arsada. “Yang ada di sini saja saya tanyakan belum (terima pembayaran). Januari harusnya terbayar sebelum 15 Februari, tapi ini belum,” katanya.
Sebelumnya, anggota Komisi IX DPR, Rieke Diah Pitaloka mengaku prihatin karena fakta itu membuat RSUD dalam posisi dilematis. Padahal, sesuai UU BPJS maka pembayaran harus dilakukan penyelenggara JKN ke RSUD paling lambat 15 hari setelah melayani pasien.
Namun, saat ini ada sejumlah RSUD belum menerima pembayaran tagihan dari BPJS. Padahal BPJS sudah berjalan 40 hari. Karenanya Rieke mempertanyakan pencairan anggaran PBI (Penerima Bantuan Iuran) BPJS dari Kementerian Keuangan.
“Kalau sudah keluar tapi belum bayar, berarti sudah ada pelanggaran UU. Artinya baru 40 hari sudah banyak pelanggaran. Kalau begini bagaimana RSUD membiayai operasionalnya?” ujar Rieke.
Sayangnya, dalam RDP itu tak ada perwakilan BPJS yang hadir. Sebab, RDP dilakukan Komisi IX dengan Dirjen Bina Usaha Kemenkes (BUK) Kemenkes dan Arsada.
Sementara, Dirjen BUK, Prof Akmal Taher mengaku tidak mengetahui detail aliran dana BPJS dari Kemenkeu. “Saya belum bisa jelaskan soal uang BPJS detailnya, memang lewat Kemenkes, padahal kita minta tidak lewat Kemenkes tapi langsung dari Kemenkeu ke BPJS, kita gak ada kaitan apa-apa dengan uang BPJS,” jelasnya singkat.(fat/jpnn)
Sumber: jpnn.com

Bandarlampung (Antara Lampung) – Sejumlah warga Kota Bandarlampung menyatakan enggan dirujuk untuk mendapatkan pengobatan lanjutan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dadi Tjokrodipo sehubungan terjadinya kasus pembuangan pasien oleh oknum karyawan rumah sakit tersebut.
Jakarta, Aktual.co
KUPANG. FBC- Kondisi Rumah Sakit Umum Daerah Prof. W.Z. Johannes Kupang yang merupakan RSUD milik pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya bangunan tua yang dibangun tahun 1950-an sudah tidak nyaman lagi bagi pasien. Meski demikian pemerintah provinsi tidak akan merehabnya karena akan membangun RSUD baru di lokasi baru.
Minggu lalu, PERSI sebagai representasi dari rumah sakit seluruh Indonesia memaparkan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan JKN. Hasil evaluasi ini berisi daftar masalah yang sangat panjang. Sangat berbeda dengan yang terjadi di Amerika, dimana hasil sebuah survei justru menyarankan RS agar proaktif mendorong masyarakat menjadi peserta asuransi (sosial) untuk menyelamatkan keuangan RS dari risiko piutang tak terbayar. Baca ulasan kami selengkapnya
Hari Senin, 10 Februari 2014 bertepatan dengan puncak perayaan hari ulang tahun RSUP Dr. Sardjito yang ke-32. Pada acara seremonial yang mengundang berbagai stakeholders RSS (termasuk Sri Sultan Hamengkubuwono XII sebagai Ketua Dewan Pengawas), Direktur Umum, Dr. Syafak Hanung, SpA menyampaikan laporannya atas kinerja yang telah dicapai oleh RSUP Dr. Sardjito. Selain itu, Dr. Johan Kurnianda, Sp.PD-KHOM memberikan orasi ilmiah berjudul Menuju Pelayanan Onkologi Terintegrasi Berstandar Internasional. Saat ini, Instalasi Tulip yang merupakan unit layanan kanker memang sedang menjadi salah satu fokus perhatian Direksi dan stakeholder untuk dikembangkan, mengingat tingginya (dan semakin meningkatnya) angka penderita kanker di Indonesia.

Hal ini berbeda sekali dengan yang terjadi di Amerika yang juga sedang mengalami proses perubahan pembiayaan kesehatan dengan program yang dikenal sebagai Obama care. Menurut artikel yang dirilis oleh
Kata dokter, kalau depresinya tidak terlalu parah dua pekan bisa pulih





