INILAH.COM, Bandung – Kementerian Kesehatan menegaskan, tarif paket Indonesia Nasional Case Base Groups (INA-CBG’s) dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dilaksanakan BPJS Kesehatan sudah dilakukan sejak 2006. Bahkan, rumah sakit mengantongi margin minimal 30 persen.
“Saya heran, aturan ini sudah berlangsung sejak lama, kenapa baru ramai di 2014. Padahal dulu, nilainya jauh lebih rendah dibanding sekarang,” ungkap Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan, Usman Sumantri seusai konferensi pers Sosialisasi Program JKN melalui BPJS Kesehatan di Bandung, Kamis (20/2/2014).
Usman menyatakan, keluhan terlalu rendahnya INA CBG’s dikeluarkan oleh individu bukan rumah sakit secara institusi. Karena, dari hasil survei sembilan rumah sakit yang dilakukan belum lama ini, delapan rumah sakit mengantongi margin keuntungan minimal 30 persen. Sembilan rumah sakit yang di survei di antaranya Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
“Ini memerlukan pemahaman yang panjang. Kalau rugi mereka ribut, tapi kalau untung mereka diam,” cetus Usman.
Usman mengingatkan, kesehatan pada dasarnya adalah kemanusiaan. Makanya berdasarkan UU, RS sama sekali tidak boleh menolak pasien. Ketika pasien tersebut datang ke rumah sakit tertentu, mau tak mau RS harus menerimanya, siapapun itu.
“Ketika kami mengeluarkan sebuah program, kami memperhatikan RS. Yang penting RS tidak rugi,” pungkasnya. [rni]
Sumber: inilahkoran.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Masih enggannya rumah sakit swasta di Jabodetabek untuk bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam melaksanakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), berdampak pada pelayanan JKN di RSUD sekitar Jabodetabek.
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mendatangkan alat kesehatan canggih berupa CT-Scan seharga Rp12,5 miliar untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat terutama penderita kanker.
SLEMAN (KRjogja.com) – Memasuki Milad ke 91 RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta bertekad menjadi rumah sakit pendidikan. Saat ini tengah mepersiapkan diri, target terdekat menjadi rumah sakit dengan akreditasi B pada tahun 2014. Hal ini disampaikan oleh Direktur Operasional RS PKU Muhammadiyah YOgyakarta Unit II Gamping Sleman dr Ahmad Faisol SpRad MKes di rumah sakit tersebut Selasa (19/2/2014). Hari itu PKU Muhammadiyah Yogyakarta menyelengarakan pemasangan alat kontrasepsi IUD dan implan cuma-cuma untuk 100 orang sebagai bagian dari kegiatan milad (ulang taun).
JAKARTA – Organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak di bidang medis, Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C), kembali memberangkatkan tim kemanusiaan dalam sebuah misi kajian perlengkapan (Equipment Assessment) ke Jalur Gaza, Palestina, Senin (17/2).
SUMEDANG, (PRLM).- RSUD Sumedang akan melakukan ujicoba menerapkan 5 hari kerja untuk pelayanan rawat jalan, dari Senin hingga Jumat. Ujicoba tersebut mulai 3 hingga 31 Maret. Saat ini, pelayanan rawat jalan di RSUD Sumedang dilakukan 6 hari dari Senin hingga Sabtu.





