Metrotvnews.com, Banda Aceh: Gubernur Aceh Zaini Abdullah meminta agar seluruh rumah sakit di provinsi itu tidak pilih kasih dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah setempat.
“Saya juga meminta kepada pihak manajemen, tenaga kesehatan, dan dokter di rumah sakit di seluruh Aceh agar tetap memegang teguh pada prinsip kesetaraan dalam memberikan pelayanan kepada semua orang,” kata Gubernur di Banda Aceh, Rabu (26/2).
Menurut Gubernur, dalam memberikan pelayanan kesehatan dan juga tindakan medis harus ditangani secara cepat tanpa harus memandang asal-usul, kelas ekonomi, maupun jaminan kesehatan yang digunakan pasien. “Saya minta semua pihak dapat mempermudah semua prosedur sehingga akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan semakin mudah,” katanya.
Ia juga mengatakan, dalam memberikan akses secara cepat tersebut juga perlu dilakukan kehati-hatian, akurasi, dan profesionalisme guna memberikan kepuasan kepada masyarakat. “Kita tahu bahwa takdir seseorang ada di tangan Allah. Namun jangan lupa, Allah telah menitipkan kecerdasan dan kemampuan kepada kita untuk bertindak cepat dalam menangani berbagai masalah,” katanya.
Karena itu, lanjut Gubernur, dengan kecerdasan dan kemampuan yang ada harus dimanfaatkan secara maksimal
Warga Pelalawan Dihimbau tak Berobat ke Rumah Sakit Mahal
Masyarakat Pelalawan dihimbau tak lagi berobat ke rumah sakit mahal, karena RSUD Selasih Pangkalan Kerinci kini sudah mengoperasikan sejulah alat canggih bantuan pusat.
Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Sepertinya, warga kabupaten Pelalawan tidak perlu lagi susah payah berobat ke rumah sakit mahal yang berada di luar daerah. Kini, RSUD Selasih Pangkalan Kerinci sudah memiliki peralatan canggih setara RS Eka Hospital atau RS mewah lainnya. Semua peralatan canggih bantuan APBN 2013 lalu sudah beroperasi.
Demikian disampaikan Direktur RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, dr. Ahmad Krinen kepada riauterkini, Rabu (26/2/14). Bahkan guna memastikan peralatan hebat yang di miliki RSUD ini, Ahmad Krinen mengajak riauterkini melihat secara langsung peralatan ini beroperasi.
Hampir disetiap ruangan RSUD plat merah milik Pemda Pelalawan itu disambangi. Tidak itu saja, peralatan disetiap ruangan tersebut dihidupkan guna memastikan alat ini siap difungsikan. “Semua alat ini adalah bantuan APBN Perubahan 2013 lalu, semuanya siap beroperasi,” jelas Krinen kepada riauterkini.
Bantuan APBN Perbahan 2013 lalu itu kata Krinen berjumlah di atas 30 macam alat. Kesemua alat ini adalah mendukung alat kelengkapan medis di RSUD Selasih setara dengan RS mewah di Pekanbaru. “Barang kali dengan beroperasinya, peralatan ini warga tidak payah lagi berobat ke RS mewah, peralatannya sudah setara dengan RS mewah tersebut,” jelas Krinen.
Meskipun tidak menyebutkan secara keseluruhan Krinen menambahka, bantuan alat APBN Perubahan ini anatara lain,Defibrilator, Bedside Patient, Suction Pump, ECG, Diagnostic, Examination Lamp, Doppler, Nebulyzer, Infusion Pump dan Alat-alat Kesehatan, Kedokteran dan KB lainya. “Semua siap beroperasi,” ujar Krinen.
Bahkan, Krinen pada kesempatan itu, menunjukkan gedung sebelumnya tidak berfungsi yang dibangun pada tahun anggaran 2008 lalu, kini sudah bisa dimamfaatkan. Ruangan ini sebut difungsikan untuk ruangan kelas 3 bedah. “Kemarin gedung ini terlantar, kini bisa diliatkan sudah direnovasi,” papar Krinen.
Begitu juga, gedung tempat penyimpanan obat-obatan, bakal difungsikan sebut Krinen menjadi ruang VIP. Didalam ruangan ini, sejumlah fasilitas tinggal penataan disana-sani.
Bergerak sedikit atau bersebelahan dengan rencana gedung kelas tiga berdiri mega bangunan terpisah yakni ruangan ICU. Sebut Krinen ruang ini fasilitas medis sudah setara dengan peralatan medis RS Eka Hospital Pekanbaru. “Ini ruangan ICU, peralatan medisnya sudah sama dengan Eka Hospital Pekanbaru,” ujar Krinen.
Lebih lanjut Krinen menambahkan, saat ini pihaknya sedang melakukan penataan ruang, peralatan disana-sini dan pada tanggal 20 Maret mendatang bakal diresmikan. “Saat ini kita bekerja extra, melakukan penataan, guna menargetkan pada tanggal 20 maret mendatang bakal diresmikan,” ujar lagi.
Dengan diresmikan nanti jelas Krinen, RSUD Selasih menjadi salah satu Rumah Sakit rujukan Regional. “Outputnya begitu, kita berharap RS kita ini menjadi salah satu RS rujukan regional,” tandasnya.***(feb)
Sumber: riauterkini.com
16 Rumah Sakit di Banyumas Siap Layani Korban Kecelakaan Lalu Lintas
TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA –
Dirut RSUD Riau Bukan Dokter Minta Diganti
RSUD Tarakan Tak Boleh Rujuk Pasien ke Tempat Lain
TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati mengatakan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan Jakarta Pusat telah menjadi rumah sakit tipe A Pendidikan. Artinya, kata dia, pasien yang berobat ke sana tak boleh lagi dirujuk ke rumah sakit lain.
“Berarti Tarakan setop merujuk pasiennya ke rumah sakit lain,” kata Dien di Balai Kota, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2014. Dengan demikian, kata Dien, RSUD Tarakan harus mampu melayani secara mandiri setiap pasien yang datang.
RSUD Tarakan sebelumnya berstatus tipe B Pendidikan. Pasien yang tak bisa teratasi di sini bisa dirujuk ke rumah sakit tipe A Pendidikan, seperti Rumah Sakit Ciptomangunkusumo atau Rumah Sakit Umum Fatmawati.
Menurut Dien, ke depan sejumlah rumah sakit daerah di Jakarta pun akan ditingkatkan tipenya menjadi tipe A. Di antaranya, kata dia, RSUD Pasar Rebo Jakarta Timur, RSUD Cengkareng Jakarta Barat dan RSUD Koja Jakarta Utara. RSUD tersebut akan ditingkatkan SDM, sarana prasarana dan standar operasional prosedur.
Sumber: tempo.co
Pemprov DKI Ingin Naikkan Kelas Seluruh RSUD di Jakarta
Metrotvnews.com, Jakarta: Sukses menaikkan kelas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta Barat, dari Tipe B ke Tipe A, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menaikkan seluruh RSUD di Ibu Kota. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pembinaan seluruh RSUD agar layak menjadi rumah sakit tipe A.
“Alhamdulillah, kemarin RS Tarakan lulus menjadi rumah sakit tipe A. Yang lainnya, sekarang dalam pembinaan untuk kita jadikan tipe A,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta, Dien Emmawati, di Balai Kota Jakarta, Selasa (25/2).
Saat ini, baru dua RS milik Pemprov DKI yang kelasnya setara dengan Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo dan Fatmawati. Kedua RS tersebut adalah RSUD Tarakan dan RS khusus narkoba yang berlokasi di Duren Sawit, Jakarta Timur.
Selain kedua rumah sakit umum milik pemerintah daerah ini, masih ada empat rumah sakit yang belum Tipe A. Empat rumah sakit tersebut adalah RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur; RSUD Koja, Jakarta Utara; RSUD Cengkareng, Jakarta Barat; dan RSUD Budi Asih, Cawang, Jakarta Timur.
Naiknya kelas RSUD ini berkaitan dengan prosedural penanganan dan rujukan pasien. Rumah Sakit yang sudah memiliki kelas Tipe A, harus menangani apapun penyakit pasien yang datang. Pasalnya, untuk bisa naik ke Tipe A, RS harus memiliki tim dokter spesialis yang sangat beragam, pusat layanan yang lengkap, dan manajemen yang baik. Selain itu, RS tipe adalah tempat rujukan tertinggi di dalam jenjang prosedural rujukan.
“Kalau tipe A kapasitasnya bisa strata tiga. Strata tiga itu tidak boleh lagi merujuk, apapun penyakitnya, harus dilayani di situ. Tidak boleh lagi dirujuk ke rumah sakit lain,” jelas Dien.
Upaya-upaya yang dilakukan untuk mencapai target tersebut, kata Dien, dengan membenahi standar operasional prosedural, kelengkapan alat, maupun sumber daya manusia. Untuk ke depan, Dinkes DKI Jakarta akan mempersiapkan RSUD Pasar Rebo agar bisa naik kelas ke Tipe A.
“Secara bertahap akan kita benahi. Mungkin setelah ini Pasar Rebo yang akan lebih dulu,” ujar Dien.
Sumber: metrotvnews.com
RSUZA Kini Miliki Fasilitas Bedah Jantung Tercanggih Di Indonesia
Gubernur Aceh Zaini Abdullah meresmikan cardiac hybrid operating suite atau kamar bedah jantung hybrid di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) Selasa, (25/02/2014).
Dengan adanya peralatan tersebut pasien jantung di Aceh tidak perlu lagi dirujuk ke Jakarta maupun rumah sakit lainnya di luar negeri. Pasalnya diseluruh Indonesia fasilitas canggih tersebut saat ini hanya dimiliki oleh Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh.
Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan alat canggih tersebut saat ini hanya dimiliki oleh rumah sakit di negara-negara eropa, dan beberapa negara di Asia Tenggara, oleh sebab itu ia berharap dengan adanya fasilitas tersebut pelayanan medis khususnya di bagian jantung bisa ditingkatkan, mengingat penyakit jantung di Aceh saat ini merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia.
“Kita sekarang memiliki fasilitas yang tidak kalah dengan negara-negara Eropa, namun yang paling penting adalah peningkatan pelayanan kepada masyarakat”ujarnya disela-sela peresmian di RSUDZA.
Sementara itu Direktur Rumah Sakit Zainal Abidin Syahrul mengatakan selama ini pasien jantung Aceh dirujuk ke Jakarta sehingga membutuhkan biaya yang sangat besar.
Anggota DPR coba kartu BPJS ternyata tidak berfungsi
Tanjungpinang (ANTARA News) – Anggota DPR RI daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau, Harry Azhar Azis, kecewa karena kartu kesehatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tidak berfungsi sehingga dia tidak dapat berobat di rumah sakit.
“Saya sudah menunjukkan kartu BPJS, tetapi ternyata kartu itu tidak berlaku. Ini menunjukkan pelaksanaan tidak sesuai dengan teori,” kata Harry, di Tanjungpinang, Senin.
Ia mengaku memiliki kartu BPJS sekitar sepekan yang lalu. Kartu BPJS itu hanya berlaku saat dia berobat di klinik milik DPR.
“Kondisi itu yang menimbulkan pertanyaan, jika anggota DPR tidak dapat berobat di rumah sakit, bagaimana dengan masyarakat. Anggota DPR saja berani diperlakukan seperti ini, apalagi masyarakat biasa,” ujarnya.
Harry juga terkejut setelah mendapat informasi bahwa masyarakat yang memegang kartu BPJS tidak dapat langsung berobat di rumah sakit, melainkan ke Puskesmas terdekat. Kebijakan itu merupakan kesalahan pemahaman dalam pelaksanaan BPJS.
Fasilitas di Puskesmas juga kurang memadai sehingga untuk penyakit tertentu harus langsung ditangani pihak rumah sakit. Kalau dipaksa berobat di Puskesmas, dapat membahayakan pasien tersebut.
“Kecuali masyarakat yang menginginkan berobat di Puskesmas. Kan aneh, orang sakit yang ingin sehat dibatasi tempat berobatnya,” ungkapnya.
Sumber: antaranews.com







