manajemenrumahsakit.net :: JAKARTA — Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza membutuhkan biaya untuk kelangsungan operasional. Mer-C dan Rumah Sakit Indonesia menyatakan akan melakukan kampanye biaya operasional bagi kelangsungan rumah sakit tersebut.
manajemenrumahsakit.net :: JAKARTA — Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza membutuhkan biaya untuk kelangsungan operasional. Mer-C dan Rumah Sakit Indonesia menyatakan akan melakukan kampanye biaya operasional bagi kelangsungan rumah sakit tersebut.
manajemenrumahsakit.net :: KOBA – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) Suryansyah mengatakan, pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merekomendasikan RSUP dr Cipto Mangunkusumo dan RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, sebagai tempat pemeriksaan kesehatan calon yang maju dalam Pilkada 2015.
“Dua rumah sakit itu yang direkomendasikan IDI, kami akan melakukan
manajemenrumahsakit.net :: Medan. Penanganan perkara dugaan korupsi alat kesehatan (alkes) senilai Rp 36.952.920.000 di Rumah Sakit Haji Medan mengendap. Pasalnya, perkara yang ditangani Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direkrorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara (Sumut) sejak 2014 lalu itu, belum ada kejelasan dalam menetapkan tersangka.
Menurut keterangan yang diperoleh MedanBisnis, Selasa (30/6), proyek pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Haji Medan yang bersumber dari dana Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumut itu, akan di tingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan.
Bahkan, Pengguna Anggaran (PA) yang juga pelaksana tugas Direktur RS Haji Medan, dr Diah Retno W Ningtyas sudah dimintai keterangannya. Selain dr Diah Retno W Ningtyas, juga telah dimintai keterangannya terhadap Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) berinisial L dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial N dan pihak pengadaan alat kesehatan yang berasal dari Jakarta.
Humas Rumah Sakit Haji Medan, Fauzi yang dikonfirmasi MedanBisnis mengaku, penanganan perkara dugaan korupsi alat kesehatan di Rumah Sakit Haji Medan masih dalam pemeriksaan Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut. “Sebelumnya kasus ini sudah diperiksa Kejaksaan, tapi sudah selesai. Saat ini yang sedang berlanjut dari Tipikor Polda Sumut,” ungkap Fauzi yang ditemui di ruang kerjanya.
Dikatakan Fauzi, alat kesehatan yang menjadi objek perkara di foto oleh petugas penyidik Tipikor Polda Sumut. “Sebelumnya pak Yuda (Kasubdit III/Tipikor) menelepon saya, bahwa anggota beliau ada diutusnya untuk melakukan pemeriksaan kasus tersebut. Saya sempat mendampingi petugas yang datang. Mereka memfoto alat kesehatan yang menjadi objek perkara. Cara memfotonya lebih teliti. Hingga kolong alat kesehatan itu pun foto,” terangnya.
Fauzi menegaskan, pihaknya tidak menutup informasi terhadap siapa saja untuk kebaikan rumah sakit tersebut. Dia menyebutkan, AKBP Yuda menyarankan agar pihaknya tidak menggelar temu press, agar penanganan kasus ini berjalan lancar dan tidak karena desakan pemberitaan media. “Bagi kami, tangkap yang bersalah dalam kasus ini (dugaan korupsi alkes RS Haji Medan),” tegasnya.
Terpisah, Direktur Ditreskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Drs Ahmad Haydar yang dikonfirmasi MedanBisnis menyebutkan, perkara tersebut ditangani kejaksaan. “Yang nangani kejaksaan bro,” jawabnya singkat via pesan singkat kepada MedanBisnis.
Namun saat ditanya tentang pengakuan Kasubdit III/Tipikor AKBP Yuda sebelumnya akan menggelar perkara setelah pulang dari umro, Kombes Pol Drs Ahmad Haydar tidak membalas. (zahendra)
Sumber: medanbisnisdaily.com
Menteri Pendayagunaan Aparatus Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Yuddy Chrisnandi, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ciamis, Sabtu (26/6/2015), menilai bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis sangat tidak layak, karena sarana dan prasarananya kurang memadai. Selain itu, Menpan juga menyebut RSUD Ciamis sebagai rumah sakit yang kumuh.
manajemenrumahsakit.net :: BANDARLAMPUNG – Ratusan pegawai Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM) harus bersabar. Sebab, uang insentif dari jasa pelayanan periode Mei-Juni 2015 yang harusnya menjadi hak mereka belum juga diberikan. Informasi yang dihimpun Radar Lampung, hingga kini para pegawai rumah sakit pelat merah tersebut belum mendapat kejelasan mengenai kapan insentif itu dibayarkan.
Sudah 142 jenazah korban jatuhnya pesawat Hercules C130 berhasil dievakuasi ke Rumah sakit Haji Adam Malik Medan, Sumatera Utara, Rabu (1/7/2015).
Dari jumlah tersebut, 59 jenazah di antaranya sudah berhasil teridentifikasi.
manajemenrumahsakit.net :: Gorontalo – Bupati Gorontalo David Bobihoe Akib mengapresiasi usulan pengelolah Badan Layanan Umum Daerah (BLU) Rumah Sakit MM Dunda Limboto, untuk menerapan remunerasi di rumah sakit tersebut.
Bupati Gorontalo David Bobihoe Akib Selasa, mengatakan, penerapan remunerasi ini merupakan harapan pemkab dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Hal ini pun sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum dan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2013 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di lingkungan Kemenkes,” tuturnya.
Menurutnya, peningkatan kesejahteraan pegawai rumah sakit melalui program remunirasi ini secara tidak langsung dapat meningkatkan motivasi kerja dari para petugas kesehatan yang ada, dan pelayanan pun akan semakin baik.
Namun demikian pemkab pun punya model penilaian sendiri dalam rangka penerapan remunerasi ini, sehingga ia berharap agar semua hal terkait syarat penilaian harus segera dirampungkan, agar bisa secepatnya untuk dituangkan menjadi peraturan bupati.
Ia pun meminta pihak rumah sakit agar lebih obyektif dalam penilaan, sehingga perlu dibentuk dewan pengawas, sehingga dalam penerapan dan penilaian kinerja untuk remunerasi ini harus ada peran dewan pengawas.
“Karena yang namanya dewan pengawas, semua kebijakan direktur harus lewat dewan pengawas yang kemudian akan disampaikan ke bupati, saya inginkan 1 Januari 2016 remunerasi ini sudah jalan,” harap David.
Kalau kinerja baik, tentu gajinya akan lebih baik dan jika kinerja dan disiplin buruk, tentu akan berpengaruh pada pendapatan dan gajinya pula, karena hal itu inti dari penerapan remunerasi.
Sementara itu, Direktur RS MM Dunda, Supandi Abdullah menambahkan, saat ini tim masih merampungkan pelaksanaan teknisnya di lapangan dengan melibatkan konsultan dari RSUP Prof Kandou Manado, sebelum resmi peraturan bupati.
“Apa yang kami lakukan ini semata-mata untuk mendorong kinerja pegawai rumah sakit dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta mewujudkan profesioalisme pegawai,” tambahnya.
Sumber: antaragorontalo.com
manajemenrumahsakit.net :: Medan. Kebutuhan darah terus meningkat saban tahun. Unit Transfusi Darah (UTD) RSUP H Adam Malik butuh 3000 kantung darah guna memenuhi kebutuhan para pasien setiap bulan.
“Dalam sehari 80 hingga 100 kantong darah digunakan oleh para pasien. Kalau dihitung perbulan, UTD RS ini butuh 2500 sampai 3000 kantung darah,” ungkap Kepala Instalasi UTD RSUP H Adam Malik dr Ida Adhayanti SpPK didampingi dr Tonny SpPK di ruang kerjanya, Senin (29/6).
Darah yang digunakan setiap hari, lanjutnya, paling banyak digunakan pasien cuci darah. Dalam sehari, bisa mencapai 30 hingga 40 kantung, lalu kanker darah sebanyak 15 hingga 20 kantung, telesemia hanya 10 hingga 20 kantung perminggu. “Untuk operasi jantung normal butuh darah sebanyak 25 kantung. Dalam seminggu ada dua operasi jantung. Jadi dalam seminggu itu kita menyuplai 50 kantung darah,” paparnya.
Berbeda lagi apabila pasien jantung yang operasi itu mengalami komplikasi. Sudah tentu kebutuhan akan darah meningkat. Bisa 40 kantung yang dibutuhkan apabila pasiennya mengalami perdarahan. “Sejauh ini, kita tetap bisa memenuhi kebutuhan darah yang dibutuhkan pasien,” ujarnya.
Hal ini dikarenakan sudah terjalinnya kerjasama antar RSUP H Adam Malik dengan RS Columbia Asia dan PMI untuk ketersediaan darah. “Kalau stok kita kosong, kita langsung menelpon mereka. Lagipula sekarang agak jarang stok berkurang. Kalau pun berkurang, pada saat-saat tertentu, seperti bulan Februari dan sedang puasa seperti ini,” paparnya.
Meski demikian, UTD ini masih tetap terbantu dengan rutinitas Budha Tzu Chi selaku pendonor utama, rajin menyuplai darah dari kegiatan yang dilaksanakan oleh mereka. “Dalam satu bulan, mereka bisa menyuplai ratusan bahkan ribuan kantung darah,” jelasnya, seraya merinci, bahwa Budha Tzu Chi memiliki tiga lokasi yang rutin menyuplai darah. Yakni, dari Cemara Asri menyuplai 400 kantung, dari WR Supratman 200 hingga 300 darah dan dari Sutomo sebanyak 150 hingga 200 kantung. Belum lagi suplai dari PDDI Medan sebanyak 400 kantong.
“Jadi sebulan estimasi darah dari luar masuk ke RS sebanyak 1700 an kantung. Dan ini sangat membantu kita,” pungkasnya. (prawira)
Sumber: medanbisnisdaily.com