Bengkulu – Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Edriwan M mengatakan bahwa Rumah Sakit Kota Bengkulu direncanakan mulai berfungsi
pada akhir 2013. “Kami usahakan semua syarat dan proses rehab selesai dalam tiga sampai empat bulan ini, sehingga akhir 2013 rumah sakit kota telah berfungsi,” katanya di Kota Bengkulu, Senin.
Dia mengatakan bahwa bangunan bekas kantor DPRD Kota Bengkulu yang akan dijadikan rumah sakit saat ini dalam tahap pemugaran. “Sudah mulai direhab dari tiga hari yang lalu sebelum dijadikan rumah sakit, bangunannya harus disesuaikan tata ruangnya, seperti ada kamar yang nantinya dijadikan untuk rawat inap,” kata dia. Sedangkan untuk proses administrasi, menurut dia, beberapa persyaratan untuk mendirikan rumah sakit kota telah selesai, namun ada beberapa administrasi yang saat ini masih dalam proses pengurusan.
“Secara fisik telah dimulai, dan secara administratif kami sudah mengurus izinnya dan nanti akan dilengkapi dengan perda maupun perwal,” kata dia. Menurutnya, Rumah Sakit Kota Bengkulu merupakan terobosan karena rumah sakit tersebut akan memiliki nilai persentase tingkat penggunaan tempat tidur (BOR) yang sangat tinggi.
“Coba kita lihat Rumah Sakit M Yunus, nilai BOR-nya dari sumber Kementerian Kesehatan itu sekarang 97 persen, sedangakan normalnya tingkat hunian harusnya 70 persen. Artinya dari kenyataan kalau masuk rumah sakit ada daftar tunggunya,” kata dia. Dengan adanya rumah sakit kota, menurut dia, akan dapat mengurangi risiko penuhnya tingkat hunian rumah sakit.
Rumah Sakit Kota Bengkulu diajukan ke Kementerian Kesehatan berupa rumah sakit dengan tipe D yang akan didesain awal dengan kamar inap
lebih kurang sebanyak 20 kamar. “Kita mulai dari bawah dulu, nanti setelah penilaian bisa beralih ke tipe C atau tipe B. Untuk daya tampung pasien kemungkinan 20 sampai 50 orang,” kata dia. Untuk membangun RS Kota Bengkulu telah dianggarkan dana Rp1 miliar dengan model rumah sakit bertumbuh. “Ke depannya kita usahakan dapat anggaran baik dari APBD, APBDP, APBN maupun APBNP,” kata dia.
Menurutnya tenaga medis rumah sakit akan diisi oleh beberapa dokter spesialis, dokter bedah serta dokter umum. “Nanti pada bulan Juni kami akan melakukan penerimaan empat dokter PTT. Untuk dokter lainnya kami akan berdayakan dokter yang ada di puskesmas-puskesmas, begitu juga dengan paramedis, akan diberdayakan sebanyak 50 orang,” kata dia. Mengenai direktur RS Kota Bengkulu dia mengungkapkan akan dipegang oleh salah satu pejabat yang ada di dinas kota, namun dia belum mau mengungkapkan nama calon yang akan memegang posisi direktur tersebut.
Sumber: antarabengkulu.com

Malang – Pemerintah Kota Malang berencana meluncurkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) November nanti. Rumah sakit yang berdiri di Kelurahan Bumiayu Kota Malang ini dibangun mulai setahun lalu menyedot anggaran sebesar Rp 25,1 miliar. “Ada 50 ruang rawat inap,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Supranoto, Selasa, 28 Mei 2013.
Muslimin Amerika Serikat, khususnya warga Illionis, saat ini diliputi kebahagiaan. Mereka tengah membangun sebuah rumah sakit Islam di Kota Chicago. Menaungi kepentingan Muslimah menjadi tujuan utama keberadaan rumah sakit tersebut.




WACANA untuk mendirikan rumah sakit baru sebagai pengganti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai didukung berbagai pihak. Salah satunya dari Anggota Komisi II DPRD Berau Burhan Bakri. Ia mengharapkan rumah sakit baru segera terwujud. Bahkan dirinya telah mengusulkan pembangunan rumah sakit itu menjadi skala prioritas dalam program proyek multiyears yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Berau, sebelum masa jabatan Bupati Berau Makmur HAPK dan Wakil Bupati Ahmad Rifai berakhir di 2015 mendatang.
PEKANBARU – Walau banyak masyarakat melakukan pengobatan ke rumah sakit di Malaysia, namun sebenarnya rumah sakit di Riau juga tak kalah hebat dari negeri Jiran tersebut. Pengakuan itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Kesehatan Prof Dr Ali Ghufron Mukti, Jumat (24/5/2013) di Pekanbaru.
Jakarta, GATRAnews – Ricuh program Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang dirilis Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, mengundang keprihatian DPRD DKI. Sebagai langkah tindak lanjut, Komis E DPRD DKI Jakarta yang membidangi kesehatan memanggil 16 rumah sakit yang sempat dikabarkan akan hengkang dari program itu.







