TANGERANG
RSUD Bangli Masuk Klasifikasi Tipe B
Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, akhirnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangli ditetapkan sebagai rumah sakit dengan klasifikasi tipe B oleh Kementerian Kesehatan RI. Kepastian ini didapat ketika Tim Visitasi Penetapan Kelas Rumah Sakit Kementerian Kesehatan RI yang diketuai dr Chairul Radjab Nasution, SpPD, MKes, Minggu (16/3) melaksanakan penilaian di RSUD Bangli.
Kedatangan rombongan tim penilai disambut oleh Bangli I Made Gianyar, dan Plh Direktur RSUD Bangli dr Wayan Sudiana, berserta jajarannya di aula rapat RSUD Bangli. Ketua tim penilai dr Chairul Radjab Nasution mengatakan, syarat mutlak yang harus bisa dipenuhi oleh rumah sakit yang berklasifikasi tipe B adalah 96 persen permasalahan pasien dapat ditangani oleh rumah sakit bersangkutan. Untuk RSUD Bangli melihat kesungguhan dan keseriusan RSUD Bangli untuk meningkatkan status klasifikasi RSUD Bangli dari tipe C ke tipe B. Sebagai orang kesehatan, pihaknya menilai RSUD Bangli memiliki prospek yang besar untuk terus berkembang menjadi rumah sakit yang memiliki ciri khas atau keunggulan tersendiri, meskipun ada beberapa catatan dan kekurangan yang harus segera dipenuhi. Untuk itu pihaknya meminta adanya surat pernyataan dan komitmen dari Bupati Bangli untuk mendorong dan memfasilitasi kekurangan yang masih ada. Sehingga memang layak RSUD Bangli menyandang status rumah sakit berklasifikasi tipe B.
UGD 24 Jam RS Muhammadiyah Diresmikan
KOTA (RIAUPOS.CO) – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau meresmikan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 Jam, Sabtu (15/3) siang. Peresmikan yang dilakukan Ketua PWM Riau Prof Dr Ir H Irwan Effendi MSc dan dihadiri oleh sejumlah Pengurus PWM Riau tersebut dilaksanakan di Komplek Kampus II Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) Jalan Tuanku Tambusai Ujung, samping Mall SKA Pekanbaru.
Kepada Riau Pos, Irwan Effendi menuturkan, UGD yang menjadi cikal bakal Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah tersebut merupakan RS ke 48 Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Ia yakin dalam 10 tahun mendatang, RS Muhammadiyah Riau akan selesai dibangun, karena banyaknya potensi yang dimiliki serta memiliki prospek yang bagus.
Rumah Sakit Swasta Terkendala JKN
Padang, Singgalang, Rumah sakit swasta masih mengalami kendala dalam menerapkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), yang mulai berlaku awal 2014.
Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta (ARSSI) Pusat, Mus Aida, pada pelantikan pengurus ARSSI Sumbar di Balairung POGI Cabang Padang, Sabtu (14/3).
Mus Aida, menyebut kendala rumah sakit dalam menyelenggarakan BPJS Kesehatan disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya sarana prasana, banyak RS swasta yang belum terakreditasi serta SDM yang masih minim.
DPRD Minta RSHS Tindak Tegas Mafia Kamar
INILAH.COM, Bandung – Ketua Komisi E DPRD Jabar Didin Supriadin mengaku belum mengetahui adanya mafia kamar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Namun jika hal tersebut benar terjadi akan sangat meresahkan masyarakat.
“Kita akan koordinasi terlebih dahulu apakah peristiwa tersebut benar atau tidak,” kata Didin saat dihubungi INILAH melalui telepon selulernya, Senin (17/3/2014).
Menurut dia, Rumah Sakit terbesar di Jawa Barat itu mempunyai manajemen serta aturan sendiri. Pihak RSHS harus melakukan penyelidikan mengenai kebenaran tersebut.
“Jika baik ada orang dalam atau orang BPJS nya sendiri harus ditindak tegas. Jangan sampai ini dibiarkan. Jika terus dibiarkan maka akan meresahkan masyarakat,” kata dia. [ito]
Sumber: inilahkoran.com
RSHS: Jangan Asal Tunjuk Hidung
DIREKTUR Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Rudi Kurniadi Kadarsyah mengatakan, RSHS terus berbenah dan memperbaiki diri. Perbaikan meliputi sisi fasilitas, kemampuan SDM, hingga kualitas pelayanan.
Salah satu fasilitas yang tengah digenjot RSHS adalah penambahan bed. Hingga akhir 2013, RSHS memiliki 996 tempat tidur, terdiri atas VIP 72 unit, Kelas I 98 unit, Kelas II 129 unit, Kelas III 587 unit, Internal (GICU, ICCU, PICU, NICU) 35 unit, High Care Unit 42 unit, Khusus 29 unit, dan Isolasi 4 unit. Jumlah itu tentunya tidak berbanding dengan kunjungan rawat jalan yang rata-rata mencapai 1.935/hari, kunjungan gawat darurat rata-rata 121 pasien/hari.
Untuk meningkatkan kapasitas segaligus pelayanan, di 2014 ini, RSHS akan menambah tempat tidur menjadi 1.256.
Pembimbingan Akreditasi Versi Baru RSJ Grhasia Gelombang I
Yogyakarta, Salam Sehat Jiwa… Rumah Sakit Jiwa Grhasia DIY melakukan Pembimbingan Akreditas Versi Baru RSJ Grhasia. Acara ini dibuka langsung oleh Direktur RSJ Grhasia, Drg Pembajun Setyaningastutie, M.Kes di Ruang rapat Ghosita I RSJ Grhasia. Dihadiri oleh seluruh peserta pembimbingan yang terdiri dari seluruh elemen yang ada di RSJ Grhasia. Pembimbingan akan dilaksanakan dua gelombang, gelombang pertama dilaksanakan Senin 17 Maret 2014 sampai dengan Selasa 18 Maret 2014. Sedangkan gelombang kedua dilaksanakan Jumat 21 Maret 2014 sampai dengan Sabtu 22 Maret 2014.
Pembimbing pada Akreditasi Versi Baru ini dilakukan oleh KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit). Pada gelombang pertama Pembimbingan dilakukan untuk delapan pokja (Kelompok Kerja) yaitu Pokja APK (Akses ke Pelayanan dan Kontinuitas Pelayanan), Pokja AP (Assesment Pasien), Pokja PP (Pelayanan Pasien), Pokja PAB (Pelayanan Anestesi dan Bedah), Pokja PMKP (Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien), Pokja PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi), Pokja TKP (Tatakelola, Kepemimpinan dan Pengarahan) serta Pokja MFK (Manajemen Fasilitas dan Keselamatan). Pembimbing dari Akreditasi ini adalah dr. Achmad Hardiman, SpKJ, MARS dan dr Nina Sekartina, MHA.
Sumber: grhasia.jogjaprov.go.id
Banda Aceh akan Terapkan Rumah Sakit Berbasis Islam
MedanBisnis – Banda Aceh. Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh akan menerapkan sebuah model pelayanan berbasis Islami di sejumlah rumah sakit, khususnya Rumah Sakit Meuraxa. Untuk mewujubkan itu, pemko menggelar seminar soal konsep rumah sakit peduli ibadah dalam mendukung Banda Aceh sebagai model kota madani, Sabtu (15/3). Dalam kegiatan ini pemko menghadirkan tiga pemateri sekaligus dari Al Islam Specialist Hospital, Kuala Lumpur, Malaysia, yakni Dr Ishak Mas’ud yang merupakan Direktur Al-Islam Specialist Hospital, Pn Juinarah Bevi selaku Kepala Perawat dan Ustad Muhammad Sazni yang merupakan Kepala Urusan Agama pada rumah sakit yang sama.
Sekda Banda Aceh T Saifuddin menyatakan pihaknya sangat menginginkan pelayanan kesehatan yang berbasis Islam dapat segera diterapkan di Banda Aceh, khususnya di Rumah Sakit Meuraxa sebagai pilot project program tersebut.
Dikatakannya, pasien rawat inap di rumah sakit merupakan individu yang sangat rentan dalam periode kehidupan, sehingga seorang pasien sangat membutuhkan pendampingan secara psiko-religius.
“Pendampingan secara keagamaan, terutama tuntunan dalam beribadah menjadi hal yang penting yang tidak dapat dipisahkan dalam rangkaian proses perawatan pasien hingga mencapai kesembuhan,” terangnya.
Pihaknya akan mencoba menerapkannya di RS Meuraxa, dan ini akan melibatkan para da’i yang nantinya akan tergabung dalam tim kesehatan di Meuraxa. “Teknisnya akan kita pelajari dari para pemateri kita ini,” tambah Saifuddin.
Selain melibatkan para da’i, juga dibutuhkan beberapa aspek lain untuk mewujudkan konsep pelayanan rumah sakit peduli ibadah ini, yakni sikap dan perilaku petugas, fasilitas dan sarana kesehatan, prosedur dan tata cara atau mekanisme pelayanan kesehatan, suasana pelayanan kesehatan serta pembiayaan kesehatan yang Islami.(dedi irawan)
Sumber: medanbisnisdaily.com
RS Bunda Jakarta Hadirkan Tiga Layanan Emergensi Terbaru
JAKARTA, Bisniswisata.co: Pelayanan kesehatan kegawatdaruratan dengan sistem terpadu sangat penting, terutama dalam menolong seseorang yang membutuhkan bantuan cepat. Tujuan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) adalah tercapainya pelayanan kesehatan yang optimal, terarah dan terpadu bagi masyarakat yang berada dalam keadaan gawat darurat.

Bisnis.com, SURABAYA





