KOMPAS.com
RS Minta Pembayaran Uang Muka dari BPJS Kesehatan Dijadwalkan
Jakarta – Sejumlah Rumah Sakit (RS), termasuk swasta, mengaku mengalami peningkatkan pendapatan saat menerapkan sistem pembayaran paket Indonesia Base Case Groups (Ina CBGs) dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun, keterlambatan pembayaran klaim bisa mengganggu cash flow (arus kas) RS.
Kebijakan pembayaran uang muka 50 persen dari total klaim untuk menjaga likuiditas RS disambut baik pihak pemberi layanan kesehatan. Namun RS juga meminta ada pengaturan jadwal pembayaran uang muka yang jelas untuk menjamin operasional RS tetap berjalan. Pasalnya, bagi swasta, cash flow RS tergantung dari pembayaran klaim tersebut.
RSUD Panembahan Senopati Bantul Akan Jadi RS Ramah Anak
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul menggelar serangkaian kegiatan untuk menyambut peringatan ulang tahunnya yang ke-11. Kegiatan telah dimulai pada 5 Februari yang diawali dengan perlombaan bulutangkis untuk seluruh karyawan RS.
Tidak hanya berisi perlombaan, perayaan ini juga diisi dengan aksi donor darah, kunjungan ke panti asuhan Nurus Sulthon Jetis, pemeriksaan tulang, papsmear dan juga pemeriksaan gula darah. Adapun pagi kemarin, Minggu (23/3/2014) kegiatan diisi dengan family gathering karyawan dan karyawati Panembahan Senopati
Dr Rofi Siswanto Sp Rad, ketua panitia perayaan ulang tahun mengatakan, Panembahan Senopati memiliki komitmen dan semangat kebersamaan untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Di momen ulang tahunnya yang ke-11 ini, dr Rofi berharap agar karyawan dapat bekerja dengan baik sesuai prosedur serta pelayanan terhadap pasien semakin meningkat.
“Kami berharap agar setelah perayaan ulang tahun ini karyawan dapat bekerja dengan baik dan pelayanan terhadap pasien juga meningkat. Sesuai dengan komitmen kami untuk untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien,” kata dr Rofi.
Puncak perayaan akan dilaksanakan pada Sabtu mendatang (29/3/2014) tepat di hari jadi RSUD Panembahan Senopati. Acara yang dihadiri oleh Bupati Bantul Sri Surya Widhati tersebut juga akan dilaksanakan launching program baru, RS Ramah Anak.
Dr Rofi menjelaskan, dengan adanya program ini, seluruh karyawan Panembahan Senopati akan memperlakukan anak sebagaimana semestinya. Pihak RS juga telah menyediakan dua ruang yang berada di Ruang Anggrek untuk dijadikan perpustakaan dan juga arena bermain.
Untuk koleksi bukunya lanjut dr Rofi, sebagian dari sumbangan karyawan RS dan sebagian lagi bantuan dari Perpustakaan Umum Daerah (Pusda) Bantul.
“RS Ramah Anak akan diluncurkan oleh Bupati. Harapannya agar anak-anak memperoleh perawatan dengan cara yang menyenangkan bagi mereka. Kalau secara fisik juga sudah kita siapkan perpustakaan dan ruang bermain. Setelah peluncuran bisa digunakan ruangannya,” tambahnya. (*)
Sumber: tribunnews.com
JKN Berhasil Asal Pelayanan RS Tepat dan Efektif
KOMPAS.com – JKN bisa berhasil dilaksanakan asalkan rumah sakit rujukan siap dengan pelayanan kesehatan tepat yang menentukan efektivitas pengobatan. Dengan begitu, rumah sakit tidak mengalami hambatan dalam penyediaan fasilitas kesehatan dan kegiatan operasional berjalan lancar.
Hal inilah yang dilakukan
E-Hospital BRI Layani Nasabah dan Rumah Sakit
Jakarta, GATRAnews – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berupaya terus memuaskan layanan bagi nasabahnya, dengan melayaninya hingga ke Rumah Sakit. Sebab itu, BRI terus menggandeng sejumlah Rumah Sakit untuk menerapkan layanan e-hospital. Salah satunya, RS Fatmawati-Jakarta.
“E-Hospital BRI ini merupakan layanan terintegrasi antara rumah sakit dan Bank BRI untuk memudahkan pasien melakukan pembayaran tagihan rumah sakit secara online dimana saja, baik di teller, maupun e-channel Bank BRI, seperti ATM (Anjungan Tunai Mandiri), EDC (Electronic Data Capture), Internet Banking BRI, maupun Mobile Banking BRI,
RSUD Tipe B Mulai Memasuki Tahap Lelang
blokBojonegoro.com – Rumah Sakit (RS) Bojonegoro Tipe B yang berlokasi di Jl Veteran saat ini memasuki tahapan lelang. Rencananya bulan April nanti akan diumumkan pemenang lelang proyek fisik renovasi RSU yang sudah lama mangkrak tersebut.
Kasi Perencanaan Gedung Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Bojonegoro, David Yudha Prasetya, menyatakan setelah proses lelang selesai, diharapkan awal Mei nanti sudah memasuki tahap renovasi
“Saat ini sudah terdapat 22 pendaftar lelang yang sudah mendaftarkan diri. Dan diharapkan tahapan lelang ini nantinya tidak terjadi retender yang membuat tahapan molor dari yang direncanakan,” jelasnya.
Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, proses renovasi berakhir pada akhir tahun 2014. Sedangkan di tahun berikutnya, RSU bisa dioperasikan untuk melayani kesehatan masyarakat. Dan pada proses renovasi ini nantinya akan disesuaikan dengan standar rumah sakit tipe B.
Selain renovasi, juga akan dilakukan penambahan beberapa kelengkapan serta perbaikan beberapa fasilitas yang rusak menyesuaikan dengan kebutuhan. Untuk rehab gedung dan renovasi dialokasikan dengan anggaran Rp39 miliar dari APBD tahun 2014. Sedangkan untuk peralatan medis maupun tenaga medis secara detail kebutuhan berada di bawah RSUD Sosodoro Djatikusomo.
Sementara itu, Direktur RSUD Sosodoro Djatikusumo, Sunhadi mengungkapkan proses rehab dan renovasi dilakukan secara bertahap. Pada intinya setelah proses renovasi selesai, maka akan segera dioperasikan.
Ke depannya kedua rumah sakit milik Pemkab Bojonegoro ini akan difungsikan. Setelah RSU di Jl Veteran beroperasi secara maksimal, selanjutnya rumah sakit yang berada di Jl Dokter Wahidin juga tetap akan dirintis baru. Pemindahan rumah sakit ini tidak bisa dilakukan sembarangan, namun prosesnya lebih rumit dan memerlukan kehati-hatian. [oel/yud]
Sumber: blokbojonegoro.com
RSUD Tipe B Butuh Rp101 M, Dioperasikan Tahun 2015
blokBojonegoro.com – Pengoperasian bangunan Rumah Sakit Tpe B di Jl Veteran, Kota Bojonegoro membutuhkan b
Mengaku Intelijen KPK, Dua Orang Coba Peras RSUD Wonosari
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari dan sejumlah puskesmas serta desa di Gunungkidul diresahkan oleh ulah dua orang oknum yang mengaku intelijen Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedua oknum tersebut mengancam akan melaporkan pihak rumah sakit ke KPK jika tidak memberikan sejumlah uang.
Menurut Petugas Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUD Wonosari, Aris Suryanto, dua orang oknum yang mengaku bernama Dedi Irawan dan Rusmanto tersebut datang ke RSUD pada Kamis (20/3/2014) lalu. Keduanya mengaku akan melakukan investigasi terhadap pelaksanaan proyek yang dilaksanakan sejak 2003 hingga 2012.
Saat datang ke RSUD, kedua orang tersebut juga mengatakan kalau pihaknya mempunyai kewenangan untuk melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan sebuah kasus ke pengadilan layaknya lembaga penegak hukum seperti kepolisian dan kejaksaan.
Jamkesmas Berutang Rp 66 Miliar ke RS Wahidin Sudirohusodo
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM – Program pemerintah Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) sampai saat ini masih berutang Rp 66 miliar kepada manajemen Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar.
Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo (RSWS), Prof dr Abdul Kadir Phd SpTHT di Ruang Pertemuan UGD RSWS, Makassar, Jumat (21/3/2014).
Ia melanjutkan utang ini termasuk dalam klaim yang belum dibayarkan pemerintah sebesar Rp 2,9 Triliun sejak tahun lalu.
RS Jangan Jadi Sumber Pendapatan
SURAKARTA – Penggunaan peralatan kedokteran modern yang semakin canggih, diharapkan dapat membantu penanganan penyakit. Namun, harus pula diimbangi dengan peningkatan pelayanan kepada pasien dan masyarakat.
Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah, H Ganjar Pranowo SH MIP saat meresmikan pelayanan radioterapi cobalt 60 di RSUD Dr Moewardi Surakarta, Rabu (19/3). Menurutnya, penambahan peralatan modern, sangat diperlukan. Khususnya, pada rumah sakit yang berada di daerah. Sehingga, dapat memberikan penanganan yang cepat dan tepat bagi pasien.
“Saya orang yang tidak nyaman apabila mendengar bahwa rumah sakit tempat pendapatan. Saya tidak setuju. Saya meminta kepada direktur rumah sakit untuk melakukan efisiensi. Memanfaatkan teknologi informasi juga diperlukan, karena untuk pelayanan, dan itu amat penting,” kata Ganjar.
Dia menambahkan, pelayanan rumah sakit harus nomor satu. Pengelolaannya pun harus dilakukan dengan baik. Terlebih dalam pelayanan jaminan kesehatan BPJS bagi masyarakat kecil.
“Penggunaan JKN dan BPJS memang dibutuhkan sebuah converter, agar masyarakat tidak kebingungan lagi dalam menggunakannya. Orang datang berobat biar gampang. Di Rumah Sakit Moewardi, saya harapkan bisa dibukakan satu pintu untuk mempermudah pelayanan,” jelas dia.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Atikoh Ganjar Pranowo, melakukan peninjauan alat cobalt. Selain itu, Ganjar juga meninjau bangsal Mawar, yang kebanyakan merawat pasien kanker. Dia juga berdialog dengan para pasien. Gubernur memberi dorongan dan semangat bagi para pasien, agar selalu bersemangat, dan jangan pernah menyerah dalam menghadapi penyakitnya.
Salah satu pasien yang penderita kanker tenggorokan, Nugroho, mengatakan, dirinya sangat senang bisa bertemu Gubernur. Bocah kelas 5 SD, yang telah melakukan 18 kali terapi di rumah sakit tersebut juga menilai, pelayanan di tempat itu terhitung baik. (humas jateng)
Sumber: jatengprov.go.id

Solopos.com, SOLO





