JAKARTA-Tiga bulan sudah Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) direalisasikan di tanah air. Lebih dari 330 rumah sakit (RS) yang telah mengajukan klaim ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk Januari 2014. Dari sejumlah RS tersebut tercatat 11 di antaranya atau tiga persen mengalami kerugian. Sementara sisanya 219 RS mengalami surplus setelah ikut ambil bagian dalam realisasi JKN.
Wamendikbud resmikan pembangunan RS pendidikan Unand Padang
Padang (ANTARA Sumsel) – Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim meresmikan pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Andalas (Unand) di Padang, Sabtu.
Musliar mengatakan bahwa pembangunan rumah sakit pendidikan Unand ini merupakan yang kedua di Sumatera setelah USU di Medan.
Sama dengan universitas lain, RS pendidikan ini merupakan milik dan menjadi tanggung jawab sepenuhnya universitas.
Hal ini mengandung arti tidak hanya Fakultas Kedokteran saja yang akan terlibat, baik dalam pengelolaan maupun operasionalnya.
“Dengan adanya pembangunan Rumah sakit ini dapat menjadikan Unand sebagai kebanggaan terbesar bagi masyarakat Sumbar keseluruhannya,” ucap Musliar.
Sementara itu Rektor Unand Werry Darta Taifur menyebutkan bahwa pembangunan RS Pendidikan ini sepenuhnya akan dilakukan oleh PT Adhi Karya.
Penandatanganan kontrak dengan PT Adhi Karya ini telah terlaksana pada 24 Maret lalu dengan masa konstruksi hingga satu setengah tahun.
Diperkirakan dana yang dibutuhkan dalam pembangunan RS ini mencapai 400 milyar rupiah lebih. Sebagian besar dananya berasal dari Islamic Development Bank serta Saudi Foundation, katanya.
Sumber: antaranews.com
BPJS: Akan Ada Revisi Tarif RS Pada April
Liputan6.com, Makassar Keluhan mengenai rendahnya tarif paket atau INACBGS (Indonesia Case Base Gruop) yang berlaku di sejumlah Rumah Sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan akan segera ditindaklanjuti.
Menurut Kepala Departemen Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan, Surmiyati, pada April akan ada perubahan tarif untuk beberapa diagnosis yang dianggap masih rendah.
“April kemungkinan akan ada revisi tarif untuk beberapa diagnosa oleh NCC (National Casemix Center),” kata Surmiyati pada salah seorang dokter yang mengeluhkan rendahnya tarif di RS Salewangan, Maros, Sulawesi Selatan, ditulis Sabtu (29/3/2014).
Surmiyati mengatakan, saat ini BPJS terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan termasuk menerima keluhan dari berbagai pihak terutama provider yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
(Igw)
Sumber: liputan6.com
Hampir Di Semua RS Daerah Menyiapkan Ruang untuk Caleg Stress
JAKARTA, SOROTnews.com – Rumah Sakit (RS) Jiwa dan Ketergantungan Obat Soeprapto Bengkulu menyediakan fasilitas perawatan ala hotel, khusus bagi calon legislatif yang mengalami depresi usai pemilihan umum. Dengan biaya Rp270 ribu per malam, para caleg stres bisa menikmati fasilitas mirip hotel melati di ruang VIP RSJKO.
Menurut Direktur RSJKO Soeprapto, dr Bina Ampera Bukit, ada 300 kamar yang disediakan bagi para caleg gagal itu, dengan rincian VIP 8 kamar, kelas I 40 kamar, Kelas II 15 kamar, dan kelas III 237 kamar. Untuk kamar VIP, pengguna akan diberi fasilitas berupa tempat tidur springbed dilengkapi coverbed dan selimut, pendingin ruangan (AC), televisi 21 inch, lemari pakaian tiga pintu lengkap dengan meja dan kursi.
Selanjutnya, di kamar mandi juga disiapkan fasilitas air bersih dan wastafel. Di lokasi,
Soft Opening RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang Digelar 29 Maret
TENGGARONG, Poskota Kaltim. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AM Parikesit di Tenggarong Seberang bakal menggelar soft opening pada 29 Maret 2014 mendatang. Fasilitas di rumah sakit megah ini, nantinya akan
Rumkit Lanud Supadio Bersiap Jadi Tingkat III
Sungai Raya (Antara Kalbar) – Rumah Sakit Lanud Supadio bersiap untuk naik tingkat menjadi rumah sakit tingkat tiga yang nantinya diperkirakan akan menjadi terbesar ketiga di Kalbar setelah RSUD Soedarso dan RS Santo Antonius.
“Saat ini rumah sakit Lanud Supadio sedang dalam tahap pengembangan, bisa dilihat sendiri, cukup banyak proses pembangunan yang dilakukan,” kata Kepala Rumah Sakit Lanud Supadio, dr. Hendro Yulieanto, MS, SpAn, SpKp di Sungai Raya, Rabu.
Dia menjelaskan, saat ini pembangunan rumah sakit Lanud Supadio tersebut sedang dalam tahap pertama, mencakup pembangunan Poli Klinik dan UGD yang akan ditempatkan pada lantai satu bangunan baru rumah sakit tersebut.
Sementara itu, lanjutnya, pada lantai kedua akan digunakan untuk ruang rawat inap pasien baik umum maupun khusus untuk anggota Lanud.
“Namun, jika ditanyakan kapan pembangunan gedung baru rumah sakit itu selesai di bangun, saya sendiri juga tidak tahu persis. Mengingat proyek pembangunannya dilakukan langsung oleh Mabes TNI AU, maka kita hanya bisa berharap pembangunannya bisa cepat rampung,” tuturnya.
Meski demikian, pihaknya tetap akan memaksimalkan proses pelayanan kesehatan pada bangunan lama, meski daya tampung pasien masih sangat minim.
“Sejauh ini kita memang tidak ada kendala dalam pelayanan kesehatan kepada pasien, baik pasien umum maupun khusus anggota TNI AU. Namun, karena daya tampung ruang perawatan memang terbatas, maka dalam menerima pasien tentu kita juga tidak bisa menerima banyak tapi tetap kita upayakan untuk maksimal,” katanya.
Hendro menambahkan, karena rumah sakit Lanud Supadio dibangun khusus untung anggota TNI AU, jelas penanganan untuk pasien umum sedikit berbeda. Karena rumah sakit tersebut bukan berada pada koordinasi dengan Menkes, melainkan Menhan.
Meski demikian, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang menjadi tugas pokok TNI, rumah sakit Lanud masih menerima pasien dari masyarakat umum, terutama yang berada di sekitar Lanud, kata dia lagi.
“Makanya, rumah sakit Lanud Supadio tetap mengutamakan anggota TNI dan keluarganya, bahkan itu sudah ditetapkan dalam aturan komando,” kata Hendro. (RDO/N005)
Sumber: antarakalbar.com
Gubernur: Bukan Gedung Megah Tetapi Pelayanannya
Grand Launching RS Pupuk Kaltim Ramania Siaga
SAMARINDA
Pasien Keluhkan Minimnya Obat RS Abdul Moeloek
BANDAR LAMPUNG (Lampost.Co): Beberapa keluarga pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial(BPJS) Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) mengeluhkan kondisi minimnya obat-obatan yang ada di RSUDAM. Namun, pihak rumah sakit beranggapan obat pasien peserta BPJS tidak berkurang dan masih tersedia.
Untuk kondisi saat ini, obat-obatan bagi peserta BPJS kesehatan sudah diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 328/MENKES/SK/VIII/2013 tentang Formularium Nasional yang berlaku sejak 2014. Demikian diungkapkan Elitha M Utari, Kepala Bagian Perencanaan dan Rekam Medik RSUDAM di kantornya, Bandar Lampung, Rabu (26/3).
Udin (45), warga Sukabumi, yang merawat ayahnya yang terserang hipertensi mengungkapkan bahwa ayahnya harus membeli obat di luar RSUDAM, karena ketersediaan obat yang tidak ada di RSUDAM.
BPJS Nyicil Pembayaran Klaim RS Bhakti Wara
PANGKALPINANG, BANGKA POS — Kabag Humas Rumah sakit Bhakti Wara Pangkalpinang Melly (38) mengungkapkan pihak BPJS Babel masih mencicil pembayaran klaim pada bulan Januari dan Februari. Pada bulan Januari pihak BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) baru membayar setengah klaim sebesar Rp 113 juta dan dilunasi pada bulan Februari sebesar Rp 115 juta.
Melly mengatakan pembayaran klaim pada bulan Februari juga baru diberikan sebesar 40 persen dari Rp 640 juta dan sisanya belum diberikan oleh pihak BPJS karena alasan data dari pihak rumah sakit belum lengkap. Menurut peraturan yang telah disepakati, jika terjadi keterlambatan pembayaran klaim pada rumah sakit yang ditunjuk sebagai rujukan BPJS selama 15 hari setelah kelengkapan data diberikan maka pihak rumah sakit berhak mengajukan denda kepada pihak BPJS.
“Seperti pada bulan Januari BPJS baru melunasi pada bulan Februari tetapi kami masih memaklumi karena ini dalam proses pemindahan dari Askes ke BPJS mungkin masih banyak kekurangan.” jelas Melly kepada Bangka Pos, Selasa (25/3).
Melly mengungkapkan jika hal ini terjadi secara terus menerus mereka tidak bisa menjamin kerjasama ini.
“Kami rumah sakit swasta jika terjadi keterlambatan siapa yang mau menggaji karyawan kami.” tegas Melly.
Melly

Solopos.com, KLATEN





