KARAWANG, SK – Pelaksana tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang, Asep Hidayat Lukman, dengan tegas mengatakan target pertama kepemimpinannya di rumah sakit itu adalah memperbaiki pelayanan kesehatan RSUD. Terlebih selama ini persoalan itu yang kerap dikeluhkan masyaSKt.
Hal itu terungkap usai serahterima jabatan (Sertijab) Direktur RSUD, kemarin (1/7) dilingkungan RSUD, dari dr.Wuwuh Utami Ningtyas kepada Asep Hidayat Lukman. Sertijab itu berdasarkan keputusan Bupati Karawang Nomor 880/Kep. 2778/BKD/2014 tentang Pemberhentian dari Jabatan Struktural dr. Wuwuh Utami Ningtyas dari jabatan struktural sebagai direktur RSUD Karawang.
Setelah surat keputusan, adanya surat perintah dari Bupati Karawang kepada Asep Hidayat Lukman bernomor surat 800/2779/BKD/2014, selain sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang juga sebagai pelaksana teknis tugas (Plt) Direktur RSUD Karawang.
Dalam sambuatannya dr. Wuwuh mengaku, selama tiga tahun menjabat sebagai direktur RSUD Karawang banyak yang sudah dilalui. Dan tak dipungkiri, perbaikan diberbagai sektor sudah dilakukan dengan baik. “Hari ini seperti yang saya rasakan di tiga tahun lalu, merasakan kelabu dan bersemangat,” ujar Wuwuh.
Sementara itu pasca dikukuhkan, Plt Direktur RSUD Karawang Asep Hidayat Lukman mengatakan, ia mengakui RSUD memiliki segudang persoalan, dan itu harus diselesaikan secara bertahap. Bahkan ia mengakui, tugas ini membuat kepalanya migran. “Serah terima dan lepas sambut itu langsung membuat kepala saya migran, permasalahan disini panjang, tapi saya yakin punya temen – teman (direksi dan komite medik) bisa diatasi,” yakin Asep.
Jabatan selaku Plt ini harus dia jalani sesuai amanah, karena sejak dulu tak terbesit untuk duduk membenahi RSUD Karawang. “Saya kesini tidak bercita – cita dan tidak ambisi. Saya tidak upaya dan geSKn untuk menduduki jabatan ini,” tegasnya.
Langkah awal, dia akan melakukan perbaikan di pelayanan. Karena menurutnya, memberikan pelayanan masyaSKt secara prima menjadi pilihan utama.
Oleh karena itu, Asep meminta kepada seluruh jajaran direksi dan komite medik agar bersinergi untuk mencapai itu semua. “Itu menjadi patokan kita ingin memperbaiki pelayanan, kita hrus benar-benar mendengar, sebagai pembantu masyaSKt. Saya harap kita semua bisa bersinergis,” harap dia.
Sementara itu Ketua DPRD Karawang H. Tono Bachtiar yang turut hadir juga berharap dengan pergantian orang nomor satu di RSUD ini berdampak baik untuk memperbaiki pelayanan kepada masyaSKt. “Saya minta harus lebih baik dari kemarin,” kata Tono.
Disamping itu Bupati Karawang Ade Swara juga menginginkan adanya perubahan, terutama dalam perbaikan pelayanan terhadap masyaSKt. Diharapkan, memberikan pelayanan prima menjadi perioritas utama. (vid)
Sumber: sekitarkarawang.blogspot.com

SUKOHARJO
Komisi IX dan Kementerian Kesehatan menyepakati Rancangan Undang-undang Kesehatan Jiwa dibawa ke Pembicaraan Tingkat II pada Sidang Paripurna dimintakan persetujuan untuk disahkan menjadi Undang-undang. Hal ini menjadi kesimpulan dalam raker antara Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Senin (30/06).
MedanBisnis – Kisaran. Alat CT Scan dan Haemodialisa milik Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Manan Simatupang (RSUD-AMS) Kisaran kini masih jadi pajangan di rumah sakit milik Pemerintah Daerah Asahan. Padahal diharapkan kedua alat kesehatan itu segera dioperasikan agar dapat membantu masyarakat Asahan dan masyarakat lainya.
KANDANGAN – Direktur Rumah Sakit Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Hasan Basry Kandangan, dokter Rasyidah mengatakan Rumah Sakit Hasan Basry sudah mulai berbenah. Seiring dengan ditunjuknya BLUD menjadi rumah sakit rujukan se Banua Anam oleh Gubernur Kalimantan Selatan beberapa bulan yang lalu.
PANGKALANKERINCI – Bupati Pelalawan HM Harris melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, Selasa (1/7/14). Aksi Sidak ini mengundang perhatian dari sejumlah keluarga pasien. Pasalnya, hampir seluruh ruangan di rumah sakit plat merah itu tak luput dari kunjungan Harris.
Liputan6.com, Jakarta Sistem analisa visual tidak hanya digunakan di bisnis perbankan, multifinance maupun asuransi yang memiliki data besar. Rumah Sakit di Belanda pun kini sudah menggunakan
HARIANJAMBI.COM, KUALATUNGKAL – Seperti diketahui, Rumah Sakit Jantung di Tanjabbar ini dibangun dengan menyedot dana Rp 25 miliar. Dimana letaknya pembangunannnya, persis di sebelah Kompi Brimob, Kecamatan Betara.





