TEMPO.CO ,
Parkir RS Takalar Sumbang PAD 10 Juta Perbulan
TRIBUNNEWS.CIM, TAKALAR -Pengelolaan lahan parkir di Rumah Sakit UD Takalar, padjonga Daeng Ngalle, mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) Takalar hingga 10 juta perbulan.
Pelaksana Pengelola parkir, CV Tritama Park, Muh Said, mengatakan, pemasukan PAD Pemda Takalar dari retribusi parkir bisa mencapai Rp 10 juta perbulan.
“Kami mengelola manajemen parkir hanya menggunakan lahan rumah sakti saja. Sedangkan fasilitasnya seperti pos masuk, keluar, dan ruangan sistemnya semua dana dari perusahaan kami,”ujarnya, Senin (23/6).
CV Tritama Park melakukan kerjasama kontrak dengan Pemkab Takalar untuk pengelolaan parkir selama 5 tahun, mulai 2013-2018 dan sudah berjalan 2 tahun.
Said menambahkan, tidak ada sedikit pun anggaran pemerintah daerah yang gunakan untuk membuat ataupun membenahi fasilitas parkir tersebut.
Seorang pengunjung rumah sakit, Syahabuddin, mengatakan senang dengan hadirnya managemen parkir di rumah sakit umum tersebut, sebab keamanan kendaraan terjamin. “Bagus memang sekarang. Jadi kami juga tidak keberatan membayar jasa parkir antara Rp 2000-Rp 5.000,” ujarnya. (Won)
Sumber: berita.plasa.msn.com
RSUD Sulbar Bangun Gedung Obat Rp450 Juta
Mamuju (ANTARA Sulbar) – Rumah sakit umum daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat membangun gedung obat dengan anggaran Rp450 juta.
Direktur RSUD Sulbar, Suparman di Mamuju, Minggu, mengatakan, tahun ini dialokasikan anggaran sekitar Rp450 juta membangun gedung obat baru.
Ia mengatakan, dalam rangka meningkatkan pelayanan di rumah sakit Sulbar gedung obat tersebut dibangun dengan menggunakan anggaran APBD.
“RSUD Sulbar belum memiliki gedung obat sehingga pemerintah membangun agar obat yang dibutuhkan pasien dapat ditampung dengan baik di rumah sakit ini,” katanya.
Dia mengatakan, tahun ini juga dialokasikan anggaran untuk pengadaan alat kedokteran melalui APBD mencapai Rp2,6 miliar.
Ia mengatakan, alokasi anggaran itu untuk memaksimalkan pelayanan medis di rumah sakit Sulbar kepada masyarakat melalui peningkatan sarana alat medis.
Ia berharap dengan alokasi anggaran untuk peningkatan sarana kesehatan di Sulbar tersebut akan membuat pelayanan kesehatan masyarakat di rumah sakit itu juga semakin maksimal.
Menurut dia, rumah sakit Sulbar juga mengelola dana APBD sekitar Rp2 miliar untuk meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan lainnya.
Anggaran sekitar Rp2 miliar akan digunakan untuk memperbaiki drainase di rumah sakit, membangun perumahan dokter, mematangkan lahan pengembangan rumah sakit serta pengadaan sarana dan fasilitas lainnya.
FC Kuen
Sumber: antarasulsel.com
RS Columbia Asia Medan Terus Jalankan Program CSR
MedanBisnis – Medan. Manajemen Rumah Sakit Columbia Asia Medan (RSCAM) terus menjalankan program corporate social responsibility (CSR) untuk warga Sumut. Teranyar, menyambut bulan Suci Ramadhan dan libur sekolah, RS Columbia Asia menggelar sunat massal, Sabtu (21/6).
“Kegiatan sunat massal ini salah satu program CSR RS Columbia Asia dan setiap tahun digelar. Sunat massal ini dilaksanakan saat libur sekolah dan menjelang Ramadhan,” kata Senior Eksekutif Marketing RS Columbia Asia Medan, Henny Octaviani kepada MedanBisnis, Sabtu (21/2) di Lt I RSCAM.
Menurut Henny sunat massal yang digelar tahun ini khusus di RS Columbia Asia bekerjasama dengan Yayasan Remaja Masjid Pecinta Alam (Rempala) Indonesia, Medan. Sunat massal yang ditangani dokter dan tim medis dari RS Columbia Asia medan itu diikuti 50 orang anak yatim piatu yang dibina Yayasan Rempala Indonesia.
Wanita berjihab ini menjelaskan kali ini manajemen RS Columbia Asia Medan menggelar sunat massal di rumah sakit itu karena terkait hygiene dan steril. Tapi tidak tertutup kemungkinan digelar di luar RS Columbia Asia seperti yang telah digelar beberapa tahun lalu.
“Sebab tahun-tahun sebelumnya kami menggelar sunat massal di luar rumah sakit, seperti dua tahun lalu digelar di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Tanjungkusta. Besok, (Senin (23/6), kami (RSCAM) juga akan menggelar sunat massal bekerjasama dengan PT PLN Wilayah dan acaranya dilaksanakan di kantor PLN,” katanya.
Peserta sunat massal tersebut, kata Henny, setiap tahunnya bertambah. Tahun lalu pesertanya mencapai 30 orang, dan tahun ini (di RSCAM) sebanyak 50 orang. Keinginan manajemen RSCAM, kata Henny, ingin melayani anak-anak sebanyak-banyaknya, tapi sayangnya terkendala soal dokter dan tim medis.
“Jumlah yang dilayani terbatas karena soal waktu dokter dan tenaga medis, sehingga dicari waktu yang pas untuk pelaksanaannya. Untuk saat ini dokter dan tim medis yang menangani (menyunat) ada 10 orang dengan menyediakan 10 tempat tidur,” jelas Henny. (mulyadi hutahaean)
Sumber: medanbisnisdaily.com
Terapkan Pelayanan Internasional di Rumah Sakit

INILAH.COM, Bandung – Penerapan ASEAN Free Trade Agreement (AFTA) pada 2015 menuntut institusi pelayanan kesehatan masyarakat memiliki standar internasional.
Ketentuan itu pula yang membuat Manajemen RSKB Melinda 2 menerapkan standar pelayanan internasional. Salah satunya dalam pemberian obat anestesi untuk keperluan pembedahan.
Ahli Anestesi RSKB Melinda 2, Prof DR dr Tatang Bisri SpAn(K) KNA menjelaskan, anestesi sangat penting dalam sebuah tindakan pembedahan. Pemberian obat anestesi tepat membuat pasien tak merasa sakit dan dokter bedah bisa melakukan pekerjaannya dengan baik.
Wajah Baru Rumah Sakit Pondok Indah dengan Digitalisasi
Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) resmi pada tanggal 5 Mei 2014 mengemas segala pelayanan dengan wajah baru, yakni lewat digitalisasi di semua lini. Inovasi ini didasari akan semakin pentingnya efektifitas baik dari segi








