manajemenrumahsakit.net ::
RSUD Depok Segera Miliki NICU dan PICU
REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok hingga kini terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan pelayanan. Sebagai tindaklanjutnya, kata Direktur RSUD Depok, dr Ernawati, pihaknya kini sedang membangun gedung baru yang nantinya akan ada fasilitas Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) serta pusat operasi.
”Fasilitas PICU dan NICU nanti akan ada di gedung baru yang sedang kami bangun,” ungkap Ernawati di RSUD Depok, Jawa Barat, Rabu (6/8).
Ernawati berharap, pembangunan gedung segera selesai pada 2015 mendatang. ”Selain akan punya PICU dan NICU, RSUD Depok akan menambah dua lokal poliklinik baru yakni poliklinik paru dan poliklinik psikiatri,” jelasnya.
Diutarakan Ernawati, gedung RSUD Depok yang ada sekarang, tetap berupaya melayani ribuan pasien setiap hari, baik Jamkesda ataupun BPJS. ”Saat ini kelas 2 cuma ada satu. Pasien askes jatahnya kelas 2, bukan kelas 3. Tergantung penyakitnya juga sih,” tuturnya.
Wakil Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad mengatakan, pihaknya berharap agar pelayanan RSUD Depok semakin optimal melayani masalah kesehatan yang dihadapi warga Depok. ”Pada 2015 Gedung RSUD C, B, D, akan dilanjutkan pembangunannya dengan delapan lantai. ”Dana pembangunannya akan diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok,” ujar Idris.
Sumber: republika.co.id
Kapal Rumah Sakit Apung Koarmatim Tolak Menuju Raja Ampat
manajemenrumahsakit.net :: ARMATIM – Kapal Perang Rumah Sakit Apung KRI dr. Soeharso-990 dari jajaran Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmatim hari ini, Selasa (5/8), lepas dari dermaga Koarmatim Ujung Surabaya, bertolak menuju Jakarta. Kapal yang membawa 880 personil yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Operasi Bakti TNI AL Surya Bhaskara Jaya LXIII/2014 ini, selanjutnya akan bertolak menuju daerah sasaran di Raja Ampat, Sorong, Papua Barat, untuk melakukan kegiatan bakti sosial kemanusiaan.
Operasi Bakti TNI AL Surya Bhaskara Jaya merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh TNI AL, merupakan wujud Kemanunggalan TNI AL dengan rakyat serta wujud kepedulian TNI AL terhadap masyarakat di daerah pesisir/pantai pulau terluar, dalam rangka untuk membantu mempercepat pembangunan yang dapat membuka peluang usaha dan memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan. Pelaksanaan pada tahun ini, sekaligus merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Sail Raja Ampat 2014 di wilayah Papua.
Operasi Bakti TNI AL Surya Bhaskara Jaya LXIII/2014 ini bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional),
FK UMSU Tuan Rumah Pertemuan RS Muhammadiyah se-Indonesia
manajemenrumahsakit.net – Medan. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FK-UMSU) terpilih menjadi tuan rumah pertemuan Asosiasi Pendidikan Tinggi Kedokteran dan Kesehatan Muhammadiyah (APKKM) se Indonesia. Pertemuan tersebut dipastikan dihadiri 10 Fakultas Kedokteran Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan RS Muhammadiyah se Indonesia, di Hotel Grand Aston Medan, tanggal 8-9 Agustus 2014.
“Ini kebanggaan kita sebagai tuan rumah. Fakultas Kedokteran UMSU dipercaya untuk menggelar pertemuan pendidikan tinggi kedokteran Muhammadiyah se-Indonesia,” kata Dekan Fakultas Kedokteran UMSU dr Ade Taufiq SpOG saat audiensi di Balaikota Medan, Selasa (5/8). Audiensi itu langsung diterima Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin S MSi. Ade Taufiq didampingi Wakil Dekan I dr Makmur Husaini DTM&H Sp.Park dan Wakil Dekan II dr Delyuzar M.Ked (PA) SpPA (K).
Ade Taufiq menyebutkan pertemuan APKKM se Indonesia itu, sekaligus dirangkai dengan kegiatan Milad FK-UMSU ke 6. Selaku Dekan FK UMSU, diriya sangat bangga bahwa kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya merupakan penghargaan yang tak ternilai.
“Ini penghargaan yang tak ternilai harganya. Sebelumnya juga, FK-UMSU dipercaya untuk mendapat hibah dari HAPEQ, sekarang tuan rumah annual meeting, semoga kepercayaan seperti ini dapat kami jaga sebaik mungkin,” kata Ade Taufiq.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin juga memberikan apresiasi penuh atas kegiatan FK UMSU. Terlebih dirinya sangat bangga bahwa FK-UMSU diberikan penghargaan sebagai tuan rumah pertemuan fakultas kedokteran dan rumah sakit Muhammadiyah se Indonesia. “Insya Allah saya akan hadir pada pertemuan itu. Dari pertemuan itu, kita berharap ada masukan yang postitif untuk pembangunan Kota Medan,” kata Eldin.
Eldin juga berharap pertemuan tersebut dapat memberikan kontribusi di bidang kedokteran, kesehatan yang ada di Kota Medan. Sebab, bagaimanapun FK-UMSU yang sudah berdiri selama 6 tahun sudah banyak berkiprah dalam bidang kesehatan di Kota Medan.
Ade Taufiq mengatakan, rencananya delegasi yang hadir di antaranya, Univeritas Muhammadiyah (UM) Semarang, UM Malang, UM Jakarta, UM Palembang, UM Surakarta, UM Makassar, UM Yogyakarta, UM Purwokerto, UM Surabaya, dan UMSU. Kegiatan ini juga diikuti dengan fakultas kesehatan lainnya seperti FKG, psikologi, farmasi, kebidanan dan keperawatan.
Adapun agenda dalam kegiatan tersebut, adalah rapat kerja tahunan APKKM, perayaan Milad FK-UMSU, diseminasi hasil hibah penelitian dan pengajaran. Kemudian seminar stem serta pelatihan akreditasi dari LAM PT KES. Kegiatan itu akan diisi penceramah dengan seminar dan workshop, seperti Prof Dr Amri Amir, Sp.F (K), DFM, SH, Sp.AK, Prof. Habibah Hanum, SpPD (K) dan lain-lain. (anang)
Sumber: medanbisnisdaily.com
Hari Pertama Usai Libur Lebaran, Poli RSUD Sidoarjo Dikunjungi 1.100 Pasien
manajemenrumahsakit.net :: SIDOARJO
Rumah Sakit di Prancis Buka Wine Bar untuk Hibur Pasien Penyakit Kronis
manajemenrumahsakit.net :: Jakarta – Sudah menjadi rahasia umum orang Prancis tak bisa lepas dari konsumsi wine. Sebuah rumah sakit di Prancis akan membuka wine bar yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit kronis.
Bar ini akan dibangun di Clermont-Ferrand University Hospital yang terletak di kota Clermont-Ferrand, Prancis. Wine bar tersebut akan dibuka bulan September dan bisa menjadi tempat pasien menikmati satu atau dua gelas wine yang dianjurkan secara medis bersama dengan keluarga mereka.
Secara spesifik, wine bar ini dibangun di palliative care centre rumah sakit tersebut. Ide pembangunan wine bar ini dikatakan karena pasien mempunyai hak untuk bersantai dan menikmati hidup mereka.
Telisik Layanan Medis, Wawalikota Mojokerto Sidak RS
manajemenrumahsakit.net :: Mojokerto, Wakil Walikota Mojokerto, Suyitno melakukan inspeksi mendadak (sidak) di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo di hari
Rumah Sakit di Emory, AS Sediakan Perawatan Terbaik untuk Ebola
manajemenrumahsakit.net :: Emory University Hospital, sebuah rumah sakit di kota Atlanta, AS, adalah salah satu tempat paling aman di dunia untuk merawat penderita ebola.
Virus Ebola telah menewaskan lebih dari 700 orang di Afrika dan para pejabat kesehatan dunia mengatakan virus ini akan menimbulkan konsekuensi luar biasa jika menyebar.
Jadi mengapa warga Amerika yang tertular Ebola di Liberia diijinkan kembali ke tanah air?
Jawabannya, menurut beberapa pakar, adalah karena Emory University Hospital yang merawat penderita Ebola adalah salah satu tempat paling aman di dunia untuk merawat penderita Ebola.
Tidak ada kesempatan bagi virus itu untuk menyebar di unit isolasi sangat aman di rumah sakit tersebut.
Hal lain adalah petugas-petugas kesehatan Amerika yang telah mengambil resiko mengorbankan jiwa untuk bertugas di luar negeri, berhak mendapat perawatan terbaik yang mereka butuhkan.
Dr. Kent Brantly adalah orang pertama yang tertular Ebola dan dipulangkan dari Liberia ke Amerika hari Sabtu.
Mitranya Nancy Writebol diperkirakan akan tiba dalam beberapa hari mendatang.
Direktur Pusat Pencegahan.
Sumber: berita.in
Pemprov Papua bangun RS khusus HIV/AIDS pada 2015
manajemenrumahsakit.net :: Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua berencana membangun rumah sakit khusus untuk menangani dan merawat warga yang positif terinfeksi HIV/AIDS.
“Selama ini penanganan warga yang positif terinfeksi HIV/AIDS di rumah sakit umum terkesan masih diskriminatif. Harus ada rumah sakit khusus buat mereka (warga yang sudah positif HIV/AIDS, red.),” kata Kepala Dinas Kesehatan Papua drg. Aloysius Giyai di Jayapura, Senin.
Menurut dia, selama ini masyarakat yang terdeteksi HIV/AIDS setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit umum, kurang mendapat perhatian.
“Mungkin karena penyakit itu menular,” ujarnya.
Berdasarkan alasan itu, katanya, Pemprov Papua akan membangun rumah sakit khusus.
“Lokasi pembangunan rumah sakit ini sudah ada,” katanya.
Pengerjaan rumah sakit itu, kata Aloysius, direncanakan dilakukan pada 2015.
“Rumah sakit khusus itu selain untuk merawat mereka yang positif HIV/AIDS, juga menangani warga yang mengidap penyakit kusta dan franbosya,” katanya.
Pemprov Papua juga berencana mengembangkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura menjadi Rumah Sakit Penyelamatan Ibu dan Anak.
“Pengembangan RSUD Jayapura dilakukan setelah rumah sakit khusus dibangun,” ujarnya.
Rumah Sakit Penyelamatan Ibu dan Anak, katanya, selain membantu ibu bersalin, juga ada semacam penginapan di sekitar rumah sakit itu untuk menampung (karantina, red.) ibu hamil yang sedang menunggu persalinan.
“Selama karantina, sang ibu akan diberi makanan tambahan bergizi bagi dirinya dan bayi yang dikandungnya,” ujarnya.
Dengan begitu, kata dia, bayi yang kelak dilahirkan, cerdas.
“Bukan berarti bayi yang selama ini tidak cerdas tapi lebih baik lagi dan punya kemampuan lebih,” ujarnya.
Mantan Direktur RSUD Abepura itu, mengatakan Gubernur Papua Lukas Enembe sedang menyiapkan anggaran pembangunan rumah sakit khusus tersebut. (MUS/M029)
Sumber: antaranews.com
Pinjaman Rp 99 Miliar Untuk Pembangunan RSUD di Pesisir Selatan
manajemenrumahsakit.net :: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia menyetujui untuk memberikan pinjaman kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat, sebesar Rp 99 Miliar.
Pinjaman Kemenkeu RI yang dikucurkan senilai Rp 99.000.000.000 ke Pemkab Pesisir Selatan guna untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Muhammad Zein di Kabupaten Pesisir Selatan.
Pemberian pinjaman Kemenkeu tersebut setelah melalui penandatanganan







