CIREBON – RSUD Waled tengah melakukan transformasi besar dalam tata kelola birokrasi dan manajemen keuangan. Langkah strategi ini diambil menyusul tingginya dominasi pasien peserta BPJS Kesehatan yang mencapai 90 persen dari total volume pasien di rumah sakit tersebut.
Direktur RSUD Waled, Dr. Deni Wirhana Suryono, menyatakan bahwa efisiensi kinerja kini menjadi prasyarat mutlak bagi ketahanan fiskal (fiscal resiliency) institusi. Sebagai pilar kesehatan di wilayah timur Jawa Barat, RSUD Waled harus menghadapi kompleksitas sistem rujukan nasional yang sangat bergantung pada administrasi administrasi.







