Diskominfo, CILEGON – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pembenahan sarana dan prasarana. Salah satu fokus yang menjadi perhatian adalah revitalisasi alat kesehatan yang telah berusia lama agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Kota Cilegon, Ratu Robiatul Alawiyah, mengatakan peningkatan sarana dan prasarana perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pasalnya, sejumlah fasilitas rumah sakit telah mengalami penurunan kondisi seiring bertambahnya usia pemakaian.
“Kalau untuk sarana prasarana memang perlu terus ada peningkatan yah. Karena ada beberapa sarana prasarana yang memang sudah faktor usia ini juga perlu adanya peningkatan. Kemarin kita secara indeks kepuasan masyarakat kita mendapatkan hasil baik nilainya 89 dari kepuasan masyarakat terhadap pelayanan RSUD. Cuman memang masih ada kekurangan dalam segi sarana prasarana. Ini yang masih terus kita berupaya untuk meningkatkan sarana prasarananya,” ujar Ellyn sapaan akrabnya.
Menurut dia, hasil indeks kepuasan masyarakat dengan nilai 89 menjadi salah satu gambaran penilaian terhadap pelayanan RSUD Cilegon. Meski demikian, pembenahan fasilitas tetap diperlukan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan rumah sakit.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kondisi alat kesehatan. Ratu menjelaskan, peralatan medis memiliki masa pakai sehingga perlu dievaluasi secara berkala. Meskipun sejumlah alat masih dapat digunakan, pembaruan dinilai penting untuk menjaga efektivitas dan efisiensi pelayanan.
“Kalau kita lihat ada beberapa alat kesehatan yang sudah harus diganti. Misalnya yang sudah usia, karena yang namanya alat kesehatan itu punya umur walaupun masih bisa digunakan cuman efektivitas, efesiennya akan lebih baiknya kalau sudah terupgrade baru,” tuturnya.
Ia menyebutkan, peralatan kesehatan yang telah digunakan selama lima hingga 10 tahun perlu mulai mendapatkan perhatian untuk penggantian atau revitalisasi. Namun, kebutuhan pembaruan tetap berkaitan dengan kondisi dan kelayakan masing-masing peralatan.
“Lima sampai 10 tahun alat kesehatan sudah harus mulai diganti samalah kaya mobil kalau sudah segitu kan onderdilnya sudah mulai ada yang rusak-rusak itu yang perlu direvitalisasi,” katanya.
Selain faktor usia, kondisi sejumlah peralatan elektronik juga menjadi perhatian setelah terdampak banjir. Ratu mengatakan air dapat menyebabkan kerusakan pada perangkat elektronik yang digunakan untuk menunjang pelayanan rumah sakit.
“Yang rusak namanya juga kena banjir otomatis namanya alat elektronik kena banjir kena air tentunya ada yang rusak tapi kita sudah bekerjasama sudah di asuransikan,” ujarnya.
Dalam upaya revitalisasi, RSUD Cilegon juga menyoroti kebutuhan pembaruan peralatan pada bagian sterilisasi. Menurut Ratu, fasilitas tersebut sebenarnya sudah tersedia, tetapi masih membutuhkan peningkatan agar dapat menunjang kebutuhan pelayanan.
Sementara itu, peralatan laboratorium hingga saat ini masih berfungsi dengan baik. Meski perkembangan teknologi alat laboratorium berlangsung cepat, pihak rumah sakit memastikan peralatan yang ada masih dapat digunakan.
“Kalau revitalisasi salah satu misalnya di sterilisasi kita sudah punya cuman perlu di upgrade. Terus kalau alat lab masih berfungsi dengan baik, sangat baik cuman memang kalau alat-alat lab itu di kaya HP perkembangannya cepat tapi sampai saat ini masih berfungsi dengan baik,” tandasnya.
Sumber: berita.cilegon.go.id







