Akses Vaksin yang Ekuitabel bagi Masyarakat
Community of Practice for Health Equity

https://www.freepik.com/
Pada 2010, komunitas kesehatan global mendeklarasikan sebuah visi untuk 10 tahun berikutnya, yakni The Decade of Vaccines. Visinya adalah menciptakan dunia dimana semua individu dan komunitas menikmati kehidupan yang bebas dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Misinya untuk menyediakan manfaat penuh imunisasi untuk semua orang, terlepas dari tempat lahir, identitas mereka, atau dimana mereka tinggal, pada 2020 dan seterusnya. Salah satu tujuan strategis Decade of Vaccine memberikan manfaat imunisasi yang luas dan merata kepada semua orang.1





Kurangnya kapasitas tenaga kesehatan merupakan salah satu faktor kesenjangan pelayanan kesehatan selama COVID-19. Menurut data dari International Labour Organization, banyak negara telah mengalami kekurangan tenaga kesehatan selama pandemi COVID-19 karena jam kerja panjang, upah yang rendah, dan kendala keselamatan kerja dan risiko yang tinggi di lapangan.1 Terlebih lagi, faktor – faktor tersebut memiliki dampak yang lebih besar bagi wanita. Secara global, wanita menempati 70% dari tenaga kesehatan profesional.2 Adapun di Indonesia, daerah – daerah pedesaan dan pelosok sangat bergantung pada pelayanan kesehatan yang diberikan oleh para bidan. Seorang bidan di daerah rural umumnya sangat dipercayai oleh masyarakat dan seringkali memberikan pemeriksaan dasar dan konseling kesehatan sebelum masyarakat pergi ke puskesmas atau fasilitas kesehatan yang lebih tinggi.3 Wanita juga seringkali terlibat dalam pelayanan kesehatan masyarakat sebagai sukarelawan dan pekerja sosial. Lantas, apa yang membedakan besarnya beban dan risiko yang dihadapi tenaga kesehatan wanita dan pria, terutama selama pandemi COVID-19?









