
Staf rumah sakit berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan mental selama pandemi virus corona (COVID-19). Namun, literatur yang ada kurang menggambarkan secara menyeluruh dan inklusif tentang masalah kesehatan mental dengan analisis komprehensif diantara staf rumah sakit selama pandemi COVID-19. Prevalensi masalah kesehatan mental diantara staf rumah sakit selama pandemi COVID-19 umumnya tinggi, dengan gejala kecemasan, depresi, dan insomnia mewakili bukti paling kuat berdasarkan kumpulan data meta-analisis prevalensi yang besar. Namun, tidak ada kepercayaan yang kuat pada bukti untuk setiap hasil yang dinilai.








Lanskap perawatan kesehatan Asia Tenggara telah berubah karena pergeseran demografis, seperti populasi yang menua dan peningkatan penyakit tidak menular (PTM). Pemerintah dan pemangku kepentingan layanan kesehatan harus menilai kembali pembiayaan dan reformasi layanan kesehatan untuk tidak hanya meningkatkan ekosistem kesehatan dalam hal akses yang adil, tetapi juga keberlanjutan.






