manajemenrumahsakit.net :: Rumah Sakit Kumalasiwi Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diminta segera mengurus izin instalasi pembuangan air limbah (IPAL) karena hingga kini belum mengantonginya, kata Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin
manajemenrumahsakit.net :: Rumah Sakit Kumalasiwi Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diminta segera mengurus izin instalasi pembuangan air limbah (IPAL) karena hingga kini belum mengantonginya, kata Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin
|
Dear Pengunjung,
Kursus Peran Sektor Swasta dan Rumah Sakit Swasta sebagai Mitra untuk Universal Health Coverage.
Bagi Anda yang belum sempat membaca laporan dari kegiatan Symposium for Global Health, silakan ikuti reportase yang telah kami lengkapi dan update disini. Banyak materi menarik untuk diikuti tidak saja oleh para peneliti bidang kesehatan masyarakat namun juga oleh para pembuat kebijakan dan pelaksana kebijakan – tidak terkecuali para pengelola RS. Tema sentral simposium ini adalah Sistem Kesehatan yang berpusat pada Masyarakat.
+ Artikel Penelitian Asgar Aghaei Hashjin, Dionne S Kringos, Jila Manoochehri, Aidin Aryankhesal and Niek S Klazinga Sejak tahun 1997 Iran telah menerapkan program pengukuran kinerja untuk seluruh RS, namun masih sedikit informasi mengenai pengembangan pengukuran ini dan bagaimana dampaknya terhadap kinerja. Penelitian ini mengeksplorasi skor kinerja seluruh tipe RS di Iran dengan metode penelitian campuran. Ternyata RS pendidikan memiliki kinerja yang lebih rendah daripada rata-rata kinerja RS secara keseluruhan. Lianne Jeffs, Susan Beswick, Joyce Lo, Yonda Lai, Aline Chhun, Heather Campbell Data dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas dan keselamatan pasien. Namun perawat perlu memahami bagaimana menginterpretasikan data agar bermanfaat dalam lingkup kerjanya. Penelitian kualitatif ini mengeksplorasi persepsi dan pengalaman para perawat dan manajer front-line terhadap implementasi unit-level dashboard, yaitu instrumen interkatif yang terkomputerisasi yang menayangkan data kinerja.
|
|||
| Website ini akan update setiap Selasa pagi. Nantikan Informasi terbaru setiap minggunya. | |||
|
+ Arsip Pengantar Minggu Lalu |
|||
|
|
Pelatihan Persiapan Implementasi Billing System Rawat Inap di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu |
|
Optimizing patient-centeredness in the transitions of healthcare systems in low- and middle-income countries |
manajemenrumahsakit.net :: Indonesia siap kembangkan teknologi sel punca (stem cell) dan jaringan secara serius, lewat kerjasama antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang baru saja di tandatangani, di Jakarta, Senin (13/10).
“Langkah pertama adalah pembentukan konsorsium yang beranggotakan pemerintah, akademisi, dunia usaha dan komunitas,” kata Menkes Nafsiah Mboi dalam pidato sambutannya.
Hadir dalam kesempatan itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Kepala Badan POM, Roy Sparringa, dan Ketua Komite Pengembangan Sel Punca dan Jaringan, dr Farid Anfasa Moeloek.
Melalui penandatangan MoU ini, Menkes Nafsiah Mboi berharap pengembangan sel punca dan jaringan dapat terlaksana secara komprehensif, serta mencakup semua aspek. Baik penelitian, penerapan, pemanfaatan, pelayanan, maupun pengawasan.
“Di dunia, sel punca telah banyak digunakan dalam pengobatan baik untuk anak-anak hingga orang tua. Melihat begitu besar manfaat sel punca, kenapa kita tidak mengembangkannya. Padahal teknologi bukan hal baru di kalangan peneliti kita,” ujar Menkes.
Pengembangan teknologi dan pelayanan sel punca dan jaringan telah mulai dilakukan di Indonesia sejak 2008. Sel punca dipergunakan untuk pengobatan seperti parkinson, alzheimer,
manajemenrumahsakit.net :: Bandung – Memperingati Hari Penglihatan Sedunia atau “World Sight Day” yang jatuh pada 9 Oktober, Rumah Sakit Mata Cicendo membentuk asosiasi doket mata se-Indonesia.
Pembentukan asosiasi tersebut diselenggarakan di RS Mata Cicendo, Jalan Cicendo Kota Bandung. Acara ini diikuti oleh delapan rumah sakit mata di berbagai daerah di Indonesia.
“Pembentukan asosiasi ini diikuti rumah sakit dari berbagai daerah,” ujar Direktur Utama Pusat Mata Nasional RS Mata Cicendo, Hikmat Wangsaatmadja saat ditemui dalam acara jumpa wartawan di Rumah Sakit Mata Cicendo, Jalan Cicendo, Kota Bandung, Kamis (9/10/2014).
Hikmat menjelaskan, delapan rumah sakit mata itu terdiri dari berbagai daerah seperti Jakarta, Surabaya, Bali, Yogya, Bandung, Makassar. Asosiasi ini akan fokus mengatasi kebutaan yang terjadi di Indonesia.
“Angka kebutaan di Indonesia ini tergolong besar, maka kami konsen akan hal itu. Target pembentukan asosiasi rumah sakit mata ini supaya bisa memberikan advokasi kepada pemerintah,” terangnya.
Dalam asosiasi ini, lanjutnya, tak hanya akan merangkul para dokter yang bertugas di rumah sakit. Namun juga di berbagai klinik di Indonesia. [hus]
Sumber: inilahkoran.com
manajemenrumahsakit.net :: Pondok Aren, BTCom-Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Group mengumumkan pembangunan RSPI-Bintaro Jaya yang berlokasi di CBD Emerald, Bintaro Jaya, Kota Tangerang Selatan. Pembangunan RSPI-Bintaro Jaya merupakan wujud komitmen Rumah Sakit Pondok Indah Group untuk menghadirkan layana terdepan bagi masyarakat yang lebih luas, Rabu, 08/10.
Dibangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi, rumah sakit ini akan dibangun dalam dua tahap. Setelah pembangunan tahap pertama rampung pada pertengahan 2016, RSPI-Bintaro Jaya diharapkan dapat mulai melayani pasien dengan lebih dari 130
manajemenrumahsakit.net :: PONTIANAK – Dalam upaya menunjang pelayanan medis yang merata di setiap kabupaten di Kalimantan Barat, tiga rumah sakit daerah lain di Singkawang, Sintang, dan Ketapang akan naik menjadi rumah sakit berstatus tipe B.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar mengatakan rumah sakit tipe B itu adalah rumah sakit rujukan regional bertujuan guna mengurangi beban dari RS Soedarso dalam mengantisipasi membludaknya pasien di rumah sakit tersebut.
“Tiga rumah sakit daerah itu tahun ini sudah mendapat dana tugas perbantuan senilai Rp20 miliar dari dana APBN yang akan mempersiapkan fasilitas dan fisik bangunan yang layak menjadi rumah sakit rujukan regional,” katanya, belum lama ini.
Dia mengatakan rumah sakit itu akan terus dibantu pengadaan fasilitas alat-alat medis dengan syarat masing-masing rumah sakit mempersiapkan diri menjadi rumah sakit tipe B lebih serius lagi.
Sementara itu, menurutnya, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat tengah mempersiapkan RS Soedarso naik status menjadi Tipe A pada 2018 nanti sebagai rumah sakit rujukan nasional.
Andy Jap mengatakan Pemprov Kalbar dan Kementerian Kesehatan tengah menyusun road map mempersiapkan rumah sakit milik pemerintah daerah Kalbar itu supaya nantinya memiliki kelengkapan fasilitas dan tenaga medis spesialis seperti rumah sakit rujukan nasional lainnya.
Sumber: bisnis.com
manajemenrumahsakit.net :: Nusa Dua, 9 Oktober 2014 (ANTARA) – Rumah Sakit Bali Indonesia Medika Citra(BIMC) Nusa Dua, di Kabupaten Badung berhasil meraih akreditasi internasional dari Australian Council on Healthcare Standards International (ACHSI).
“Kualitas dan keamanan merupakan tulang punggung sistem akreditasi ini. Kualitas itu mengenai aspek kemanusiaan seperti kerahasiaan, kepuasan pasien dan semua berkaitan dengan perawatan pasien,” kata Direktur Eksekutif International Business the Australian Council on Healthcare Standards International, Desmond Yen, usai menyerahkan plakat akreditasi kepada pihak BIMC Nusa Dua, di Kabupaten Badung, Kamis.
Pemberian akreditasi itu menjadikan rumah sakit pariwisata medis tersebut sebagai satu-satu rumah sakit di Indonesia dan kedua di Asia yang meraih akreditasi internasional.
Menurut dia, pihaknya memiliki sejumlah standar dengan 47 kriteria yang telah dipenuhi oleh rumah sakit berstandar internasional yang berdiri sejak tahun 2012 itu.
Dia menjelaskan bahwa penilaian yang dilakukan sejak Juni 2014 tersebut diterapkan melalui sejumlah kriteria ketat di antaranya pelayanan dan perawatan pasien, rekam jejak kesehatan pasien, tata kelola rumah sakit
meliputi pelatihan staf, kerja sama multi disiplin yang komprehensif (meliputi dokter, perawat dan pasien), identifikasi penyakit pasien, komunikasi yang baik dengan pasien, sistem manajemen medis, penerapan
prosedur, infrastruktur dan lingkungan rumah sakit hingga manajemen rumah sakit yang semuanya berujung pada kualitas dan perawatan kesehatan yang aman.
Pemimpin Eksekutif BIMC Siloam Hospitals Group Bali, Craig Beveridge mengatakan bahwa akreditasi itu merupakan akreditasi pertama di tahun 2014 untuk rumah sakit di Tanah Air.
Selain memberikan pelayanan dan perawatan terbaik bagi pasien, pihaknya juga memperkuat sumber daya manusia baik dokter maupun perawat di rumah sakit setempat.
“Pelatihan dan pendidikan dokter dan perawat adalah kunci penting. Tanpa itu sama saja tidak ada gunanya,” ucapnya.
Untuk mengoptimalkan tenaga medis, pihaknya bahkan mendatangkan penasihat teknis dari University of California Los Angeles Amerika Serikat (UCLA) untuk melatih dokter dalam keadaan darurat.
Selain memberikan pelatihan medis kepada 25 dokter umum dan spesialis di rumah sakit setempat tetapi memberikan pelatihan pertolongan pertama bagi polisi pariwisata, petugas hotel hingga staf atau pembantu rumah tangga.
Sementara itu Chief Executive Officer BIMC Siloam Hospitals Group Bali, Dr Donna Moniaga mengungkapkan bahwa dengan diraihnya akreditasi standar internasional itu, diharapkan menjadikan Bali sebagai pariwisata medis dunia baik untuk masyarakat lokal tetapi juga pasien pariwisata medis dari luar negeri.
Hal itu juga untuk memberikan referensi perawatan kesehatan bagi warga Indonesia yang selama ini memilih negara tetangga seperti Singapura.
Apalagi sebagian besar turis di Pulau Dewata berasal dari Australia dimana per minggunya rata-rata belasan ribu berkunjung ke Bali.
“Bagi mereka yang memang memerlukan perawatan medis dan elektif, BIMC Nusa Dua merupakan salah satu alternatif penyedia layanan kesehatan standar internasional yang setara dengan rumah sakit di Australia,” katanya.
Penyerahan akreditasi internasional itu disaksikan langsung oleh Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Syamsul Lussa, Duta Besar Australia Greg Moriarty dan Duta Besar Selandia Baru David Taylor serta sejumlah pelaku pariwisata dan kalangan perhotelan di Bali.
Sumber: antaranews.com
manajemenrumahsakit.net :: Jakarta
manajemenrumahsakit.net, BINTARO