| Edisi Minggu ke 44: Selasa 10 November 2020
Bisakah Pengalaman Meningkatkan Manajemen Rumah Sakit?
Efek kurva pengalaman pertama kali diamati di arena industri sebagai demonstrasi hubungan antara pengalaman dan efisiensi. Hubungan ini sangat ditentukan oleh peningkatan efisiensi manajemen dan kualitas perawatan. Dalam industri perawatan kesehatan, hubungan volume-hasil telah ditetapkan sehubungan dengan kualitas peningkatan perawatan, tetapi sedikit yang diketahui tentang efek pengalaman pada efisiensi manajemen. Di sini, peneliti memeriksa hubungan antara pengalaman dan manajemen rumah sakit di rumah sakit Jepang. Artikel ini dipublikasikan pada 2014 di jurnal PLOS ONE. |
|||
| Website ini akan update setiap Selasa pagi. Nantikan Informasi terbaru setiap minggunya. | |||
|
+ Arsip Pengantar Minggu Lalu |
|||
|
|
Pengelolaan Limbah Layanan Kesehatan Di Negara Berkembang Asia: Tinjauan Mini |
||
RSUD Cabangbungin Bekasi Segera Naik ‘Kelas’
CIKARANG — Rumah Sakit Umum Daerah Cabangbungin di Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang, saat ini tengah disiapkan untuk naik tipe dari tipe D menjadi C mulai tahun 2021. Direktur RSUD Cabangbungin dr Markenley menjelaskan, manajemen saat ini tengah menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan untuk menaikkan tipe rumah sakit.
“Seperti penambahan fasilitas tempat tidur pasien, kami sedang upayakan itu di akhir tahun 2020 ini,” kata Markenley.
Lab PCR RSUD Buleleng Mulai Periksa Specimen Swab
SINGARAJA – Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) RSUD Buleleng di Singaraja akan mulai beroperasi untuk lakukan pemeriksaan spesimen Covid-19, Rabu (11/11) ini.
Sementara, Provinsi Bali mencatat rekor tingkat kesembuhan tertinggi mencapai 92,24 persen, setelah per Selasa (10/11) kembali ada tambahan 105 pasien sembuh bersamaan dengan munculnya 44 kasus baru dan 2 pasien diumumkan meninggal dunia.
RSUD Caruban Madiun Operasikan Mesin PCR untuk Percepat Deteksi Covid-19
MADIUN — RSUD Caruban, Kabupaten Madiun kini memiliki Laboratorium Biomolekuler Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Dengan adanya mesin PCR ini diharapkan bisa cepat mendeteksi persebaran Covid-19.
Laboratorium Biomolekuler yang ada di RSUD Caruban ini diresmikan Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro, Selasa (10/11/2020). Mesin PCR yang ada di rumah sakit ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Selama Covid-19, RSUD Arifin Achmad Jalankan Dua Fungsi
PEKANBARU (MR) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad di masa Pandemi Covid-19 ini tetap menjalankan fungsinya sebagai rumah sakit seperti sedikalanya dan juga sebagai rumah sakit penanganan Covid 19.
“Menjalankan dua fungsi sebagai rumah sakit sediakalanya dengan jumlah pasien yang sama banyak dengan penambahan sekarang penanganan Covid-19,” ungkap Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, dr Nuzelly Husnedi, saat live Talk Show Pro 1 RRI, di Pekanbaru, Senin (09/11/2020).
Cara RSUD dr. Iskak Tulungagung Rayakan Hari Jadi Rumah Sakit
TULUNGAGUNG – Hari ulang tahun (HUT) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Iskak Tulungagung dimanfaatkan Direktur hingga staf untuk mengadakan doa dan zikir bersama untuk mendoakan perintis RSUD Iskak Tulungagung.
Acara doa bersama tersebut dilaksanakan di Masjid Asy Syifaa yang berada di halaman RSUD dr.Iskak Tulungagung, Senin pagi (9/11/2020) atau tepat ditanggal hari istimewa RS dr. Iskak Tulungagung.
20 Nakes Positif Corona, RSUD Solo Hanya Layani IGD
Solo – RSUD Solo kini membatasi pelayanan setelah ada puluhan tenaga kesehatan (nakes) yang dinyatakan positif virus Corona atau COVID-19. Rumah sakit milik Pemkot Solo itu untuk sementara hanya membuka layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas COVID-19 Solo, Ahyani, mengatakan jumlah nakes RSUD Solo yang positif Corona tersebut merupakan hasil tes swab yang keluar pada 8-9 November ini. Para nakes yang kena Corona itu rata-rata berasal dari luar Kota Solo.
Edisi Minggu ke 43: Selasa 03 November 2020
| Edisi Minggu ke 43: Selasa 03 November 2020
Pengelolaan Limbah Layanan Kesehatan Di Negara Berkembang Asia: Tinjauan Mini
Limbah layanan kesehatan mencakup sejumlah besar zat berbahaya. Pengelolaan limbah perawatan kesehatan yang buruk dapat mengakibatkan risiko lingkungan dan kesehatan manusia yang serius. Negara berkembang Asia berpenduduk padat, dan beberapa memiliki sumber daya yang sangat terbatas. Negara-negara ini biasanya gagal mempraktikkan pengelolaan limbah perawatan kesehatan yang tepat. Selain itu, fasilitas di negara – negara ini secara luas tidak memiliki pemilahan, pengumpulan, penyimpanan, pengangkutan, dan pembuangan limbah yang tepat. Ulasan mini ini merangkum masalah-masalah utama pengelolaan limbah perawatan kesehatan yang dihadapi negara-negara berkembang di Asia. Peraturan, perundang-undangan, dan kebijakan dianggap baru, dan implementasinya berbeda satu sama lain. Variasi dalam laju timbulan sampah adalah hal biasa. Metode kontradiktif dalam pengukuran limbah yang digunakan oleh para peneliti membuat variasi ini dipertanyakan. Tidak adanya program pelatihan pengelolaan limbah mengakar ketidaktahuan di antara staf dan pengurus, yang mengarah pada penanganan limbah yang tidak aman dan menyebabkan risiko kesehatan yang berbeda. Daur ulang limbah berbahaya yang tidak aman dan ilegal merupakan ancaman bagi kesehatan manusia, demikian juga TPA sering disalahartikan sebagai pembuangan terbuka, sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan. Instalasi insinerasi yang ketinggalan zaman perlu diganti dengan autoklaf, sterilisasi uap, dan praktik pirolisis baru yang relatif masuk akal untuk menghindari emisi gas beracun. Pentingnya pengelolaan limbah perawatan kesehatan yang tepat tidak dapat diabaikan, terutama di negara berkembang Asia; perbaikan substansial diperlukan untuk melindungi lingkungan dan kesehatan manusia dari risiko serius. Artikel ini dipublikasikan pada 2019 di jurnal SAGE Journals |
|||
| Website ini akan update setiap Selasa pagi. Nantikan Informasi terbaru setiap minggunya. | |||
|
+ Arsip Pengantar Minggu Lalu |
|||
|
|
Menuju Kesetaraan Akses Perawatan Penyakit Kanker |
|
Reportase Webinar Keadilan Sosial dalam Pemenuhan Akses dan Distribusi Vaksin COVID-19 di Indonesia |
|
|
Perubahan Shift untuk Layanan Konsultasi Memengaruhi Lama Tinggal Pasien di Unit Gawat Darurat |
|
Perawatan Tanpa Kompensasi Rumah Sakit dan Pengalaman Pasien: Pendekatan Variabel Instrumental |
Kemenkes “Suntik” RSUD Sinjai Rp38 Miliar, Ini Peruntukannya
SINJAI – Pihak RSUD Kabupaten Sinjai terus melakukan upaya peningkatan pelayanan, salah satunya yang dilakukan adalah dibangunnya tiga paket fasilitas bangunan pelayanan yakni gedung rawat jalan, farmasi, dan rawat inap.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pelayanan Penunjang RSUD Sinjai, Andi Ariany Djalil yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/10/2020).
Andi Ariany mengatakan, di RSUD itu selain standar pelayanan terkait SOP, ada juga standar fasilitas menyangkut fasilitas bangunan dan peralatan yang digunakan.
Direktur RSUD Sinjai Lantik 14 Pejabat Fungsional
SINJAI— Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai, dr. Kahar Anies melantik dan mengambil sumpah 14 pejabat fungsional lingkup RSUD Sinjai bertempat di Lantai II Gedung Serbaguna RSUD Sinjai, Selasa (27/10/2020).
Dalam arahannya, dr. Kahar Anies menyampaikan, ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang telah dilantik dan berharap bisa amanah dalam menjalankan tugas sebaik-baiknya.













