
Podcast Hospital Management Talk Episode 2 Sesi#2
“Keterlambatan Klaim di tengah Lonjakan Kasus COVID-19, Bagaimana Kondisi Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit saat ini?”

Podcast Hospital Management Talk Episode 2 Sesi#2
“Keterlambatan Klaim di tengah Lonjakan Kasus COVID-19, Bagaimana Kondisi Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit saat ini?”
Reportase
Forum Manajemen RS Pendidikan – FK
Regulasi yang Mendukung Kebutuhan Dokter Spesialis dan Insentif Residen beserta Impementasinya
Kamis, 22 Juli 2021
Telah dilaksanakan diskusi online dengan tema “Regulasi Yang Mendukung Kebutuhan Dokter Spesialis dan Insentif Residen Beserta Implementasinya”. Pembicara pada acara ini adalah dr. Guntur Surya Alam, Sp.B, Sp.BA, MPH, FICS, FAACT (Peneliti Kebutuhan Dokter Spesialis dan Insentif Residen) dan Dr. dr. Trimartani, Sp.THT-KL(K), MARS (Plt. Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo). Hadir sebagai pembahas Ari Wahyuni, S.H., M.P.M. (Direktur Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Direktorat Jenderal Perbendaharaan) dan Edward Harefa, SE, MM, CFrA, QIA, QGIA (Inspektur IV pada Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan RI). Moderator diskusi ini adalah Dr. dr. Darwito, SH, SpB(K)ONK dari Forum Manajemen RS Pendidikan-FK.
SEMARAPURA, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klungkung mengalami kelangkaan pasokan oksigen cair hingga stok kosong.
Hingga Rabu (21/7), belum ada kiriman pasokan oksigen cair. Guna memenuhi kebutuhan oksigen, terutama pasien Covid-19 yang memerlukan oksigen dosis tinggi, petugas RSUD hanya menggunakan oksigen gas.
Jakarta – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyampaikan adanya penurunan angka kasus Covid-19 di wilayahnya.
Hal tersebut pun turut berimbas pada berkurangnya pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid.
“Terjadi penurunan (pasien Covid-19) di RSUD,” ujar Rahmat saat dikonfirmasi Liputan6.com, Rabu (21/7/2021).
KENDAL — Sempat penuh beberapa pekan, keterisian tempat tidur pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo Kendal mulai menurun menjadi 65% dan membuka kembali pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) seperti biasa. Pasien yang hendak berobat di IGD mulai lengang tidak terjadi antrian hingga teras IGD.
Bahkan kondisi suasana di RSUD Soewondo Kendal mulai terlihat lengang, Kamis 22 Juli 2021. Pelayanan IGD yang sebelumnya penuh sesak pasein Covid-19 sejak beberapa hari lalu mulai turun drastis.
Jababeka Group melalui Jababeka Fighting Covid-19, dan tenant-tenant Kawasan Industri Jababeka dan Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP) memberikan bantuan alat medis berupa alat ventilator ke RSUD Kabupaten Bekasi sebanyak tiga buah.
Serah terima tiga alat ventilator diterima langsung oleh Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, dr. Hj. Sumarti, M.Kes beserta jajarannya, yang diberikan oleh Djefri Cantono selaku Direktur Bekasi Power dan Ketua Jababeka Fighting Covid-19 dan perwakilan dari PT. Dharma Precision Tools, didampingi oleh Aris Dwi Cahyanto selaku General Manager PT. Jababeka Infrastruktur.
DENPASAR – Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di RSUD Wangaya, Denpasar, Bali saat ini sudah mencapai 100 persen. Pihak rumah sakit terpaksa menutup layanan IGD yang sebelumnya telah dimaksimalkan kapasitasnya.
Tingginya angka penambahan kasus positif Covid-19 di kota di Denpasar berimbas terhadap meningkatnya pasien di IGD RSUD Wangaya yang sementara terpaksa ditutup karena penuh. Beberapa pasien bergejala sesak dirujuk ke rumah sakit lain untuk mendapat penanganan darurat.
Kalimantan Selatan, Borneo24.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ansari Saleh Banjarmasin memastikan ketersediaan tabung oksigen cukup aman. Rumah sakit saat memiliki 130 tabung oksigen dengan rata-rata pemakaian setiap bulan sebanyak 74 tabung.
Direktur RSUD Ansari Saleh Banjarmasin, Izaak Zoelkarnain Akbar mengatakan sebanyak 130 tabung cukup untuk persediaan selama dua bulan.
Jakarta, CNN Indonesia — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura berencana memproduksi oksigen medis secara mandiri mulai awal Agustus 2021 menyusul kebutuhan yang meningkat selama lonjakan kasus positif Covid-19 di Papua.
“Jadi pada minggu pertama Agustus kami akan memasang peralatannya dan minggu kedua mulai memproduksi oksigen medis sendiri,” kata Direktur RSUD Jayapura Aloysius Giyai, dikutip dari Antara, Rabu (21/7).

Pandemi COVID-19 telah membuka realita bahwa pelayanan kesehatan di Indonesia memiliki banyak kerentanan. Meskipun sudah memiliki Hospital Disaster Plan dan bahkan melakukan exercise atau simulasi, ternyata RS masih tidak siap dan rentan terhadap kejadian non alam. Situasi ini dapat berpengaruh pada kualitas pelayanan yang diberikan pada pasien COVID-19 maupun non COVID-19. Selain ketidaksiapan sistem di RS secara keseluruhan, RS juga mengalami perubahan situasi dimana jumlah kunjungan pasien non COVID-19 menurun drastis, sedangkan pasien COVID-19 meningkat jumlahnya. Dampaknya, RS harus mengatur ulang sumber dayanya, agar idle capacity pada area pelayanan non COVID-19 dapat dimanfaatkan untuk mengisi kekurangan – kekurangan yang terjadi pada area pelayanan untuk pasien COVID-19. Mobilisasi sumber daya ini berdampak pada peningkatkan kebutuhan spesifik untuk menyelenggarakan layanan COVID-19 dalam kapasitas lebih besar, antara lain kebutuhan SDM khusus, alkes, APD, hingga sarpras berupa ruang perawatan yang harus didesain khusus menggunakan tekanan negatif. Semua ini menimbulkan konsekuensi finansial yang tidak mudah untuk dipenuhi, terutama jika RS mengandalkan pendapatan dari pasien non COVID-19 yang jumlahnya justru menurun secara signifikan. Keseluruhan situasi ini dapat mempengaruhi kemampuan rumah sakit untuk menghadirkan pelayanan yang bermutu dan aman bagi pasien.