SUMENEP, Rabu (19/8) suaraindonesia-news.com – RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus mendorong transformasi digital dalam pelayanan kesehatan. Salah satu langkah yang diperkuat yakni penerapan Sistem Rumah Sakit Online yang terintegrasi dengan kebutuhan pendataan dan pemantauan informasi rumah sakit oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
Penerapan sistem tersebut tidak hanya ditujukan untuk memindahkan pencatatan dari dokumen manual ke platform digital. Sistem Rumah Sakit Online juga menjadi instrumen untuk menyajikan data pelayanan secara lebih cepat, terukur, serta diperbarui secara berkala.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes., mengatakan sistem tersebut membantu pengelolaan berbagai informasi penting terkait kondisi rumah sakit.
“Melalui sistem rumah sakit online ini akan mampu mempermudah berbagai informasi seluruh rumah sakit di manapun, dengan sistem yang secara otomatis diperbaharui,” kata Erliyati, Selasa (18/8/2026).
Menurut Erliyati, informasi yang dihimpun melalui sistem tersebut tidak terbatas pada data administratif. Data yang tercatat mencakup profil rumah sakit, layanan poliklinik, jumlah pasien, ketersediaan tenaga kesehatan hingga jenis penyakit yang ditangani.
“Data semua tercatat dengan baik, mulai dari profil, poliklinik, jumlah pasien, ketersediaan tenaga kesehatan sampai penyakit yang ditangani,” jelasnya.
Bagi rumah sakit, ketersediaan data secara real time dan terstruktur menjadi salah satu kebutuhan penting. Data pasien dan pelayanan yang berubah setiap hari membutuhkan sistem pencatatan yang dapat mengikuti perkembangan kondisi pelayanan.
Melalui digitalisasi, informasi pelayanan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pencatatan manual. Pembaruan data dapat dilakukan secara berkala sehingga kondisi pelayanan rumah sakit dapat diketahui berdasarkan informasi yang lebih mutakhir.
Ketersediaan data tersebut juga membuka ruang evaluasi yang lebih cepat. Informasi mengenai jumlah pasien, layanan yang tersedia, tenaga kesehatan maupun pola penyakit dapat menjadi bahan pertimbangan untuk melihat kebutuhan pelayanan dan sumber daya rumah sakit.
Erliyati menegaskan, digitalisasi tidak semestinya hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan administrasi. Menurutnya, data yang akurat harus dapat memberikan manfaat terhadap penguatan tata kelola sekaligus peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Data yang ada harus bisa menjadi dasar untuk melihat kondisi pelayanan dan kebutuhan rumah sakit, sehingga perencanaan maupun evaluasi dapat dilakukan dengan lebih tepat,” ujarnya.
Penerapan Sistem Rumah Sakit Online menjadi bagian dari upaya RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep mengikuti arah transformasi digital kesehatan nasional.
Dengan semakin terintegrasinya data, rumah sakit dituntut tidak hanya memberikan pelayanan secara cepat, tetapi juga memastikan setiap aktivitas pelayanan memiliki rekam data yang jelas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Langkah tersebut menjadi bagian dalam membangun tata kelola pelayanan kesehatan berbasis data. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang cepat dan berkualitas, akurasi informasi menjadi salah satu fondasi dalam menentukan arah pengembangan rumah sakit ke depan.
Sumber: suaraindonesia-news.com







