SIAK (RA) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafi’an Kabupaten Siak merilis capaian Indikator Nasional Mutu (INM) Semester I Tahun 2026.
Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar indikator pelayanan telah memenuhi bahkan melampaui target nasional, meski waktu tunggu pelayanan rawat jalan masih menjadi perhatian manajemen.
Laporan yang disusun Komite Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) untuk periode Januari hingga Juni 2026 itu dipublikasikan sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat sekaligus bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit.
Berdasarkan evaluasi terhadap 13 indikator sesuai standar Kementerian Kesehatan, sejumlah aspek pelayanan menunjukkan capaian yang menggembirakan.
Pelaporan hasil kritis laboratorium tercatat mencapai 100 persen selama enam bulan berturut-turut.
Sementara itu, kepatuhan identifikasi pasien mendekati 100 persen dan kepatuhan pencegahan risiko pasien jatuh mencapai rata-rata 99,87 persen.
Pada pelayanan medis, waktu tanggap operasi seksio sesarea emergensi berhasil melampaui target nasional sebesar 80 persen.
Selain itu, angka penundaan operasi elektif tetap berada di bawah ambang batas maksimal 5 persen, sedangkan kepatuhan terhadap Clinical Pathway dan Formularium Nasional juga berada di atas target yang ditetapkan.
Dari sisi kepuasan masyarakat, RSUD Tengku Rafi’an mencatat tingkat kepuasan pasien sebesar 81,49 persen, melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar 76,61 persen.
Meski demikian, indikator waktu tunggu pelayanan rawat jalan masih belum memenuhi target nasional.
Selama Semester I 2026, capaian indikator tersebut berada pada kisaran 59,30 persen hingga 68,68 persen, masih di bawah target sebesar 80 persen.
Manajemen rumah sakit menjelaskan kondisi itu dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya keterbatasan sumber daya manusia, tingginya jumlah kunjungan pasien, keterlambatan kedatangan dokter, serta proses rekam medis yang masih perlu ditingkatkan.
Selain itu, kepatuhan petugas terhadap kebersihan tangan tercatat rata-rata 83 persen, sedikit di bawah target 85 persen.
Sementara kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) mencapai 91,98 persen, namun masih belum memenuhi target ideal sebesar 100 persen.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Tengku Rafi’an, dr. Enny Hariyati, mengatakan seluruh capaian indikator tersebut telah dilaporkan melalui aplikasi SIMAR Kementerian Kesehatan dan akan menjadi dasar penyusunan langkah-langkah perbaikan.
“Kami berkomitmen meningkatkan indikator yang belum memenuhi target melalui optimalisasi alur pelayanan, penataan jadwal praktik dokter, penguatan supervisi penggunaan APD, serta pemantauan mutu secara berkelanjutan guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” ujar Enny, Kamis (30/7/2026).
Ia berharap berbagai upaya perbaikan tersebut dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi masyarakat yang memanfaatkan pelayanan kesehatan di RSUD Tengku Rafi’an.
Sumber: riauaktual.com







