Madina (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan RSUD Panyabungan setelah satu tahun menempati gedung baru di Komplek Perkantoran Payaloting, Desa Parbangunan.
Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution mengatakan, peningkatan pelayanan harus menjadi komitmen bersama manajemen dan tenaga kesehatan agar RSUD Panyabungan semakin dipercaya masyarakat.
“Rumah sakit harus semakin maju, semakin bagus. Semakin banyak orang datang berobat, dan pulang dalam keadaan sembuh. Itu harapan kita semua,” ujar Atika dalam peringatan satu tahun RSUD Panyabungan menempati gedung baru, Rabu (19/8).
Selain pelayanan medis, Atika juga meminta masyarakat mematuhi ketentuan kunjungan pasien. Menurut dia, masih banyak pengunjung yang belum mematuhi aturan pembatasan jumlah penjenguk sehingga berpotensi menyebabkan ruang rawat mengalami kelebihan kapasitas.
Ia berharap ketentuan maksimal dua orang penjenguk untuk setiap pasien dapat dipatuhi demi kenyamanan pasien, keluarga, serta kelancaran pelayanan rumah sakit.
“Ini demi kenyamanan pasien, keluarga, dan kelancaran pelayanan di rumah sakit,” katanya.
Direktur RSUD Panyabungan dr. Evi Desvita mengatakan, selama satu tahun menempati gedung baru, rumah sakit terus melakukan penguatan berbagai layanan kesehatan.
Dalam enam bulan terakhir, tingkat okupasi tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RSUD Panyabungan mencapai 83,99 persen.
Sejumlah layanan juga telah diperkuat, di antaranya pengoperasian CT Scan 64 Slice untuk mempercepat proses diagnosis pasien. Pada layanan kanker, mammografi telah beroperasi, sedangkan pembangunan gedung kemoterapi ditargetkan rampung tahun ini.
Untuk layanan jantung melalui Cathlab, peralatan telah tersedia dan saat ini dalam proses kredensialing BPJS serta pengadaan FFR, bahan medis habis pakai (BMHP), dan stent.
Kapasitas layanan hemodialisa juga ditingkatkan dari sebelumnya enam mesin menjadi 12 mesin.
Sementara pada layanan stroke, RSUD Panyabungan menyiapkan dokter spesialis untuk mengikuti fellowship trombolisis serta pelatihan perawat di RS Pusat Otak Nasional Palembang pada September mendatang.
Penguatan juga dilakukan pada pelayanan obstetri neonatal emergensi komprehensif (PONEK) melalui peningkatan kompetensi tenaga medis dalam penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.
Selain itu, peralatan endoskopi telah tersedia dan sedang memasuki tahap uji fungsi sebelum proses kredensialing BPJS JKN.
Pada layanan mata, RSUD Panyabungan saat ini didukung dua dokter spesialis mata aktif dan tengah menyiapkan pengoperasian kembali layanan operasi mata.
“Kami berkomitmen menjadikan RSUD Panyabungan sebagai rumah sakit rujukan yang lengkap dan terpercaya bagi masyarakat Madina dan sekitarnya,” kata dr. Evi.
Sementara itu, Bupati Madina Saipullah Nasution mengatakan, satu tahun pascapemindahan RSUD Panyabungan dari gedung lama di Kelurahan Kayujati ke Komplek Perkantoran Payaloting menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus pembenahan.
Menurut dia, Pemkab Madina bersama Badan Layanan Umum (BLU) RSUD Panyabungan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan memenuhi kebutuhan sarana prasarana guna mewujudkan rumah sakit hub atau rujukan utama di wilayah Tapanuli Bagian Selatan.
“Perbaikan ini terus berjalan guna memastikan seluruh fasilitas memenuhi standar pelayanan yang optimal bagi masyarakat,” ujar Saipullah saat menghadiri rangkaian peringatan satu tahun RSUD Panyabungan, Selasa (18/8).
Ia menambahkan, pembenahan tidak hanya menyangkut sarana dan prasarana, tetapi juga standar operasional pelayanan agar lebih cepat, tenaga kesehatan yang ramah dan tanggap, serta tenaga medis yang profesional.
Pemkab Madina, kata dia, akan terus memperkuat RSUD Panyabungan agar mampu memberikan pelayanan kesehatan yang semakin lengkap dan menjadi salah satu rumah sakit rujukan bagi masyarakat di Madina dan wilayah sekitarnya.
Sumber: sumut.antaranews.com







